Kisah Ali bin Al-Husein rodhiyallahu anhu dan Sekarung Gandum

CERMIN DAN TELADAN SALAF  TENTANG IKHLAS, MENJAUHI  RIYA’ DAN POPULARITAS ( Bag 2)

 

 

 

 

 

 

 

Kisah Ali bin Al-Husein rodhiyallahu anhu dan Sekarung Gandum

Dari Mundzir, dari Rabie’ bin Khutsaim diriwayatkan bahwa ia berkata:

“Segala sesuatu yang dilakukan tidak untuk mencari wajah (dari keridhaan) Allah, pasti akan sia-sia.” [Shifatush Shafwah” III:61]

“Menyembunyikan sedekah itu lebih baik. Lebih terbebas dari riya’. Tidak banyak orang yang tahu. Sehingga sedekah yang diberikan secara tersembunyi menjadi rahasia antara dirinya dan Allah Jalla wa ‘Ala.”

Generasi salaf adalah generasi yang sangat menjaga aktifitas hati. Mereka tahu bahwa hanya dengan keikhlasan, manusia akan mengikuti, mendengarkan dan mencintai mereka. Memang diakui, menjaga amalan hati sangat berat karena diri seakan-akan tidak mendapat bagian apapun darinya.

Ali ibn al-Husein selama hidupnya dikenal sebagai seorang yang jarang memberi shadaqah. Hingga Allah kemudian menakdirkannya meninggal dunia. Maka orang-orang pun memandikannya. Anehnya, mereka dapati di punggungnya terdapat bekas-bekas hitam, tanda seringnya ia memanggul barang yang berat. Maka manusia pun bertanya-tanya dengan kondisinya tersebut.

Hingga beberapa orang pun mulai menceritakan pengalaman mereka bertemu dengan Ali ibn al-Husein di kala malam.

Dari Abu Hamzah Ats-Tsumail diriwayatkan bahwa ia berkata: “Dahulu Ali bin Al-Husein biasa memanggul karung (makanan) setiap malam untuk disedekahkan.

Dan beliau pernah berkata:

“Sesungguhnya sedekah yang dilakukan secara diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah Azza wa Jalla.”  [“Shifatush Shafwah” II:96. Sementara ucapan beliau:  “Sesungguhnya sedekah yang dilaklukan secara diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah Azza wa Jalla,” adalah hadits marfu’ lewat banyak jalur namun seluruhnya masih diragukan.  Tetapi Al-Albani menshahihkannya dengan seluruh jalurnya dalam “As-Silsilah Ash-Shahihah” 1908]

Maka orang-orang lainnya pun menceritakan perihal yang sama. Bahwa Ali ibn al-Husein memanggul karung tepung di kala malam dengan punggungnya, kemudian membagikannya kepada fakir miskin di kota Madinah.

Dari Ibnu Aisyah diriwayatkan bahwa ia berkata:

“Ayahku pernah berkata: “Aku pernah mendengar penduduk Madinah mengatakan: “Kami terus menerus mendapatkan sedekah misterius, hingga meninggalnya Ali bin Al-Husein.” [Shifatush Shafwah”II:96]

Baru setelah itu mereka tahu shadaqah Ali ibn al-Husein yang sebenarnya.

Dari riwayat lain.

Dari Amru bin Tsaabit diriwayatkan bahwa ia berkata:

“Tatkala Ali bin Al-Husein meninggal dunia dan orang-orang memandikan jenazahnya, tiba-tiba mereka melihat bekas-bekas menghitam dipunggungnya.  Mereka lantas bertanya: “Apa ini?”  Sebagian mereka menjawab: “Beliau biasa memanggul karung gandum diwaktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” [“Shifatush Shafwah”II:96]

Dari Muhammad bin Ishaq, dia berkata,

“Penduduk Madinah hidup dengan makanan itu, sementara mereka tidak tahu siapa yang telah memberi makanan itu kepada mereka. Setelah Ali bin Husain meninggal dunia, maka mereka tidak lagi mendapatkan makanan pada malam hari.”

Syaibah bin Nu’amah berkata,

“Setelah Ali bin Al Husain meninggal dunia, orang-orang mendapatkan seratus keluarga yang dia santuni. Karena itulah dia dianggap orang bakhil. Pasalnya, dia menyalurkan infaq secara rahasia, sementara keluarganya mengira dia menumpuk dirham. Sebagian diantara mereka berkata, “Kami tidak pernah kehilangan shadaqah yang diberikan secara sembunyi-sembunyi hingga Ali meninggal dunia.”

Begitu mulianya kebaikan yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Hanya mengharap perhatian dari Allah ‘Azza wa Jalla semata. Tanpa mempedulikan tatapan dan ocehan makhluq at asnya.

Maka dimanakah kita dibanding akhlaq salaf ?

Referensi :

# Diambil dari: Aina Nahnu Min Akhlaqis Salaf, Penulis: Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil dan    Baha-uddien ‘Aqiel, Edisi Indonesia:  Panduan Akhlak Salaf, Penerjemah:  Abu Umar Basyir Al-Medani, Editor: Abu Ihsan,Penerbit: At-Tibyan, Solo

# Buku “Kebeningan Amal Tersembunyi” karya Walid bin Sa’id Bahkam penerbit Darul Falah

One Response

  1. Assalamualaikum wr. wb.
    Alhamdulillah, terima kasih karena dengan beberapa ebook islami anak ini, saya dapat membagikan cerita-cerita islami kepada adik dan kemenakan saya yang msih duduk di bangku sekolah dasar.
    trima kasih.
    Wasalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: