PARODI : RAHASIA DIBALIK MAULID NABI

Sekedar bacaan ringan tentang parodi dari percakapan tentang Maulid Nabi…untuk refresh saja…..( No feeling!!)

dialogue-symbolsPARODI : RAHASIA DIBALIK MAULID NABI

Murid : “Pak Kyai, kenapa sich perayaan Maulid Nabi koq waktunya tidak serentak satu hari saja di seluruh dunia seperti hari2 perayaan lainnya? Kenapa perayaannya boleh diulang2 selama sebulan atau beberapa bulan?” Pak Kyai : “Maksudnya apa? Tolong dijelaskan sekali lagi biar saya paham pertanyaannya.”

Murid : “Begini pak Kyai. Hari Maulid Nabi itu kan jatuh tanggal 12 Rabi’ul Awal, lantas kenap…a orang2 memperingatinya tidak hanya tanggal 12 saja? Ada yg memperingati tanggal 12, ada juga yang tanggal 13, atau 14 atau 15, dst, bahkan ada yang lebih dari sebulan berlalu baru memperingati. Kenapa semuanya tidak serentak tanggal 12 saja?” Continue reading

Advertisements

Menyikapi Film yang Menghina Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ( Nasihat Syaikh Shalih Al-Fauzan -hafizhahullah )

 

Menyikapi Film yang Menghina Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ( Nasihat  Syaikh Shalih Al-Fauzan -hafizhahullah )

Ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia, sekaligus anggota Al Lajnah Ad Daimah (komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia), Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan mendapatkan pertanyaan dalam kajian harian beliau di daerah Malaz Riyadh, “Fadhilatusy Syaikh –waffaqakumullaah-. Pertanyaan yang masuk saat ini banyak sekali. Di antaranya, ada yang bertanya tentang bagaimana nasehat Anda bagi para penuntut ilmu dan juga selain mereka tentang apa yang terjadi saat ini berkaitan dengan film yang menghina Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa wejangan Anda dalam hal ini?” Continue reading

Download Audio | Perbedaan Antara Nasihat dan Celaan [Bagus]

Download Audio | Perbedaan Antara Nasihat dan Celaan [Bagus]

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim) Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, hadits no. 55 dan no. 95.

Alhamdulillah, di bulan Ramadhan yang mulia ini kami hadirkan rekaman pengajian umum bersama Ustadz Abdullah bin Taslim. MA. Kajian ini diselenggarakan di Masjid As-Sunnah, Kendari  (Sabtu, 21 Agustus 2010) dengan tema “Perbedaan Antara Nasehat dan Celaan”

Silakan download audio-nya pada link berikut:

Perbedaan Antara Nasehat dan Celaan

Sumber : http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/

Nasehat HABIB-HABIB WAHABI kepada HABIB-HABIB SUFI+ SYI’AH

Nasehat HABIB-HABIB WAHABI kepada HABIB-HABIB SUFI+ SYI’AH

Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang merupakan cucu dan keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadi keturunan orang yang paling mulia yang pernah ada di atas muka bumi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita untuk memperhatikan para Ahlul Bait. Kita sebagai seorang ahlus sunnah, bahkan sebagai seorang muslim harus menghormati keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika keturunan Nabi tersebut adalah orang yang bertakwa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وأهلُ بَيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي

“Dan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti (keluargaku), aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti keluargaku”
(HR Muslim no 2408) Continue reading

10 FAEDAH SEPUTAR: AKHBAR ULAMA

10 FAEDAH SEPUTAR:  AKHBAR ULAMA


Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi خفظه الله

1. SAAT SAKAROTUL MAUT

Abu Ja’far at-Tustari رحمه الله berkata:

“Saya menghadiri Abu Zur’ah ar-Rozi رحمه الله ketika dia sedang dalam sakarotul maut. Di sisinya ada Abu Hatim, Muhammad bin Muslim, Mundzir bin Syadzan dan sekelompok ulama lainnya, mereka menyebut hadits talqin dan hadits:

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Talqinlah orang yang akan meninggal di antara kalian: Laa llaha Illa Alloh [HR. Muslim: 916]

Continue reading

‘Golongan Tertentu’ Yang Menguasai Masjid

‘Golongan Tertentu’ Yang Menguasai Masjid!


Sesungguhnya masjid adalah rumah milik Allah. Tempat untuk berdzikir, membaca al-Qur’an, menunaikan sholat berjama’ah dan mengadakan majelis-majelis ilmu yang mengajarkan tauhid, keimanan dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar manusia terbebas dari cengkeraman syirik, kekafiran, bid’ah, kemaksiatan serta belenggu fanatisme golongan, agar mereka menjadi orang-orang yang bersaudara dan saling mencintai karena Allah serta membenci musuh-musuh Allah.

Oleh sebab itu dapat kita lihat dalam lembaran sejarah, bagaimana masjid Nabawi yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya menjadi pusat kebangkitan Islam sehingga membuat orang-orang kafir marah dan geram. Dari masjid itulah dilahirkan para ulama, penguasa yang adil, panglima jihad, pedagang yang bertakwa, para orang tua yang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, ibu-ibu dan remaja putri yang menyimpan rasa malu dan menjaga kehormatan dirinya,  para pemuda yang tekun beribadah kepada Rabbnya, dan anak-anak yang berbakti dan menghormati ayah bundanya. Inilah keadaan masjid di masa generasi pertama, generasi terbaik dalam lembaran sejarah kemanusiaan, yaitu para sahabat radhiyallahu’anhum ajma’in. Continue reading

Saudaraku .. Kembalilah!!

Saudaraku .. Kembalilah!!

Oleh : Ustadz Abu Zubair Hawaary Lc

Saudaraku ..

Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.

Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan di atas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.

Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.

Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur’an. Continue reading

%d bloggers like this: