Islam Aneh saat datang dan akan menjadi aneh kembali

Islam Aneh saat datang dan akan menjadi  aneh kembali

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

. أَمَّابَعْدُ؛

Sejarah menjadi saksi bisu bahwa Islam datang dalam keadaan aneh dan terasing. Bagaimana tidak? Saat Masyarakat jahiliyah menyembah tuhan yang banyak, Islam menyeru kepada Allah Subhanahu wa ta’ala , Sesembahan yang Esa. Saat mereka dalam kubang durjana, Islam mengajak kepada kebaikan. Saat peperangan dan kedzaliman merajalela , Islam mengajak kepada perdamaian dan keadilan.

Dan sudah menjadi Sunatullah , bahwa Islam akan kembali menjadi aneh. Orang yang bertauhid murni, berpegang kepada Sunnah , menjauhi Bid’ah , dekat dengan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatanakan menjadi makhluk aneh dan terasing. Bagaimana tidak demikian , Lha wong Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallammenuturkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 Golongan diantaranya adalah sesat, yang benar hanyalah satu golongan yaitu orang-orang yang menapaki jalan rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam dan para sahabat Rodhiyallahu anhum . maka tidak khayal lagi , yang 72 menjadi mayoritas dan yang satu menjadi minoritas.

Oleh karena itu dalam banyak tempat, Allah Subhanahu wa ta’ala dan RasulNya Shalallallahu alaihi wa sallam  mengingatkan kita agar jangan “LATAH” , ikut-ikutan pendapat mayoritas, kecuali kalau memang itu sebuah kebenaran.

Namaun, apakah dengan demikian berarti kita harus mengikuti yang minoritas? Apakah yang sedikit pasti benar ??. Tentu saja tidak , betapa banyak kelompok-kelompok sempalan yang jelas kesesatannya hanya berjumlah beberapa gelintir orang.

Oleh karena itu kita harus punya standar atas kebenaran , dan standar itulah yang selalu kita dengungkan. Bersikap dan berpendapat yang dibangun berdasarkan Al qur’an dan as Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih . Inilah jalan kebenaran. Inilah yang akan mengantar kepada kebahagiaan hakiki, meskipun banyak orang yang membencinya.

Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabda beliau Shalallallahu alaihi wa sallam : ” Saya tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang mana kalian tidak akan tersesat selamanya selama kalian berpegang teguh pada  keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnah rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam . ( HR Malik , dihasankan oleh al Albani dalam Misykat : 47 )

Pegang teguhlah tali ini, Semoga Allah Tabaroka wa Ta’ala senatiasa membimbing kita pada jalan kebenaran.

Sumber : Majalah Al Furqon Edisi 5 Th. Ke 9 1430/2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: