WALI ALLOH VS WALI SETAN

WALI ALLOH VS WALI SETAN 

Oleh :  Abu Harits as- Sidawi 

Kebanyakan manusia bila mendengar kata “wali” disebutkan, yang akan terbayang dalam benak mereka adalah suatu keanehan, kenyelenehan, dan kedigdayaan. Sebab itu, siapa saja orangnya yang memiliki kelebihan luar biasa yang tidak dimiliki kebanyakan manusia, memiliki tenaga dalam, tidak mempan senjata tajam, bisa berjalan di air, bisa terbang, dan segudang kesaktian lainnya maka itulah dalam pandangan banyak orang yang pantas disebut “wali Alloh”. Apalagi kalau sudah dikenal dan dianggap sebagai seorang yang alim, mempunyai indera keenam sehingga bisa tahu sesuatu yang belum terjadi. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un. Continue reading

Peringatan Penting !! Menggunakan Kuburan Sebagai Mesjid (Tahdzirus Sajid Min Ittihadil Qubur Masajid) Tamat

V. HIKMAH YANG BISA DIPETIK 

Sudah menjadi ketetapan syariat bahwa sejak semula manusia merupakan umat yang satu, berada pada tauhid yang murni. Tetapi kemudian datanglah kemusyrikan. Landasannya adalah firman Allah Ta’ala:

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ

“Manusia itu adalah umat yang satu, (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.” (Al-Baqarah: 213)

Ibnu Abbas ra berkata, “Jarak antara Nuh dan Adam adalah sepuluh abad. Mereka semua berada pada satu syariat yang benar. Kemudian mereka saling berselisih, lalu Allah menurunkan para nabi untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan.”[45]

Ibnu Urwah Al-Hanbaly berkata di dalam Al-Kawakib, “Ini merupakan sanggahan pendapat para ahli sejarah dari kalangan Ahli Kitab yang menyatakan bahwa Qabil dan keturunannya adalah para penyembah api.

” Dapat kami katakan: Ucapannya itu juga merupakan sanggahan bagi sebagian filosof dan orang-orang ateis yang beranggapan bahwa sesungguhnya pada diri manusia sudah tertanam kemusyrikan. Sedang tauhid datang sesudah itu. Jelas itu merupakan pendapat yang batil. kebatilannya dapat dibuktikan dengan ayat di atas dan dua hadits shahih berikut ini: Pertama, sabda beliau Shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Rab-nya:

  Continue reading

Peringatan Penting !! Menggunakan Kuburan Sebagai Mesjid (Tahdzirus Sajid Min Ittihadil Qubur Masajid) Bag 2

III. MEMBANGUN MASJID DI ATAS KUBURAN DAN DOSA BESAR 

Setelah jelas pengertian ittikhadz sebagaimana yang tertuang di dalam hadits-hadits di muka, maka alangkah baiknya apabila kita sedikit mengupas hadits-hadits ini, agar kita mengetahui lebih jauh hukumnya, sambil menukil pendapat sebagian ulama mengenai masalah tersebut. Maka dapat kami katakan bahwa setiap orang yang mengamati hadits-hadits tersebut, akan tampak di hadapannya suatu gambaran yang tak bisa diragukan, bahwa menjadikan kuburan sebagai masjid dan menjadikan masjid itu sebagai tempat shalat, merupakan perbuatan yang dilarang. Bahkan hal itu termasuk dosa besar. Sebab kata-kata laknat yang tertuang di dalamnya dan sifat mereka sebagai orang-orang yang paling buruk di sisi Allah, hanya layak dilemparkan. kepada orang yang melakukan dosa besar, dan ini tidak bisa disangkal. Continue reading

Peringatan Penting !! Menggunakan Kuburan Sebagai Mesjid ( Tahdzirus Sajid Min Ittihadil Qubur Masajid) Bag 1

Telah kita ketahui bersama bahwasannya hampir kita jumpai masjid-masjid khususnya di Jawa dan umumnya Indonesia dan Negeri Islam banyak kita temukan Masjid  yang didalamnya terdapat Kuburan ( Orang Shalih ) ataupun disekeliling Masjid bahkan ada yang didepan tempat sujud Imam  /mihrab ( arah Qiblat ) Na’udzu billah min zhalik..  Bagaimana Syariat Islam melihat hal tersebut , lebih-lebih bila hal tersebut bila dikembalikan kepada wasiat Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam sebelum wafat. Untuk itu Buku dibawah adalah sangat penting dipelajari dan diketahui bagi jiwa yang menginginkan kebenaran dalam merealisasikan Tauhid yang murni kepada Rabbnya , semoga bermanfa’at :

Peringatan Penting !! Menggunakan Kuburan Sebagai Mesjid 

Tahdzirus Sajid Min Ittihadil Qubur Masajid 

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rohimahullah  

MUKADDIMAH 

Segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan, mengharap ampunan dan berlindung kepada Allah Ta’ala dari segala keburukan diri dan kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorang pun yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tak seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, yang tiada sekutu baginya dan Yang Berdiri sendiri. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Allah berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, ber-takwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (Ali Imran: 102) Firman-Nya: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa’: 1)  Continue reading

TAHRIF NUSHUSH ( PENYELEWENGAN NASH )

TAHRIF NUSHUSH ( PENYELEWENGAN NASH ) 

Disusun oleh : Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah hafidzahullah 

Pada edisi yang lalu kami paparkan tentang pentingnya amanah ilmiah. Bahwa amanah ilmiah adalah karakteristik Ahlus Sunnah wal jama’ah dari Zaman sahabat hingga hari ini, karena ilmu adakalanya adalah penukilan yang jujur dan adakalanya adalah istidlal yang muhaqqaq ( cermat ), sedangkan amanah adalah pokok dari keduanya.

            Amanah adalah perhiasan yang diperintahkan secara Syar’I , sedangkan khiyanat adalah cabang yang rusak yang menggerogoti pokok yang agung ini dan dia adalah tabiat yang terlarang. Di antara contoh khiyanat adalah ‘Tahrif ( penyelewengan ) yang merupakan pembatal yang terbesar terhadap amanah penukilan nash dan perusak terbesar didalam amanah analisa istidlal dan makna-makna.

Tahrif terhadap Nash adalah karakteristik Ahli Bid’ah dan pengekor hawa nafsu dari masa ke masa. Jalan-jalan mereka yang bengkok menyelisihi jalan yang lurus membentur Nash –nash menjerumuskan mereka kedalam penyakit Tahrif ( Penyelewengan ) terhadap Nash untuk melanggengkan dan melariskan kesesatan mereka. Continue reading

Wahai Saudaraku Hendak Kemana Kau Pergi?

Wahai Saudaraku Hendak Kemana Kau Pergi?

oleh : Ahmad Al-Imran

Pengantar

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wata’aala. Kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan-Nya, bertaubat dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi oleh Allah petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam tetap tercurah atas beliau, seluruh keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

Banyak orang yang salah mengukur kebahagiaan sehingga salah jalan mengarungi kehidupan bahkan di antara mereka ada yang menganggap kesesatan dan kehancuran sebagai sumber kebahagiaan sehingga menghalalkan segala cara dan sarana untuk meraih tujuan. Padahal tujuan utama hidup manusia adalah untuk mewujudkan pengabdian, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’aala:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyaat: 56).

Berarti kita makan untuk hidup bukan hidup hanya untuk makan sehingga tidak berbeda dengan hewan, pertama bentuk dan gaya hidup orang mukmin dan kedua bentuk dan karakter gaya hidup orang kafir, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’aala: Continue reading

Perjalanan Nur Muhammad

Perjalanan Nur Muhammad

Al Kisah :

Ibnu Ishaq berkata :

Setelah Abdulloh (bapak Rosululloh) selamat dari penyembelihan dengan dibayar dengan 100 ekor unta, maka Abdul Mutholib mengajaknya pergi. Saat berada dekat ka’bah lewatlah seorang wanita dari Bani Asad bin Abdul Uzza, namanya Ummu Qottal binti Naufal bin Asad, dia adalah saudari Waroqoh bin Naufal. Saat wanita tersebut melihat wajah Abdulloh, maka dia berkata : Engkau mau pergi kemana wahai Abdulloh ? Abdulloh menjawab : Saya mau pergi bersama bapakku.” Wanita itu pun berkata : Saya akan memberimu unta sebanyak yang disembelih sebagai gantimu, tapi setubuhilah saya sekarang.” Abdulloh berkata : Saya sedang bersama bapakku dan saya tidak bisa untuk menyelisihi serta berpisah dengannya.”

Selanjutnya Abdul Mutholib membawa Abdulloh menemui Wahb bin Abdu Manaf bin Zahroh (dia adalah bapaknya Aminah, ibunda Rosululloh) lalu dia menikahkan putrinya Aminah dengan Abdulloh, dan saat itu Aminah adalah wanita Quraisy yang paling agung nasab dan kedudukannya.

Lalu Abdulloh pun mengumpulinya dan Aminah pun hamil Rosululloh, kemudian Abdulloh keluar menemui wanita yang menawarkan dirinya kemarin, dan saat itu wanita tersebut masih berada di tempat semula. Abdulloh berkata : Kenapa engkau tidak menawarkan dirimu sebagaimana yang engkau lakukan kemarin ? Wanita itu menjawab : Cahaya yang ada padamu kemarin telah hilang darimu, maka saya tidak butuh padamu lagi.” Hal ini dilakukan oleh wanita tersebut karena dia mendengar dari saudaranya Waroqoh bin Naufal yang saat itu sudah memeluk agama nashroni, dia berkata bahwa akan muncul dari ummat ini seorang nabi dari keturunan Isma’il.” Continue reading

%d bloggers like this: