ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!

ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!
aswaja2
(studi banding antara aqidah tokoh syi’ah :Al-Khumaini dan aqidah kaum sufi : At-Tijaani, Alwi Al-Maaliki, Habib Al-Jufri, dan Habib Munzir)

Sungguh kita menemukan permusuhan yang sangat sengit dari kaum syi’ah dan aswaja imitasi (baca : sufi) terhadap aswaja asli (baca : salafy atau yang dinamakan oleh kaum sufi sebagai wahabi). Seakan-akan musuh mereka hanyalah kaum wahabi. Ada apa gerangan antara Syi’ah dan Aswaja, kenapa sama-sama bersepakat memusuhi kaum wahabi..??!!

Rahasianya adalah adanya kesamaan antara dua kelompok ini, terutama dalam peribadatan kepada penghuni kuburan dan para wali !!!

Tidak heran jika SYI’AH & ASWAJA SUFI :

–         Sama-sama hobi meninggikan kuburan…??!!

–         Sama-sama hobi beribadah di kuburan…??!!

–         Sama-sama hobi meminta dan beristighotsah kepada penghuni kuburan..??!!

–         Sama-sama hobi mencari barokah dari pasir yang ada dikuburan para wali??

–         Sama-sama berlindung dibalik topeng “cinta kepada Ahlul Bait…”, atau “Demi menghormati Ahlul Bait”, seakan-akan kecintaan kepada Ahlul Bait dan kesyirikan adalah dua perkara yang saling melazimkan !!! Continue reading

PENGAKUAN MANTAN DUKUN TERNAMA

 QuantcastPENGAKUAN MANTAN DUKUN TERNAMA
pake-jimat-syirik

Pada pembahasan kali ini saya akan memaparkan penipuan-penipuan yang sering dilakukan paranormal dengan padepokan, lembaga atau yayasan yang bergerak dalam pemasaran dibidang ilmu-ilmu kesaktian (Reiki, meditasi, tenaga dalam, ilmu hikmah, aji-aji kesaktian dan ilmu-ilmu sejenis) dalam menjerat calon mangsanya yang kesemuanya saya dapatkan dari pengakuan seorang mantan Grand Master Ilmu Ghoib yang telah bertobat.

Pengakuan dirinya dalam membohongi calon mangsanya akan saya paparkan dengan sedikit mengedit dan memperbaiki susunan kalimat yang telah ditulisnya (Silahkan buka websitenya di http://paranormalsakti.freehomepage.com). Pengakuannya adalah :

Kenalkanlah kami adalah bekas paranormal atau dukun atau guru ilmu ghaib dari salah satu kota besar di Jawa Barat yang dulu gemar akan hal-hal supranatural hingga kami sempat beberapa tahun mendirikan perguruan ilmu gaib dengan dalih membantu sesama manusia. Maksud kami membuat tulisan ini yaitu sebagai persembahan kepada bangsa Indonesia sekaligus memberi masukan kepada generasi muda bangsa untuk mendapatkan informasi-informasi penting terhadap kegiatan-kegiatan supranatural yang dulu pernah kami tekuni untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidup baik itu berbentuk finansial atau berupa sikap atau rasa hormat dari orang lain.

Maksud kami yang lain dalam membuat tulisan ini yaitu untuk meminta maaf kepada para pasien atau pengikut-pengikut kami yang telah lama kami sesatkan imannya melalui praktek-praktek sesat yang kami ajarkan sekaligus kami juga berusah untuk menyelamatkan seluruh umat beragama dengan cara mengingatkan akan bahaya-bahaya kesesatan yang sengaja dilakukan oleh ahli-ahli spritual yang berkedok Agama. Continue reading

10 Keanehan Para Pendukung Maulid

10 Keanehan Para Pendukung Maulid
pantai
Oleh: M. Abduh Tuasikal

1- Mencintai Nabi, namun beribadah tanpa perintah Nabi

2- Menanyakan mana dalil yang mengharamkan maulid secara khusus. Padahal seharusnya yang ditanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan. Karena bedakan antara masalah ibadah dan adat atau muamalah.

3- Berkata bahwa maulid adalah bid’ah hasanah karena menganggap bid’ah itu ada dua. Ada bid’ah hasanah dan sayyi’ah. Namun ketika ditanya, apa yang dimaksud bid’ah sayyi’ah, mereka sulit menyebutkan contohnya.
Padahal ulama Syafi’i seperti Ibnul ‘Atthor, murid Imam Nawawi telah mengategorikan beberapa bid’ah yang dikatakan hasanah oleh mereka sebagai bid’ah yang tercela.

4- Mengaku madzhab Syafi’i namun tidak pernah menunjukkan Imam Syafi’i mengadakan maulid.

5- Di tanah kelahiran Nabi tidak merayakan maulid, namun anehnya negeri yang jauh dari tempat tersebut malah merayakannya. Continue reading

Kerancuan kaidah dalam legalitas diperbolehkannya perayaan Maulid Nabi Shallallahu alaihi wa salam

Kerancuan kaidah dalam legalitas diperbolehkannya perayaan Maulid Nabi Shallallahu alaihi wa salam

tahrifun-nushush1

Ada sebuah tulisan dari pak Habib tentang tanggapan beliau atau tepatnya bantahan beliau kepada orang yang anti Maulid Nabi dengan judul “MERAYAKAN MAULID NABI, SIAPA BILANG SESAT?? Didalam tulisan mukadimah beliau membawakan :
Kutipan : “ Dalam syari’at, kita ada qaidah; Laa Tahriim illaa bi Daliil; Tidak boleh mengharamkan sesuatu kecuali memang ada dalil yang mengharamkannya. Contohnya, selama tidak ada dalil yang mengharamkan penggunaan handphone, maka tidak boleh seseorang semena-mena mengharamkan handphone, kecuali memang ada ‘kotoran’ di dalam handphone tersebut yang diharamkan syari’at.

Nah.. Coba tunjukkan dalil yang mengharamkan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. Adakah?

# Jawab : Bagi sebagian orang memang penjelasan diatas seakan-akan benar, tetapi ada beberapa kerancuan bila bagi orang yang sudah atau sedikit mengetahui atau belajar tentang kaidah diatas. Kaidah Laa tahrim illaa bi Daliil adalah kaidah fiqih yang biasanya digunakan pada permasalahan keduniaan/adat/muamalah yang hukum asalnya mubah kecuali ada dalil yang mengharamkannya dan bukan ibadah. Adapun untuk Ibadah tidak bias digunakan kaidah diatas, karena akan kacau balau.

Contoh : Kalau mengikuti kaidah “ Laa Tahrim illaa bi daliil “ maka boleh dong saya mengatakan “ Bolehnya seorang muslim sholat shubuh 5 Rokaat “ lho koq bisa….ya iya dong…kan tidak ada dalil yang melarang tentang amaliah tersebut, coba carikan dalil baik dari Alqur’an dan Hadist Nabi Shollallahu alaihi wa sallam yang shahih yang mengatakan larangan tersebut??

…sampai tua kita tidak akan menemukan larangan tersebut secara khusus ( sama dengan kaidah antum tentang Maulid Nabi ),

adapun permasalahan Ibadah atau hukum ibadah adalah menggunakan kaidah ilmiah yang benar adalah seperti yang dikatakan oleh Al-Alamah Ibnul Qayyim dalam kitabnya yang menakjubkan, I’lam al-Muwaqqi’in (I/344) :

“Dan telah maklum bahwa tidak ada yang haram melainkan sesuatu yang diharamkan Allah dan RasulNya, dan tidak dosa melainkan apa yang dinyatakan dosa oleh Allah dan RasulNya bagi orang yang melakukannya. Sebagaimana tidak ada yang wajib kecuali, apa yang diwajibkan Allah, dan tidak ada yang haram melainkan yang diharamkan Allah, dan juga tidak ada agama kecuali yang telah disyari’atkan Allah. Maka hukum asal dalam ibadah adalah batil hingga terdapat dalil yang memerintahkan. Sedang hukum asal dalam akad dan muamalah adalah shahih  hingga terdapat dalil yang melarang.

Adapun perbedaan keduanya adalah, bahwa Allah tidak disembah kecuali dengan apa yang telah disyariatkanNya melalui lisan para rasulNya. Sebab ibadah adalah hak Allah atas hamba-hambaNya dan hak yang Dia paling berhak menentukan, meridhai dan mensyari’atkannya”

Pada dasarnya kita tidak boleh mengamalkan atau mensyariatkan amal ibadah kecuali ada dalilnya dari Al Qur’an dan As Sunnah yang mensyariatkannya . Barang siapa yang mensyariatkan sebuah ibadah tanpa dalil maka dia telah membuat perkara Bid’ah ( perkara-perkara baru yang tidak ada contohnya ).

Hal tersebut sebagaimana kaidah yang telah disebutkan dalam Al qur’anAllah azza wa Jalla berfirman ” Apakah mereka mempunyai sekutu yang mensyariatkan bagi mereka agama yang tidak diizinkan oleh Allah ( Qs. Asy- Syuro (42) : 21 ) . Allahul Musta’an.

 

Kisah yang Mengharukan: Anak yang Mengeraskan Suaranya di Masjid

Kisah yang Mengharukan: Anak yang Mengeraskan Suaranya di Masjid

bp24

Seorang imam masjid mengisahkan..

Ada seorang anak kecil yang umurnya belum mencapai 10 thn. Dia selalu menjalankan shalat berjamaah di masjid, dan selalunya berusaha menempati shaf paling depan. Anak itu biasa mengeraskan suara saat shalat, terutama tatkala saya selesai membaca al-fatihah, si anak membaca “aamiin” dengan suara sangat keras.

Suatu kali, saya ingin menasihati anak ini agar merubah kebiasaannya. Akan tetapi setiap kali saya selesai shalat dan berdzikir anak itu telah pergi, saya tidak sempat berbicara dengannya.

Hingga suatu kali, setelah selesai shalat saya langsung memegang tangan anak itu sebelum ia pergi. Lalu saya bertanya, “Nak, mengapa kamu sering berteriak keras sewaktu shalat?” Continue reading

Wahhabi… Wahhabi…. Faktanya ?!

Wahhabi… Wahhabi…. Faktanya ?!

ceritamotivasi-citacita-copy

Jika ada yang membahas tentang Tauhid dan  Syirik atau Sunnah dan bid’ah, bukan hal aneh jika akan muncul cemoohan “Wahabi!”. Ternyata membahas larangan mengucapkan selamat natal tempo hari juga muncul cemoohan itu lho… ??? Bukankah kaum muslimin (bukan hanya Wahhabi) telah sepakat akan haramnya ucapan selamat natal dan semisalnya !??

Tudingan dan cemoohan ini muncul jika terdapat Nasehat seperti, “Beribadahlah dan Memintalah hanya kepada Allah saja…”, atau “Beribadahlah sesuai tuntunan Rasulullah…” atau “Janganlah menyelisihi Rasulullah…” atau “Pahamilah agama seperti para Sahabat Nabi memahami Agama…” atau nasihat-nasihat yang semisalnya…..

Perhatikanlah cuplikan-cuplikan nasihat di atas apakah ada yang salah dari nasihat tersebut? Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita hanya beribadah dan berdo’a kepada Allah semata? Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita beribadah sesuai dengan Sunnah/Petunjuk Rasulullah? Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita berpegang dengan pemahaman para Salafus Shalih? Lantas mengapa ada sebagian orang ketika disampaikan kepadanya nasihat untuk melaksanakan itu semua dengan serta merta ia menjawab, “Wahhabi!”, “Awas ajaran Wahhabi!”, “Ente Wahhabi ya?!” Continue reading

PARODI : RAHASIA DIBALIK MAULID NABI

Sekedar bacaan ringan tentang parodi dari percakapan tentang Maulid Nabi…untuk refresh saja…..( No feeling!!)

dialogue-symbolsPARODI : RAHASIA DIBALIK MAULID NABI

Murid : “Pak Kyai, kenapa sich perayaan Maulid Nabi koq waktunya tidak serentak satu hari saja di seluruh dunia seperti hari2 perayaan lainnya? Kenapa perayaannya boleh diulang2 selama sebulan atau beberapa bulan?” Pak Kyai : “Maksudnya apa? Tolong dijelaskan sekali lagi biar saya paham pertanyaannya.”

Murid : “Begini pak Kyai. Hari Maulid Nabi itu kan jatuh tanggal 12 Rabi’ul Awal, lantas kenap…a orang2 memperingatinya tidak hanya tanggal 12 saja? Ada yg memperingati tanggal 12, ada juga yang tanggal 13, atau 14 atau 15, dst, bahkan ada yang lebih dari sebulan berlalu baru memperingati. Kenapa semuanya tidak serentak tanggal 12 saja?” Continue reading

%d bloggers like this: