Persangkaan Abu Salafy Al-Majhuul Bahwasanya Kaum Musyrikin Arab Tidak Mengakui Rububiyyah Allah

Persangkaan Abu Salafy Al-Majhuul Bahwasanya Kaum Musyrikin Arab Tidak Mengakui Rububiyyah Allah (* Menjawab Tipu daya Abu salafi)

Abu Salafy mengkritik kitab Kasyfu As-Syubhaat karya Muhammad bin Abdul Wahhaab yang menjelaskan di awal kitab tersebut bahwasanya orang-orang musyrik yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakui bahwasanya Allah satu-satunya yang menciptakan alam semesta ini, yang memberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan.


Ustadz Abu Salafy berkata:”   [(Kaum Musyrikun tidak beriman dengan sebagian Tauhid Rububiyyah, tidak juga beriman dengan tauhid Uluhiyyah (penyembahan kepada Allah). Semua mengetahui bahwa kaum musyrikun menyembah berhala-berhala dan arca-arca. Apa yang mereka lakukan tidak terbatas hanya pada memohon syafa’at kepada arca-arca tersebut. Bahkan seperti disebutkan sebagian ulama pernyataan kaum Musyrikun yang mengakui Rububiyyah (Tauhid dalam Pencipta) itupun disampaikan dengan tujuan membela diri tanpa konsistensi dalam meyakini dan menjalankannya. Atau keyakinan seperti itu hanya diyakini oleh sebagian mereka saja, tidak seluruh mereka, terbukti bahwa di antara mereka ada yang sama sekali tidak percaya Tuhan dan tidak percaya adanya hari kebangkitan) ]

Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf ( bag 1)

Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf (Dimanakah Kita dari Akhlaq Salaf) : => “PANDUAN  AKHLAQ   SALAF”

Bismillahirrahmaanirrahim
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan dari keburukan  amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya

Amma Ba’du

Tulisan-tulisan ini diambil dari terjemahan kitab “Aina Nahnu min Akhlaaqis Salaf” karya Abdul Azis bin Nashir Al-Jalil Baha’uddien ‘Aqiel yang diterjemahkan oleh Ustadz Abu Umar Basyir Al-Medani dan diterbitkan oleh Penerbit At-Tibyan Solo.

Sebagaimana muqaddimah dari kitab tersebut, kami memandang perlunya untuk turut berperan serta menyebarkan tulisan ini sebagai bacaan yang Insya Allah sangat bermanfaat bagi kaum muslimin karena didalamnya terdapat pelajaran-pelajaran yang berharga berupa ungkapan-ungkapan dan kejadian yang dialami generasi salafus shalih berupa akhlak yang mulia dalam berbagai sisi kehidupan. Continue reading

CERMIN DAN TELADAN SALAF ( Bag 1)

CERMIN DAN TELADAN SALAF ( Bag 1)

TENTANG IKHLAS, MENJAUHI  RIYA’ DAN POPULARITAS

( Dimanakah kita ? dibanding akhlaq mereka para Salaf )

Ada banyak kisah teladan yang bisa kita jadikan panutan dari sebaik-baik generasi yang telah Allah ciptakan. Sejarah hidup yang telah mereka wariskan patut untuk kita jadikan sebuah pelajaran berharga. Petuah mereka layak kita untuk kita jadikan hiasan dalam kehidupan.

Nasihat mereka lebih layak untuk kita praktikan. Merekalah orang yang paling tahu bagaimana memahami dan mengamalkan Islam. Continue reading

AUDIO Panduan Amal Bulan Dzulhijjah [Kompilasi Asatidzah dan Makalah]

AUDIO Panduan Amal Bulan Dzulhijjah [Kompilasi Asatidzah dan Makalah]

 

 

 

 

 

 

 

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلاً خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidaklah ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari tersebut (yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).”

Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah jihad di jalan Allah tidak lebih utama?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidaklah jihad lebih utama (dari beramal di hari-hari tersebut), kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan keduanya (karena mati syahid).” (HR. Al-Bukhari)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“(Puasa Arafah) menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim)

Hadits Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu:

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ، مَنْ فَعَلَهُ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلُ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ

“Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami, dan barangsiapa yang telah menyembelih sebelumnya maka itu hanyalah daging yang dia persembahkan untuk keluarganya, tidak termasuk ibadah nusuk sedikitpun.” (HR. Al-Bukhari no. 5545 dan Muslim no. 1961/7)

Simak Kajian Berikut Seputar Dzulhijjah, Qurban dan Idul Adha

Ust Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro

Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah Ust Aris Sugiyantoro

Hukum Seputar Qurban 1

Hukum Seputar Qurban 2

Adab Hari Idul Adha Ust Abu Hammam As Salafy

Tanya Jawab Hukum Kurban Ust Armen Rahimahulloh

Kumpulan Makalah Ilmiyyah

Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah Syaikh  Al Jibrin

Penjelasan Seputar Qurban

Hadits Seputar Qurban 1

Hadits Seputar Qurban 2

Hukum Iuran Qurban di Sekolah Syaikh Masyhur Alu Salman

Sumber : http://suaraquran.com/

%d bloggers like this: