Cinta Rosul, Dahulu dan Sekarang

Cinta Rosul, Dahulu dan Sekarang

Sebuah Pengantar

 

Sebagai seorang muslim, mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini merupakan konsekuensi dari kesaksian kita akan kerasulan beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana tidak? Sedang melalui beliau lah kita terbebas dari segudang warisan jahiliyah yang telah mengakar begitu lama. Kalau lah tidak karena hidayah Allah, kemudian karena pengorbanan beliau dalam mendakwahkan Islam, niscaya sampai hari ini kita masih terjerat dalam belenggu syirik dan jahiliyah.

Segala puji bagi-Mu ya Allah, atas hidayah dan taufiq yang Kau curahkan kepada kami… dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah padamu ya Rasulullah, atas setiap pengorbananmu demi menegakkan dien ini…

Sungguh, berbicara mengenai kepribadian beliau adalah suatu kenikmatan tersendiri… berkisah tentang pernak pernik kehidupan beliau benar-benar menimbulkan decak kagum dan membesarkan hati…

Beliau lah manusia pilihan yang lahir dari manusia-manusia terpilih. Berbekal hati sanubari yang disucikan dari segala noda dan dosa, beliau beranjak menjadi manusia terhebat sepanjang sejarah. Perilakunya sungguh luar biasa, tak dapat dilukiskan dengan kata-kata… sorot wajahnya benar-benar mencerminkan seorang pemimpin agung yang amat welas kasih terhadap rakyatnya… siapa pun yang menatap wajah beliau pastilah jatuh cinta diliputi perasaan segan karena wibawanya yang demikian besar. Continue reading

Advertisements

Kalo Bener Cinta Rosul, ikuti nasehat mereka..!

Kalo Bener Cinta Rosul, ikuti nasehat mereka..!

Sebagai pelengkap dari tulisan  sebelumnya berikut ini adalah wasiat-wasiat berharga dari para salaf yang lebih memperjelas akan pentingnya ittiba’ (mengikuti) dan bahayanya ibtida’ (membuat bid’ah). Sebagian besar mutiara hikmah ini kami nukil dari kitab Al Wajiez fi Aqidatis Salafis Shaleh Ahlissunnah wal Jama’ah, oleh syaikh Abdullah bin Abdil Hamid Al Atsary –hafidhahullah– jilid 1 hal 153-160.

1. Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu :

كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أََصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فإَِنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

(رواه ابن بطة في الإبانة)

“Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka takutlah kepada Allah wahai orang yang gemar beribadah, dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu” (Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah). Continue reading

Syubhat2 Seputar Maulid Nabi (2)

Syubhat2 Seputar Maulid Nabi (2)

Syubhat 2:

Anjuran Sebagian Salaf Untuk Merayakan Maulid

Dalam bukunya, Ustadz Novel mengutip pendapat sebagian salaf[1]) tentang dianjurkannya maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Setelah merujuk ke sumber aslinya, kami dapati bahwa buku yang jadi rujukan tersebut tidak mencantumkan sama sekali sanad setiap riwayat yang dinukil di sana. Padahal penulis buku itu [2]) hidup pada abad ke 14 Hijriah (wafat th 1310 H), lalu dari mana ia menukil riwayat-riwayat tadi? Tentunya cara seperti ini sangat tidak ilmiah, apalagi untuk menetapkan praktek-praktek ibadah yang tidak ada dalilnya.

Ketidak ilmiahan itu ialah dari dua sisi; pertama, ia menukil riwayat-riwayat yang buntung tanpa sanad. Sehingga otomatis tidak bisa kita pertanggungjawabkan kebenarannya. Kedua, ia menukil sebagiannya dari kitab-kitab sirah (sejarah) Nabi. Padahal telah sama dimaklumi bahwa kitab-kitab semacam ini mencampuradukkan antara hadits shahih, hasan, dha’if, bahkan hikayat-hikayat palsu sekalipun tanpa disertai penjelasan. Karenanya, riwayat-riwayat yang dinukil dari sumber yang terkontaminasi tadi menyebabkan aqidahnya ikut terkontaminasi… Continue reading

Syubhat Seputar Maulid (1-2 )

Syubhat Seputar Maulid (1-2)

Cara Berdalil Yang Aneh bin Ajaib Ala Ustadz Novel Alaydrus

Berikut ini kami kutipkan bagaimana Ustadz Novel berdalil untuk membenarkan perayaan maulid Nabi SAW.;

Kemuliaan hari jum’at

Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا

Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu Adam dimasukkan ke dalam Surga, dan pada hari itu juga Adam dikeluarkan dari Surga. (HR Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad).

Dalam hadis di atas Rasulullah SAW. menyebutkan tiga alasan penyebab kemuliaan hari Jumat, dan salah satunya adalah sebagai hari penciptaan Nabi Adam AS. Hari itu menjadi mulia karena di dalamnya terjadi banyak peristiwa mulia. Nah, jika di hari penciptaan Nabi Adam kita diperintahkan untuk banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW., lalu apakah kita tidak boleh merayakan hari kelahiran beliau SAW. dengan menyelenggarakan majelis shalawat? [1]) Continue reading

Syubhat2 Seputar Maulid Nabi (1-1)

Syubhat2 Seputar Maulid Nabi (1-1)

Syubhat 1:

Rasulullah shallallaahu ‘alaih wasallam Tidak Pernah Melarang Maulid

Dalam buku Mana Dalilnya 2, Ustadz Novel mengakui bahwa peringatan Hari Besar Islam adalah bid’ah hasanah. Ia mendasarkan pendapatnya pada kenyataan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaih wasallam tidak pernah melarang umatnya untuk merayakan maulid Nabi shallallaahu ‘alaih wasallam, demikian pula para sahabat tidak ada satu pun yang melarang penyelenggaraan maulid Nabi shallallaahu ‘alaih wasallam. Kemudian Ustadz Novel menganggap bahwa ketika ada orang yang mengingkari perayaan maulid, maka berarti ia merasa lebih sempurna dari Allah dan Rasul-Nya! Ia berani mengharamkan sesuatu yang Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaih wasallam sendiri tidak pernah mengharamkannya… dst? [1]) Continue reading

Download Audio: Fitnah Dunia ~ Menuai Nasihat Dari Shahabat Nabi ~ (Ustadz Abu Zubeir Al-Hawary, Lc)

Download Audio: Fitnah Dunia ~ Menuai Nasihat Dari Shahabat Nabi ~ (Ustadz Abu Zubeir Al-Hawary, Lc)

 

Kajian Islam ilmiah disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Zubeir Al-Hawary, Lc (hafidzahullah). Kajian berjudul Fitnah Dunia ini disiarkan secara live pada Senin, 26 Desember 2010 oleh radio dakwah kesayangan kita, Radio Suara Al-Iman 900 AM Surabaya.

Berapa banyak hubungan rahim yang terputus?
Berapa banyak persaudaran yang rusak?
Berapa banyak persahabatan yang berubah menjadi permusuhan?
Hanya karena (fitnah) dunia yang masuk di antara mereka!
Jadilah seperti salafush shalih, di mana dunia itu tidak pernah sampai menguasai hati mereka!!! Continue reading

Dialog Seputar Cinta Rasul dan Maulid Nabi Shallallahu alaihi wa sallam

Dialog Seputar Cinta Rasul dan Maulid Nabi Shallallahu alaihi wa sallam

Oleh: Ustadz Sufyan Fuad Baswedan, Lc

Sebenarnya adakah kaitan antara cinta Rosul dan perayaan maulid, alias hari kelahiran beliau? Pertanyaan ini mungkin terdengar aneh bagi mereka yang kerap merayakannya. Bagaimana tidak, sedang disana dibacakan sejarah hidup beliau, diiringi dengan syair-syair pujian dalam bahasa Arab untuk beliau (yang dikenal dengan nama burdah), yang kesemuanya tak lain demi mengenang jasa beliau dan memupuk cinta kita kepadanya…?

Dalam sebuah muktamar negara-negara Islam sedunia, salah seorang dai kondang dari Saudi yang bernama Dr. Said bin Misfir Al Qahthani, berjumpa dengan seorang tokoh Islam (syaikh) dari negara tetangga. Melihat pakaiannya yang khas ala Saudi, Syaikh tadi memulai pembicaraan[1]:

Syaikh : “Assalaamu ‘alaikum…”

Dr. Said : “Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabaraatuh”

Syaikh : “Nampaknya Anda dari Saudi ya?”

Dr. Said : “Ya, benar”

Syaikh : “Oo, kalau begitu Anda termasuk mereka yang tidak cinta kepada Rosul…!”

(kaget bukan kepalang dengan ucapan Syaikh ini, ia berusaha menahan emosinya sembari bertanya):

Dr. Said : “Lho, mengapa bisa demikian?”

Syaikh : “Ya, sebab seluruh negara di dunia merayakan maulid Nabi  kecuali negara Anda; Saudi Arabia… ini bukti bahwa kalian orang-orang Saudi tidak mencintai Rosulullah ”. Continue reading

%d bloggers like this: