Bila HP Berdering di Tengah Sholat

Bila HP Berdering di Tengah Sholat

Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Bila HP Berdering di Tengah Sholat

Muqoddimah

Suatu ketika, ada seorang ikhwan mengajukan pertanyaan kepada penulis saat dauroh di salah satu kota luar Jawa, “Ustadz, kemarin ada kejadian di masjid kampung, ketika kami tengah menjalankan sholat, tiba-tiba HP seorang makmum berdering dengan nada suara tawa seorang bayi. Spontan saja, nada lucu itu membuat geli jama’ah sholat dan membuat sebagian mereka tak kuasa menahan tawa. Bagaimana hukum sholatnya, apakah batal ataukah tidak?”

Kejadian di atas ternyata bukanlah satu-satunya. Masih banyak kejadian serupa yang terjadi karena ulah HP yang tidak terkondisikan dengan baik. Bukankah sering kita mendengarkan nada HP alunan musik dan nyanyian saat kaum muslimin bermunajat kepada Alloh di rumah-Nya yang mulia?! Continue reading

HUKUM MENGHADIRI PESTA PERNIKAHAN YANG DIMERIAHKAN OLEH PENYANYI

HUKUM MENGHADIRI PESTA PERNIKAHAN YANG DIMERIAHKAN OLEH PENYANYI

Oleh
Lajnah Da’imah Lil Buhut Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan
Lajnah Da’imah Lil Buhuta Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apa hukum seorang wanita yang menghadiri pesta pernikahan ataupun pesta ulang tahun, dan pesta tersebut dimeriahkan oleh artis-artis sampai larut malam, padahal kita tahu pesta tersebut adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat? Jika wanita itu hanya bertujuan untuk memenuhi undangan tanpa mendengarkan nyanyian-nyanyian para artis, apakah yang demikian haram pula? Continue reading

Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun

Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun


Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun. Continue reading

DOWNLOAD AUDIO: RIBA DAN TINJAUAN KRITIS PERBANKAN SYARI’AH

DOWNLOAD AUDIO: RIBA DAN TINJAUAN KRITIS PERBANKAN SYARI’AH


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kajian bedah Buku Judul    :  Riba dan Tinjauan Kritis Perbankan Syariah

Penulis    : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA

pemateri   : Ustadz Abu Abbas Kholid Syamhudi Lc.

Kajian ini mengupas mengenai riba dan dampak buruknya bagi Ummat,juga dijelaskan beberapa tinjauan kritis terhadap perbankan  syariah,semoga bermanfaat.

Download

Download

Riba dan Tinjauan Kritis Perbankan Syariah

sumber: radiorodja.com

Tinjauan Kritis Terhadap Perbankan Syariah di Indonesia

Tinjauan Kritis Terhadap Perbankan Syariah di Indonesia

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A

Tinjauan Pertama: Status Perbankan Yang Tidak Jelas.

Perbankan syariat yang ada telah mengklaim, bahwa mudharabah merupakan asas bagi berbagai transaksi yang mereka jalankan. Baik transaksi antara nasabah pemilik modal dengan perbankan, atau transaksi antara perbankan dengan nasabah pelaku usaha. Sekilas, hal ini tidak menjadi masalah, padahal masalah ini adalah masalah besar yang perlu ditinjau ulang. Sebab, perbankan dalam hal ini memainkan status ganda yang saling bertentangan. Untuk menjelaskan permasalahan ini, lihatlah skema berikut: Continue reading

Apakah Bapak Tiri Boleh Menikahi Anak Perempuan Tirinya ?

Apakah Bapak Tiri Boleh Menikahi Anak Perempuan Tirinya ?


 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh : Abu Al-Jauzaa’

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai hal ini. Pokok persoalannya adalah pemahaman dan penarikan hukum atas firman Allah ta’ala :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ …….. وَرَبَائِبُكُمُ اللاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأخْتَيْنِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; ……… anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS. An-Nisaa’ : 23]. Continue reading

Anda Jangan Fanatik, Jadilah Moderat Saja!?

Pertanyaan:

Bagaimana tanggapan hukum (Islam) terhadap orang yang kalau dinasihati untuk segera meninggalkan perbuatan dosa maka dengan cepat dia menyahut, “Anda jangan fanatik, jadilah orang yang moderat saja.” Kami mengharap penjelasan arti kata “moderat”. Semoga Allah memberi balasan dengan kebaikan yang banyak kepada Syekh. Continue reading

KIAT AGAR DAPAT MELAKUKAN SHALAT TAHAJJUD

KIAT AGAR DAPAT MELAKUKAN SHALAT TAHAJJUD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ada beberapa kiat yang dapat membantu seseorang untuk bangun di malam hari guna melakukan shalat Tahajjud. Di antaranya adalah.

[1]. Mengetahui keutamaan shalat Tahajjud dan kedudukan orang yang melakukannya di sisi Allah Ta’ala serta segala apa yang disediakan baginya berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, bagi mereka disediakan Surga.

Allah Ta’ala bersaksi terhadap mereka dengan kesempurnaan iman, dan tidak sama antara mereka dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Shalat Tahajjud sebagai sebab masuk ke dalam Surga, ditinggikannya derajat di dalamnya, dan shalat Tahajjud merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih serta kemuliaan bagi seorang Mukmin. Continue reading

Shifat Sholat Nabi ( Illustrasi dan do’a )

Sifat Sholat Nabi

Sholat adalah salah satu perkara terbesar yang Nabi jelaskan kepada manusia, dan beliau telah menjelaskannya dengan sempurna. Seorang muslim tidak mungkin menunaikan shalat dengan sempurna kecuali jika ia mengetahui tatacara sholat tadi secara terperinci, baik itu merupakan hal-hal yang wajib, juga adab-adabnya, posisi badan, serta do’a-do’a dan dzikir-dzikirnya, kemudian menerapkannya secara sungguh sungguh.

Berikut adalah penjelasan singkat dan sederhana yang dipandu oleh illustrasi tentang tata cara sifat Sholat Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam, semoga bermanfa’at. Catatan : untuk lebih lengkap dan detailnya silakan merujuk kepada kitab Sifat Sholat Nabi.

Melafazhkan Niat, Madzhab Syafi’iyyah?

Melafazhkan Niat, Madzhab Syafi’iyyah?

Ada sebuah fenomena yang jarang mendapatkan sorotan oleh kebanyakan orang, karena ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya, di antaranya adalah faktor taqlid, jahil terhadap agama, banyaknya orang yang melakukannya sehingga sudah menjadi sebuah adat yang mendarah-daging, sulit dihilangkan, kecuali jika Allah menghendakinya. Sehingga terkadang menjadi sebab perselisihan, perseteruan dan permusuhan di kalangan kaum muslimin sendiri. Di antara fenomena tersebut, tersebarnya kebiasaan “melafazhkan niat”ketika hendak melaksanakan ibadah, utamanya shalat.

  • Definisi Niat

Kalau kita membuka kitab-kitab kamus berbahasa arab, maka kita akan jumpai ulama bahasa akan memberikan definisi tertentu bagi niat.

Ibnu Manzhur -rahimahullah- berkata, “Meniatkan sesuatu artinya memaksudkannya dan meyakininya. Sedang niat adalah arah yang dituju”. [Lihat dalam Lisan Al-Arab (15/347)] Continue reading

Masalah Melafadzkan Niat dalam Sholat

Masalah Melafadzkan Niat dalam Sholat

Masalah hukum niat adalah wajib berasal dari hadist “innamal ‘amalu bin niyyati” (sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung dari niatnya), yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai dasar pengerjaan suatu amal. Dan semua ulama sepakat bahwa niat sebelum melakukan amal perbuatan ibadah adalah wajib !

Tetapi yg dipermasalahkan adalah apakahMELAFADZKAN NIAT atau BACAAN NIAT itu disyari’atkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, serta diikuti oleh para sahabat, Tabi’in Tabiut Tabi’in  dan para ulama Pendahulu kita yang  Shalih ? Continue reading

Mencari Rizki yang Halal di Tengah Krisis Ekonomi dan Keterpurukan Moral

Mencari Rizki yang Halal di Tengah Krisis Ekonomi dan Keterpurukan Moral

Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc

“Sedikit tapi cukup lebih baik daripada banyak tapi tak pernah merasa cukup”. Jika dikaitkan dengan masa yang “serba sulit” ini, ungkapan bijak di atas memang terasa relevan. Maklumlah, banyak dari kita yang kurang mensyukuri rizki yang diberikan Allah, malah justru kerap berkeluh kesah. Parahnya, jalan pintaslah yang kemudian ditempuh untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Kehidupan Dunia dan Segala Tantangannya
Kehidupan dunia merupakan medan tempaan dan ujian (darul ibtila`). Siapapun yang menjalaninya pasti akan merasakan tempaan dan ujian tersebut.

Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala Dzat Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana menghendakinya. Sebagaimana dalam firman-Nya : Continue reading

%d bloggers like this: