Kalimat Syahadat Dalam Sorotan

Kalimat Syahadat Dalam Sorotan  

Masih terngiang-ngiang di telinga kita apa yang dikatakan guru agama kita di bangku sekolah dasar ketika menerangkan mengenai makna kalimat tauhid ‘laa ilaha illallah’. Guru kita akan mengajarkan bahwa kalimat ‘laa ilaha illallah’ itu bermakna ‘Tiada Tuhan selain Allah’. Namun apakah tafsiran kalimat yang mulia ini sudah benar? Sudahkah penafsiran ini sesuai dengan yang diinginkan al-Qur’an dan Al Hadits? Pertanyaan seperti ini seharusnya kita ajukan agar kita memiliki aqidah yang benar yang selaras dengan al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik umat ini (baca: salafush sholih).

Sebelumnya kami akan menjelaskan terlebih dahulu keutamaan kalimat ‘laa ilaha illallah’ agar kita mengetahui kedudukannya dalam agama yang hanif ini.

KEUTAMAAN KALIMAT ‘LAA ILAHA ILLALLAH’

Ibnu Rajab dalam Kalimatul Ikhlas mengatakan, “Kalimat Tauhid (yaitu Laa Ilaha Illallah, pen) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.” Lalu beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keutamaan kalimat yang mulia ini. Di antara yang beliau sebutkan: Continue reading

Cuplikan Dialog Syeikh Al-AlBany -rahimahullohu ta’ala- Tentang Manhaj Salafy

Cuplikan Dialog Syeikh Al-AlBany -rahimahullohu ta’ala- Tentang Manhaj Salafy 

Berikut ini adalah cuplikan dialog yang sangat indah yang dijawab oleh Imam al-Albaani rahimahullahu ta’ala dalam diskusinya dengan seseorang berkaitan dengan Manhaj Salaf, dituangkan dari kaset, “saya adalah Salafi”, dan inilah cuplikan dialog beliau pada bagian terpenting itu: 

Syaikh al-Albaani: “waktu dikatakan kepada anda, ‘Apa madzhab anda?`, apa jawaban anda?’” 

Penanya: “saya seorang Muslim”. 

Syaikh al-Albaani: “ini tidaklah cukup!” 

Penanya: “Allah sudah menyebutkan kita sebagai seorang Muslim” (lalu dibacanya firman Allaah Ta’ala) 

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ

 “Dia adalah yang sudah menamai anda orang Muslim sebelumnya.” (al-Hajj 22:78) 

Syaikh al-Albaani: “ini akan menjadi jawaban tepat dan benar jika kita berada pada masa awal Islam, sebelum ada sekte-sekte yang bermunculan dan menjalar.” Tetapi jika kita bertanya, sekarang, kepada orang Muslim dari sekte yang mana pun, yang kita berbeda dalam masalah aqeedah, jawabannya tidak akan berbeda dengan kata-kata ini. Semuanya – Shi’ite Rafidi (Syiah Rafidoh), Khawariji, Nusayri Alawi – akan mengatakan, “saya adalah orang Muslim”. Continue reading

Pengunjung Terakhir Akan Datang

Pengunjung Terakhir Akan Datang  

Sungguh! Ia tak datang karena haus akan hartamu, karena ingin ikut nimbrung makan, minum bersamamu, meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, memintamu memberikan rekomendasi kepada seseorang atau untuk memuluskan upaya yang tidak mampu ia lakukan sendiri.!!  Pengunjung ini datang untuk misi penting dan terbatas serta dalam masalah terbatas. Kamu dan keluargamu bahkan seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menolaknya dalam merealisasikan misinya tersebut! 

Kalau pun kamu tinggal di istana-istana yang menjulang, berlindung di benteng-benteng yang kokoh dan di menara-menara yang kuat, mendapatkan penjagaan dan pengamanan yang super ketat, kamu tidak dapat mencegahnya masuk untuk menemuimu dan menuntaskan urusannya denganmu!! 

Untuk menemuimu, ia tidak butuh pintu masuk, izin, dan membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Ia datang kapan saja waktunya dan dalam kondisi bagaimanapun; dalam kondisimu sedang sibuk ataupun sedang luang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang dalam kondisi melarat, ketika kamu sedang bepergian atau pun tinggal di tempatmu.!! Continue reading

Metode Memahami Islam dengan benar

Metode Memahami Islam dengan benar

Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman dalam surat Al-Maidah 3, yang artinya: “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikamat-Ku dan telah Ku ridhai islam sebagai agamamu.”

Ibnu Katsir dalam mengomentari ayat ini mengatakan, bahwa ini (islam) adalah nikmat terbesar Allah ‘Azza wa Jalla atas ummat ini, dimana Allah ‘Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama ini untuk mereka. Maka mereka tidak lagi membutuhkan agama lagi selain islam dan kepada nabi selain Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu Allah ‘Azza wa Jalla telah menjadikan Muhammad Shalallallahu alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi dan mengutus beliau Shalallallahu alaihi wa sallam kepada manusia dan jin. Maka tidak ada lagi penghalalan kecuali apa-apa yang telah beliau halalkan, dan tidak ada lagi pengharaman kecuali apa-apa yang telah beliau Shalallallahu alaihi wa sallam haramkan, dan tidak ada lagi yang merupakan bagian dari agama kecuali dengan apa-apa yang beliau syari’atkan. Semua yang beliau Shalallallahu alaihi wa sallam sampaikan adalah benar dan tidak ada kedustaan sedikitpun. Continue reading

Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj (Metode Pemahaman) Salaf

Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj (Metode Pemahaman) Salaf

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Prolog

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:

{وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari (kalangan) orang-orang muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Qs. At Taubah: 100)

Dalam ayat lain, Allah ta’ala memuji keimanan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam firman-Nya:

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا

“Dan jika mereka beriman seperti keimanan kalian, maka sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk (ke jalan yang benar).” (Qs. Al Baqarah: 137)

Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Continue reading

Waspada terhadap Sempalan Islam

Waspada terhadap Sempalan Islam

(Dikutip dari Salafy Edisi Perdana/Syaban/1416/1995,

Islam itu sesungguhnya hanya satu, sebagai agama yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya dengan kesempurnaan yang mutlak.”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.”(Al-Maidah:3)

Islam telah menjawab segala problematika hidup dari segenap seginya. Tetapi di masa kini sedikit sekali orang yang mengetahui dan meyakini kesempurnaannya.Ini sesungguhnya adalah sebagai akibat pengkaburan Islam dari warna aslinya oleh debu dan polusi bid’ah, sehingga mayoritas umat Islam amat rancu permasalahannya terhadap agamanya.

Allah Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang menyimpang dari rasul setelah terang padanya petunjuk itu, dan mengikuti jalannya selain mukminin, Kami akan gabungkan dia dengan orang-orang sesat dan Kami masukkan dia ke neraka Jahannam.”(An-Nissa:115). Islam itu sendiri adalah Jama’ah (satu kesatuan) dan yang menyimpang dari padanya adalah firqah (perpecahan).

Allah berfiman : “Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan agama Islam ini dan jangan kalian berpecah belah dari agama ini…”(Ali Imran:102) Sedangkan firqah itu tidak lain disebabkan oleh adanya orang-orang yang mengikut perkara syubhat (rancu) dalam agama ini dan mengekor kepada hawa nafsu. Continue reading

STUDI SINGKAT TENTANG AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH

STUDI SINGKAT TENTANG AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH

Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

 Definisi Sunnah. 

Menurut bahasa “Sunnah” berati cara dan jalan hidup. Di dalam qasidah Mu’allaqat-nya yang terkenal, Lubaid bin Rabi’ah berkata, 

مِنْ مَعْشَرٍ سَنَّتْ لَهُمْ آباؤُهُمْ #  وَلِكُلِّ قَوْمٍ سُنَّةٌ وَ إِمَامُهَا

Dari komunitas yang dibuat leluhur mereka untuk mereka

Dan setiap kaum memiliki cara hidup dan pemimpinnya.[1] 

Penyair lain berkata: 

رَبِّ وَفِّقْنِيْ فَلاأََعْدِلُ عَنْ # سُنَنِ السَّاعِيْنَ فِي خَيْرِ سُنُنِ

Tuhan, berilah aku pertolongan

Agar aku tak menyimpang 

Dari jalan hidup mereka yang berjalan 

Di atas jalan hidup yang terbaik.[2] 

Ibnu Manzhur berkata : “Kata Sunnah berarti jalan hidup yang baik maupun yang buruk. “ Continue reading

%d bloggers like this: