Sebuah Catatan : “Mutiara Nasihat”

Berbahagialah…

Oleh : Ukhtuna Shofiyyah Khairunnisa

Berbahagialah wahai salafiyin…..

Berbahagialah Wahai Salafiyin……

Wahai Salafiyin Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang mendahulukan ucapan Allah dan Rasul daripada ucapan selain keduanya, Maka Berbahagialah kalian..…

Ya Berbahagialah kalian… , Kenapa Tidak? Karena kalian adalah orang-orang yang mengikuti jalan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dan jalan para sahabatnya, yang menyandarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus shalih yaitu pemahaman generasi pertama umat ini dari kalangan shahabat, tabi’in dan generasi setelah mereka. Continue reading

Lihatlah, siapa gerangan sahabatmu?

Lihatlah, siapa gerangan sahabatmu?

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seseorang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia akan berteman.” (HR Abu Dawud, no. 4833 dan At-Tirmdzi)

“Janganlah bersahabat, kecuali dengan orang yang beriman, dan janganlah makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Abu Dawud no. 4873, At-Tirmidzi, no. 2395)

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Bagi penjual minyak wangi, boleh jadi ia menyengatmu, atau engkau membeli darinya. Mungkin juga engkau hanya mendapatkan bau wangi darinya. Adapun pandai besi, bisa jadi ia membakar bajumu atau engkau mendapat bau tidak sedap darinya.” (HR Bukhari Muslim)

Zainal Abidin Ali bin Husain bin Ali rodhiyallahu anhu berkata: “Selayaknya seseorang berteman dengan orang yang dapat memberinya manfaat dalam perkara agamanya.” Continue reading

WASIAT ALl BIN ABU THALIB KEPADA KUMAIL BIN ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKHA’I

WASIAT ALl BIN ABU THALIB KEPADA KUMAIL BIN ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKHA’I  

KumaiL bin Zayyad An-Nakhai berkata, bahwa Ali bin Abu ThaLib Radhiyallahu Anhu menggandeng tanganku kemudian mengajakku keluar ke arah dataran tinggi. Ketika kami telah berada di tempat yang tinggi, Ali bin Abu ThaLib duduk kemudian menarik nafas panjang. Ia berkata, “Hai Kumail bin Zayyad. sesungguhnya hati adalah wadah, dan hati yang paling baik lalah hati yang paling sadar. Jagalah apa yang saya katakan kepadamu”.  

Manusia itu terbagi ke dalam tiga kelompok; Ulama Rabbani , penuntut ilmu di atas Jalan keselamatan, dan orang-orang jelata pengikut semua penyeru. Kelompok terakhir miring bersama dengan hembusan angin, tidak bersinar dengan cahaya ilmu dan tidak bersandar pada tiang yang kokoh. 

ILmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjagamu, sedang engkau menjaga harta. Ilmu berkembang biak dengan diamalkan, sedang harta berkurang dengan infak, dan mencintai Ilmu adalah agama. Continue reading

Mutiara Hikmah

mutiara-hikmah

%d bloggers like this: