Apakah Merayakan Maulid diperbolehkan karena adanya ijtihad ulama ?

Apakah Merayakan Maulid diperbolehkan karena adanya ijtihad ulama ?

Bismillah wal hamdulillah was sholatu was sallamu ala rosulillah amma ba’du.

Ada sebagian dai dari sebagian kaum muslimin mengklaim bahwa bolehnya merayakan maulid nabi karena adanya ijtihad ulama, dan dia mengqiyaskan dengan khilafiyah mu’tabar pada doa qunut sholat shubuh. Maksudnya dia memasukkan bahwa perayaan Maulid nabi adalah ikhtilaf mu’tabar.

Berikut adalah penjelasan dan sanggahan dari pernyataan tersebut semoga bermanfa’at :

Tidak Semua Pendapat Dalam Khilafiyah Ditoleransi

As Suyuthi, Ibnu Hajar Al Haitsami, Ibnu Hajar Al Asqalani, adalah beberapa ulama yang memfatwakan bolehnya merayakan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Namun pendapat mereka sama sekali tidak didasari oleh dalil shahih atau pemahaman para salaf, kecuali hadits-hadits dha’if, istihsan atau qiyas. Pendapat ini bertentangan dengan kaidah-kaidah syar’i yang fundamental, diantaranya:

  • Ibadah itu tauqifiyyah, hanya bisa disyari’atkan atau ditetapkan berdasarkan dalil. Mensyariatkan ibadah tanpa dalil akan termasuk yang disebut dalam firman Allah:

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan ajaran agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih” (QS. Asy Syura: 21)

Juga sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari urusan (agama) kami, maka amalan itu tertolak” (Muttafaq ‘alaihi)

  • Hadist dha’if tidak bisa menjadi hujjah dalam mensyariatkan sebuah ibadah dan
  • Para ulama bersepakat atas kaidah:

لا قياس ف  إثبات العبادة

Tidak ada qiyas dalam menetapkan ibadah”.
Sebagaimana juga mereka bersepakat tidak boleh menggunakan qiyas dalam masalah aqidah. Dan masalah pensyariatan sebuah ibadah adalah ranah aqidah.

  • Istihsan (anggapan baik) bukanlah hujjah untuk mensyari’atkan sebuah ibadah
  • Para ulama bersepakat tidak ada ijtihad dalam masalah aqidah. Dengan kata lain, ini bukan ranah ijtihad. Dan masalah pensyariatan sebuah ibadah adalah ranah aqidah.
  • Para sahabat hidup sampai 100 tahun sepeninggal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Namun dalam kurun waktu selama itu tidak ada di antara mereka yang merayakan Maulid Nabi. Andai Maulid Nabi itu baik, maka para sahabatlah yang paling dahulu memulainya. Karena merekalah yang paling bersemangat dalam kebaikan dan paling cinta terhadap Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
  • Tidak ada riwayat shahih bahwa para tabi’in dan tabi’ut tabi’in merayakan Maulid Nabi
  • Tidak ada riwayat shahih bahwa seorang pun dari Imam Madzhab yang empat merayakan Maulid Nabi

Dengan demikian jelaslah bahwa pendapat ini adalah pendapat yang tidak bisa ditoleransi walaupun memang khilafiyah.

Wabillahi At Taufiq Was Sadaad ( artikel dari al akh Yulian Permana dari Muslim.or.id )

2.  Soal-145: Maulid Boleh Karena Ijtihad Ulama? Oleh Ustadz Aris Munandar )

Orang-orang yang membela acara maulid mengatakan “Acara maulid merupakan ijtihad dari ulama-ulama terdahulu, dan orang-orang yang menyelisihinya berarti tidak membolehkan adanya ijtihad”, bagaimana membantahnya?

Download

3 Benarkah Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar, Shalahuddin Al Ayubi Pro Maulid Nabi?

Lihat link : http://muslim.or.id/manhaj/ibnu-taimiyah-ibnu-hajar-shalahuddin-al-ayubi-pro-maulid-nabi.html

Artikel terkait :

Cinta Sejati Kepada Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

WAJIBNYA MENCINTAI DAN MENGANGUNGKAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SERTA LARANGAN GHULUW (BERLEBIH-LEBIHAN)

Cintamu Palsu (Nasihat untuk para pelaku maulid)

Barzanji, Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam

MENGAPA HARUS BARZANJI?

Benarkah Sholahuddin Al-Ayyubi Pencetus Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam

Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi dan Benarkah Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Mendukung Maulid Nabi?

Maulid Nabi, Padahal Ulama Pun Telah Berselisih Tentang Tanggal Kelahirannya

BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI??

APA HUKUMNYA MERAYAKAN MAULID NABI ?

PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENURUT SYARI’AT ISLAM

Kalangan Habaib Serukan Untuk Tidak Merayakan Maulid Nabi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: