Kisah Taubatnya Tiga Wanita Syiah

Kisah Taubatnya Tiga Wanita Syiah

Bismillahirrahmaanirrahiem, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu menaati-Mu, dan kepada-Mu lah kami bertawakkal atas setiap urusan kami.

Semenjak lahir, yang kutahu dari akidahku hanyalah ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Ahlul bait. Kami dahulu memohon pertolongan kepada mereka, bersumpah atas nama mereka dan kembali kepada mereka tiap menghadapi bencana. Aku dan kedua saudariku telah benar-benar meresapi akidah ini sejak kanak-kanak.

Kami memang berasal dari keluarga Syi’ah asli. Kami tidak mengenal tentang mazhab ahlussunnah wal jama’ah kecuali bahwa mereka adalah musuh-musuh ahlulbait Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.Mereka lah yang merampas kekhalifahan dari tangan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu, dan merekalah yang membunuh Husain. Continue reading

Advertisements

Ketika Busana Muslimah Dicampakkan

Ketika Busana Muslimah Dicampakkan

(Baituna: Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XI)

Dewasa ini muncul busana muslimah dengan beragam corak dan mode. Bahkan terpajang di outlet-outlet penjualan yang biasanya dipenuhi baju-baju pengumbar aurat. Namun, kebanyakan busana-busana muslimah tersebut masih mempertontonkan lekuk tubuh, sempit, lagi ketat. Demikian pula aneka jilbab gaul dengan desain seperti topi yang hanya menutupi rambut belaka.

Di sisi lain, busana muslimah hanya dipakai dalam acara-acara tertentu atau kegiatan keagamaan. Misalnya hanya ketika shalat, seorang wanita muslimah berusaha menutupi tubuhnya dari atas sampai bawah sehingga rambut dan kaki tidak terlihat. Namun, begitu salam telah diucapkan, maka keadaannya akan kembali seperti semula.

Mereka keluar rumah dengan mengenakan baju yang mereka sangka telah berdasarkan aturan Islam, akan tetapi kenyataannya tidak memenuhi syarat untuk menutupi aurat. Sehingga masuklah mereka ke dalam kategori “berbusana tetapi telanjang”. Seolah-olah menutup aurat hanya wajib ketika shalat semata atau sekedar kulit tidak terlihat lagi oleh mata lelaki lain. Wa ilallâhil musytaka (kepada Allâh Ta’âla lah tempat pengaduan). Continue reading

MAHROM BAGI WANITA

MAHROM BAGI WANITA


Oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif

Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait dengan mahrom.

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain.

Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan “Muhrim” padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. Continue reading

Kisah Nyata : Keajaiban Kesabaran dan Kekuatan DOA Seorang ISTERI [Bukan Permata Biasa]

Kisah Nyata : Keajaiban Kesabaran dan Kekuatan DOA Seorang ISTERI [Bukan Permata Biasa]


Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Continue reading

EBook : Darah Kebiasaan Wanita

EBook : Darah Kebiasaan Wanita

Banyak wanita yang bingung dengan masa haidnya, ada yang bilang haidnya terputus-putus, sampai dia harus keramas beberapa kali. Ada yang mengalami perubahan siklus, kadang maju kadang mundur. Bahkan banyak juga wanita yang masih bingung membedakan antara darah haid dan istihadhah.

Untuk mengetahui lebih jauh silakan Download Ebook berikut :

Darah Kebiasaan Wanita…( Download)

Sumber : Maktabah Abu Salma al Atsary

 

Mengapa kebanyakkan penghuni neraka adalah wanita

Mengapa kebanyakkan penghuni neraka adalah wanita ?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)

Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya :

“Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.” Continue reading

Pengabdian Istri Seorang Pencari Kayu Bakar

Pengabdian Istri Seorang Pencari Kayu Bakar

Renungkanlah wahai Istriku, saudariku, wanita muslimah…
semoga Allah menjagamu.

“Kisah seorang wanita, istri seorang pencari kayu bakar…”

Ia bercerita:

“Jika suamiku kerja mencari kayu ke gunung
aku ikut merasakan kesulitan yang ia temui
dalam mencari rezki,
dan aku turut merasakan hausnya yang sangat di gunung
hingga hampir-hampir tenggorokanku terbakar.

Maka aku persiapkan untuknya air yang dingin
agar ia dapat meminumnya jika ia datang.

Aku menata dan merapikan rumah
dan aku persiapkan hidangan makan untuknya.
Kemudian aku berdiri menantinya
dengan mengenakan pakaianku yang paling bagus.

Ketika ia masuk ke dalam rumah,
aku menyambutnya sebagaimana pengantin
menyambut kekasihnya yang dicintai,
dalam keadaan aku pasrahkan diriku padanya…

Jika ia ingin beristirahat maka aku membantunya
dan jika ia menginginkan diriku
aku pun berada di antara kedua tangannya
seperti anak perempuan kecil yang dimainkan oleh ayahnya.”

Sumber :  dinukil dari kisah yang dikutip dalam tulisan “Sepuluh Wasiat untuk Istri yang Mendambakan “Keluarga Bahagia tanpa Problema” Penulis: Mazin bin Abdul Karim Al Farih

%d bloggers like this: