WALI ALLOH VS WALI SETAN

WALI ALLOH VS WALI SETAN 

Oleh :  Abu Harits as- Sidawi 

Kebanyakan manusia bila mendengar kata “wali” disebutkan, yang akan terbayang dalam benak mereka adalah suatu keanehan, kenyelenehan, dan kedigdayaan. Sebab itu, siapa saja orangnya yang memiliki kelebihan luar biasa yang tidak dimiliki kebanyakan manusia, memiliki tenaga dalam, tidak mempan senjata tajam, bisa berjalan di air, bisa terbang, dan segudang kesaktian lainnya maka itulah dalam pandangan banyak orang yang pantas disebut “wali Alloh”. Apalagi kalau sudah dikenal dan dianggap sebagai seorang yang alim, mempunyai indera keenam sehingga bisa tahu sesuatu yang belum terjadi. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un.

Itulah musibah besar yang menimpa umat Islam. Lihatlah, betapa mudahnya mereka menggelari seseorang sebagai wali Alloh. Padahal masalah ini menyangkut keimanan atau kemusyrikan. Oleh karena itu, masalah ini sangat perlu kita bahas secara ilmiah agar kabut dan tabir yang menyelimutinya segera tersingkap dan masyarakat pun mampu menyikapinya dengan benar. Allohul Musta’an.

Pengertian Wali

 

Secara bahasa, kata wali ( اَلْوَلِيّ ) berarti kawan dekat atau kekasih, lawan katanya ’aduw ( اَلْعَدُوّ ) yang artinya musuh. (Lisanul Arab kar. Ibnu Manzhur: 15/411)

Ibnu Faris Rohimahullah berkata: “Huruf wawu, lam, dan ya‘ merupakan pokok yang menunjukkan makna qurbu (dekat). Termasuk bab ini adalah kata almaula yang artinya pembebas, yang dibebaskan, teman, sekutu, anak paman, penolong, tetangga, yang semua itu termasuk wali yang berarti dekat.” (Mu’jam Maqoyis alLughoh:6\140)

Jadi, seseorang dikatakan sebagai wali terhadap yang lainnya dikarenakan kedekatannya, ketaatannya, dan karena selalu mengikutinya. Dengan demikian, wali Alloh adalah orang yang selalu menurut dan mengikuti segala yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh Tabaroka wa Ta’ala, menjauhi dan membenci serta melarang dari apa yang telah dilarang olehNya.

(Lihat alFurqon Baina Auliya‘ arRohman wa Auliya‘ asy-Syaithon karya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: 330)

Perbedaan Antara Wali Alloh dan Wali Setan

Ketahuilah wahai saudaraku seiman, sesungguhnya tidak setiap keanehan dan kenyelenehan pada diri seseorang menunjukkan bahwa dia adalah wali Alloh. Terkadang ada orang yang berpenampilan seorang alim yang bersorban, berjubah, bahkan berjenggot namun sebenarnya dia adalah wali setan. Lantas bagaimanakah kriteria (cirri-ciri) wali Alloh itu? Ciri-ciri wali Alloh yang sebenarnya adalah sebagaimana yang telah Alloh Tabaroka wa ta’ala sebutkan dalam firmanNya:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka

dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan

mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia

dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji)

Alloh. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (Q.S. Yunus [10]: 62-64)

Berkata Ibnu Jarir athThobari Rohimahullah : “Ayat ini menjelaskan bahwa firman

Alloh Tabaroka wa ta’ala  orang-orang yang beriman adalah sebagai syarat bagi orang yang disebut wali Alloh, yaitu mereka yang membenarkan apa yang datang dari

Alloh Tabaroka wa ta’ala dan RosulNya.

Selain itu, mereka selalu bertakwa yaitu menunaikan apa yang menjadi kewajibannya dan menjauhi semua yang dilarang.” (Tafsir ath-Thobari: 7/133)

Syaikh Muhammad bin Sholih alUtsaimin Rohimahullah  menjelaskan bahwa

wali Alloh adalah orang- orang yang beriman dan bertakwa. Mereka merealisasikan

keimanan di hati mereka terhadap semua yang wajib diimani.

Mereka pun merealisasikan amal sholih pada anggota badan mereka dengan menjauhi semua hal yang diharamkan seperti meninggalkan kewajiban atau melakukan perkara yang haram. Mereka mengumpulkan pada diri mereka kebaikan batin dengan keimanan dan kebaikan lahir dengan ketakwaan. Mereka (yang seperti ini)lah wali Alloh.” (Syarah Riyadhush Sholihin: 6/6061)

 

Itulah wali Alloh yang sebenarnya, yaitu orang- orang yang beriman dan selalu bertakwa kepada Alloh Tabaroka wa ta’ala. Adapun orang-orang yang berpaling dari alQur‘an dan mengingkarinya sehingga mereka dikeluarkan oleh setan dari kebenaran menuju kebodohan, kesesatan, dan kekafiran maka itulah “Wali setan”.

Alloh Tabaroka wa ta’ala  berfirman:

٣٦ وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (al-Qur‘

an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang

menjadi teman yang selalu menyertainya. (Q.S. azZukhruf [43]: 36)[1]

Sebab itu, janganlah engkau tertipu dengan apa yang tampak pada sebagian ahli bid’ah seperti memukulkan besi ke perut, memakan api, dan lain-lain tanpa cedera sedikit pun. Ketahuilah bahwa itu adalah hasil perbuatan setan.

Hal yang demikian bukanlah karomah[2] melainkan istidroj[3] agar mereka semakin jauh tenggelam dalam kesesatan.

Alloh Tabaroka wa ta’ala berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَنُ مَدًّا حَتَّى إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا

Katakanlah: “Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan

yang Maha Pemurah memperpanjang tempo[4] baginya; sehingga apabila mereka telah

melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka

mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolongpenolongnya.” (Q.S. Maryam [19]: 75)

Ingatlah wahai saudaraku, sesungguhnya walayah (kewalian) itu tidak terjadi melainkan pada hamba yang mukmin, taat, dan mengesakan Alloh Tabaroka wa Ta’ala.

Kemuliaan itu tidak mungkin terjadi pada seorang yang fasik atau musyrik yang berdo’a dan memohon kepada selain Alloh. Mana mungkin seseorang melakukan amalan orang-orang musyrik bisa menjadi wali Alloh yang dimuliakan. Selain itu, kewalian tidak pula bisa diperoleh melalui warisan dari nenek moyang atau karena faktor keturunan. Namun, ia didapatkan dengan iman dan amal sholih.

Al- Imam asy-Syafi’I Rohimahullah berkata: “Jika kalian melihat seseorang berjalan di atas permukaan air atau melayang di udara, maka janganlah teperdaya dengannya hingga kalian cocokkan keadaannya dengan alQur‘ an dan assunnah.”(Syarah Aqidah Thohawiyyah: 769)

Wali Alloh Bisa Keliru

Tidak sedikit orang salah menilai seseorang sebagai wali Alloh Ta’ala. Tidak sedikit pula orang menyangka bahwa yang namanya wali Alloh pasti benar setiap ucapan dan perbuatannya sehingga harus diterima, sekalipun bertentangan dengan Kitabulloh dan sunnah Rosululoh Shallallahu alaihi wa sallam.

Setiap manusia bisa diterima dan bisa pula ditolak ucapan dan perbuatannya, kecuali Nabi Muhammad  Shallallahu alaihi wa sallam yang ma’shum. Wali Alloh Ta’ala adalah manusia biasa, terkadang benar dan salah. Dan dia juga bukan nabi atau rosul Alloh.

Lihat firman Alloh Ta’ala  dalam Surat alBaqoroh [2]: 286.

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. [Surat alBaqoroh [2]: 286]

Rosululloh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُلّ بَنِيْ اآدَمَ خَطّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطّائِيْنَ التّوّابُوْنَ

“Semua anak Adam (manusia) pasti bersalah dan sebaik- baik orang yang bersalah

adalah yang bertaubat.” (HR. atTirmidzi: 2499, Ibnu Majah: 4251, dan dihasankan

oleh Syaikh Albani dalam Misykatul Mashobih: 2341)

Kesimpulan

 

Ukuran seseorang disebut sebagai wali Alloh atau bukan adalah berdasar pada ketaatannya kepada Alloh Ta’ala dan RosulNya. Makin taat seorang hamba kepada Alloh Ta’ala dan RosulNya makin dekat dan tinggi tingkat kewaliannya di hadapan Alloh Ta’ala. Sebaliknya, makin durhaka seorang hamba kepada Alloh ta’ala dan RosulNya

makin dekat dengan setan yang menipunya.

Akhirnya, mudah-mudahan Alloh Ta’ala selalu memberikan hidayah kepada kita semua dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang selalu taat dan cinta kepadaNya.

Aamiin. Wallohu A’lam.

Foot Note :

————-

1 Lihat pula firman Alloh Ta’ala  dalam Surat al-Baqoroh [2]: 257.

 

2 Karomah adalah karunia Alloh Ta’ala yang diberikan kepada waliNya,berupa perkara-perkara yang ada di luar kebiasaan manusia. Karomah tidak bisa dipelajari dan diajarkan. Sedangkan sihir atau tenung dapat dipelajari dan diajarkan.

 

3 Istidroj adalah tipu daya.

 

4 Maksudnya, memanjangkan umur dan membiarkan mereka hidup dalam kesenangan.

 

Sumber : Disalin dari Buletin Al Furqon Tahun ke 3 Volume 9 No. 3 Terbit: Muharrom 1430 – Sekretariat Ponpes. Al- Furqon al- Islami, Srowo – Sidayu – Gresik 61153 JATIM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: