Dan Aku pun Dituduh Wahabi…

Dan Aku pun Dituduh Wahabi…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)

Seiring dengan perjalanan kedewasaan menuju proses pematangan diri, terlebih lagi pemikiran, gairah untuk mencai ilmu yang shahih, lebih mengenal agama Islam dari sumber-sumbernya yang asli, menjadi semakin tinggi. Perkenalan tanpa sengaja dengan manhaj salaf nyaris seolah mencuci otak, memutarbalikkan pemahaman hingga apa yang tersisa dari pemahaman terdahulu nyaris menjadi tanpa arti. Continue reading

Apakah salah menjadi wahabi… ??

Apakah salah menjadi wahabi… ??


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :  Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Rohimahullah

Ini adalah kisah nyata dari perjalanan hidup seorang ulama Ahlu Sunnah yang dahulunya beliau berpahaman Sufi/Tasawuf yang kemudian mendapatkan Taufiq dan Hidayah dari Allah Tabaroka wa ta’ala dengan kegigihan dan perjuangan dalam mencari kebenaran sampai akhirnya beliau kembali kepada pemahaman Islam yang benar yang masih murni dan bersih sebagaimana pemahaman para Salafush Shalih ( pendahulu yang Shalih ), Semoga beliau Rohimahullah Ta’ala  diberikan tempat yang muliya di sisi-Nya, diampuni segala dosa-dosanya dan diberikan balasan pahala yang besar dan dikumpulkan bersama Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dan para sahabat,syuhada,shidiqin dan sholihin.

Pengertian Wahabi *)

orang-orang yang memusuhi tauhid biasa memberi julukan “wahabi” kepada setiap orang yang bertauhid yang mereka nisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab. Jika mereka mau jujur, sebenarnya julukan yang lebih tepat adalah “muhammadi“, yaitu nisbat kepada namanya, yaitu Muhammad. Namun Allah pun menghendaki nama Wahab itu sebagai nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Memberi), yaitu salah satu dari nama-nama-Nya yang mulia. Continue reading

PUJIAN dalam bungkus HUJATAN

PUJIAN dalam bungkus HUJATAN

(Oleh: Ahmad Zainuddin + Addariny)

Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai Quran & Sunnah dengan faham Salaful Ummah… Akupun dipanggil Wahabi

Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah, tidak kepada Nabi ataupun Wali… Akupun dituduh Wahabi

Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq…  Akupun diklaim Wahabi

Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim…  Akupun dapat platform Wahabi

Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam  keramat… Akupun dijuluki Wahabi

Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i… Akupun dihujat sebagai Wahabi Continue reading

AUDIO Dauroh Semarang Ust Abdulloh Taslim MA, Ust Abu Qotadah, Ust Abu Izzi Hafidzahumullah 27-28 November 2010 [LENGKAP 10 Kajian]

AUDIO Dauroh Semarang Ust Abdulloh Taslim MA, Ust Abu Qotadah, Ust Abu Izzi Hafidzahumullah 27-28 November 2010 [LENGKAP 10 Kajian]

بسم الله الرحمن الرحيم

KEMULIAAN PEMBAWA HADITS RASULULLAH Shallallahu’alahiwasallam

Ustadz  Abdullah Taslim MA

عن زيد بن ثابت قال: سمعتُ رسولَ الله يقول: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).

Dari Zaid bin Tsabit  dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Continue reading

Anda Jangan Fanatik, Jadilah Moderat Saja!?

Pertanyaan:

Bagaimana tanggapan hukum (Islam) terhadap orang yang kalau dinasihati untuk segera meninggalkan perbuatan dosa maka dengan cepat dia menyahut, “Anda jangan fanatik, jadilah orang yang moderat saja.” Kami mengharap penjelasan arti kata “moderat”. Semoga Allah memberi balasan dengan kebaikan yang banyak kepada Syekh. Continue reading

Penasihat yang Penuh Kasih Sayang

Penasihat yang Penuh Kasih Sayang


Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsuary Rahimahullah bahwa Abu Dzar Radhillahu anhu berdiri di sisi Ka’bah seraya berkata :

” Wahai Manusia, saya adalah Jundab Al-Ghifary Sahabat Rasulullah Shollalahu ‘Alayhi wa Sallam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.”

Maka tatkala mereka berkumpul disekelilingnya, Abu Dzar bertanya:

”Bukankah kalian tahu bahwa jika salah satu di antara kalian ingin berpergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan menyampaikannya ke tempat yang ia tuju?” Continue reading

Kesombongan Menghalangi Hidayah

Kesombongan Menghalangi Hidayah


(Sirah Nabi: Majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun X)

Berbagai macam cara dilakukan oleh para pemuka Quraisy untuk membendung dakwah Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, mulai diplomasi melalui paman beliau, Abu Thalib yang selalu melindungi meskipun berbeda keyakinan, hingga menggunakan cara-cara kasar. Misalnya memberikan gelar-gelar buruk, sebagai penyihir, pendongeng, dan juga dituduh gila. Tujuan para pemuka Quraisy itu, tidak lain adalah ingin menjauhkan manusia dari dakwah beliau Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam .

Mengapa mereka gigih melakukan permusuhan ini? Apakah karena mereka tidak mengetahui kebenaran al-Qur‘an, ataukah ada faktor lain? Di antara mereka sebenarnya ada yang mengetahui dengan fitrah mereka yang mengerti bahasa Arab, bahwa apa yang disampaikan oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bukanlah sihir, juga bukan berasal dari tukang tenung. Ini bisa kita dapatkan dalam kisah berikut ini.

Kisah-kisah ini diangkat dari kitab Shahihus-Siratin-Nabawiyyah, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hlm. 158-163. Continue reading

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 5) “Kunci Masuk Surga Serta Merupakan Sebab Ditambahnya Umur dan Rizki”

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 5) “Kunci Masuk Surga Serta Merupakan Sebab Ditambahnya Umur dan Rizki”

Kelima: Keridhoan orangtua adalah kunci masuk surga

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda

رضى الرب في رضى الوالد وسخط الرب في سخط الوالد

((Keridhoan Allah berada pada keridhoan orangtua dan kemarahan Allah berada pada kemarahan orangtua))[1]

عن معاوية بن جاهمة السلمي أن جاهمة جاء إلى النبي  صلى الله عليه وسلم  فقال يا رسول الله أردت أن أغزو وقد جئت أستشيرك فقال هل لك من أم قال نعم قال فالزمها فإن الجنة تحت رجليها

Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami bahwasanya Jahimah datang kepada Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, aku hendak berjihad, aku menemuimu untuk meminta pendapatmu”. Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam berkata, “Apakah engkau memiliki ibu?”, ia menjawab, “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam berkata, “Senantiasalah bersamanya, sesungguhnya surga berada di bawah kedua kakinya”[2] Continue reading

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 4) “Berbakti Kepada Orangtua Merupakan Sebab Dikabulkannya Doa”

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 4) “Berbakti Kepada Orangtua Merupakan Sebab Dikabulkannya Doa”

sunet

Keempat: Berbakti kepada orangtua merupakan sebab dikabulkannya doa

عن أسير بن جابر قال كان عمر بن الخطاب إذا أتى عليه أمداد أهل اليمن سألهم أفيكم أويس بن عامر حتى أتى على أويس فقال أنت أويس بن عامر قال نعم قال من مراد ثم من قَرَن قال نعم قال فكان بك برص فبرأت منه إلا موضع درهم قال نعم قال لك والدة قال نعم قال سمعت رسول الله  صلى الله عليه وسلم  يقول ((يأتي عليكم أويس بن عامر مع أمداد أهل اليمن من مراد ثم من قَرَن كان به برص فبرأ منه إلا موضع درهم له والدة هو بها بر لو أقسم على الله لأبره فإن استطعت أن يستغفر لك فافعل)) فاستغفر لي فاستغفر له فقال له عمر أين تريد قال الكوفة قال ألا أكتب لك إلى عاملها قال أكون في غَبْرَاءِ[1] الناس أحب إلي قال فلما كان من العام المقبل حج رجل من أشرافهم فوافق عمر فسأله عن أويس قال تركته رث البيت قليل المتاع قال سمعت رسول الله  صلى الله عليه وسلم  يقول يأتي عليكم أويس بن عامر مع أمداد أهل اليمن من مراد ثم من قرن كان به برص فبرأ منه إلا موضع درهم له والدة هو بها بر لو أقسم على الله لأبره فإن استطعت أن يستغفر لك فافعل فأتى أويسا فقال استغفر لي قال أنت أَحْدَثُ عهدا بسفر صالح فاستغفر لي قال استغفر لي قال أنت أحدث عهدا بسفر صالح فاستغفر لي قال لقيت عمر قال نعم فاستغفر له ففطن له الناس فانطلق على وجهه قال أسير وكسوته بردة فكان كلما رآه إنسان قال من أين لأويس هذه البردة

Continue reading

Niat Baik Semata Tidaklah Cukup

Niat Baik Semata Tidaklah Cukup

Oleh : Ustadz Abu ‘Abdilmuhsin Firanda Andirja Lc.

yang penting niatnya baik

Semua pelaku bid’ah mengaku berniat baik dalam melakukan bid’ahnya

Sungguh telah benar apa yang telah dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ

((Islam ini muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal kemunculannya)).

Bid’ah telah tersebar dan merajalela di mana-mana bahkan telah mengakar dalam kehidupan kaum muslimin hingga orang awam menganggapnya merupakan syari’at Islam yang tegak dan apa saja yang menyelisihinya adalah kebatilan. Adapun orang yang berpegang teguh dengan sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam maka akan dianggap oleh mereka telah keluar dari sunnah dan telah membawa bid’ah (perkara yang baru). Continue reading

%d bloggers like this: