Kutitip Surat Ini Untukmu

Kutitip Surat Ini Untukmu

Kutitip Surat Ini Untukmu

Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!

Surat Ibu Untuk Anak – Wasiat Ibu Miskin

Download kajian [15.38 MB]: Kutitip Surat Ini Untukmu (681)

Advertisements

Download Audio : Menepis Tuduhan Dusta Terhadap Dakwah Salafiyyah (Al-Ustadz Badrusalam)

Download Audio : Menepis Tuduhan Dusta Terhadap Dakwah Salafiyyah (Al-Ustadz Badrusalam)

Siapakah Wahhabi yang dikatakan sesat oleh para Ulama? Benarkah julukan bahwa dakwah Salafiyyah adalah dakwah Wahhabi ?? Benarkah bahwa dakwah Salafiyyah adalah dakwah Takfiir? Benarkah dan Benarkah sederet tuduhan-tuduhan yang dituduhkan oleh musuh dakwah Tauhid dan Sunnah terhadap dakwah Salafiyyah?

Silakan Anda simak penjelasannya secara jelas dan gamblang dalam kajian berikut ini yang disampaikan oleh Al-Ustadz Badrusalam -hafizhahullah-, dalam kajian ini beliau juga merujuk kepada kitab “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan” yang ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray -hafizhahullah- yang merupakan kitab bantahan atas buku kotor Syaikh Idahram Al-Majhuul, “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”.

Semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita untuk memahami agama ini dengan pemahaman yang benar.

Download kajian [11.63 MB]: Menepis Tuduhan Dakwah Salafiyah Dianggap Dakwah Wahabiyah (691)

Sumber : http://radiorodja.com/1002/menepis-tuduhan-dakwah-salafiyah-dianggap-dakwah-wahabiyah/

Nasihat Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr dan Syaikh Muhammad Alu Nashr Terkait Kondisi Suriah

Nasihat Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr, dan Syaikh Muhammad Alu Nashr Terkait Kondisi Suriah

suriah

suriah

Suriah Berdarah – Sunduq Peduli Suriah

Nasihat Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr –hafizhahullah– Untuk Membantu dan Mendo’akan Kaum Muslimin di Suriah.

Nasihat Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr -hafizhahullah- Terkait Tragedi Yang Menimpa Muslimin Suriah.

Link Download :

Nasihat Syaikh Abdurrazzaq

Nasihat Syaikh Muhammad Alu Nashr

Suriah Berdarah

Sumber : Radio Rodja 756 AM

Dipublikasi ulang dari : http://abangdani.wordpress.com

Download Audio | Perbedaan Antara Nasihat dan Celaan [Bagus]

Download Audio | Perbedaan Antara Nasihat dan Celaan [Bagus]

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim) Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, hadits no. 55 dan no. 95.

Alhamdulillah, di bulan Ramadhan yang mulia ini kami hadirkan rekaman pengajian umum bersama Ustadz Abdullah bin Taslim. MA. Kajian ini diselenggarakan di Masjid As-Sunnah, Kendari  (Sabtu, 21 Agustus 2010) dengan tema “Perbedaan Antara Nasehat dan Celaan”

Silakan download audio-nya pada link berikut:

Perbedaan Antara Nasehat dan Celaan

Sumber : http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/

Download Audio: Jangan Jadikan Kuburan Sebagai Masjid (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as Sidawi) (Solo, 04 Desember 2011)

Download Audio: Jangan Jadikan Kuburan Sebagai Masjid (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as Sidawi) (Solo, 04 Desember 2011)

Dari Jundub bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu berkata: “Aku mendengar bahwa lima hari sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللهِ أَنْ يَكُوْنَ لِي مِنْكُمْ خَلِيْلٌ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اتَّخَذَنِي خَلِيْلاً، كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلاً، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيْلاً لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيْلاً، أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.

‘Sungguh aku menyatakan kesetiaanku kepada Allah dengan menolak bahwa aku mempunyai seorang khalil (kekasih mulia) di antara kamu, karena sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil, seandainya aku menjadikan seorang khalil dari umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. Muslim (no. 532 (23)) bab: An-Nahyu ‘an Binaa-il Masaajid ‘alal Qubuuri wa Ittikhadzis Shuwari fiiha wan Nahyu ‘an Ittikhadzil Qubuuri Masaajid (Larangan Membangun Masjid di Atas Kuburan dan Larangan Membuat Patung-Patung serta Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اَللَّهُمَ لاَ تّجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنَا، لَعَنَ اللَّهُ قَوْمًا اِتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan kuburanku sebagai berhala (yang disembah). Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai temp ibadah” (HR. Ahmad (II/246), al-Humaidi dalam Musnadnya (no.1025) dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’. Syaikh Ahmad Muhammad Syakir berkata, “Sanadnya shahih”, Musnad Ahmad (VII/173 no. 73520. Diriwayatkan juga oleh Imam Malik (I/156 no. 85), dari ‘Atha’ bin Yasar secara marfu’. Hadits ini mursal shahih. Lihat Tahdziirus Saajid (hal.25-26)

Simak pembahasan seputar Hadits yang melarang menjadikan kuburan sebagai masjid, makna kalimah menjadikan kuburan sebagai masjid, syubhat seputar maslah ini dan Hikmah dibalik larangan ini. Diambilkan dari kitab Tahdzirussajid Min at Tikhodzil Qubur Masajid karya Syaikh Muhammad Nashiruddin bin Nuh rahimahullah, semoga bermanfaat

~ Radio Qur’an 94,4 FM ~

Dipublikasi ulang dari :http://moslemsunnah.wordpress.com

“Bagaimana Memilih Guru”

“Bagaimana Memilih Guru”

 

Para salaf sangat memperhatikan dalam hal kepada siapa mereka mengambil ilmu. Mereka melihat keadaan amalan sunnah yang dia tegakkan dan akhlaq mereka dalam pergaulan harian. Para salaf banyak meninggalkan orang yang dianggap berilmu karena dia tidak menjaga lisannya, cara sholatnya yang tidak sesuai sunnah dan perkara-perkara yang lainnya. Maka hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak hanya melihat orang karena keilmuannya tapi juga karena akhlaq dan amalan sunnah yang dia tegakkan. Bagaimana kita akan mengambil ilmu dari orang yang berakhlaq buruk?!. Demikian ringkasan materi yang disampaikan Ust Abdulloh Taslim MA, direkam di Studio Radio Suaraquran Solo 10 April 2010.

Silahkan Antum Download Di Bawah Ini

Memilih Guru Ust Abdulloh Taslim MA

Sumber : http://suaraquran.com/download-kajian-bagaimana-para-salaf-memilih-guru-ust-abdullloh-taslim-ma/

Download Kajian AUDIO : DR Muhammad Az Zahim Hafidzhullah (Dosen Fak Syariah Univ Islam Madinah)

Download Kajian AUDIO : DR Muhammad Az Zahim Hafidzhullah (Dosen Fak Syariah Univ Islam Madinah)-Terjemah

Segala puji bagi Allah Ta’ala, kami kedatangan tamu yang istimewa dari negeri para ulama dan kota yang menjadi sumber ilmu dari dahulu sampai akhir zaman. Fadhilatus Syaikh Dr Muhammad Abdullah Az Zahim Hafidzahullah, pengajar bidang studi Faraidl(Ilmu Waris) di Fakultas Hadits dan Syariah Jami’ah Islamiyyah Madinah Saudi Arabia berkenan menyampaikan nasehat dan membagi ilmu beliau di Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo dan juga menyapa para pendengar Radio Suaraquran Solo. Continue reading

%d bloggers like this: