Posted on January 23, 2012 by abufahmiabdullah
Awas Korupsi Mengintai!!!

Dari Abu Humaid as-Sa’idi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hadiah untuk para pegawai adalah ghulul (harta yang di dapat dari khianat terhadap amanah, korupsi).” (Hr. Ahmad, no. 23601)
عَنْ عَدِىِّ بْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِىِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولاً يَأْتِى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari ‘Adi bin ‘Amirah al-Kindi, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang kami beri amanah dengan suatu pekerjaan, lalu dia tidak menyerahkan sebuah jarum atau yang lebih bernilai daripada itu kepada kami, maka harta tersebut akan dia bawa pada hari kiamat sebagai harta ghulul (korupsi).” (Hr. Muslim, no. 4848)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِىِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَرَزَقْنَاهُ رِزْقًا فَمَا أَخَذَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ غُلُولٌ
Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Buraidah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang kami pekerjakan, lalu dia telah kami beri gaji, maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut -pent) adalah harta yang berstatus ghulul (korupsi).” (Hr. Abu Daud, no. 2943; Dalam Kaifa, hlm. 11, Syekh Abdul Muhsin al-Abbad mengatakan, “Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang shahih dan dinilai shahih oleh al-Albani.”) Read more »
Filed under: Akhlaq, Aqidah | Leave a Comment »
Posted on January 21, 2012 by abufahmiabdullah
Kesabaran Seorang Da’i

Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam, Raja yang menguasai langit dan bumi, Penguasa yang berhak mengatur dan mengendalikan jagat raya sebagaimana yang Dia ingini. Salawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi penebar rahmah, Sang penutup nabi dan rasul, yang meninggalkan umatnya di atas ajaran yang terang-benderang. Amma ba’du.
Saudaraku, semoga Allah membimbing langkah kita untuk berjalan di atas jalan-Nya, … berlalunya waktu dan pergantian generasi dari sejak masa kenabian berlalu senantiasa diwarnai dengan gelombang yang menerpa bahtera dakwah agama yang hanif ini. Gelombang yang menghempaskan hati dan tubuh para penyeru kebenaran di tepi-tepi kesabaran dan terkadang menggiring sebagian mereka mendekati garis keputus-asaan…
Subhanallah! Betapa beruntung, orang-orang yang tetap teguh di atas kesabaran, mengharapkan ridha Allah atas dakwahnya, dan memiliki harapan yang panjang bagi masyarakat yang didakwahinya. Memang, kesabaran ini menjadi salah satu kunci keberuntungan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3) Read more »
Filed under: Akhlaq, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 21, 2012 by abufahmiabdullah
BAHAYA AMBISI TERHADAP HARTA DAN KEHORMATAN

Oleh : Imam Ibnu Rajab Rahimahullah (736-795) [1]
Segala puji bagi rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para shahabatnya sampai hari kiamat.
Dari Ka’ab bin Malik Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ
“Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas, menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi pada kambing itu) tidak lebih besar dibandingkan dengan kerusakan pada agama seseorang yang ditimbulkan akibat ambisi terhadap harta dan kehormatan”. [2]
Hadit ini berisi permisalan yang sangat agung, yaitu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kerusakan pada dien seorang muslim dengan sebab ambisi terhadap harta dan kehormatan di dunia. Hadits ini mengisyaratkan bahwa orang yang berambisi terhadap harta dan kehormatan (dunia) tidak akan selamat dari keutuhan keislamannya, kecuali sedikit orang yang selamat.
Permisalan yang agung ini mencakup peringatan keras dari bahaya ambisi terhadap harta dan kehormatan di dunia. Read more »
Filed under: Akhlaq, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on January 11, 2012 by abufahmiabdullah
Dokumen Rahasia Agama Syi’ah Imamiyah
Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte agama Syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara Ahlus Sunnah (ISLAM), termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.
Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.
Sekarang kami persilahkan Anda membaca terjemahannya:
((Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah sebaliknya, peradaban mereka -yang telah tercemar budaya barat- akan menyerang dan menguasai kita.
Alhamdulillah, -berkat anugerah Allah dan pengorbanan para pengikut imam yang pemberani- berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, -atas dasar petunjuk para pimpinan syi’ah yang mulia- kita mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan revolusi.
Kita harus akui, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan yang berasaskan madzhab syi’ah, disamping tugasnya melindungi kemerdekaan negara dan hak-hak rakyatnya. Maka wajib bagi kita untuk menjadikan pengguliran revolusi sebagai target yang paling utama.
Akan tetapi, karena melihat perkembangan dunia saat ini dengan aturan UU antar negaranya, tidak mungkin bagi kita, untuk menggulirkan revolusi ini, bahkan bisa jadi hal itu mendatangkan resiko besar yang bisa membahayakan kelangsungan kita.
Karena alasan ini, maka -setelah mengadakan tiga pertemuan, dan menghasilkan keputusan, yang disepakati oleh hampir seluruh anggota-, kami menyusun strategi jangka panjang 50 tahun, yang terdiri dari 5 tahapan, setiap tahapan berjangka 10 tahun, yang bertujuan untuk menggulirkan revolusi islam ini, ke seluruh negara-negara tetangga, dan menyatukan kembali dunia Islam (dengan men-syi’ah-kannya).
Karena bahaya yang kita hadapi dari para pemimpin Wahabiah dan mereka yang berpaham ahlus sunnah, jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang datang dari manapun juga, baik dari timur maupun barat, karena orang-orang Wahabi dan Ahlus Sunnah selalu menentang pergerakan kita. Merekalah musuh utama Wilayatul Fakih dan para imam yang ma’shum, bahkan mereka beranggapan bahwa menjadikan faham syi’ah sebagai landasan negara, adalah hal yang bertentangan dengan agama dan adat, dengan begitu berarti mereka telah memecah dunia Islam menjadi dua kubu yang saling bermusuhan. Read more »
Filed under: Aqidah, Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 11, 2012 by abufahmiabdullah
Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah
Penulis: Ummu Rumman
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman
Duhai, betapa indahnya jika kita bisa membahagiakan orang tua kita. Orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Orang tua yang telah mendidik dan merawat kita sedari kecil. Orang tua yang telah mengerahkan segala yang mereka punya demi kebahagiaan kita, anak-anaknya. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu wahai Ayah Ibu.
Allah berfirman, yang artinya, “Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.” (Qs. Al Israa’ 23)
Alangkah bahagianya seorang anak yang bisa menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan mendapatkan dukungan dari orangtuanya.
Akan tetapi, bagaimana jika orang tua melarang kita melakukan kebaikan berupa ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya? Keistiqomahan kita, bahkan bagaikan api yang menyulut kemarahan mereka.
Di antara mereka bahkan ada yang menyuruh pada perbuatan yang dilarang Allah? Bagaimanakah seharusnya sikap kita?
Jika teringat kewajiban kita untuk berbakti pada mereka, terlebih teringat besarnya jasa mereka, berat hati ini untuk mengecewakan mereka. Sungguh hati ini tak tega bila sampai ada perbuatan kita yang menjadikan mereka bermuram durja. Read more »
Filed under: Akhlaq, Birrul walidain, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2012 by abufahmiabdullah
Ini Dalilnya (3): Tidak Semua yang Baru Berarti Bid’ah

Syubhat 1: Tidak Semua Yang Baru Berarti Bid’ah
Banyak orang yang salah faham akan makna bid’ah yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang mengatakan bahwa semua bid’ah adalah kesesatan. Mereka menganggap bahwa dengan memahami hadits ‘kullu bid’atin dholalah, wa kullu dholalatin finnaar’ [1] secara tekstual, maka semua orang akan masuk neraka, sebab kehidupan kita dipenuhi dengan bid’ah. Cara berpakaian, berbagai jenis perabotan rumah tangga, sarana transportasi, pengeras suara, permadani yang terhampar di masjid-masjid, lantai masjid yang terbuat dari batu marmer, penggunaan sendok dan garpu, hingga berbagai kemajuan teknologi lainnya, semua itu merupakan hal baru yang tidak pernah ada di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau. Semuanya adalah bid’ah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa semua bid’ah adalah sesat dan semua yang sesat tempatnya di neraka.[2]
Pemahaman yang rancu semacam ini muncul dari ketidaktahuan mereka akan uslub (gaya bahasa) Al Qur’an, Hadits, atau ucapan para ulama yang senantiasa membedakan pengertian suatu kata dari segi etimologis (bahasa) dan terminologis (istilah/syar’i). Kerancuan tadi juga disebabkan oleh ketidak fahaman orang tersebut akan konteks suatu nash (ayat/hadits), atau karena pemahaman parsial — yang memegangi satu nash dan mengabaikan nash-nash lainnya–, atau akibat mencomot nash tersebut dari konteks selengkapnya. Dan yang terakhir ini cukup fatal akibatnya, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti. Read more »
Filed under: Bid'ah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2012 by abufahmiabdullah
Aqidah Syi’ah Mencela Sahabat = Mencela Qur’an = Mencela Hadits = Mencela Allah = Mencela Nabi = Mencela Ahlul Bait

Mencela, melaknat dan mengkafirkan para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibadah yang sangat mulia di sisi kaum yang beragama Syi’ah. Kalau dahulu mereka bertaqiyah (baca berdusta) menyembunyikan aqidah busuk mereka terhadap para sahabat, akan tetapi kebusukan mereka itu terungkap juga, bahkan mulai banyak dari tokoh-tokoh mereka yang terang-terangan mencaci maki dan melaknat para sahabat, (silahkan baca kembali http://www.firanda.com/index.php/artikel/30-sekte-sesat/65-bau-busuk-syiah-akhirnya-tercium-juga, lihat juga tulisan al-akh al-kariim al-Ustadz Abul Jauzaa’ di http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html)
‘Aaamir bin Syarahbil As-Sya’bi rahimahullah (salah seorang imam dari para tabi’in yang bertemu dengan sekitar 500 sahabat, dan beliau wafat tahun 103 H) berkata:
وَفَضُلَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى عَلَى الرَّافِضَةِ بِخَصْلَتَيْنِ : سُئِلَتِ الْيَهُوْدُ مَنْ خَيْرُ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوا : أَصْحَابُ مَوْسَى، وَسُئِلَتِ الرَّافِضَةُ : مَنْ شَرُّ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ، وَسُئِلَتِ النَّصَارَى : مَنْ خَيْرُ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : حَوَارِيُّ عِيسَى، وَسُئِلَتِ الرَّافِضَةُ : مَنْ شَرُّ أَهْلِ مِلَّتِكُمْ ؟ قَالُوْا : حَوَارِيُّ مُحَمَّدٍ، أُمِرُوا بِالاِسْتِغْفَارِ لَهُمْ فَسَبُّوْهُمْ
“Kaum Yahudi dan Nashoro lebih mulia dari pada kaum syi’ah dari dua sisi. (*Pertama : ) Kaum yahudi ditanya, “Siapakah umat kalian yang terbaik?”, mereka menjawab, “Para sahabat Musa”. Dan kaum Rofidhoh ditanya, “Siapakah kaum terburuk dari umat kalian?”, mereka menjawab, “Para sahabat Muhammad”. Dan kaum Nashooro ditanya, “Siapakah umat kalian yang terbaik?”, mereka menjawab, “Para pengikut setia ‘Isa”, dan kaum Rofidhoh ditanya, “Siapakah dari umat kalian yang terburuk?”, mereka menjawab, “Para pengikut (sahabat) setia Muhammad”.(*Kedua : ) Mereka (kaum Rofidhoh) diperintahkan untuk memohonkan ampun bagi para sahabat malah mereka mencela para sahabat” (*berbeda dengan kaum yahudi dan nashoro yang malah memuji dan mendoakan para sahabat Musa dan sahabat Isa-pent) (Syarh Ushuul I’tiqood Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah, karya Al-Laalikaai hal 1462-1463, dinukil juga oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya pada tafsir surat Al-Hasyr ayat 10) Read more »
Filed under: Aqidah, Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2012 by abufahmiabdullah
Syi’ah Itu Sesat Juragan (Sebuah Masukan untuk Bapak Profesor Umar Syihab dan Bapak Profesor Din Syamsuddin)
Adalah hal yang membuat kita mengelus dada ketika oknum ketua Majelis Ulama Indonesia yang masih mengaku ‘sunniy’ mengatakan Syi’ah itu tidak sesat. Ia adalah Prof. Umar Syihaab[1] – semoga Allah memberikan petunjuk kepadanya, dan orang-orang tidak silau dengan gelar yang disandangnya – yang mengatakan : “MUI berprinsip[2] bahwa mazhab Syiah tidak sesat.
Karena itu, MUI mengimbau umat Islam tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah islamiah serta tidak melakukan tindak kekerasan terhadap golongan berbeda”.[3] Di lain kesempatan ia berkata : “
Misalnya ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa Syiah itu sesat -namun Alhamdulillah syukurnya belum ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa seperti itu- maka fatwa tersebut tidak sah secara konstitusi, sebab MUI Pusat menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat. Jika ada petinggi MUI yang mengatakan seperti itu, itu adalah pendapat pribadi dan bukan keputusan MUI sebagai sebuah organisasi“.[4]
Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2012 by abufahmiabdullah
Ini Dalilnya (2): Jadikan Manhaj Salaf Sebagai Rujukan

Kata ‘salaf’ secara bahasa berarti sesuatu yang telah lampau. Berikut ini kami nukilkan definisi ‘salaf’ dari beberapa kamus bahasa Arab yang kredibel [1]) ;
Ibnul Atsir -rahimahullah- mengatakan:
وَقِيْلَ سَلَفُ الإِنْسَانِ مَنْ تَقَدَّمَهُ بِالْمَوْتِ مِنْ آبَائِهِ وَذَوِي قَرَابَتِهِ وَلِهَذَا سُمِّيَ الصَّدْرُ الأَوَّلُ مِنْ التَّابِعِينَ السَّلَفَ الصَّالِحَ. {النهاية في غريب الأثر – (ج 2 / ص 981)}
“Salaf seseorang juga diartikan sebagai siapa saja yang mendahuluinya (meninggal lebih dahulu), baik dari nenek moyang maupun sanak kerabatnya. Karenanya, generasi pertama dari kalangan tabi’in dinamakan As Salafus Shaleh” [2])
Perhatikanlah firman-firman Allah berikut:
“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau…” (Q.S. An Nisa’:22).
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu :”Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu” (Q.S. Al Anfal:38).
Jadi, ‘Salaf ’ artinya mereka yang telah berlalu. Sedangkan kata ‘shaleh’ artinya baik. Maka ‘As Salafus Shaleh’ maknanya secara bahasa ialah setiap orang baik yang telah mendahului kita. Sedangkan secara istilah, maknanya ialah tiga generasi pertama dari umat ini, yang meliputi para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.
Dalam kitab Al Wajiez fi ‘Aqidatis Salafis Shalih Ahlissunnah wal Jama’ah, Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsary mengatakan sebagai berikut:
وَفِي الاِصْطِلاَحِ : إِذَا أُطْلِقَ (( السَّلَفُ )) عِنْدَ عُلَمَاءِ الاِعْتِقَادِ فَإِنَّمَا تَدُورُ كُلُّ تَعْرِيْفَاتِهِمْ حَوْلَ الصَّحَابَةِ، أَوِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ ، أََوِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهِمْ مِنَ الْقُرُوْنِ الْمُفَضَّلَةِ ؛ ِمنَ الأَئِمَّةِ الأَعْلاَمِ الْمَشْهُودِ لَهُمْ بِالإِمَامَةِ وَالفَضْلِ وَاتِّبَاعِ السُّنَّةِ وَالإِمَامَةِ فِيهَا ، وَاجْتِنَابِ الْبِدْعَةِ وَالْحَذَرِ مِنْهَا، وَمِمَّنْ اتَّفَقَتِ الأُمَّةُ عَلىَ إِمَامَتِهِمْ وَعَظِيْمِ شَأْنِهِمْ فِي الدِّيْنِ ، وَلِهَذَا سُمِّيَ الصَّدْرُ الأَوَّلُ بِالسَّلَفِ الصَّالِحِ. (الوجيز 1/15)
Secara istilah; kata ‘salaf’ jika disebutkan secara mutlak (tanpa embel-embel) oleh ulama aqidah, maka definisi mereka semuanya berkisar pada para sahabat; atau sahabat dan tabi’in; atau sahabat, tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dari generasi-generasi terbaik. Termasuk diantaranya para Imam yang terkenal dan diakui keimaman dan keutamaannya serta keteguhan mereka dalam mengikuti sunnah, menjauhi bid’ah, dan memperingatkan orang dari padanya. Demikian pula orang-orang (lainnya) yang telah disepakati akan keimaman dan jasa besar mereka dalam agama. Karenanya, generasi pertama dari umat ini dinamakan As Salafus Shalih (Al Wajiez hal 15). Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2012 by abufahmiabdullah
Ini Dalilnya!

Bahagian Pertama
Memahami Akar Permasalahan & Solusinya
Dalam kitabnya yang terkenal, Al Imam Al Hafizh Ibnu Rajab -rahimahullah- menjelaskan, bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai hadits-hadits yang disebut sebagai poros Islam (madaarul Islaam). Diantara pendapat yang beliau nukil di sana ialah pendapat Imam Ahmad bin Hambal[1]), Imam Ishaq ibnu Rahawaih[2]), Imam Utsman bin Sa’id Ad Darimy[3]), dan Imam Abu ‘Ubeid Al Qaasim bin Sallaam[4]) -rahimahumullah-. Akan tetapi dari sekian pendapat yang beragam tadi, semuanya sepakat bahwa hadits ‘Aisyah berikut merupakan salah satu poros Islam:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ e : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ. رواه البخاري ومسلم, وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.
“Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini, yang bukan dari padanya, maka perbuatannya itu tertolak” (H.R. Bukhari no 2499 dan Muslim no 3242). Dalam riwayat Muslim lainnya (no 3243) disebutkan: “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak berdasarkan urusan kami, maka amalan itu tertolak” (lihat hadits no 5 dalam Al Arba’in An Nawawiyyah).
Dalam penjelasannya, Ibnu Rajab -rahimahullah- mengatakan:
“Hadits ini adalah salah satu kaidah agung dalam Islam. Ia merupakan neraca untuk menimbang setiap amalan secara lahiriah, sebagaimana hadits ‘Innamal a’maalu binniyyah’ (=setiap amalan tergantung pada niatnya) adalah neraca batinnya. Jika setiap amal yang tidak diniatkan untuk mencari ridha Allah pelakunya tidak akan mendapat pahala, maka demikian pula setiap amal yang tidak berlandaskan aturan Allah dan Rasul-Nya, amal tersebut juga pasti tertolak.
Siapa pun yang mengada-adakan perkara baru dalam agama tanpa izin dari Allah dan Rasul-Nya, maka hal itu bukanlah bagian dari agama sedikit pun…” kemudian lanjut beliau: “Lafazh hadits ini menunjukkan bahwa setiap amalan yang tidak berlandaskan urusan Allah & Rasul-Nya, maka amalan tersebut tertolak. Sedangkan mafhum (makna yang tersirat) dari hadits ini ialah bahwa setiap amalan yang berlandaskan urusan Allah dan Rasul-Nya berarti tidak tertolak. Sedang yang dimaksud dengan ‘urusan kami’ dalam hadits ini ialah agama & syari’at-Nya. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on January 8, 2012 by abufahmiabdullah
Ini Dalilnya (bantahan atas buku: ‘Mana Dalilnya 1′)

Bismillah berikut adalah risalah ilmiyyah ( Berseri ) yang ditulis oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary, Lc yang saat ini sedang sibuk dalam thesis S2-nya di Universitas Islam Madinah, Tulisan ini berisi sanggahan terhadap buku yang tersebar luas di masyarakat yang berjudul “Mana Dalilnya 1?“, buah karya Novel bin Muhammad al-Aydrus. Buku ini sangat berbahaya karena berisi berbagai macam kerancuan terutama dalam masalah aqidah. Buku sesat tersebut telah dicetak sebanyak 17 kali dalam waktu 1,5 tahun. Tulisan ini beliau susun sejak empat tahun silam karena teramat bahaya buku sesat tersebut, namun belum ada penerbit yang mencetak buku ini. Adapun Tujuan memuat tulisan ini agar bisa mengatasi syubhat (kerancuan) dari buku tersebut. Semoga bermanfaat ( dikutip ” muslim.or.id.”)
Mukaddimah
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamien… kami menyanjung-Nya, mengharap pertolongan dari-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Namun barangsiapa dibiarkan sesat oleh-Nya, maka tiada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tiada ilah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya…. penghulu sekalian manusia dan pemimpin orang-orang bertakwa… semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepadanya, keluarganya, sahabatnya, dan setiap orang yang berpegang teguh dengan Sunnah-Nya…. aamien.
Amma ba’du,
Memang… saat ini kita hidup di zaman yang penuh fitnah[1]). Ada fitnah yang menyerang fisik, ada yang menyerang hati, dan ada pula yang menyerang pemikiran. Sebagian orang tenggelam dalam fitnah ini tanpa peduli… sebagian lagi tenggelam dengan sadar… dan sejumlah orang terjerumus ke dalamnya karena ikut-ikutan.
Orang yang hatinya hidup sampai-sampai heran terhadap apa yang dilihatnya. Wajah-wajah telah berubah, bukan lagi seperti yang dikenalnya dahulu… amal perbuatan tak lagi seperti yang diajarkan… dan akal fikiran pun tak lagi mendapat cahaya dari Allah ‘azza wa jalla.
Fitnah tersebut telah membaur dengan masyarakat dan demikian akrab dengan aktivitas mereka, hingga orang yang berada di atas kebenaran seakan terasing di tengah kaumnya.
Diantara fitnah yang paling berbahaya dan paling menyimpangkan manusia dari jalan yang lurus ialah; fitnah yang menghalangi perwujudan makna syahadatain; syahadat bahwa tiada ilah selain Allah, dan bahwa Muhammad saw adalah Rasul-Nya. Alangkah banyak orang yang menebarkan fitnah ini dengan sengaja, dan alangkah banyak orang yang termakan fitnah ini karena taklid buta (ikut-ikutan). Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on January 5, 2012 by abufahmiabdullah
Ketika Nasihat Dianggap Celaan

Oleh Ustadz Abu Muhammad Idral Harits (Ma’had Darussalaf Solo)
Sebenarnya, menyebut-nyebut seseorang dengan sesuatu yang tidak disukainya adalah haram. Yaitu jika semua itu hanya dilandasi keinginan untuk mencela, meremehkan, atau menjatuhkan.
Namun bila di dalam penyebutan tersebut terkandung manfaat atau maslahat yang besar, bagi kaum muslimin pada umumnya atau pada sebagian orang khususnya, maka penyebutan seperti ini bukanlah sesuatu yang haram, bahkan sangat dianjurkan. (Al-Farqu Bainan Nashihat wat Ta’yiir, Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah)
Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah ketika mengomentari uraian Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah menegaskan:
“Bahkan hal itu wajib, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan untuk memberi keterangan, bukan sekedar sunnah (anjuran) semata.” (An-Naqdu Manhajus Syar’i)
Sebagian kaum muslimin menganggap jarh (kritikan) terhadap suatu pemikiran, buku atau individu tertentu serta mentahdzirnya agar dijauhi dan ditinggalkan orang adalah perbuatan dzalim, tidak adil, dan tidak amanah. Demikian kata sebagian mereka.
Dengan alasan tersebut, ketika ada tokoh dari ahli bid’ah yang dibeberkan kebid’ahannya, kesesatan pemikirannya baik yang diucapkan maupun yang dituangkan dalam tulisan, mereka anggap orang yang menjelaskan kesesatan dan penyimpangan tersebut sebagai penghujat, zalim, mulutnya kotor dan sebagainya. Read more »
Filed under: Akhlaq, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on November 10, 2008 by abufahmiabdullah
“Gerbang Hidayah “
Oleh : Ustadz Armen Halim Naro Lc rohimahullah
Ihdinash-shirathal mustaqim, shirathalladzinaan’amta ‘alaihim… Begitulah seorang muslim melafazhkan kalimat per kalimat dua ayat saat membaca surat al Fatihah.
Artinya, tunjukilah kami kepada jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat….
Seorang muslim senantiasa membacanya pada setiap raka ‘at shalat, saat beribadah kepada Allah. Satu isyarat yang menunjukkan, betapa pentingnya hidayah, sehingga seorang muslim harus memohonnya, minimal tujuh belas kali dalam satu hari satu malam. Hidayah itu sangat dibutuhkan, sebagaimana tubuh membutuhkan makanan dan minuman. Begitulah, hati juga memerlukan hidayah sebagai sarana memenuhi kebutuhannya. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 12, 2008 by abufahmiabdullah
Tipe yang manakah Hati kita ?

Hati merupakan asas kebaikan seorang insan, maka selalu berusaha menjaga kesucian hati agar tetap bersih dan selamat dari segala noda kekotoran.
Hati ini mudah berubah , sesuai dengan namanya . Kalau seorang insan tidak pandai-pandai menjaga hatinya, bukan mustahil kesengsaran yang ia dapat. Begitu banyak orang yang mengeluh bahwa hatinya gersang, selalu gundah, tidak tenang, dan ungkapan beragam lainnya yang menggambarkan hatinya sedang sakit. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 13, 2008 by abufahmiabdullah
الأصول الثلاثة
TIGA LANDASAN UTAMA (1)
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
بسم الله الرحمن الرحيم
PENDAHULUAN

Saudaraku,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.
Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :
1. Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.
2. Amal, yaitu menerapkan ilmu ini.
3. Sabar, yaitu tabah dan tangguh dalam menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berdakwah kepadanya. Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on December 13, 2008 by abufahmiabdullah
TIGA LANDASAN UTAMA (2 )
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
MENGENAL ALLAH
Azza wa Jalla
Apabila anda ditanya : siapakah Tuhanmu?, Maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya.Dan Dialah sesembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.
Allah Ta’ala berfirman :
]الحمد لله رب العالمين[.
“Segala puji hanya milik Allah Pemelihara semesta alam.” (QS. Al-fatihah : 1).
Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan aku adalah bagian dari semesta alam ini.
Selanjutnya, jika anda ditanya : melalui apa anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah anda jawab : melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang diantara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya. Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on December 13, 2008 by abufahmiabdullah
الأصول الثلاثة
TIGA LANDASAN UTAMA (3)
Oleh :
Syaikh Muhammad At Tamimi
MENGENAL ISLAM
Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik. Read more »
Filed under: Tauhid, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on December 14, 2008 by abufahmiabdullah
الأصول الثلاثة
TIGA LANDASAN UTAMA (4)
Oleh :
Syaikh Muhammad At-Tamimi
MENGENAL NABI MUHAMMAD
shollallohu ‘alihi wa sallam
Beliau adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam. Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on December 14, 2008 by abufahmiabdullah
Dasar-dasar Memahami Tauhid
Oleh : Syaikh Muhammad At-Tamimi Rahimahullah
Pendahuluan
Ketahuilah, bahwa sesunguhnya kelurusan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam adalahberibadah kepada Allah secara ikhlas dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman [artinya]:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariyaat 51:56)
Dan bila Anda telah tahu bahwasanya Allah menciptakanmu untuk beribadah kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa ibadah tidak disebut ibadah kecuali bila disertai dengan tauhid. Sebagaimana shalat, tidaklah disebut shalat bila tidak disertai dengan bersuci.
Bila ibadah dicampuri syirik, maka rusaklah ibadah itu, sebagaimana rusaknya shalat bila
disertai adanya hadatz (tidak suci). Allah berfirman [artinya]: Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on December 15, 2008 by abufahmiabdullah
Ilmu Laduni
Ilmu laduni sudah begitu lekat dengan komunitas sufi, bahkan menjadi keyakinan puncak mereka. Karena hanya merekalah yang mengklaim demikian. DR. Yunasril AB, dosen UIN Jakarta ketika ditanya: “Jika demikian, apakah ilmu laduni ini hanya otoritas kaum sufi/wali?
Jawabnya:
“Kalau kita baca uraian-uraian dari kaum sufi ada kesan seperti itu”, kemudian menukil pendapat lbnu Arabi yang mengatakan bahwa yang mampu menerima ilmu laduni hanyalah orang yang hatinya sudah sangat suci. Mereka itu adalah para nabi, para wali dan para sufi. (Majalah Sufi edisi 25 September 2003).
Bahkan bisa dipastikan bahwa ilmu ini hanya monopoli mereka atau persisnya bualan mereka. Ada beberapa alasan yang mereka ajukan untuk memunculkan dan membela adanya ilmu ini, yaitu;
1. Surat aI-Kahfi ayat 65;
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
Dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS. Al-Kahfi: 65). Read more »
Filed under: Firqoh | 5 Comments »
Posted on December 18, 2008 by abufahmiabdullah
Posted on December 30, 2008 by abufahmiabdullah
“Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab”
Oleh : Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly

MUQADDIMAH
“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwannnya. ” (Asy Syams: 7-8 )
Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau jalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati kebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di antara sifat-sifat orang yang terhindar dari kerugian.
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al ‘Ashr, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling menasihati.
Beliau bersabda:
“Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin lainnya ” (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam “Al Autsah” dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shah Jami’ush Shaghir, hadits no. 6531) Read more »
Filed under: Ahkam, Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on January 6, 2009 by abufahmiabdullah
Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha penyayang
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Amma Ba’du
Sesungguhnya kejadian yang menimpa saudara-saudara kita sesama muslim di Gaza berupa pembunuhan, penghancuran, serta penjajahan atas mereka yang dilakukan oleh kaum Yahudi terlaknat, tentu dirasakan pedih dan sakit oleh setiap mukmin dan membuat hati mereka teriris.
Ya Allah, alangkah murah dan sepele darah kaum muslimin [di mata mereka].
Maha suci Allah, betapa menyakitkan gambaran mayat-mayat [orang-orang tak bersalah itu] di dalam hati orang-orang yang beriman. Alangkah banyak nyawa yang telah melayang, darah yang tertumpahkan, kaum wanita yang ternodai [kehormatannya], dan begitu banyak rumah-rumah yang dihancurkan. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 6, 2009 by abufahmiabdullah
Fatwa Lajnah Da’imah Tentang Serangan Yahudi Kepada Muslim Palestina di Jalur Gaza
Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (Lajnah Da’imah lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’) mengeluarkan penjelasan tentang peristiwa pembunuhan, pengepungan dan pengeboman yang terjadi di Jalur Ghaza sebagai berikut:
الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد :
Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (Lajnah Da’imah lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’) di Saudi Arabia merasa berduka cita dan merasakan sakit atas semua kezholiman, pembunuhan anak-anak, wanita dan orang-orang jompo, penghancuran kehormatan dan perusakan rumah-rumah dan tempat-tempat strategis serta pemunculan rasa takut para orang-orang umum yang menimpa saudara kita kaum muslimin di Palestina dan di Jalur Ghaza secara khusus. Ini semua pasti merupakan kejahatan dan kezholiman terhadap masyarakat palestina. Read more »
Filed under: Fatawa | Leave a Comment »
Posted on January 6, 2009 by abufahmiabdullah
Tauhid adalah sesuatu yang sudah akrab di telinga kita. Namun tidak ada salahnya kita mengingat beberapa keutamaannya. Karena dengan begitu bisa menambah keyakinan kita atau meluruskan tujuan sepak terjang kita yang selama ini yang mungkin keliru. Karena melalaikan masalah tauhid akan berujung pada kehancuran dunia dan akhirat.
Tujuan Diciptakannya Makhluk Adalah untuk Bertauhid
Allah Ta’ala berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyaat: 56). Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata, yaitu tujuan mereka Kuciptakan adalah untuk Aku perintah agar beribadah kepada-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka (Tafsir Al Qur’anul ‘Adzhim, Tafsir surat Adz Dzariyaat). Makna menyembah-Ku dalam ayat ini adalah mentauhidkan Aku, sebagaimana ditafsirkan oleh para ulama salaf. Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2009 by abufahmiabdullah
Permusuhan Yahudi Terhadap Islam Dalam Sejarah
Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah terkenal dan ada sejak dahulu kala. Dimulai sejak dakwah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan mungkin juga sebelumnya bahkan sebelum kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan karena khawatir dari pengaruh dakwah islam yang akan menghancurkan impian dan rencana mereka. Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 9, 2009 by abufahmiabdullah
Salafiyah Dan Solidaritas Muslim
Loyalitas, persaudaraan dan solidaritas muslim harus dilandasi dan ditegakkan diatas aqidah dan manhaj yang shohih, sehingga loyalitas dan solidaritas tersebut tidak menyimpang dan salah. Tidak mungkin terjadi persaudaraan kecuali diatas iman, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. 49:10)
Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menjadikan iman sebagai sumber perekat persaudaraan dan iman tidak tegak dalam aqidah yang rusak. Sehingga hal ini melazimkan adanya perbaikan aqidah setiap muslim untuk menjadi mukmin yang bersaudara tersebut.
Tentunya hal ini terwujud dengan kembali kepada agama kita yang telah dimurnikan dari ajaran asing dan mentarbiyah jiwa muslim diatas agama yang suci dan mulia ini.
Lalu bagaimana peran kita dalam mewujudkannya? Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 10, 2009 by abufahmiabdullah
Modal Utama Meraih Kemenangan di Palestina (1)
Syaikh ‘Abdullah Al ‘Ubailan ditanya:
Apa tanggapan Anda terhadap peperangan yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin, lalu apa fatwa dan penjelasan mengenai hal ini?
Syaikh hafizhohullah menjawab:
Bismillahir rahmanir rohim
Segala puji hanyalah milik Allah, kami memuji-Nya, kami meminta pertolongan pada-Nya, kami memohon ampunan dari-Nya dan kami pun bertaubat kepada-Nya. Kami meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, maka tidak ada seorang pun yang bisa memberi petunjuk padanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling jujur adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama). Setiap perkara yang diada-adakan dalam agama itulah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 10, 2009 by abufahmiabdullah
Modal Utama Meraih Kemenangan di Palestina (2)
Problema Ketiga:
Permasalahan selanjutnya adalah adanya perbedaan hati. Inilah sebab terbesar yang membuat umat Islam semakin rendah. Mereka semakin lemah di hadapan musuh-musuh mereka. Kekuatan mereka pun sirna, begitu pula dengan kekuasaan mereka pun hilang. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala,
وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.” (QS. Al Anfal: 46)
Jika engkau melihat umat Islam saat ini di berbagai penjuru dunia, mereka menyembunyikan permusuhan dan kebencian satu dan lainnya, namun senyatanya keramahan yang ada pada mereka hanyalah pura-pura saja. Mereka mungkin terlihat saling ramah, namun dalam hati mereka sebenarnya terdapat perselisihan. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 10, 2009 by abufahmiabdullah
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…
Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 17, 2009 by abufahmiabdullah
الحمد لله وكفى، وصلاة وسلاما على عباده الذين اصطفى .. أما بعد :
Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan. Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup di dunia, betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia, dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari. Allah ta’ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)
Seorang penyair berkata,
كل ابن أنثى وإن طالت سلامته
يوما على آلة حدباء محمول
Setiap manusia, betapa pun panjang umurnya
Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda
Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah jalla wa ‘ala agar seluruh amalan mereka dihisab. Allah ta’ala berfirman,
وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ
“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.” (QS. Al Baqarah: 281)
Hari yang sering terlupakan, hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat. Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya. Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, baik yang muda maupun yang tua, yang terpandang maupun yang hina. Itulah hari kiamat, pertemuan yang telah dijanjikan. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on January 31, 2009 by abufahmiabdullah
Petaka yang sedang menimpa umat Islam secara umum, dan yang sedang diderita oleh saudara-saudara kita di Jalur Gaza adalah menuntut kita untuk berpikir serius nan tulus. Kita mencari sumber permasalahan, kelemahan dan kekalahan, lalu kita membenahinya, satu demi satu. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 12, 2009 by abufahmiabdullah
HARI INI ENGKAU TERTAWA, ESOK BISA JADI ENGKAU MENANGIS …
Ditulis oleh ustadz Abu Zubair Hawaary Lc.
http://abuzubair.net
Jalan dunia ini tidak selamanya datar dan mulus. Banyak hal-hal yang tidak pernah kita duga ada dihadapan kita. Suka duka, sedih dan gembira adalah warna-warni kehidupan. Dunia tidak pernah menjanjikan kenikmatannya yang abadi kepada siapapun. Sekalipun zohir sebagian orang-orang kaya tampak bahagia, tentram dan damai dengan kelapangan hidup, harta dan pembantu-pembantu yang dimilikinya, hanya saja hakekat kehidupannya yang tidak diketahui orang lain berbeda sama sekali dengan penampilan zohirnya. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on February 12, 2009 by abufahmiabdullah
Ada hikmah yang besar dalam ujian dan nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Yang demikian itu disebabkan manusia diciptakan dengan membawa tabiat berkeluh kesah dan sangat ingkar; tidak mengetahui sesuatu, kecuali jika telah mengetahui lawannya; tidak tahu membalas budi kecuali jika telah kehilangan budi itu; dan tidak lagi dapat menikmati kelezatan jika terus menerus tenggelam dalam kelezatan, sehingga dia merasa bosan – karena ukuran sesuatu akan habis, jika telah berlangsung lama dan berulang-ulang – bahkan barangkali dia merasa gelisah dengan budi, jika terus menerus menerimanya dan tidak pernah berubah. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2010 by abufahmiabdullah
Kasih sayang dalam Islam 
Kasih sayang termasuk kebutuhan mendasar bagi manusia ( Insan ) . Lantaran itu semua insan pasti membutuhkan kasih sayang. Bila kasih sayang ini tercabut dari diri manusia , lantas apa bedanya dengan binatangatau bahkan buruk karena binatangpun ternyata memiliki rasa ini . Karena itu pulalah manusia disebut sebagai manusia social, karena saling membutuhkan, termasuk butuh kasih sayang. Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
Dialog bersama kaum Sufi ( bagian 1)
﴿ حوار مع الصوفية ﴾
Oleh : Abu Bakar al-Iraqi
Terjemah : Muhammad Iqbal Ghazali
Editor : Eko Abu Ziyad
Sumber : http://www.islamhouse.com
Segala puji bagi Allah I, kita memuji-Nya, memohon pertolongan, ampunan dan petunjuk kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah I dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah I memberi petunjuk kepadanya maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan sesungguhnya Muhammad r adalah hamba dan rasul-Nya, semoga rahmat Allah I dan kesejahteraan selalu tercurah kepadanya, dan kepada keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari pembalasan.
Amma ba’du: Read more »
Filed under: Firqoh | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
Dialog Bersama kaum Sufi ( bagian 2)
﴿ حوار مع الصوفية ﴾
Oleh : Abu Bakar al-Iraqi
Terjemah : Muhammad Iqbal Ghazali
Editor : Eko Abu Ziyad
Sumber ; http://www.islamhouse.com
Ziarah kubuh dan tawassul
Sufi berkata: Sesungguhnya kaum wahabi mengharamkan ziarah kubur dan berkata sesungguhnya tawasul dengan penghuni kubur adalah syirik, padahal Rasulullah r menyuruh untuk ziarah kubur, apakah bantahanmu terhadap masalah ini?
Aku berkata: kami tidak mengharamkan ziarah kubur secara mutlak dan tidak membolehkannya secara mutlak. Kami mengharamkan dari sisi jika ziarah itu adalah ziarah syirik dan bid’ah, dan penziarah bertujuan tawasul dengan penghuni kubur dan berdoa kepada mereka.
Adapun apabila ziarah itu bertujuan untuk mengambil pelajaran dan nasehat dengan penghuni kubur, maka kami mengatakan hukumnya sunnah karena mengikuti Rasulullah r di mana beliau r bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ
“Dulu aku melarang kamu ziarah kubur, ketahuilah maka ziarahlah karena sesungguhnya ia mengingatkan akhirat.”
Dan dalam satu riwayat ‘…mengingatkan mati.’ HR. Ahmad, Muslim, dan kitab-kitab sunan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Adapun meminta kepada orang yang mati atau yang gaib, apakah dia seorang nabi atau bukan, maka ia termasuk perbuatan haram yang mungkar dengan kesepakatan kaum muslimin. Allah I tidak pernah menyuruhnya, tidak pula rasul-Nya, tidak pula seorang pun dari para sahabat dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan (tabiin), dan tidak ada seorangpun dari pemimpin umat Islam (para imam) yang mengatakan sunnah. Dan ini diketahui secara lumrah dari agama Islam. Sesungguhnya seseorang dari mereka, apabila ditimpa musibah atau ada kebutuhan tidak pernah berkata kepada mayit: ‘Wahai sayyid pulan, aku berada dalam hitunganmu, atau tunaikanlah hajatku,’ seperti yang dikatakan sebagian orang-orang musyrik kepada orang yang mereka berdoa kepadanya dari orang-orang yang sudah mati atau gaib. Tidak ada seorangpun dari kalangan sahabat yang istighatsah (berdoa dengan sangat) kepada Nabi r, tidak pula di kubur para nabi, dan tidak pula shalat di sisinya. Read more »
Filed under: Firqoh | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
PUJIAN dalam bungkus HUJATAN

(Oleh: Ahmad Zainuddin + Addariny)
Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai Quran & Sunnah dengan faham Salaful Ummah… Akupun dipanggil Wahabi
Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah, tidak kepada Nabi ataupun Wali… Akupun dituduh Wahabi
Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq… Akupun diklaim Wahabi
Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim… Akupun dapat platform Wahabi
Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi
Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i… Akupun dihujat sebagai Wahabi Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2010 by abufahmiabdullah
Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Seperti tersurat dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman:
“Artinya : Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa' : 23-24]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tidak ada yang bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.
Berikut ini adalah sebuah surat dari seorang ibu kepada anakknya, yang menggugah, mengharukan, dan mengingatkan kita akan orang tua kita ( ibu kita) ………… Read more »
Filed under: Keluarga | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2010 by abufahmiabdullah
Kepada yang tercinta, Bundaku yang tersayang
Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat serta salam, hamba yang lemah ini panjatkan keharibaan Nabi yang mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…
Ibu… aku terima suratmu yang engkau tulis dengan tetesan air mata dan duka, dan aku telah membacanya, ya aku telah mengejanya kata demi kata… tidak ada satu huruf pun yang aku terlewatkan.
Tahukah engkau, wahai Ibu, bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’ dan baru selesai membacanya setelah ayam berkokok, fajar telah terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan. .? Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut jika ditaruhkan di atas batu, tentu ia akan pecah, sekiranya diletakkan ke atas daun yang hijau tentu dia akan kering. Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut tidak tersudu oleh itik dan tidak tertelan oleh ayam. Sebenarnyalah bahwa suratmu itu bagiku bagaikan petir kemurkaan… bagaikan awan kaum Tsamud yang datang berarak yang telah siap dimuntahkan kepadaku… Read more »
Filed under: Keluarga | Leave a Comment »
Posted on January 27, 2010 by abufahmiabdullah
IMPLIKASI DARI BUDAYA SUAP TERHADAP AQIDAH SEORANG MUSLIM
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rohimahullah
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa implikasi dari budaya suap terhadap aqidah seorang muslim ?
Jawaban.
Suap dan perbuatan maksiat selainnya dapat melemahkan iman dan membuat Rabb Subhanahu wa Ta’ala murka serta menyebabkan syetan mampu memperdayai seorang hamba untuk kemudian menjerumuskannya ke jurang maksiat-maksiat yang lain. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on January 27, 2010 by abufahmiabdullah
IMPLIKASI RISYWAH (BUDAYA SUAP) DI TENGAH MAYSARAKAT
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Azi bin Baz ditanya : Bagaimana jadinya kondisi suatu masyarakat ketika budaya suap menyebar di tengah mereka.?
Jawaban.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa munculnya berbagai perbuatan maksiat akan menyebabkan keretakan dalam hubungan masyarakat, terputusnya tali kasih sayang diantara individu-individunya dan timbulnya kebencian, permusuhan serta tidak saling tolong menolong dalam berbuat kebajikan. Di antara impikasi paling buruk dari merajalelanya budaya suap dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya di dalam lingkungan masyarakat adalah muculnya dan tersebarnya prilaku-prilaku nista, lenyapnya prilaku-prilkaku utama (akhlaq yang baik) dan sebagian anggota masyarakat suka menganiaya sebagian yang lainnya. Hal ini sebagai akibat dari pelecehan terhadap hak-hak melalui perbuatan suap, mencuri, khianat, kecurangan di dalam mu’amalat, kesaksian palsu dan jenis-jenis kezhaliman dan perbuatan melampui batas semisalnya. Read more »
Filed under: Fatawa | Leave a Comment »
Posted on January 27, 2010 by abufahmiabdullah
Seputar Permasalahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme
Pertanyaan:
Penanya: Arno Kurniawan
Assalamu’alaikum,
Saya mempunyai permasalahan yang perlu akan pemecahan. Saya sangat mengharapkan jawaban dari Ustadz , kalau bisa beserta dalil-dalil dari pendapat Ustadz.
Ayah saya seorang pengusaha Sablon, Reklame, dan Percetakan. Usaha ini telah dijalankan cukup lama. Sebagaimana diketahui bersama bahwa masalah KKN (Korupsi, Korupsi dan Nepotisme) bisa dikatakan sudah menjadi budaya dikalangan pegawai pemerintah di Indonesia. Biasanya pegawai pemerintah yang korupsi bekerjasama dengan suatu perusahaan tertentu.
Sungguh suatu musibah, Ayah saya bekerjasama dengan pegawai pemerintah yang korupsi tersebut. Bentuk kerjasama dengan pegawai yang korupsi tersebut yaitu Pihak pegawai pemerintah memberikan order atau memesan suatu barang kepada Ayah. Kemudian ketika pembayaran Ayah saya membesarkan harga pada bukti pembayaran dari harga biasa, misalkan untuk pembuatan spanduk harga aslinya Rp. 80.000 tetapi pada bukti pembayaran ditulis Rp. 100.000. Uang yang diterima Ayah tetap sebesar Rp. 80.000, sedangkan Rp. 20.000 untuk pegawai yang bersangkutan. Jadi Ayah menulis harga melebihi harga asli pada bukti pembayaran, tetapi ayah tetap menerima harga seperti biasa. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on January 30, 2010 by abufahmiabdullah
PERBEDAAN ANTARA NASEHAT DAN GHIBAH
Oleh : Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz
Telah banyak buku-buku yang menjelaskan tentang ghibah dan keharamannya dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunah yang shahih, maka sekarang penyusun hanya akan menukilkan apa-apa yang diperbolehkan dari ghibah, khususnya point yang keempat, yaitu dalam rangka memberi nasehat, dan penjelasan ulama mengenai perbedaan antara nasehat dan ghibah.
Imam Nawawi rahimahullah berkata.
“Ketahuilah bahwasanya ghibah diperbolehkan untuk tujuan yang benar dan syar’i, di mana tidak mungkin sampai kepada tujuan tersebut, kecuali dengan cara berghibah, yang demikian itu disebabkan enam perkara :
Yang keempat, dalam rangka memberi peringatan kepada kaum muslimin dari keburukan dan dalam rangka memberi nasehat kepada mereka, dan yang demikian itu dalam kondisi-kondisi berikut ini.
Di antaranya, dalam rangka menjarh (meyebutkan cacat) para majruhin (orang-orang yang disebutkan cacatnya) dari para rawi hadits dan saksi, dan yang demikian itu diperbolehkan berdasarkan ijma’ kaum muslimin, bahkan bisa menjadi wajib hukumnya. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on August 3, 2010 by abufahmiabdullah
Antara Taqlid dan Ittiba’
Oleh : Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Ittiba’ (mengikuti) kebenaran adalah kewajiban setiap manusia sebagaimana Alloh wajibkan setiap manusia agar selalu ittiba’ kepada wahyu yang diturunkan oleh Alloh kepada Rasul-Nya. Alloh jadikan wahyu tersebut sebagai petunjuk bagi manusia di dalam kehidupannya.
Tidak ada yang membangkang kepada perintah Alloh tersebut kecuali orang-orang yang taqlid kepada nenek moyangnya atau kebiasaan yang berlaku di sekelilingnya atau hawa nafsunya yang mengajak untuk membangkang dari perintah AlIoh. Mereka tolak datangnya kebenaran karena taqlid.
Tidak ada satu pun kesesatan kecuali disebabkan taqlid kepada kebatilan yang diperindah oleh iblis sehingga tampak sebagai kebenaran. Inilah sebab kesesatan setiap kaum para rasul yang menolak dakwah para rasul. IniIah sebab kesesatan orang-orang Nashara yang taqlid kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka. Inilah sebab kesesatan setiap kelompok ahli bid’ah yang taqlid kepada pemikiran-pemikiran sesat dan gembong-gembong mereka. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 2, 2010 by abufahmiabdullah
Praktek Teladan Ulama Salaf dalam mensikapi Pemimpin yang dzolim
Berikut sebagian contoh nyata dari kehidupan ulama’ salaf dalam menerapkan ketaatan kepada penguasa yang lalim:

Setiap kali membaca biografi Ahmad bin Hambal, kita akan bertemu dengan sosok yang gigih dalam membela sifat-sifat Allah yang haq, meskipun beliau disiksa bertahun -tahun lamanya. Tidak gentar, tidak berpaling, dan tidak mengerahkan murid-muridnya untuk melawan penguasa, tetapi malah selalu mendoakan pemimpin (meski mereka amat sangat zalim sekali), sebagaimana beliau pernah berkata, “Sekiranya saya memiliki doa yang pasti terkabul, tentu doa itu kutujukan untuk pemimpin”.
Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Nasab beliau bertemu dengan nasab RasuluLlah sholaLlahu a’laihi wasallam pada diri Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan. Yang berarti bertemu nasab pula dengan nabi Ibrahim ‘alaihissalam.Beliau dilahirkan di kota Baghdad pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 164 Hijriyah. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 2, 2010 by abufahmiabdullah
Belajar dari Sejarah Dakwah Bijak Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam
oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A. & Ustadz Firanda Andirja, Lc. ( muslim.or.id )
Marilah kita renungkan bersama sikap arif yang dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pada dua kisah berikut ini:
Kisah Pertama:
A’isyah radhiallahu ‘anha mengkisahkan: Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
لولا حداثة عهد قومك بالكفر لنقضت الكعبة ولجعلتها على أساس إبراهيم فإن قريشا حين بنت البيت استقصرت ولجعلت لها خلفا. متفق عليه
“Seandainya bukan karena kaummu yang baru saja meninggalkan kekufuran (baru masuk Islam), niscaya aku akan menghancurkan Ka’bah, dan aku bangun kembali di atas pondasi Nabi Ibrahim; karena tatkala orang-orang Quraisy membangunnya, mereka kekurangan biaya, dan akan aku tambah satu pintu dari arah belakang.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Imam Nawawi rahimahullah tatkala menjelaskan hadits ini beliau berkata, “Hadits ini merupakan dalil bagi beberapa hukum penting, di antaranya: Bila pada suatu saat terjadi pertentangan antara beberapa kepentingan (kemaslahatan), atau pertentangan antara kemaslahatan dan mafsadah (kerugian), dan tidak mungkin untuk digabungkan antara perbuatan meraih kemaslahatan dan meninggalkan kerugian, maka sikap yang benar ialah dengan mendahulukan yang lebih penting. Karena Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa mengembalikan bangunan Ka’bah seperti sediakala di masa Nabi Ibrahim adalah satu kemaslahatan. Akan tetapi kemaslahatan ini bertentangan dengan kerugian yang lebih besar, yaitu kekhawatiran akan timbulnya fitnah (yaitu murtadnya) sebagian orang yang baru masuk Islam. Hal ini dikarenakan mereka (orang-orang yang baru masuk Islam) meyakini akan keutamaan Ka’bah, sehingga mereka menganggap pemugaran Ka’bah adalah suatu kejahatan besar. Oleh karena itu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam mengurungkan keinginannya itu”. [Syarah Shahih Muslim 9/89]
Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 2, 2010 by abufahmiabdullah
WASIAT ABBAD BIN ABBAD AL-KHAWWASH KEPADA AHLU AS-SUNNAH WAL-JAMA’AH
Abbad bin Abbad AI-Khawwash Asy-Syami Abu Utbah’1 berkata, Amma ba’du.
Berpikirlah, karena akal adalah nikmat yang bisa berubah menjadi penyesalan. Karena tidak tertutup kemungkinan orang yang mempunyai akal itu menyibukkan hatinya dengan memperdalam sesuatu yang madzaratnya lebih banyak daripada manfaatnya, hingga Ia menjadi pelupa.
Al-Qur’an adalah panutan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan beliau adalah panutan sahabat-sahabatnya, serta para sahabatnya adalah panutan bagi generasi-generasi sesudah mereka. Mereka orang-orang yang terkenal dan berasal dari negeri yang berbeda.
Mereka sepakat menolak orang-orang yang menuruti hawa nafsu, kendati di sisi lain terjadi perbedaan pendapat dl kalangan mereka, dan kendati orang-orang yang menuruti hawa nafsunya berlarut-larut mengandalkan pendapatnya dalam hal yang beragam dan
menyimpang dari jalan yang lurus.
Karena ulah mereka, orang-orang yang paling bingung di antara mereka tersesat di tempat rawan bahaya, kemudian mereka memikirkan hal-hal tersebut dengan sewenang-wenang. Setiap kali syetan menciptakan bid’ah untuk mereka dalam kesesatan mereka.
Mereka pindah dan satu bid’ah kepada bid’ah yang lain, karena mereka tidak mau mencari jejak generasi salaf, dan tidak meniru kaum Muhajirin.
Disebutkan dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu yang berkata kepada Zayyad,
Tahukah engkau apa saja yang menghancurkan Islam? (Yang menghancurkan Islam) lalah kesalahan ulama, mendebat orang munafik dengan Al-Qur’an dan para pemimpin yang sesat.’
Bertakwalah kepada Allah dan terhadap ghibah, adu domba, dan si dua mulut dan dua wajah (orang munafik) pada para qari’ kalian, dan orang-orang masjid kalian!
Disebutkan. bahwa barangsiapa bersikap dua wajah (munafik) di dunia, Ia pun bersikap dua wajah di neraka.
Allah. Allah. Lidungilah kesucian orang-orang yang tidak hadir di sini dan jagalah lidahmu dan mereka kecuali perkataan yang baik. Berilah nasehat Allah pada umat kalian,sebab kalian adalah pengemban Al-kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah.
Sesungguhya Al-Kitab (Al-Qur’an) itu tidak berbicara hingga ia diucapkan (dibaca) dan sesungguhnya Sunnah Itu tidak bisa beramal hingga Ia diamalkan.
Kapan orang bodoh bisa belajar Jika orang berilmu memilih diam, Ia tidak melarang kemungkaran yang terlihat, dan tidak menyuruh pengerjaan kebaikan yang tidak diamalkan?
Sungguh Allah telah membuat perjanjlan dengan Ahli Kitab agar mereka menjelaskan Al-Kitab kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.
Bertakwalah kepada Allah, karena sekarang kalian sedang berada pada zaman dimana sifat wara’ semakin menipis, sifat kusyu’ semakin berkurang, dan yang membawa Ilmu ini justru orang-orang yang merusaknya. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on February 3, 2010 by abufahmiabdullah
WASIAT ALl BIN ABU THALIB KEPADA KUMAIL BIN ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKHA’I
KumaiL bin Zayyad An-Nakhai berkata, bahwa Ali bin Abu ThaLib Radhiyallahu Anhu menggandeng tanganku kemudian mengajakku keluar ke arah dataran tinggi. Ketika kami telah berada di tempat yang tinggi, Ali bin Abu ThaLib duduk kemudian menarik nafas panjang. Ia berkata, “Hai Kumail bin Zayyad. sesungguhnya hati adalah wadah, dan hati yang paling baik lalah hati yang paling sadar. Jagalah apa yang saya katakan kepadamu”.
Manusia itu terbagi ke dalam tiga kelompok; Ulama Rabbani , penuntut ilmu di atas Jalan keselamatan, dan orang-orang jelata pengikut semua penyeru. Kelompok terakhir miring bersama dengan hembusan angin, tidak bersinar dengan cahaya ilmu dan tidak bersandar pada tiang yang kokoh.
ILmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjagamu, sedang engkau menjaga harta. Ilmu berkembang biak dengan diamalkan, sedang harta berkurang dengan infak, dan mencintai Ilmu adalah agama. Read more »
Filed under: Mutiara Hikmah | Leave a Comment »
Posted on February 3, 2010 by abufahmiabdullah
Haus Kekuasaan
Lain dulu lain sekarang. Mungkin ungkapan ini cocok dengan keadaan kaum muslimin pada hari ini. Mereka telah terhempas jauh dari tuntunan Allah -Ta’ala-, dan Rasul-Nya -Shallallahu alaihi wa sallam- . Besarnya gelombang syahwat dan syubhat membuat mereka terpisah jauh dari panutan mereka yaitu para sahabat nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para shalafush shaleh. Mereka beraqidah, bukan dengan aqidah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabatnya. Mereka beribadah, bukan dengan ibadah yang dicontohkan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabatnya. Mereka bermu’amalah, bukan dengan mu’amalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para sahabat. Akhirnya, Allah Ta’ala membiarkan mereka memilih jalannya sendiri dan memalingkan mereka dari kebenaran, kemana mereka mau berpaling sebagai hukuman kepada mereka atas kedurhakaannya kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, dan akibat mereka tidak mau mengikuti jalannya para sahabat. Read more »
Filed under: Politik | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2010 by abufahmiabdullah
Perjalanan Mencari Kebenaran, Seorang Laki-laki bernama Salman al-Farisi
Penulis : Dr. Saleh as-Saleh
Perjalanan Mencari Kebenaran
Mukadimah
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Yang kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, kami berlindung dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang mendapatkan petunjuk Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya.
Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah . Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas nabi terakhir, Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya yang mulia.
Di masa sekarang ini, banyak orang ingin tahu akan Islam, tetapi pengetahuan mereka mengenai agama ini bervariasi. Pengetahuan mereka mungkin diperoleh melalui artikel, buku, atau bagian dari sebuah buku rujukan yang mereka baca di sekolah. Mereka mungkin mengetahui sebagian orang Muslim, melewati sebuah Masjid, menonton film dokumenter atau berita malam, atau mungkin telah mengunjungi negara Muslim. Bagi sebagian orang, Islam ‘hanyalah sebuah agama yang lain’, tetapi untuk sebagian besar lainnya, Islam telah menjadi sesuatu yang menarik untuk dicermati.
Saya menulis buku ini bagi mereka yang selalu mencari dalam diri mereka jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dimilikinya. “Siapa Aku? Siapakah Tuhan yang sebenarnya? Apakah jalan keselamatan yang sebenarnya? Apakah Islam itu? Jika saya menjadi seorang Muslim, apa artinya bagi diriku, keluargaku, dan masyarakat secara luas?” Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2010 by abufahmiabdullah
Kisah Menakjubkan (tentang sabar dan syukur kepada Allah)
Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda
Sumber : dari Kitab Ats-Tsiqoot karya Ibnu Hibban, tahqiq As-Sayyid Syarofuddin Ahmad, terbitan Darul Fikr, (jilid 5 halaman 2-5)
Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik.Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.
Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits -radhiallahu ‘anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2010 by abufahmiabdullah
KISAH WANITA TUA BANI ISRAIL
PENGANTAR
Inilah kisah seorang wanita tua dari Bani Israil yang mendapatkan peluang emas. Dia memanfaatkannya bukan untuk mendapatkan harta dan benda dunia., tetapi untuk meraih derajat tinggi di Surga yang penuh dengan kenikmatan.
Musa alaihi salam meminta kepadanya supaya menunjukkan kubur Yusuf alaihi salam untuk membawa jasadnya pada waktu dia keluar dari Mesir bersama Bani Israil. Nenek ini menolak, kecuali dengan syarat bahwa dia harus menyertai Musa alaihi salam pada hari Kiamat di Surga.
Maka Allah Azza wa Jalla memberikan apa yang dimintanya. Seperti inilah ambisi-ambisi tinggi, jiwa yang berhasrat meraih derajat-derajat tinggi. Beberapa sahabat berambisi untuk meraih derajat tinggi seperti ini, dan di antara mereka adalah Ukasyah bin Mihshan rodhiallahu anhuma .
Dia memohon kepada Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam agar termasuk dalam tujuh puluh ribu golongan manusia terpilih yang masuk Surga (tanpa hisab). Wajah mereka seperti wajah rembulan di malam purnama. Mereka tidak kencing, tidak buang air besar, tidak meludah. Lalu Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam menyampaikan kepada Ukasyah bahwa dia adalah satu dari mereka. Termasuk juga Abu Bakar rodhiyallahu anhu yang berambisi dipanggil dari segala pintu Surga. Termasuk pula sahabat yang memohon kepada Rasulullah agar bisa menemaninya di Surga, lalu beliau bersabda kepadanya, “Bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud.” Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2010 by abufahmiabdullah
Salah Paham Tentang Salafi
At Tauhid edisi V/18
Oleh: Yulian Purnama
Pepatah lama mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Demikianlah, kadang seorang membenci sesuatu, padahal ia tidak mengenal apa yang ia benci itu. Bisa jadi bila ia mengenalnya, bukan benci namun cinta yang diberikan. Demikianlah yang terjadi pada dakwah Salafiyah atau disebut juga Salafi. Banyak orang bergunjing tentang Salafi, padahal ia tidak mengenal bagaimana sebenarnya Salafi atau dakwah salaf itu. Hasilnya, timbullah tuduhan dan anggapan-anggapan buruk yang keji. Bahkan sampai ada yang menuduh bahwa Salafi adalah aliran sesat! Sungguh Allah-lah tempat memohon pertolongan.
Kenalilah Istilah Salafi
Salaf secara bahasa arab artinya ‘setiap amalan shalih yang telah lalu; segala sesuatu yang terdahulu; setiap orang yang telah mendahuluimu, yaitu nenek moyang atau kerabat’ (Lihat Qomus Al Muhith, Fairuz Abadi). Secara istilah, yang dimaksud salaf adalah 3 generasi awal umat Islam yang merupakan generasi terbaik, seperti yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, “Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya” (HR. Bukhari-Muslim) Read more »
Filed under: Manhaj | 2 Comments »
Posted on February 8, 2010 by abufahmiabdullah
Mari Mengenal Manhaj Salaf
Segala puji bagi Allah yeng telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membangkitkan para sahabat sebagai pendamping dan pembela dakwah beliau. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, keluarga dan para pengikutnya yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. Kaum muslimin sekalian, semoga Allah melimpahkan hidayah dan taufik-Nya kepada kita. Seringkali masyarakat dibingungkan oleh sebuah istilah yang belum mereka mengerti dengan baik. Nah, dibangun di atas kebingungan inilah kemudian muncul berbagai persangkaan dan bahkan tuduhan bukan-bukan kepada sesama saudara seiman. Perlu kita ingat bersama bahwa cek dan ricek merupakan bagian dari keindahan ajaran Islam yang harus kita jaga. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman jika orang fasik datang kepada kalian membawa berita maka telitilah kebenarannya…” (QS. Al Hujuraat: 6) (Silakan baca penjelasan ayat ini di dalam rubrik Tafsir Majalah As Sunnah Edisi 01/Thn X/1427 H/2006 M, hal. 11-15).
Saudara-saudara sekalian, di hadapan kita ada sebuah istilah yang cukup populer namun sering disalahpahami oleh sebagian orang. Istilah yang dimaksud adalah kata salaf atau salafi dan salafiyah. Menimbang pentingnya hakikat permasalahan ini untuk diungkap dan dijelaskan maka kami memohon pertolongan kepada Allah ta’ala untuk turut berpartisipasi mengurai “benang kusut” ini. Semoga Allah menjadikan amal-amal kita ikhlas untuk mengharapkan wajah-Nya semata. Wallahu waliyyut taufiiq.
Syaikh Salim Al Hilaly -salah satu murid senior Ahli Hadits abad ini Syaikh Al Albani- hafizhahullah telah membeberkan perkara ini dengan gamblang dalam buku beliau Limadza Ikhtartul Manhaj Salafy yang sudah diterjemahkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. hafizhahullah dengan judul Mengapa Memilih Manhaj Salaf penerbit Pustaka Imam Bukhari, Solo. Kami sangat menganjurkan kepada para pembaca sekalian untuk memiliki atau membaca langsung buku tersebut. Orang bilang, “Tak kenal maka tak sayang…” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2010 by abufahmiabdullah
KELEMBUTAN DALAM BERDAKWAH

ASY SYAIKH RABI’ BIN HADI ‘UMAIR AL MADHKHALI hafidzahullah berkisah:
(Sekarang) akan saya ceritakan perjalanan dakwah saya ke Sudan. Saat itu saya singgah di Port (bandara) Sudan. Saya disambut para pemuda Jama’ah Ansharus Sunnah. Mereka memberi masukan:
“Ya Syaikh, bolehkah kami menyampaikan beberapa saran kepada anda?”
“Silahkan!” kataku.
Mereka berkata:
“Wahai Syaikh, silakan anda berceramah sesuai kehendak anda dengan (mengutip) firman Allah dan sabda Nabi-Nya, tidak mengapa engkau sebutkan berbagai jenis bid’ah dan kesesatan, baik kaitannya dengan doa kepada selain Allah, menyembelih, nadzar, istighatsah (minta tolong) kepada selain-Nya. Tapi sebaiknya engkau tidak menyinggung thariqah tertentu atau syaikh fulan!
Jangan sampai engkau mengatakan bahwa Tijaniyyah atau Bathiniyyah adalah kelompok sempalan yang sesat. Jangan pula engkau mencaci tokoh-tokohnya, (kami rasa) cukup engkau sebutkan perkara-perkara aqidah (secara umum), niscaya akan engkau dapati mereka menerima al haq dari apa yang engkau sampaikan.”
Saya katakan kepadanya: “Baiklah.” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 9, 2010 by abufahmiabdullah
Nasihat Salafus Shalih akan Pentingnya Ilmu 
Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin
Berikut ini beberapa atsar yang berisi nasehat dan keterangan akan pentingnya ilmu dan mempelajarinya.
Pertama: Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)
Kedua: Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52) Read more »
Filed under: Nasehat Ulama | Leave a Comment »
Posted on October 15, 2010 by abufahmiabdullah
PANDANGAN TENTANG DZIKIR BERJAMAAH (ATSAR). 
TEKS ATSAR
Amr bin Salamah Rohimuhullah berkata: ‘Kami duduk-duduk di pintu rumah Abdullah bin Mas ‘ud RadhiAllahuanhu , sebelum shalat duduk shubuh, ketika beliau keluar kami mengiringinya pergi kemasjid. Lalu tiba-tiba Abu Musa Al-Asy’ari mendatangi kami dan berkata: “Apakah Abu Abdirrahman (Ibnu Mas ‘ud) sudah keluar (dan rumah)? “. Kami jawab: “Belum “. Lalu beliau duduk bersama kami. Kemudian keluarlah Ibnu Mas ‘ud, kami semua berdiri rnengerumuni beliau. Abu Musa berkata kepada Ibnu Ma ‘ud. “Wahai Abu Abdirrahman, tadi aku melihat suatu perkara yang aku ingkari namun aku menganggap -segala puji bagi Allah- hal itu adalah baik “. Kata lbnu Ma ‘s ‘ud: “Apa itu? “. Jawab Abu Musa: “Jika engkau berumur panjang, engkau akan mengetahui, aku tadi melihat kelompok orang di masjid, mereka duduk berhalaqoh (kelompok), menunggu shalat. Setiap kelompok dipimpin oleh seseorang, sedang di tangan mereka terdapat kerikil, lalu pemimpin tadi berkata: “Bertakbirlah seratus kali” maka mereka bertakbir seratus kali, “Bertahlillah seratus kali” maka mereka bertahlil seratus kali, “Bertasbihlah seratus kali” maka mereka bertasbih seratus kali. Ibnu Mas ‘ud bertanya: “Apa yang kamu katakan kepada mereka? Abu Musa menjawab: “Aku tidak bilang apa-apa, aku m.enanti pendapatmu” Kata ibnu Mas ‘ud: “Tidakkah kamu katakan kepada mereka agar mereka menghitung kesalahan mereka dan kamu jamin bahwa kebaikan mereka tidak akan disia-siakan” Lalu lbnu Mas ‘ud berlalu menuju masjid tersebut dan kami pun ikut, sehingga sampai di tempat itu. Ibnu Mas ‘ud bertanya kepada mereka: “Benda apa yang kalian pergunakan ini? Mereka menjawab: “Kerikil, wahai Abu Abdirrahman, kami bertakbir, tahlil dan bertasbih dengannya “. Timpal lbnu Mas ‘ud. “Hitunglah kesalahan-kesalahan kalian, saya jamin kebaikan kalian tidak akan sia-sia sedikitpun, celaka kalian wahai umat Muhammad, betapa cepat kebinasaan kalian, (itu) mereka, para sahabat Nabi kalian masih banyak bertebaran, ini baju beliau belum rusak, dan bejananya belum pecah. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, sungguh kalian berada dalam suatu agama yang lebih benar ketimbang agama Muhammad, atau kalian pembuka pintu kesesatan” Mereka menjawab. “Wahai Abu Abdirrahman, kami tidak menghendaki kecuali kebaikan “. Jawab Ibnu Mas ‘ud: “Betapa banyak orang yang menghendaki kebaikan namun tidak mendapatkannya”. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menceritakan kepada kami bahwa ada suatu kaum yangmembaca A1-Qur’a tetapi tidak sampai tenggorokan (tanpa difahami). Demi Allah, saya tidak tahu barangkali kebanyakan mereka adalah dan kalian. Lalu Ibnu Mas ‘ud pergi. Amr bin Salamah berkata: “Kami mendapati mayoritas anggota halaqah tersebut memerangi kami pada perang Nahrawan, mereka bergabung bersama Khawarij”. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 9, 2010 by abufahmiabdullah
Mengapa harus belajar ilmu syar’i?
Tujuan Penciptaaan makhluk
Ketahuilah wahai saudaraku yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, bahwasanya Allah azza wa jalla menciptakan alam semesta ini bukanlah karena iseng atau sekedar main-main, akan tetapi Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang pasti yakni untuk menguji siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk memasuki surga yang penuh kenikmatan dan siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk disiksa di neraka. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun:115)
Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاء وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (Al-Anbiyaa:16)
Kemudian Allah menjelaskan tujuan penciptaan kehidupan ini
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ * الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Al-Mulk:1-2) Read more »
Filed under: Ilmu | Leave a Comment »
Posted on February 9, 2010 by abufahmiabdullah
Wasiat-wasiat Generasi Salaf
Ditulis oleh Ustadz Abu Ihsan al Atsari
Allah Ta`ala berfirman dalam kitab-Nya:
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga, di bawahnya banyak sungai mengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-taubah : 100)
Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta`ala memberi pujian kepada para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah generasi terbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendamping nabi-Nya dalam mengemban risalah ilahi.
Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai bukti keutamaan atau kelebihan mereka. Merekalah generasi salaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yang selalu mengikuti jejak langkah Rasulullah Shallallahu `alaihiwa sallam.
Dengan menapak tilasi jejak merekalah, generasi akhir umat ini akan bisa meraih kembali masa keemasannya. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik rahimahullah, Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang membuat generasi awalnya menjadi baik. Sungguh sebuah ucapan yang pantas ditulis dengan tinta emas. Jikalau umat ini mengambil generasi terbaik itu sebagai teladan dalam segala aspek kehidupan niscaya kebahagiaan akan menyongsong mereka.
Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengupas bagaimana para salaf menyucikan jiwa mereka, yang kami nukil dari petikan kata-kata mutiara dan hikmah yang sangat berguna bagi kita. Read more »
Filed under: Nasehat Ulama | Leave a Comment »
Posted on February 9, 2010 by abufahmiabdullah
Ilmu dan Kedudukan Pemiliknya 
Cerita ini adalah cerita yang sederhana banyak orang hanya menganggapnya sebagai potongan besi yang tidak ada harganya padahal cerita ini adalah potongan emas yang sangat berharga dari seluruh cerita panjang orang – orang yang memeliki ketinggian hidup. Setiap orang yang membacanya maka pandangannya selalu ingin kembali kepada cerita ini walaupun matanya terasa amat lelah. Indahnya cerita ini bukan karena susunan bahasanya yang indah akan tetapi sosok yang menjadi tokoh dalam cerita ini adalah orang yang terkumpul padanya seluruh kebaikan yang diidamkan setiap orang. Az- Zahabi berkata tentang tokoh ini : ( Dia adalah sosok yang bagus rupanya dan akhlaknya dalam Ilmunya, luas pengetahuannya, penyantun dan senantiasa kembali kepada Allah dan Rosulnya). Dia dalah Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz yang namanya tertulis dengan tinta emas sejarah.
Cerita ini bermula ketika Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz menjadi seorang khalifah datanglah utusan dari semua negri kepadanya dan beberapa dari mereka adalah utusan penduduk Hijaz. Setelah mereka berhadapan langsung dengan Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz tiba – tiba berdirilah orang yang paling muda umurnya dari utusan penduduk Hijaz dan dia ingin memulai pembicaraan. Maka Umar langsung berkata kepada anak yang masih belia usianya : Hai anak muda seharusnya yang berkata lebih dulu orang yang lebih tua darimu. Read more »
Filed under: Nasehat Ulama | Leave a Comment »
Posted on February 10, 2010 by abufahmiabdullah
Fiqih Nasehat : Agama adalah Nasehat 
عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم
Dari Abu Ruqayyah Tamim ad-Dari radhilallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shalallallahu alihi wa sallam telah bersabda, “Agama (Islam) itu adalah nasehat.” (mengulanginya tiga kali), Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau Shalallallahu alihi wa sallam menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, imam-imam kaum muslimin, dan kaum muslimin umumnya.” ( HR. Muslim )
Takhrij-Hadits Ringkas
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (hadits no. 55) di dalam Shahih-nya, di dalam Kitab al-Iman: Bab Bayan Anna ad-Din an-Nashihah (II/32-Syarah an-Nawawi), dari tiga jalur yang semuanya bertemu pada Suhail bin Abu Shalih dari ‘Atha’ bin Yazid al-Laitsi dari Tamim ad-Dari. Riwayat inilah yang paling masyhur dalam periwayatan hadits ini.
Sedangkan Imam Bukhari Rohimahullah hanya menyebutkannya –dengan lafal serupa- dalam judul sebuah bab dalam Shahih-nya, yaitu Bab Qaul an-Nabi: ad-Din an-Nashihah, lilLahi, wa li Rasulihi, wa li Aimmati l-Muslimin wa ‘Ammatihim di dalam Kitab al-Iman (I/166-Fathul-Bari), karena Suhail bin Abu Shalih tidak memenuhi syarat (kriteria) shahih beliau.
Riwayat yang mengisyaratkan pengulangan, dengan kalimat (mengulanginya tiga kali) pada hadits di atas, terdapat dalam riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dan inilah yang dibawakan oleh Ibnu Rajab dalam Jami‘ al-‘Ulum wa al-Hikam (I/202, hadits no. 7). Sedangkan Imam an-Nawawi dalam al-Arbain (hadits no. 7) membawakannya tanpa pengulangan dengan isyarat lafal (tsalaatsan).
Biografi Periwayat Hadits
Abu Ruqayyah Tamim ad-Dari Rodhiyallahu anhu
Beliau adalah Tamim bin Aus bin Kharijah bin Sud bin Judzaimah al-Lukhami al-Filisthini (dari Palestina), Abu Ruqayyah ad-Dari. Beliau masuk Islam pada tahun 9 H. Sebelumnya beliau seorang nasrani, bahkan salah seorang pendeta di Palestina. Pada suatu waktu terjadi pada dirinya sebuah kisah yang menakjubkan, yaitu kisah al-Jassasah. Al-Jassasah adalah seekor hewan melata berbulu lebat yang berbicara kepada Tamim ad-Dari, yang juga akan berbicara kepada manusia kelak di akhir jaman. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on February 11, 2010 by abufahmiabdullah
BAGAIMANA KALAU NABI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAMA ADA DI TENGAH-TENGAH KITA?

Ditulis oleh Al Ustadz Abu Zubair Hawaary
بسم الله الرحمن الرحيم
Saudaraku tercinta,
Bagaimana kalau Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama ada di antara kita?
Kalau pertanyaan ini diajukan kepadamu, apa jawabanmu?
Apakah engkau akan menjadi salah seorang pengikutnya ataukah termasuk kelompok yang menentang dan memeranginya?
Apakah engkau akan menjalankan apa yang ia perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya atau bagaimanakah sikapmu terhadap perintah dan larangannya?
Apakah engkau termasuk orang-orang yang menjauh dari majelis-majelisnya ataukah termasuk orang-orang yang senantiasa mengikuti setiap jengkal langkahnya? Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Oleh: Ust. Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc.
Teknologi Media Antara Nikmat Materi dan Bencana
Di awal abad ke-21 berbagai macam kemajuan peradaban dan teknologi telah dicapai oleh manusia baik dalam bidang pendidikan, pemikiran, industri, pertanian, ekonomi, politik, sosial budaya, militer, transportasi, komunikasi, maupun hubungan diplomatik antar bangsa serta yang lainnya. Maka tidak bisa dipungkiri berbagai macam lembaga pendidikan dan lembaga pengkajian serta penelitian mengundang para cendekiawan dan pakar dari pelosok daerah di seluruh penjuru bumi untuk melakukan kajian empiris dan penelitian ilmiah dalam rangka pengembangan dalam seluruh bidang kehidupan. Para petualang ekonomi dan pasar modal berebut investasi dan peluang pasar untuk mengeruk kekayaan, memperkuat permodalan dan mengais keuntungan. Begitu juga para birokrat dan politikuspun tidak tinggal diam. Mereka rame-rame ambil peran di masing-masing posisinya, ikut nimbrung dalam acara Kenduri Bisnis dan Pesta Sunatan Anggaran dalam rangka menikmati hasil keuntungan bisnis dan pengerukan kekayaan hasil bumi dan tambang milik negara. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
ANTARA NASEHAT DAN KEIHKLASAN 
Oleh : Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz
Nasehat merupakan amalan yang penting dalam Islam, bahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa “dien itu adalah nasehat”[1], dan beliau memberikan syarat kepada Jarir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu ketika memba’iatnya di antaranya “memberikan nasehat kepada setiap muslim”[2]. Oleh karena itu, seorang pemberi nasehat harus membersihkan niatnya dari segala ketamakan dunia dan keinginan mendapatkan pujian manusia dan maksud buruk lainnya.
Al Imam Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang menampakkan ucapan dan perbuatannya kepada manusia perbuatan yang baik, tetapi ia mempunyai maksud mencapai tujuan yang buruk, lalu dipuji oleh manusia disebabkan perbuatan baik yang ia tampakkan padahal mempunyai tujuan yang buruk, lalu dia gembira dengan pujian manusia, maka orang tersebut diancam oleh Allah Ta’ala dengan adzab yang sangat pedih. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
KETERANGAN ULAMA TENTANG KEHARUSAN MEMILIKI ILMU DALAM MEMBERI NASEHAT DAN BERDA’WAH
Oleh :Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan beberapa sifat yang harus dimiliki
oleh seorang da’i yang mengajak kepada perbuatan ma’ruf dan melarang orang lain
berbuat mungkar, di antaranya :
“…Yang dimaksud dengan niat terpuji yang diterima di sisi Allah dan mendapatkan ganjaranNya adalah hendaknya amalan tersebut ditujukan untuk mencari ridha Allah dan yang dimaksud dengan amal terpuji yang merupakan amal saleh adalah amal yang diperintahkan, dan apabila demikian adanya maka orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar wajib menerapkan pada dirinya sendiri dua syarat tadi, dan tidaklah disebut amal saleh apabila tidak berdasarkan ilmu dan pemahaman ….” Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on January 2, 2012 by abufahmiabdullah
Perbedaan Antara Memberi Nasehat Dengan Menjelekkan Orang Lain
Oleh Ustadz Fariq bin Gasim Anuz
Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna, selalu ada kelemahan dan kekurangannya. Setiap manusia mesti mempunyai kesalahan dan sebaik-baik mereka adalah yang bertaubat kepada Allah, menyadari akan kesalahannya, lalu menyesal dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Oleh karena itu nasehat menasehati menuju kebenaran harus digalakkan, bagi yang dinasehati seharusnya ia berterima kasih kepada orang yang telah menunjukkan kekurangan dan kesalahannya, hanya saja hal ini jarang terjadi, pada umumnya manusia tidak suka disalahkan apalagi kalau teguran itu disampaikan kepadanya dengan cara yang tidak baik.
Maka seorang pemberi nasehat haruslah mengetahui metode yang baik agar nasehatnya dapat diterima oleh orang lain. Diantara metode nasehat yang baik adalah memberi nasehat kepada orang lain secara rahasia tanpa diketahui oleh orang lain. Dalam kesempatan ini akan kami nukilkan penjelasan para ulama tentang adab yang satu ini. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | 2 Comments »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Antara Kritik Syar’i Dengan Kebencian Pribadi
Oleh: Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz
Nasehat merupakan amalan yang penting dalam Islam, bahkan Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa “Dien (agama) itu nasehat”[1]. Beliau pun memberikan syarat kepada Jarir bin Abdullah radhiallohu ‘anhu ketika memba’iatnya yang di antaranya “Memberikan nasehat kepada setiap muslim”[2]. Oleh karena itu, seorang pemberi nasehat harus membersihkan niatnya dari segala ketamakan dunia, keinginan mendapatkan pujian manusia dan maksud buruk lainnya. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
FITNAH SYUBHAT DAN SEBAB-SEBABNYA
Oleh : Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz
Al Imam Muhammad bin Aslam At-Thusi rahimahullah (242 H) berkata “Dan barangsiapa mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam hal wahyu dan dengan apa-apa yang ahli syirik dan ahli bid’ah berada di atasnya pada hari ini, maka dia mengetahui perbedaan yang sangat jauh antara orang-orang salaf dan orang-orang khalaf, lebih jauh antara jarak timur dan barat, mereka berdiri di atas sesuatu dan orang-orang salaf berdiri di atas sesuatu yang lain, sebagaimana dikatakan :
Dia pergi ke timur dan engkau pergi ke barat
Jauh sekali perbedaannya antara timur dan barat
Dan perkara ini -demi Allah- lebih dahsyat dari apa yang telah kami sebutkan.
Imam Al Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya (2/115) [1] dari Ummi Darda radliyallahu’anha, ia berkata, “Abu Darda masuk ke rumah dengan keadaan marah, maka aku tanyakan kepadanya, “Ada apa engkau?” Maka ia berkata, “Demi Allah, aku tidak mengetahui sedikit pun pada diri mereka tentang urusan (Nabi) Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, kecuali mereka semuanya shalat”. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | 1 Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Bahtera Penyelamat dari gelombang Syubhat
Oleh Al-Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz
Al Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
“Dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari fitnah syubhat ini kecuali dengan ittiba’ kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam semata, dan berhukum kepadanya tentang masalah dien dalam hal-hal yang kecil maupun yang besar, baik masalah-masalah zhahir maupun batin, aqidah maupun amaliah, hakekat maupun syari’ah, maka dia mengambil dari beliau hakekat-hakekat Iman dan syariat-syari’at Islam, seperti apa yang telah beliau tetapkan berupa sifat-sifat, perbuatan-perbuatan, dan nama-nama Allah maka kita menetapkannya pula, dan apa-apa yang beliau nafikan harus kita nafikan.
Begitu pula kita harus mengambil tuntunan beliau dalam hal kewajiban shalat, waktu-waktunya, jumlah raka’atnya, batas-batas nishab zakat, orang-orang yang berhak menerimanya, kewajiban wudhu, mandi janabah, dan puasa Ramadhan (serta yang lainnya, pent), maka janganlah seseorang menjadikan beliau sebagai Rasul dalam suatu urusan, tetapi tidak menjadikan beliau sebagai Rasul dalam urusan dien yang lainnya, bahkan sesungguhnya beliau itu Rasul dalam setiap urusan yang dibutuhkan umat baik dalam hal ilmu ataupun dalam hal amaliah, dan tidak boleh sesuatu diambil kecuali harus darinya, maka petunjuk itu hanya mencakup ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan beliau dan setiap apa yang menyimpang dari tuntunan beliau maka hal tersebut merupakan kesesatan. Apabila seseorang mengikat hatinya atas hal yang demikian dan selain itu ia menolaknya, serta ia selalu menimbang sesuatu dengan apa-apa yang datang dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, apabila sesuai dengan beliau dia menerimanya, bukan dikarenakan orang yang mengucapkannya tetapi karena hal tersebut sesuai dengan risalah Islam. Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | 2 Comments »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
ETIKA BERGAUL
Oleh Ustadz Fariq bin Gasim Anuz
Cita-cita tertinggi seorang muslim, ialah agar dirinya dicintai Allah, menjadi orang bertakwa yang dapat diperoleh dengan menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia. diantara tanda-tanda seseorang dicintai Allah, yaitu jika dirinya dicintai olah orang-orang shalih, diterima oleh hati mereka. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Lalu Jibril mencintainya dan menyeru kepada penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi.” [Hadits Bukhari dan Muslim,dalam Shahih Jami’ush Shaghir no.283] Read more »
Filed under: Fiqh Nasehat | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Kesempurnaan Agama Islam
Penulis: Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari
Islam sebagai satu-satunya agama yang dipilih oleh Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam” (Ali Imran : 19)
Merupakan kebenaran mutlak yang datang dari Allah Ta’ala dan tidak ada kebenaran selain Islam, maka siapa yang menginginkan selain Islam berarti dia memilih kebathilan dan dalam keadaan merugi.
Allah Ta’ala berfirman : “Apakah selain agama Allah (Islam) yang mereka inginkan, padahal hanya kepada Allah-lah berserah diri segala apa yang ada di langit dan di bumi baik dengan tunduk (taat) maupun dipaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan.” (Ali Imran : 83)
“Dan siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agamanya maka tidak akan diterima darinya agama tersebut dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran : 85).
Agama yang haq ini telah disempurnakan oleh Allah Ta’ala dalam segala segi, segala yang dibutuhkan hamba untuk kehidupan dunia dan akhiratnya telah dijelaskan, sehingga tidak luput satu percakapan melainkan Islam telah mengaturnya. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Kesempurnaan Islam dsan Bahaya Bid’ah
Oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin Rohimahullah
ALLAH TELAH MENJELASKAN USHUL DAN FURU’ AGAMA DALAM AL QUR’ANUL KARIM
Anda tentu telah tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dalam Al Qur’an tentang ushul (pokok-pokok) dan furu’ (cabang-cabang) agama Islam. Allah telah menjelaskan tentang tauhid dengan segala macam-macamnya, sampai tentang bergaul sesama manusia seperti tatakrama pertemuan, tatacara minta izin dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majlis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. (Surah Al Mujaadalah:11).
Dan FirmanNya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu minta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: ‘Kembalilah!’ maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surah An-Nuur:27-28). Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Syarat-Syarat Ibadah yang Benar
﴿ ضوابط العبادة الصحيحة ﴾
Penyusun : Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan Hafidzahullah
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang telah menyempurnakan agama-Nya, menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita, meridhoi islam sebagai agama kita, dan memerintahkan kita agar berpegang denganya hingga mati:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS: Ali Imron: 102).
Dan wasiat Ibrahim dan Ya’qub kepada anaknya:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
” Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (QS: al-Baqroh: 132) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
CARA MEWUJUDKAN IBADAH
Oleh : Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al Hilali Hafidzahullah
عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ كَعْبٍ الأَسْلَمِيِّ قَالَ كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: سَلْ. فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ. قَالَ: أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ، قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslami Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan: Aku menginap di rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku membantu membawakan air wudhu dan keperluan beliau, lalu beliau berkata,”Mintalah sesuatu kepadaku!” Saya menjawab,”Saya minta agar bisa bersamamu di surga!” Beliau bersabda,”Atau yang lain (dari) itu?” Aku menjawab,”Itu saja,” maka beliau bersabda,”Bantulah aku (untuk mengalahkan) nafsu (diri)mu dengan banyak bersujud.” [HR Imam Muslim].
Peribadatan kepada Allah merupakan tujuan diciptakannya seorang hamba. Lalu bagaimanakan cara mewujudkannya? Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENURUT SYARI’AT ISLAM
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yang diikuti. Semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para Shahabatnya.
Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama Islam bagi umatnya; menyempurnakan nikmat-Nya bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mewafatkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali setelah beliau selesai menyampaikan segala sesuatu yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dengan jelas, baik berupa perkataan maupun perbuatan; juga setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa setiap hal baru yang diada-adakan oleh manusia dan disandarkan kepada agama Islam, baik berupa i’tiqâd (keyakinan), perkataan maupun perbuatan semua itu adalah bid’ah dan tertolak, walaupun maksudnya baik. Semua ini karena bid’ah merupakan penambahan terhadap ajaran agama dan mensyari’atkan sesuatu yang tidak diizinkan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta merupakan tasyabbuh (penyerupaan) dengan musuh-musuh Allah Azza wa Jalla dari golongan Yahudi dan Nasrani. Selain itu, melakukan bid’ah berarti pelecehan terhadap agama Islam dan menganggapnya tidak sempurna. Keyakinan ini mengandung kerusakan yang besar dan bertentangan dengan firman Allah Azza wa jalla dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memperingatkan terhadap bid’ah. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
APA HUKUMNYA MERAYAKAN MAULID NABI ?
Oleh : Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani (1173-1250H)
PENDAHULUAN
Bismillahi- rahmaani-rahiim
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan, petunjuk dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kita memohon perlindungan dari kejahatan diri dan amalan kita kepada-Nya. Sesungguhnya barang siapa yang telah Allah berikan petunjuk, niscaya tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang telah Allah sesatkan, niscaya tidak akan ada yang mampu memberikannya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya.
Amma ba’du. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI?? 
Oleh : Usamah bin Abdillah ath-Thiiby al-Filisthini
Termasuk perkara yang tidak diragukan lagi adalah, bahwa sekarang ini kita berada dalam kehidupan yang penuh dengan slogan yang gencar, mengarah kepada penghulu keturunan nabi Adam, baginya sholawat yang paling utama dari salam yang paling sempurna. Slogan-slogan tersebut menyakiti sang penebar rahmat dan petunjuk Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. dikarenakan sekarang kita dekat dengan waktu peringatan Maulid Nabi (!!). Maka saya ingin menjelaskan kepada kaum mislimin bentuk penganiayaan kepada Rasulullah, bahkan model-modelnya amat banyak sekali.
Kebanyakan para pecinta beliau lupa akan hal ini, sehingga kecintaan tersebut menyeret mereka untuk berlaku ghuluw (berlebih-lebihan), yang dengan itu justru mereka menyelisihi perintah dan bimbingan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Diantara bentuk penganiayaan terhadap Rasulullah adalah membuat ajaran baru didalam agama dan tuntunan beliau yang sempurna, karena telah disempurnakan Allah : Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah
Maulid Nabi, Padahal Ulama Pun Telah Berselisih Tentang Tanggal Kelahirannya..
Mengkritisi Sejarah Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam
Oleh: Ustadz Ubaidah Yusuf as-Sidawi
Sesungguhnya kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ke dunia ini merupakan nikmat yang sangat agung. Bagaimana tidak, dengan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berarti lahirlah seorang nabi yang penuh kasih dan berjasa besar dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan masa jahiliah menuju Islam yang keindahan cahayanya dapat kita rasakan hingga detik ini.
“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada orang-orang yang beriman yaitu ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah), padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran : 164).
Oleh karena itu, umat ini hendaknya banyak bersyukur kepada Allah azza wa jalla atas kelahiran nabi yang mulia tersebut. Namun demikian bukan berarti kita berlebihan dalam memperlakukan hari kelahirannya tersebut, atau membuat dongeng-dongeng serta keyakinan-keyakinan yang tidak berdasar, dan juga membuat ritual-ritual ibadah yang tidak ada bimbingan agama, karena hal itu bukanlah termasuk ungkapan syukur yang dimaksud dalam agama. “Berbagai keyakinan yang berlebihan mewarnai hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian berkeyakinan bahwa malam kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah malam yang paling utama, bahkan lebih utama dari malam lailatul qadr![1] Read more »
Filed under: Aqidah | 1 Comment »
Posted on February 18, 2010 by abufahmiabdullah

Judul Asli: Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi hafizhahullah
Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa ahlul bid’ah senantiasa ‘berjuang’ dengan penuh kegigihan membela dan mengibarkan bendera bid’ah, sehingga bid’ah menyebar di mana-mana. Jangan heran bila mereka begitu berani memaksakan dalil demi hawa nafsunya atau menasabkan hadits yang tidak ada asalnya.
Bagaimana sikap kita dalam menghadapi syubhat mereka?! Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 19, 2010 by abufahmiabdullah
Benarkah Sholahuddin Al-Ayyubi Pencetus Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam
Oleh :Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf
Alkisah
Ada sebuah kisah yang cukup masyhur di negeri nusantara ini tentang peristiwa pada saat menjelang Perang Salib. Ketika itu kekuatan kafir menyerang negeri Muslimin dengan segala kekuatan dan peralatan perangnya. Demi melihat kekuatan musuh tersebut, sang raja muslim waktu itu, Sholahuddin al-Ayyubi, ingin mengobarkan semangat jihad kaum muslimin. Maka beliau membuat peringatan maulid nabi. Dan itu adalah peringatan maulid nabi yang pertama kali dimuka bumi.
Begitulah cerita yang berkembang sehingga yang dikenal oleh kaum Muslimin bangsa ini, penggagas perayaan untuk memperingati kelahiran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ini adalah Imam Sholahuddin al Ayyubi. Akan tetapi benarkah cerita ini? Kalau tidak, lalu siapa sebenarnya pencetus peringatan malam maulid nabi? Dan bagaimana alur cerita sebenarnya? Read more »
Filed under: Aqidah | 1 Comment »
Posted on February 19, 2010 by abufahmiabdullah
MENGAPA HARUS BARZANJI?
Oleh : Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro
1). Keberadaan Kitab Barzanji Di Kalangan Kaum Muslimin.
Kitab ‘Iqdul jauhar fî maulid an nabiyyi al azhar’ atau yang terkenal dengan nama Maulid Barzanji, adalah sebuah kitab yang sangat populer di kalangan dunia Islam, demikian juga di negara kita Indonesia, terutama di kalangan para santri dan pondok-pondok pesantren. Maka, tidak mengherankan jika di setiap rumah mereka terdapat kitab Barzanji ini. Bahkan, sebagian di antara mereka sudah menghafalnya. Sudah menjadi ritual di antara mereka untuk membacanya setiap malam Senin karena meyakini adanya keutamaan dalam membacanya pada malam hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada juga yang membacanya setiap malam Jum’at karena mengharap keberkahan malam hari tersebut. Ada juga yang membacanya setiap bulan sekali, dan ada juga pembacaan maulid barzanji ini pada hari menjelang kelahiran sang bayi atau pada hari dicukur rambutnya. Sudah kita ketahui bahwa mereka beramai-ramai membacanya dengan berjamaah kemudian berdiri ketika dibacakan detik-detik kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan pada perayaan maulid beliau pada tanggal 12 Rabi’ûl awwal. Mereka meyakini bahwa dengan membaca barzanji ini mereka telah mengenang dan memuliakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga mereka akan memperoleh ketentraman, kedamaian dan keberkahan yang melimpah. Demikianlah cara mereka untuk mewujudkan cinta sejati mereka kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 19, 2010 by abufahmiabdullah
Barzanji, Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Oleh : Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin
SEPUTAR KITAB BARZANJI
Secara umum peringatan maulud Nabi Shallallahu alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan shalawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’, ada kalanya ditambah dengan senandung qasîdah Burdah. Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya, tetapi biasanya kitab Daiba’, Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang diawali dengan membaca Daiba’, lalu Barzanji, kemudian ditutup dengan Qasîdah Burdah. Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulîd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Maka tidak aneh jika banyak di antara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya, meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. Berikut uraiannya :
Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 19, 2010 by abufahmiabdullah
Cintamu Palsu (Nasihat untuk para pelaku maulid) 
Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi
Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Saudaraku yang semoga selalu mendapatkan taufik Allah Ta’ala. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi lagi sesudah beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan yang mulia dengan syafa’at al ‘uzhma pada hari kiamat kelak. Itulah di antara keistimewaan Abul Qosim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang muslim punya kewajiban mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari makhluk lainnya. Inilah landasan pokok iman. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 19, 2010 by abufahmiabdullah
WAJIBNYA MENCINTAI DAN MENGANGUNGKAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SERTA LARANGAN GHULUW (BERLEBIH-LEBIHAN) [1]
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat tentang wajibnya mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi kecintaan dan pengagungan terhadap seluruh makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi dalam mencintai dan mengagungkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak boleh melebihi apa yang telah ditentukan syari’at, karena bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam seluruh perkara agama akan menye-babkan kebinasaan.
[A]. Wajibnya Mencintai Dan Mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Pertama-tama, wajib bagi setiap hamba mencintai Allah dan ini merupakan bentuk ibadah yang paling agung. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” [Al-Baqarah:165] Read more »
Filed under: Manhaj | 2 Comments »
Posted on February 20, 2010 by abufahmiabdullah
DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM
Detik-detik perpisahan
Pada saat dakwah telah sempurna dan Islam telah menguasai situasi, tanda-tanda perpisahan dengan kehidupan dan dengan orang-orang yang masih hidup mulai tampak terasa dalam perasaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dan semakin jelas lagi dari perkataan-perkataan dan perbuatan beliau.
Pada bulan Ramadhan tahun 10 hijriyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf selama dua puluh hari, yang mana pada tahun-tahun sebelumnnya beliau tidak pernah beri’tikaf kecuali sepuluh hari saja, dan malaikat Jibril membaca dan menyimak bacaan al-Quran beliau sebanyak dua kali (padahal di tahun-tahun sebelumnya hanya satu kali). Read more »
Filed under: Siroh | Leave a Comment »
Posted on February 23, 2010 by abufahmiabdullah
Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam
Washiyyatu Muwaddi’
karya Syaikh Husain bin ’Audah al-’Awayisyah
Sungguh banyak nasihat yang telah Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam sampaikan kepada ummatnya, baik yang berkaitan dengan masalah duniawi mau pun masalah ukhrawi mereka.
Di antara nasihat-nasihat yang paling berkesan di hati para Sahabatnya adalah nasihat yang beliau sampaikan menjelang wafatnya, sebagaimana dikisahkan oleh salah seorang Sahabat bernama al-‘Irbadh bin Sariyah berikut ini.
Dari al-‘Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu anhu, dia berkata bahwa (pada suatu hari) Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang sangat berkesan sehingga hati kami terharu dan air mata kami bercucuran.
Maka kami pun menyapanya: “Wahai Rasulullah, sepertinya ini pesan perpisahan. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 23, 2010 by abufahmiabdullah
ADA APA SETELAH KEMATIAN NABI SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM ?
Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam telah meninggal dunia. Air mata pun bercucuran, hati menjadi sedih dan tersiksa, dunia menjadi gelap, dan orang-orang Mukmin mengingkari diri mereka sendiri.
Kekasih yang dicintai dan disenangi, sosok yang mulia dan seorang pendidik dan pengajar yang penuh rasa kasih sayang terhadap orang-orang Mukmin, telah pergi meninggalkan dunia
Perhatian orang yang kehilangan kekasih yang dicintai dan disenanginya adalah dengan cara menyegarkan kembali relung hatinya dengan kenang-kenangan … Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 23, 2010 by abufahmiabdullah
# LALU, APA SOLUSINYA? 
• “Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah
Khu lafa-ur Rasyidin yang mendapatkan pe tunjuk, gigitlah dia dengan gigi geraham”
“Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku”, artinya berpegang teguhlah kepada manhaj dan jalanku. Karena dia adalah cahaya, obat dan sekaligus rahmat. As-Sunnah yang menafsirkan al-Qur-anul ‘Azhim dan ia diambil dari sumbernya.
Bagaimana mungkin orang yang berpegang kepada al-Qur-an dan as-Sunnah dapat tersesat dan celaka, sementara Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam bersabda:
“Aku telah meninggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu al-Qur-an dan Sunnah Rasul-Nya.”[20]
Diriwayatkan dari Abul ‘Aliyah, bahwa dia berkata: “Kalian harus berpegang teguh kepada perkara pertama yang dahulu menjadi pedoman mereka (Sahabat) sebelum orang-orang terpecah belah.” Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 23, 2010 by abufahmiabdullah
Tangisan Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu Karena Khawatir Terhadap Dunia
Dari Zaid bin Arqam Rodhiyallahu anhu bahwa Abu Bakar Rodhiyallahu anhu meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya. Mereka bertanya, “Apa yang membuat anda menangis seperti ini?” Dia menjawab, “Aku pernah bersama Nabi Shalallallahu alihi wa sallam , dan beliau menolak sesuatu dari diri beliau seraya berkata, ‘Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku.’ Padahal aku tidak melihat seorang pun bersamanya. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku melihatmu menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat seorang pun bersamamu?’ Beliau Shalallallahu alihi wa sallam menjawab,
هذِهِ الدُّنْيَا تَمَثَّلَتْ لِيْ بِمَا فِيْهَا، فَقُلْتُ لَهَا: إِلَيْكَ عَنِّيْ، فَتَنَحَّتْ
‘Dunia ini diperlihatkan kepadaku dengan segala isinya, maka aku berkata, ‘Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku!’ Lalu ia pun menjauh.’ Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on February 23, 2010 by abufahmiabdullah
TANGISAN UMAR BIN AL-KHATHTHAB RADHIYALLAHU ANHU
TANGISAN UMAR RADHIYALLAHU ANHU ATAS KEZUHUDAN NABI SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM
Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu menuturkan kepadaku, katanya, ‘Aku menemui Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam saat beliau di atas tikarnya. Aku duduk, ternyata di atas tikar tersebut terda-pat kain sarung dan tidak ada selainnya. Rupanya tikar tersebut membekas pada lambung beliau. Aku juga melihat segenggam gandum hampir satu sha’ dan [I]qardz[/I] (beberapa tumbuhan untuk menyamak kulit) di pojok kamar. Dan ada juga kulit yang ter-gantung. Melihat hal itu kedua mataku mengucurkan air mata. Beliau Shalallallahu alaihi wa sallam bertanya,
مَا يُبْكِيْكَ يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ؟
“Apa yang membuatmu menangis, wahai Ibnu al-Khaththab?”
Aku menjawab, “Wahai Nabi, bagaimana aku tidak menangis sedangkan tikar ini telah membekas di lambung baginda, dan aku tidak melihat di dalam kamar ini kecuali apa yang aku lihat. Sementara itu Kisra dan Kaisar bergelimang dengan buah-buahan dan sungai-sungai, sedangkan engkau adalah Nabi Allah dan orang pilihanNya namun hanya ini pembendaharaan ba-ginda.” Maka beliau Shalallallahu alihi wa sallam bersabda, Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on February 24, 2010 by abufahmiabdullah
# BARANG SIAPA MENGAMBIL (AGAMA-ed) DARI SAHABAT BERARTI DIA TELAH MENGAMBIL DARI AL-QUR-AN AL-KARIM
Para Sahabat g telah mengambil (agama ini-ed) dari keempat khalifah dan para Sahabat adalah orang yang paling berantusias terhadap kebaikan..
Allah Subhanahu wa ta’ala sendiri benar-benar telah mempersaksikan keimanan mereka dan melarang mengikuti selain jalan mereka.
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa’: 115) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 24, 2010 by abufahmiabdullah
BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBAGI BID’AH KEPADA BID’AH HASANAH (YANG BAIK) DAN BID’AH SAYYI-AH (YANG BURUK)
Mereka berkata: “Bid’ah ada yang baik dan ada pula yang buruk.”[44]
Penulis berkata: “Katakanlah jika kalian kehendaki ada bid’ah yang baik dan ada bid’ah yang buruk, tetapi janganlah kalian lupa bahwa Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam telah bersabda:
“Karena sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.”
Karena setiap nama yang kalian sandangkan itu masuk ke dalam kata kull (setiap) yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu anhu, dia berkata: “Setiap perbuatan bid’ah itu adalah sesat, sekalipun orang-orang melihatnya baik.”[45]
Adapun orang yang berkata: “Sekarang ini bukanlah saatnya untuk melarang bid’ah, namun yang lebih utama adalah memerangi aliran-aliran pemikiran yang menyimpang dari agama,” Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on February 24, 2010 by abufahmiabdullah
BERSAMA AHLI BAIT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Oleh : Ustadz Abu Abdillah Al-Atsari
Nasab ahli bait/ahlul bait merupakan nasab yang mulia, karena mereka terlahir dari keturunan orang-orang pilihan, manusia terbaik yang ada di muka bumi. Namun kemuliaan nasab ini janganlah membuat kita lupa daratan kepada mereka, semisal terlalu berlebihan alias ghuluw atau menganggap mereka ma’shum dari dosa, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya bagaimana loyalitas yang benar terhadap ahli bait, cermati pembahasan berikut ini. Allahul Muwaffiq.
SIAPAKAH AHLI BAIT?
Telah terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang siapakah ahli bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pendapat yang shahih, ahli bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang diharamkan bagi mereka shodaqoh. Mereka adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keturunannya, serta seluruh kaum muslimin dan muslimah dari keturunan Abdul Muthalib dan keturunan Bani Hasyim bin Abd Manaf, Allahu a’lam Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 24, 2010 by abufahmiabdullah
Salah satu doktrin teologis primer bagi kaum Syi’ah menyatakan bahwa agama ini hanya akan tegak dengan wasilah (perantaraan) Ahlul-Bait. (Saat lawan bicara mereka adalah Ahlus-Sunnah), salah satu dalil penting yang mereka kemukakan adalah :
حَدَّثَنَا يحيى قَال حَدَّثَنَا جرير عن الحسن بن عبيد الله عن أبي الضحى عن زيد بن أرقم قَال النبي صلى الله عليه وسلم إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا كتاب الله عز وجل وعترتي أهل بيتي وإنهما لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض
Telah menceritakan kepada kami Yahya, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Jariir, dari Al-Hasan bin ‘Ubaidillah, dari Abudl-Dluhaa, dari Zaid bin Arqam, ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku tinggalkan untuk kalian yang apabila kalian berpegang-teguh padanya maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah ‘azza wa jalla dan ‘itrahku ahlul-baitku. Dan keduanya tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku di Al-Haudl” [Diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyaan Al-Fasaawiy dalam Al-Ma’rifah wat-Taariikh, 1/536].
Yahya, menurut pen-tahqiq kitab Al-Ma’rifah (Dr. Akram Dliyaa’ Al-‘Umariy hafidhahullah) adalah Ibnu Yahyaa bin Bakiir, seorang perawi tsiqah. Sedangkan menurut jalan sanad Al-Haakim, ia adalah Ibnul-Mughiirah As-Sa’diy Ar-Raaziy. Abu Haatim mengatakan ia perawi shaduuq [Al-Jarh wat-Ta’diil, 9/191 no. 798]. Ibnu Hibbaan memasukkannya dalam Ats-Tsiqaat [9/no. 16357]. Adapun perawi lain adalah perawi Shahihain, kecuali Al-Hasan bin ‘Ubaidillah, ia hanya dipakai oleh Muslim saja. Read more »
Filed under: Manhaj | 2 Comments »
Posted on February 26, 2010 by abufahmiabdullah
Keutamaan Ayat Kursi
Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain. Surat yang paling agung adalah surat al-Fatihah, sedangkan ayat yang paling agung adalah ayat kursi, yaitu di surat Al-Baqarah, ayat 255. Yang akan kita pelajari bersama dalam kesempatan ini adalah ayat kursi.
Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Wahai Abul Mundzir (gelar kunyah Ubay), tahukah engkau ayat mana di kitab Allah yang paling agung?”
Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Beliau berkata, “Wahai Abul Mundzir, Tahukah engkau ayat mana di kitab Allah yang paling agung?”
Aku pun menjawab,
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Maka beliau memukul dadaku dan berkata, “Demi Allah, selamat atas ilmu (yang diberikan Allah kepadamu) wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim no. 810) Read more »
Filed under: Tafsir | Leave a Comment »
Posted on February 26, 2010 by abufahmiabdullah
TAFSIRAN TAUHID DAN SYAHADAT LAA ILAHA ILLA ALLAH
Oleh : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rohimahullah
Firman Allah Ta’ala:
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
“Artinya : Orang-orang yang diseru oleh kaum musyrikin itu, mereka sendiri senantiasa berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepadaNya), dan mereka mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan siksa-Nya, sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” [Al-Isra': 57]
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ
إِلا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ
“Artinya : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya; Sesungguhnya aku melepaskan diri dari segala apa yang kamu sembah, kecuali Allah saja Tuhan yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan menunjukiku (kepada jalan kebenaran).” [Az-Zukhruf: 26-27]
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Artinya : Mereka, menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka mempertuhankan pula) Al-Masih putera Maryam, padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada Satu Sembahan, tiada Sembahan yang haq selain Dia. Maha Suci Allah dari perbuatan syirik mereka.” [At-Taubah: 31] Read more »
Filed under: Tafsir | Leave a Comment »
Posted on February 26, 2010 by abufahmiabdullah
Tafsir, Keutamaan dan Macam-macamnya
Oleh : Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Ingin tahu tafsir Al-Qur’an? Sebarapa penting ilmu ini dan keutamaan-keutamaannya? Artikel berikut akan membahas pengantar dari macam-macam ilmu Tafsir Al-Qur’an.
Sesungguhnya hal yang paling berhak diperhatikan ilmunya dan dicapai puncak ma’rifatnya, adalah ilmu yang diridhoi Alah dan yang menunjukkan jalan yang benar kepada pemiliknya. Yang itu semua terdapat dalam Kitabullah, yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Turun dari-Nya tanpa kebimbangan di dalamnya. Read more »
Filed under: Tafsir | Leave a Comment »
Posted on February 26, 2010 by abufahmiabdullah
MEMILIH KITAB TAFSIR QUR’AN TERPERCAYA
Disusun oleh : Abu Ismail Muslim Al Atsary
KITAB-KITAB TAFSIR TERPERCAYA
Kenyataan membuktikan bahwa tidak semua kitab tafsir al Qur’an dapat dijadikan rujukan dan terpercaya. Hal ini telah dinyatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala dengan perkataan beliau :
“Telah ma’lum ,sesungguhnya di dalam kitab-kitab tafsir terdapat sangat banyak nukilan DUSTA atas nama IBNU ABBAS Rodhiyallahu anhu, yaitu dari riwayat al-Kalbi dari Abu Shalih dan lainnya.
Sehingga penukilan itu haruslah dinyatakan kesahihannya agar hujjah menjadi tegak.Maka hendaklah MERUJUK kitab-kitab tafsir yang disebutkan penukilan didalamnya ,seperti : Tafsir Muhammad Ibnu Jarir ath-Thabary. Yang didalamnya beliau menukilkan perkataan salaf DENGAN ISNADNYA. Dan hendaklah dibandingkan dengan tafsir Muqatil dan al-Kalbi.
Sebelum tafsir Ath-Thabary sudah ada tafsir Baqi bin Mikhlad al-Andalusi, Abdurrahman ibnu Ibrahim Duhaim Asy-Syami, Abd. Bin Humaid al-Kasyi, dan lain-lainnya, jika tidak sampai kepada tafsir Imam Ishaq bin Ruhawaih, tafsir Imam Ahmad bin Hambal dan imam-imam lainnya. Yang mereka itu adalah penduduk dunia yang paling mengetahui tafsir yang benar dari Nabi Shalallahu alaihi wa sallam dan riwayat-riwayat sahabat serta tabi’in di dalam masalah ushul (pokok-pokok agama) dan furu’ (cabang-cabang agama) dan ilmu-ilmu yang lain.” (Majmu’ Fatawa VI/389) Read more »
Filed under: Tafsir | Leave a Comment »
Posted on February 27, 2010 by abufahmiabdullah
Kayfiatu Da’watu ila at-Tauhid
Oleh : Syaikh Shalih Ibnu Abdil Aziz Al-Syaikh
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan kejahatan perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang patut diibadahi kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka.
Amma ba’du: Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on February 28, 2010 by abufahmiabdullah
Hukum Mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [XI/523] no: 6632)
Di lain kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [I/58] no: 15, dan Muslim dalam Shahih-nya [I/67 no: 69]) Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 4, 2010 by abufahmiabdullah
Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya 
oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-’Aql,
Disalin dari kitab Al-Iftiraaq Mafhumuhu ashabuhu subulul wiqayatu minhu
terbitan Darul Haq, penerjemah: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari.
MUKADIMAH
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepadaNya. Kami berlindung kepadaNya dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorangpun yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkanNya, nisaya tiada seorangpun yang dapat memberinya hidayah. Saya bersaksi bahwa tida Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagiNya. Yang berfirman dalam kitabNya.
“Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya” [Al-An'am : 153]
Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Yang telah memperingatkan umat dari musibah yang bakal terjadi, yakni bid’ah dan perpecahan, dalam sabda beliau.
“Artinya : Kalian akan mengikuti umat-umat terdahulu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga sekiranya mereka masuk lubang biawak, kalian pasti mengikutinya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim]
Wa ba’du Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 4, 2010 by abufahmiabdullah
Petaka perpecahan umat 
Penulis: Ustadz Muhammad Arifin bin Badri M.A.
Persatuan dan kesatuan adalah salah satu perkara yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah:
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا
“Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali (agama) Allah, dan jangan sekali-kali kamu bercerai berai”. (QS Ali Imran 102)
Allah Ta’ala juga berfirman:
ولا تكونوا كالذين تفرقوا واختلفوا من بعد ما جاءهم البينات وألئك لهم عذاب عظيم يوم تبيض وجوه وتسود وجوه
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram.” (QS Ali Imran 104-105)
Sahabat Ibnu Abbas dan Ibnu Umar –radliallahu ‘anhum- berkata: “Wajah-wajah Ahlis sunnah wal Jama’ahlah yang akan menjadi putih berseri dan wajah-wajah ahli bid’ah dan perpecahanlah yang akan hitam lagi muram”.
Persatuan dan berpegang teguh dengan tali (agama) Allah Ta’ala adalah salah satu prinsip terbesar dalam agama islam, yang senantiasa diwasiatkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada seluruh manusia. Dan Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam dalam banyak kesempatan senantiasa mengingatkan ummatnya akan pentingnya hal ini, sebagaimana yang beliau lakukan disaat khutbah hari arafah, tatkala beliau bersabda:
وقد تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعده إن اعتصمتم به كتاب الله
Sungguh aku telah meninggalkan ditengah-tengah kalian, satu hal yang bila kalian berpegang teguh dengannya, niscaya selama-lamanya kalian tidak akan tersesat, bila kalian benar-benar berpegang tegunh dengannya, yaitu kitab Allah (Al Qur’an).” [Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdillah, dan hadts beliau ini diriwayatkan oleh imam Muslim, dalam kitab shohihnya 2/886/1218] Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Mengingat Kematian dan Kehidupan Sesudahnya 
Orang yang tenggelam dalam keduniaan dan terpedaya oleh gemerlapnya dunia , tentu hatinya lalai mengingat mati. Jika diingatkan tentang mati, maka ada yang merasa tidak suka dan menghindar. Dalam hal ini, manusia ada yang tenggelam, ada yang bertaubat, ada yang memulai dan ada yang sadar dan waspada.
Orang yang tenggelam dalam keduniaan tidak akan mengingat mati. Kalau pun dia mengingat mati, maka dia akan menyayangkan terhadap keduniaan yang belum diraihnya, lalu sibuk mencerca mati. Ingatannya tentang kematian hanya membuatnya semakin jauh dari Allah Tabaroka wa ta’ala.
Sedangkan orang yang bertaubat, dia banyak mengingat mati untuk membangkitkan ketakutan di dalam hatinya, agar dia bisa bertaubat secara sempurna. Boleh jadi dia takut mati, karena merasa taubatnya belum sempurna atau sebelum dia memperoleh bekal yang layak. Ketidaksukaannya terhadap kematian masih bisa ditolerir, dan yang demikian ini tidak termasuk dalam sabda Nabi Shalallahu alaihi wa salam,
Siapa yang tak suka bersua Allah, maka Allah pun tak suka bersua dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim). Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
MAKNA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Adalah:
Mereka yang menempuh seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah ‘Alaihi Asholatu wa Sallam dan para Shahabatnya Radhiyallahu Ajma’in. Disebut Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya Radhiyallahu Ajma’in.
As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan/cara, apakah jalan itu baik atau buruk[1].
Sedangkan menurut ulama ‘aqidah, as-Sunnah adalah petun-juk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya, baik tentang ilmu, i’tiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah as-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengiku-tinya akan dipuji dan orang-orang yang menyalahinya akan dicela.[2]
Pengertian as-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbaly Rahimahullah (wafat 795 H): “As-Sunnah ialah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan. Itulah as-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi Salaf terdahulu tidak menamakan as-Sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut. Hal ini diriwayatkan dari Imam Hasan al-Bashry (wafat th. 110 H), Imam al-Auza’iy (wafat th. 157 H) dan Imam Fudhail bin ‘Iyadh (wafat th. 187 H).” [3] Read more »
Filed under: Manhaj | 2 Comments »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
STUDI SINGKAT TENTANG AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH
Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd
Definisi Sunnah.
Menurut bahasa “Sunnah” berati cara dan jalan hidup. Di dalam qasidah Mu’allaqat-nya yang terkenal, Lubaid bin Rabi’ah berkata,
مِنْ مَعْشَرٍ سَنَّتْ لَهُمْ آباؤُهُمْ # وَلِكُلِّ قَوْمٍ سُنَّةٌ وَ إِمَامُهَا
Dari komunitas yang dibuat leluhur mereka untuk mereka
Dan setiap kaum memiliki cara hidup dan pemimpinnya.[1]
Penyair lain berkata:
رَبِّ وَفِّقْنِيْ فَلاأََعْدِلُ عَنْ # سُنَنِ السَّاعِيْنَ فِي خَيْرِ سُنُنِ
Tuhan, berilah aku pertolongan
Agar aku tak menyimpang
Dari jalan hidup mereka yang berjalan
Di atas jalan hidup yang terbaik.[2]
Ibnu Manzhur berkata : “Kata Sunnah berarti jalan hidup yang baik maupun yang buruk. “ Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Waspada terhadap Sempalan Islam
(Dikutip dari Salafy Edisi Perdana/Syaban/1416/1995,
Islam itu sesungguhnya hanya satu, sebagai agama yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya dengan kesempurnaan yang mutlak.”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.”(Al-Maidah:3)
Islam telah menjawab segala problematika hidup dari segenap seginya. Tetapi di masa kini sedikit sekali orang yang mengetahui dan meyakini kesempurnaannya.Ini sesungguhnya adalah sebagai akibat pengkaburan Islam dari warna aslinya oleh debu dan polusi bid’ah, sehingga mayoritas umat Islam amat rancu permasalahannya terhadap agamanya.
Allah Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang menyimpang dari rasul setelah terang padanya petunjuk itu, dan mengikuti jalannya selain mukminin, Kami akan gabungkan dia dengan orang-orang sesat dan Kami masukkan dia ke neraka Jahannam.”(An-Nissa:115). Islam itu sendiri adalah Jama’ah (satu kesatuan) dan yang menyimpang dari padanya adalah firqah (perpecahan).
Allah berfiman : “Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan agama Islam ini dan jangan kalian berpecah belah dari agama ini…”(Ali Imran:102) Sedangkan firqah itu tidak lain disebabkan oleh adanya orang-orang yang mengikut perkara syubhat (rancu) dalam agama ini dan mengekor kepada hawa nafsu. Read more »
Filed under: Firqoh | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj (Metode Pemahaman) Salaf
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد
Prolog
Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:
{وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari (kalangan) orang-orang muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Qs. At Taubah: 100)
Dalam ayat lain, Allah ta’ala memuji keimanan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam firman-Nya:
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا
“Dan jika mereka beriman seperti keimanan kalian, maka sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk (ke jalan yang benar).” (Qs. Al Baqarah: 137)
Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman dalam surat Al-Maidah 3, yang artinya: “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikamat-Ku dan telah Ku ridhai islam sebagai agamamu.”
Ibnu Katsir dalam mengomentari ayat ini mengatakan, bahwa ini (islam) adalah nikmat terbesar Allah ‘Azza wa Jalla atas ummat ini, dimana Allah ‘Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama ini untuk mereka. Maka mereka tidak lagi membutuhkan agama lagi selain islam dan kepada nabi selain Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu Allah ‘Azza wa Jalla telah menjadikan Muhammad Shalallallahu alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi dan mengutus beliau Shalallallahu alaihi wa sallam kepada manusia dan jin. Maka tidak ada lagi penghalalan kecuali apa-apa yang telah beliau halalkan, dan tidak ada lagi pengharaman kecuali apa-apa yang telah beliau Shalallallahu alaihi wa sallam haramkan, dan tidak ada lagi yang merupakan bagian dari agama kecuali dengan apa-apa yang beliau syari’atkan. Semua yang beliau Shalallallahu alaihi wa sallam sampaikan adalah benar dan tidak ada kedustaan sedikitpun. Read more »
Filed under: Manhaj | 1 Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Pengunjung Terakhir Akan Datang 
Sungguh! Ia tak datang karena haus akan hartamu, karena ingin ikut nimbrung makan, minum bersamamu, meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, memintamu memberikan rekomendasi kepada seseorang atau untuk memuluskan upaya yang tidak mampu ia lakukan sendiri.!! Pengunjung ini datang untuk misi penting dan terbatas serta dalam masalah terbatas. Kamu dan keluargamu bahkan seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menolaknya dalam merealisasikan misinya tersebut!
Kalau pun kamu tinggal di istana-istana yang menjulang, berlindung di benteng-benteng yang kokoh dan di menara-menara yang kuat, mendapatkan penjagaan dan pengamanan yang super ketat, kamu tidak dapat mencegahnya masuk untuk menemuimu dan menuntaskan urusannya denganmu!!
Untuk menemuimu, ia tidak butuh pintu masuk, izin, dan membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Ia datang kapan saja waktunya dan dalam kondisi bagaimanapun; dalam kondisimu sedang sibuk ataupun sedang luang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang dalam kondisi melarat, ketika kamu sedang bepergian atau pun tinggal di tempatmu.!! Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Cuplikan Dialog Syeikh Al-AlBany -rahimahullohu ta’ala- Tentang Manhaj Salafy 
Berikut ini adalah cuplikan dialog yang sangat indah yang dijawab oleh Imam al-Albaani rahimahullahu ta’ala dalam diskusinya dengan seseorang berkaitan dengan Manhaj Salaf, dituangkan dari kaset, “saya adalah Salafi”, dan inilah cuplikan dialog beliau pada bagian terpenting itu:
Syaikh al-Albaani: “waktu dikatakan kepada anda, ‘Apa madzhab anda?`, apa jawaban anda?’”
Penanya: “saya seorang Muslim”.
Syaikh al-Albaani: “ini tidaklah cukup!”
Penanya: “Allah sudah menyebutkan kita sebagai seorang Muslim” (lalu dibacanya firman Allaah Ta’ala)
هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ
“Dia adalah yang sudah menamai anda orang Muslim sebelumnya.” (al-Hajj 22:78)
Syaikh al-Albaani: “ini akan menjadi jawaban tepat dan benar jika kita berada pada masa awal Islam, sebelum ada sekte-sekte yang bermunculan dan menjalar.” Tetapi jika kita bertanya, sekarang, kepada orang Muslim dari sekte yang mana pun, yang kita berbeda dalam masalah aqeedah, jawabannya tidak akan berbeda dengan kata-kata ini. Semuanya – Shi’ite Rafidi (Syiah Rafidoh), Khawariji, Nusayri Alawi – akan mengatakan, “saya adalah orang Muslim”. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 5, 2010 by abufahmiabdullah
Kalimat Syahadat Dalam Sorotan
Masih terngiang-ngiang di telinga kita apa yang dikatakan guru agama kita di bangku sekolah dasar ketika menerangkan mengenai makna kalimat tauhid ‘laa ilaha illallah’. Guru kita akan mengajarkan bahwa kalimat ‘laa ilaha illallah’ itu bermakna ‘Tiada Tuhan selain Allah’. Namun apakah tafsiran kalimat yang mulia ini sudah benar? Sudahkah penafsiran ini sesuai dengan yang diinginkan al-Qur’an dan Al Hadits? Pertanyaan seperti ini seharusnya kita ajukan agar kita memiliki aqidah yang benar yang selaras dengan al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik umat ini (baca: salafush sholih).
Sebelumnya kami akan menjelaskan terlebih dahulu keutamaan kalimat ‘laa ilaha illallah’ agar kita mengetahui kedudukannya dalam agama yang hanif ini.
KEUTAMAAN KALIMAT ‘LAA ILAHA ILLALLAH’
Ibnu Rajab dalam Kalimatul Ikhlas mengatakan, “Kalimat Tauhid (yaitu Laa Ilaha Illallah, pen) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.” Lalu beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keutamaan kalimat yang mulia ini. Di antara yang beliau sebutkan: Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 6, 2010 by abufahmiabdullah
Syukurnya Seorang Buta 
Rasulullah menceritakan suatu kisah kepada para sahabatnya. Kisah yang penuh dengan hikmah yang dapat kita ambil ini, dicatat dengan baik oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahih mereka (Bukhori no. 3464 dan Muslim no. 2964) yang monumental. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi pernah bercerita,
“Dahulu ada tiga orang Bani Israil yang masing-masing menderita
suatu penyakit. Orang pertama diserang penyakit kudis sekujur tubuhnya,
orang kedia tidak memiliki sehelai rambut pun di kepalanya (botak) dan orang ketiga menderita cacat pada matanya sehingga tidak bisa melihat (buta).
Alloh ingin menguji mereka dengan mengutus seorang malaikat-Nya.Malaikatpun mendatangi orang pertama seraya bertanya, “Apayang paling anda inginkan?” Jawabnya, “Warna dankulit yang indah serta hilangnya seluruh cacat di tubuhku yang membuatmanusia menjauhiku.” Malaikat lalu mengusapnya sehingga cacatdi kulitnya hilang dan berganti warna kulit yang indah. Malaikat lalubertanya lagi, “Binatang (ternak) apa yang paling anda inginkan?” Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on March 6, 2010 by abufahmiabdullah
HADITS HUDZAIFAH RADHIYALLAHU TA’ALA ’ANHU 
Oleh : Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali Hafidzahullah
Nash Hadits.
“Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. [Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399]. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 9, 2010 by abufahmiabdullah
Studi Kritis Tentang Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Sikap Pergerakan Islam Modern Terhadapnya
oleh : Prof. DR. Nashir bin Abdul Kariem al-’Aql
Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah, kami memuji, memohon pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka tak seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya.
يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran: 102) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2010 by abufahmiabdullah
oleh : Prof. DR. Nashir bin Abdul Kariem al-’Aql
Bagian Pertama : Tamhid
Kajian ini meliputi :
1. Definisi aqidah dan objek kajiannya
2. Definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah
1. DEFINISI AQIDAH DAN OBJEKNYA
Secara bahasa Aqîdah berasal dari kata ‘aqd (عقد) yang berarti mengikat dengan kuat. Ia juga bermakna kokoh dan kuat, saling berpegangan dan saling berkaitan erat, permanen dan utuh. [1]
‘Aqd juga bermakna janji dan pengukuhan sumpah.
Segala sesuatu yang diyakini di dalam hati secara pasti juga disebut Aqîdah.
Aqîdah dalam istilah umum berarti keyakinan yang pasti dan keputusan yang final yang tidak ada keraguan di dalam hati. Demikianlah makna aqidah dalam pengertian yang umum, tanpa melihat kepada bentuk keyakinan yang diyakini, apakah haq maupun batil. Disebut aqidah karena sesuatu yang diyakini itu diikat kuat di dalam hati. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2010 by abufahmiabdullah
oleh : Prof. DR. Nashir bin Abdul Kariem al-’Aql
Kajian ini meliputi :
1. Sejarah Aqidah Tauhid dan Kapan Mulai Terjadi Penyimpangan.
2. Aqidah Tauhid di dalam Misi Da’wah Para Rasul Secara Umum.
3. Aqidah Tauhid di dalam Misi Da’wah Nabi Muhammad Shalallallahu alihi wa sallam Secara Khusus.
4. Sumber dan Referensi Aqidah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
5. Karakteristik Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
1. Sejarah Aqidah Tauhid dan Kapan Mulai Terjadi Penyimpangan
Aqidah Tauhid itu adalah ad-Dien al-Hanif (agama yang suci), agama yang lurus, agama fitrah yang telah difitrahkan Allah kepada manusia. Agama Tauhid ini ada bersama dengan adanya manusia itu sendiri, sebagaimana ditegaskan oleh dalil yang pasti (qath’i), yaitu al-Qur’an al-Karim yang merupakan sumber sejarah yang paling otentik dan paling valid. Allah berfirman,
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَتَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Rum: 30) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2010 by abufahmiabdullah
oleh : Prof. DR. Nashir bin Abdul Kariem al-’Aql
Kajian ini meliputi:
1. Ringkasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
2. Berpegang teguh kepada Aqidah Ahlus Sunnah adalah merupakan perkara yang niscaya.
3. Esensi berafiliasi (intima’) kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan konsekwensinya.
4. Beberapa catatan realitas sikap (lembaga, organisasi) da’wah masa kini terhadap Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
5. Antara Ahlus Sunnah dan Asya’irah
6. Beberapa masalah penting yang diperselisihkan madzhab Asya’irah terhadap Ahlus Sunnah.
7. Di Mana Ahlus Sunnah Berada?
1. Ringkasan Aqidah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Pertama: Beberapa Kaidah Umum : [1]
- Sumber Referensi (Rujukan) Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mengingat bahwa Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu bersifat tauqifi (terbatas pada nash), maka ia berdiri di atas prinsip taslim (pasrah dan menerima) kepada apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, tanpa tahrif (mengubah makna atau lafazhnya), ta’wil (menginterpretasikannya dengan makna lain), ta’thil (mengabaikan maknanya) ataupun tamtsil (mengumpamakan, menyamakan).
Aqidah ini hanya mempunyai dua sumber, yaitu :
1. Al-Qur’anul Karim dan
2. Hadits-hadits Shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2010 by abufahmiabdullah
oleh : Prof. DR. Nashir bin Abdul Kariem al-’Aql
Meliputi:
1. Beberapa Efek Buruk Yang Timbul Akibat Kelemahan Berpegang Kepada Aqidah Salaf
2. Beberapa Renungan Dan Harapan Seputar Aqidah Dan Dakwah
1. Beberapa Efek Buruk Yang Timbul Akibat Dari Lemahnya Sebahagian Pergerakan Dakwah Di Dalam Berpegang Kepada Aqidah Salaf
Di antara buah dari keteledoran sebahagian Kelompok-kelompok Pergerakan Islam terhadap masalah Aqidah, atau menjauhnya dari Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah terperosoknya Kelompok-Kelompok Pergerakan tersebut ke dalam sejumlah pelanggaran dan berbagai kesalahan. Maksudnya adalah pelanggaran-pelanggaran dan kesalahan-kesalahan umum yang sudah menjamur di kalangan kelompok-kelompok pergerakan da’wah dan di kalangan para da’i. Secara global dan singkat penulis paparkan sebagai berikut: Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2010 by abufahmiabdullah
Ibnu Taimiyah, Dai dan Mujahid Besar
“Demi Allah, tidaklah benci kepada Ibnu Taimiyah melainkan orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu.” [Qodhinya para qadhi Abdul Bar As-Subky]
——————————————
NAMA DAN NASAB
Beliau adalah imam, Qudwah, `Alim, Zahid dan Da`i ila Allah, baik dengan kata, tindakan, kesabaran maupun jihadnya; Syaikhul Islam, Mufti Anam, pembela dinullah daan penghidup sunah Rasul shalallahu`alaihi wa sallam yang telah dimatikan oleh banyak orang, Ahmad bin Abdis Salam bin Abdillah bin Al-Khidhir bin Muhammad bin Taimiyah An-Numairy Al-Harrany Ad-Dimasyqy. Lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak antara sungai Dajalah (Tigris) dengan Efrat, pada hari Senin 10 Rabiu`ul Awal tahun 661H.
Beliau berhijrah ke Damasyq (Damsyik) bersama orang tua dan keluarganya ketika umurnya masih kecil, disebabkan serbuan tentara Tartar atas negerinyaa. Mereka menempuh perjalanan hijrah pada malam hari dengan menyeret sebuah gerobak besar yang dipenuhi dengan kitab-kitab ilmu, bukan barang-barang perhiasan atau harta benda, tanpa ada seekor binatang tunggangan-pun pada mereka. Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2010 by abufahmiabdullah
Tuduhan dan Kedustaan Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah
Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Harits
Syaikhul Islam pernah mengungkapkan: “Di antara Sunnatullah yang ada, apabila Dia ingin menampakkan dien-Nya, maka Dia munculkan pula orang yang akan menentang ajaran dien-Nya. Lalu Dia membenarkan al-haq itu dengan firman-firman-Nya, dan Dia melontarkan yang haq kepada yang batil (lalu yang haq itu menghancurkannya), maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.”
Seteru Syaikhul Islam rahimahullahu sangat banyak. Mulai dari yang sezaman dengan beliau hingga zaman kita ini. Umumnya mereka adalah musuh-musuh aqidah salafus shalih. Sebab itulah, kebanyakan mereka menyerang beliau dalam masalah aqidah, berlanjut kepada hal-hal yang terkait, seperti metode penerimaan ilmu (talaqqi) dan penggunaan dalil (istidlal).
Sehingga untuk memilah lawan-lawan beliau menjadi beberapa bagian cukup sulit. Sebagai contoh, mereka yang terang-terangan memusuhi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dari kalangan ahli fiqih justru memiliki keyakinan aqidah Asy’ariyah. Sementara itu banyak di kalangan tokoh Asy’ariyah berpahaman tarekat Sufiyah. Bahkan cukup banyak pula mereka yang berpegang pada ajaran filsafat. Read more »
Filed under: Ulama Sunnah, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
TANDA KEBAIKAN ISLAM SESEORANG
Oleh : Ustadz Fariq Gasim Anuz
Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam telah bersabda: “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (H.R.. Tirmidzi dan yang lainnya)
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam kitab Al Arba’in bahwa hadits ini derajatnya hasan. Syaikh Salim Al Hilali menyatakan dalam buku “Shahih Al Adzkar wa Dhaifuhu” hadits ini shahih lighairihi.. Kesimpulannya hadits ini benar adanya dari Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam.
Imam Ibnu Rajab rahimahullah (wafat tahun 795 H) mengatakan: “Hadits ini merupakan fondasi yang sangat agung dari fondasi-fondasi adab.” Beliau juga menyatakan pula tentang pengertian hadits ini: “Sesungguhnya barangsiapa yang baik keislamannya, pasti ia meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting baginya, ucapan dan perbuatan dia terbatas dalam hal yang penting baginya.”(Jami’ul Ulum wal Hikam) Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU? 
Oleh : Ustadz Abu Zubair Hawaary
Saudaraku, mungkin engkau balik bertanya kepadaku, kenapa hal itu engkau tanyakan?! Tidakkah engkau melihatku memelihara jenggot dan memendekkan ujung celanaku di atas mata kaki? Tidakkah engkau tahu bahwa aku rajin mengaji, duduk di majelis ilmu mendengarkan Kitabullah dan Hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama yang disyarahkan oleh ustadz-ustadz salafy?
Sabar saudaraku, tenanglah aku tidak meragukan semua yang engkau katakan. Engkau tidak pernah absen menghadiri majelis ilmu, penampilanmu juga menunjukkan bahwa engkau berusaha untuk meneladani generasi salafus sholeh.
Tapi, tahukah engkau saudaraku .. (Ahlus Sunnah sejati adalah orang yang menjalankan islam dengan sempurna baik akidah maupun akhlak. Tidak tepat, jika ada yang mengira bahwasa seorang sunny atau salafy adalah orang meyakini I’tiqod Ahlus Sunnah tanpa memperhatikan aspek perilaku dan adab-adab islamiyah, serta tidak menunaikan hak-hak sesama kaum muslimin.)[1]. Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
Akhir-akhir ini semakin banyak syubhat yang dialamatkan kepada Dakwah Tauhid wa Sunnah dengan menyerang para Ulamanya dengan tuduhan batil ( tidak ilmiyyah, tidak ada sumber rujukan yang shahih, menggunakan kalimat yang Haq tapi diinginkan makna yang batil )
Dakwah kepada kebenaran dakwah tauhid senantiasa akan mendapatkan penentangan dari kelompok atau orang yang menselisihinya dan ini adalah sunatullah yang telah digariskan Allah Tabaroka wa Ta’ala sebagaimana dalam FirmanNya :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. al-An’am: 112).
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.(Qs al-Furqan ayat 31).
Untuk itu demi meluruskan fitnah dan tuduhan dan mengungkap kebenaran maka akan kami bawakan beberapa Risalah untuk menjawabnya, semoga Allah Tabaroka wa Ta’ala senatiasa memberikan taufiq ( bimbingan ) dalam memahami agama yang benar sebagaiamana yang telah disebutkan oleh KitabNya yang agung ( Kitabullah ) dan Sunnah NabiNya yang Shahih dengan bimbingan Ulama yang berjalan sebagaimana jalanya Salafus Shalih. Allahul Musta’an. Read more »
Filed under: Manhaj | 3 Comments »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
Buku Putih Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab
MELURUSKAN PEMAHAMAN KELIRU TENTANG WAHHABI
Diambil dari Kitab Tashhihul Mafahimil Khoti’ati
Karya: Syaikh DR. Shalih bin Abdul Aziz As-Sindy
( Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah )
Diterjemahkan oleh: Nur Kholis Kurdian, Lc.
(Dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii, Jember, Jawa Timur)
Dikoreksi ulang oleh: Abdullah Zaen, Lc. & Muhammad Yasir, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Dari dulu hingga sekarang, perdebatan serta perbincangan seputar Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah dan jalan dakwahnya, terus berkecamuk antara mereka yang pro dan yang kontra.
Dan yang mengherankan dari dakwaan mereka yang kontra -yang melontarkan tuduhan-tuduhan kepada Syaikh- adalah: omongan mereka yang kosong dari dalil berupa bukti dari perkataan Syaikh atau tulisan beliau di dalam kitab-kitabnya, yang ada hanyalah tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang yang terdahulu, lalu ‘difotokopi’ oleh para pewaris mereka.
Kami kira setiap orang yang obyektif sepakat bahwa jalan yang paling tepat untuk mengenal hakikat pemikiran seseorang adalah dengan cara kembali langsung kepada orang tersebut atau kepada referensi-referensi yang otentik.
Alhamdulillah tulisan-tulisan serta ucapan-ucapan Syaikh (Muhammad bin Abdul Wahhab -ed) sampai saat ini masih ada dan mudah untuk didapatkan. Dengan menelaah tulisan-tulisan tersebut, benar tidaknya isu-isu yang sementara ini tersebar di masyarakat akan terlihat. Adapun tuduhan-tuduhan yang tanpa bukti, maka ini bagaikan fatamorgana yang tidak ada hakikatnya.
Di tulisan ini, kami akan memaparkan ucapan-ucapan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang kami nukil dengan penuh amanah dari referensi-referensi otentik yang menghimpun perkataan-perkataan beliau. Peran kami dalam buku ini hanyalah sebagai penyusun.
Buku ini memuat jawaban-jawaban Syaikh sendiri, atas tuduhan-tuduhan utama yang dilontarkan ‘para lawan’ dakwah beliau. Kami amat yakin insya Allah dengan taufik dari Allah, tulisan ini akan cukup untuk menjelaskan al-Haq bagi mereka yang memang menginginkannya. Read more »
Filed under: Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
KEDUSTAAN TERHADAP SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB Rahimahullah
Tinjauan kritis dari Kitab Mutiara Cahaya Dalam Menolak paham Wahabi ( Durarus Saniyah Fir Raddi Alal Wahabiyyah karangan Ahmad Zaini Dahlan
Sudah menjadi sunnatullah bila dakwah tauhid dan para da’inya akan dimusuhi oleh para penentang. Alloh sudah tegaskan hal itu dalam firman-Nya:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. al-An’am: 112). Lihat juga surat al-Furqan ayat 31.
Di antara para da’i tauhid, bahkan merupakan tokohnya adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab . Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orangorang yang berkumpul dalam satu gerbong penentang dakwah tauhid, dakwah para nabi. Lantaran itu beliau mendapat rintangan dan permusuhan bahkan tuduhan dusta seperti yang dialami para nabi, terutama nabi kita Muhammad Shalallallahu alihi wa sallam . Read more »
Filed under: Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
Aqidah Ahlussunnah Terhadap Al Arsy
Mengenal hal-hal yang ghoib dan mengimaninya merupakan salah satu sifat kaum muttaqin sebagaimana firman Allah Ta’ala:
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka” [QS. Al Baqarah: 2-3]
Diantara hal-hal yang penting adalah mengenal makhluk-makhluk Allah yang ghaib yang tidak tampak oleh pancaindra kita, namun diberitakan oleh Allah melalui Al Quran dan As Sunnah tentang keberadaannya. Dan karena Allah Ta’ala telah mengabarkannya, maka kita dituntut untuk mengetahui dan mengimaninya agar dapat dikatakan telah beriman kepada perkara ghaib.
Diantara mereka adalah Arsy, tempat bersemayamnya Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan di 19 surat dalam Al Qur’an, di antaranya firman Allah Ta’ala: Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
Kaidah-kaidah ini pada awalnya ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, dan beliau menempatkannya di bagian awal kitab Syarah Lum’atul I’tiqaad. Adapun Syaikh Abdur Razzaaq adalah salah seorang pengajar yang menyertai dakwah Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah di Daarul Hadits As Salafiyah Yaman. Beliau menjelaskan kaidah-kaidah ini sebagai pengantar Syarah Lum’atul I’tiqaad dengan merujuk kepada penjelasan Syaikh ‘Utsaimin dalam Al Qawaa’idul Mutsla serta keterangan dari ulama’ lain yang juga sangat bermanfaat seperti Imam Ibnul Qayyim dan Ibnu Hajar -semoga Allah merahmati mereka semua-.
KAIDAH PERTAMA: Sikap yang wajib kita lakukan terhadap nash-nash Al Kitab dan As Sunnah yang berbicara tentang Nama dan Sifat Allah.
Dalam menyikapi nash-nash Al Kitab dan As Sunnah kita wajib membiarkan penunjukannya sebagaimana zhahir nash tanpa perlu menyimpangkan maksudnya. Ini adalah kaidah yang sangat penting. Penetapan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah termasuk perkara ghaib sehingga hal itu tidak bisa dijangkau dengan akal dan rasio semata.
Makna zhahir dari Nama dan Sifat tersebut hanya bisa dipahami melalui bahasa Arab, karena Al Qur’an turun dengan bahasa ini. Begitu pula Rasul yang kepada beliau diturunkan Al Qur’an adalah orang yang berbahasa Arab. Orang-orang yang diajak bicara oleh beliau di masa itu juga orang-orang yang berbahasa Arab. Mereka bisa memahami Al Qur’an dengan bahasa tersebut.
Allah Ta’ala berfirman, “Dia (Al Qur’an) dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy Syu’araa’: 193-195) Read more »
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
KAIDAH KEDUA: Ketentuan yang berkaitan dengan Nama-Nama Allah ‘Azza wa Jalla.
1. Seluruh Asmaa’ Allah pasti husna.
Asmaa’ adalah bentuk jamak dari kata ‘ism’ yang berarti nama dari dzat yang memiliki nama dan sifat. Nama-Nama Allah adalah nama-nama yang paling mulia, yang Allah menamai Diri-Nya dengan nama-nama tersebut atau nama yang ditetapkan oleh Nabi-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Husna adalah bentuk mu’annats (lafazh berjenis wanita) dari kata ‘ahsan’ (paling bagus) bukan bentuk mu’annats dari kata ‘hasan’. Sepadan dengan ‘kubro’ (bentuk mu’annats dari ‘akbar’) dan ‘mutsla’ (bentuk mu’annats dari ‘amtsal’). Nama-Nama Allah adalah husna artinya mencapai puncak kesempurnaan dan keindahan. Allah Ta’ala berfirman, “Hanya milik Allah Asmaa’ul Husna/Nama-Nama yang paling indah…” (QS. Al A’raaf: 180). Hal itu dikarenakan Nama-Nama Allah mengandung sifat-sifat kesempurnaan yang tidak terdapat sedikitpun kekurangan padanya dari sisi manapun, baik dari sisi ihtimal (kemungkinan asal makna lafazh) atau dari sisi taqdir (penetapan makna pelengkap yang muncul dari hasil terkaan dalam pikiran pendengar).
Semua Nama Allah menunjukkan sanjungan dan pujian bukan sekedar label/merek. Akan tetapi Nama Allah berlaku sebagai nama yang sekaligus mengandung sifat. Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi telah memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya mereka berdo’a kepada-Nya dengan perantara menyebut Nama-Nama-Nya. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
KAIDAH KETIGA: Kaidah tentang Sifat-Sifat Allah ‘Azza wa Jalla.
1. Seluruh Sifat Allah adalah tinggi, penuh dengan kesempurnaan dan sanjungan.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan hanya kepunyaan Allah-lah matsalul a’la (Sifat yang Maha Tinggi).” (QS. An Nahl: 60). Yang dimaksud matsalul a’la/Sifat-Sifat yang paling tinggi adalah sifat yang paling sempurna. Di dalam kaidah bahasa Arab mendahulukan ungkapan yang seharusnya ditaruh di belakang (yaitu Lillaahi-Hanya kepunyaan Allah-pent) memiliki fungsi pembatasan dan pengkhususan. Sehingga seolah-olah Allah Ta’ala membatasi sifat-sifat yang paling sempurna itu hanya ada pada-Nya dan Dia Mengistimewakan Sifat tersebut khusus bagi Diri-Nya, inilah gaya bahasa Al Qur’an yang sangat indah!!
Rabb Sesembahan yang berhak menerima peribadahan pasti memiliki Sifat-Sifat yang kesempurnaan-Nya mencapai puncak tertinggi diantara segala macam sifat kesempurnaan. Sebagaimana Allah telah menunjukkan kebatilan penyembahan terhadap berhala-berhala dengan cara mensifati mereka dengan sifat-sifat yang penuh kekurangan. Allah Ta’ala berfirman, “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi madharat kepada kamu?” (QS. Al Anbiyaa’: 66). Allah Ta’ala berfirman, “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do’a)nya sampai hari kiamat dan mereka (sesembahan selain Allah-pent) lalai dari (memperhatikan) do’a mereka.” (QS. Al Ahqaaf: 5). Allah mensifati berhala-berhala itu dengan ketidakmampuan mereka dalam memberikan manfaat dan menimpakan madharat, serta ketidakmampuan mereka mengabulkan permintaan dan justru lalai dari do’a yang mereka serukan. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
KAIDAH KEEMPAT: Bantahan kita terhadap Mu’aththilah (para penolak Sifat).
Kaum Mu’aththilah itu terbagi-bagi ke dalam beberapa kelompok. Diantara mereka ada pihak yang mengingkari Nama dan Sifat Allah secara mutlak semacam kelompok Jahmiyah. Ada pula pihak yang mengingkari Sifat saja semacam kelompok Mu’tazilah. Ada pula yang mengingkari sebagian Sifat dengan tetap menetapkan Nama-Nama Allah semacam kelompok Asyaa’irah (yang mengaku-aku pengikut Imam Abul Hasan Al Asy ‘ari-pent). Diantara mereka ada yang terjerumus dalam sikap tafwidh (menyerahkan lafazh, makna dan kaifiyah Sifat hanya kepada Allah-pent). Ada yang mensifati Allah dengan sifat-sifat yang saling bertolak belakang seperti, “Allah itu tidak hidup juga tidak mati, tidak mendengar juga tidak melihat (mungkin maksud beliau tidak tuli, wallahu a’lam-pent), tidak bisu tapi juga tidak berbicara, dst.” Itu semua mereka lakukan dengan alasan untuk menghindar dari penyerupaan/tamtsil. Pendapat terakhir ini adalah madzhab orang-orang mulhid/atheis di kalangan sekte Bathiniyah. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Ahmad ibnu Taimiyyah rohimahulloh pernah ditanya mengenai dua orang yang berselisih tentang masalah akidah/keyakinan. Seorang di antaranya berkata, “Orang yang tidak meyakini Alloh Subhanahu wa Ta’ala di atas langit adalah orang sesat.” Sedangkan yang satunya berkata, “Sesungguhnya Alloh itu tidak dibatasi oleh suatu tempat.” Padahal mereka berdua adalah sama-sama pengikut mazhab Syafi’i. Maka, jelaskanlah kepada kami tentang akidah Imam Syafi’i rodhiallohu ‘anhu yang kami ikuti dan bagaimanakah akidah yang benar? Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i dan Ahmad) bag 1
oleh : Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-Khumais
Segala puji bagi Allah. Kepada-Nya kita memuji, meminta pertolongan, petunjuk, dan ampunan. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan jiwa kita dan keburukan perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan jangan sekali-kali mati kecuali sebagai muslim.” (Ali Imran : 102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Dia menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan keluarga. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (An-Nisa’: 1) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
A. Pendapat Para Imam Abu Hanifah tentang Masalah Tauhid.
Pertama :
Aqidah beliau tentang tauhid (pengesaan Allah) dan tentang tawassul syar’i serta kebatilan tawassul bid’i.
- Imam Abu Hanifah berkata: “Tidak pantas bagi seseorang untuk berdo’a kepada Allah kecuali dengan asma’ Allah. Adapun do’a yang diizinkan dan diperintahkan adalah keterangan yang terambil dari firman Allah :
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Bagi Allah ada nama-nama yang bagus (al-asma’ul-husna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang yang ilhad (tidak percaya) kepada asma Allah. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (al-A’raf:180) [1] Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
A. Pendapat Imam Malik tentang Tauhid
- Al-Harawi meriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang Ilmu Tauhid. Jawab beliau: “Sangat tidak mungkin bila ada orang menduga bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam mengajari umatnya tentang cara-cara bersuci tetapi tidak mengajari masalah tauhid. Tauhid adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah).” [1]
Maka sesuatu yang dapat menyelamatkan harta dan nyawa (darah) maka hal itu adalah tauhid yang sebenarnya. [2]
- Imam ad-Daruquthni meriwayatkan dari al-Wahid bin Muslim, katanya: “Saya bertanya kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, dan al-Laits bin Sa’ad tentang hadits-hadits mengenai sifat-sifat Allah. Mereka menjawab: “Jalankanlah (baca dan pahami) seperti apa adanya.” [3]
- Imam Ibn ‘Abdil Bar juga menuturkan, bahwa Imam Malik pernah ditanya: “Apakah Allah dapat dilihat pada hari kiamat?” Beliau menjawab: “Ya, dapat dilihat. Karena Allah berfirman : Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 11, 2010 by abufahmiabdullah
A. Pendapat Imam Syafi’i Tentang Tauhid 
- Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’i mengatakan: “Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut salah satu asma’ Allah, kemudian melanggar sumpahnya, maka ia wajib membayar kaffarat. Dan barangsiapa yang bersumpah dengan menyebutkan selain Allah, misalnya, “Demi Ka’bah”, “Demi ayahku” dan sebagainya, kemudian melanggar sumpah itu, maka ia tidak wajib membayar kaffarat.”
Begitu pula apabila ia bersumpah dengan mengatakan “Demi umurku”, ia tidak wajib membayar kaffarat. Namun, bersumpah dengan menyebut selain Allah adalah haram, dan dilarang berdasarkan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Allah melarang kami untuk bersumpah dengan menyebut nenek moyang kamu. Siapa yang hendak bersumpah, maka bersumpahlah dengan menyebut asma Allah, atau lebih baik diam saja.” [1]
Imam Syafi’i beralasan bahwa asma’-asma’ Allah itu bukan makhluk, karenanya siapa yang bersumpah dengan menyebut asma’ Allah, kemudian ia melanggar sumpahnya, maka ia wajib membayar kaffarat. [2] Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 12, 2010 by abufahmiabdullah
A. Pendapat Imam Ahmad tentang Tauhid
- Di dalam kitab Thabaqat al-Hanabilah, terdapat keterangan bahwa Imam Ahmad pernah ditanya tentang tawakkal. Jawab beliau: “Tawakkal itu adalah mengandalkan sepenuhnya kepada Allah dan tidak mengharapkan dari manusia.” [1]
- Di dalam kitab al-Mihnah terdapat keterangan bahwa Imam Ahmad berkata: “Allah itu sejak azali terus berfirman. Al-Qur’an adalah firman-firman Allah dan bukan makhluk, dan Allah tidak boleh disifati dengan sifat-sifat selain yang telah ditetapkan sendiri oleh Allah.” [2]
- Imam Abu Ya’la meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi, katanya, saya bertanya kepada Ahmad bin Hanbal tentang hadits-hadits yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah, melihat Allah, Isra’, dan kisah ‘Arsy, yang ditolak oleh kelompok Jahmiyah. Ternyata menurut beliau, hadits-hadits tersebut shahih, dan beliau berkata: “Hadits-hadits itu telah diterima oleh umat Islam, dan jalankanlah (pahamilah) hadits-hadits itu seperti apa adanya.” [3]
- Abdullah bin Ahmad berkata di dalam kitab as-Sunnah, bahwa Imam Ahmad berkata: “Barangsiapa yang berpendapat bahwa Allah itu tidak berfirman, maka telah kafirlah dia. Kita meriwayatkan hadits-hadits itu seperti apa adanya.” [4]
- Imam al-Lalaka’i meriwayatkan dari Hanbal bahwa ia bertanya kepada Imam Ahmad tentang ru’yah (melihat Allah di Akhirat). Jawaban beliau: “Hadits-Hadits mengenai ru’yah itu shahih. Kita mengimani dan menetapkannya. Dan semua hadits yang diriwayatkan dari Nabishallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad-sanad yang bagus, kita mengimaninya dan menetapkan keshahihannya.” [5] Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 12, 2010 by abufahmiabdullah
Kuburan Dikunjungi
oleh : Syaikh Abdullah bin Abdullah bin Humaid
PENGANTAR PENERBIT
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan seluruh makhluk untuk menyembahNya, sebagaimana firman-Nya: “Dan tiada Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu”. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dia Subhaanahu Wata’aala menjadikan umat ini sebaik-baik umat yang tampil buat seluruh manusia dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Beliaulah yang meninggikan menara tauhid dan menjaga bentengnya serta memblokade setiap jalan yang menuju kepada kesyirikan. Shalawat dan salam serta keberkahan semoga tercurah selalu kepada beliau, keluarga, para shahabat, tabi’in serta orang-orang yang berjalan di atas manhaj dan ajaran-nya yaitu para ulama yang mengamalkan ilmunya, para da’i yang memiliki ghirah agama yang tinggi yang tidak takut celaan dan umpatan siapapun.
Amma ba’du; Syi’ar kaum Muslimin yang paling agung adalah masjid-masjid yang di dalamnya senantiasa dikumandangkan dan disebut nama Allah. Masjid-masjid yang diramaikan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Masjid-masjid inilah menara ilmu dan corong dakwah. al-Masjid al-Haram adalah diantara masjid-masjid yang terdepan dalam hal ini dan merupakan kiblat seluruh orang Islam di bagian timur bumi dan baratnya. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 12, 2010 by abufahmiabdullah
Saudaraku yang semoga kita selalu mendapatkan taufik Allah, seringkali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga seringkali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya. Tulisan ini -insya Allah- akan sedikit membahas permasalahan bid’ah dengan tujuan agar kaum muslimin bisa lebih mengenalnya sehingga dapat mengetahui hakikat sebenarnya. Sekaligus pula tulisan ini akan sedikit menjawab berbagai kerancuan tentang bid’ah yang timbul beberapa saat yang lalu di website kita tercinta ini. Sengaja kami membagi tulisan ini menjadi empat bagian. Kami harapkan pembaca dapat membaca tulisan ini secara sempurna agar tidak muncul keraguan dan salah paham. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 12, 2010 by abufahmiabdullah
Setiap bid’ah adalah tercela. Inilah yang masih diragukan oleh sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, ada pula bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Untuk menjawab sedikit kerancuan ini, marilah kita menyimak berbagai dalil yang menjelaskan hal ini.
[Dalil dari As Sunnah]
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu sore’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867) Read more »
Filed under: Aqidah, Bid'ah | 2 Comments »
Posted on March 13, 2010 by abufahmiabdullah
Sebelumnya kami telah menyampaikan sanggahan mengenai bid’ah hasanah yang dasarnya adalah dari perkataan Umar bahwa sebaik-baik bid’ah yaitu shalat tarawih ini. Berikut kami sajikan beberapa alasan lain dalam membela bid’ah dan jawabannya.
[1] Mobil, HP dan Komputer termasuk Bid’ah
Setelah kita mengetahui definisi bid’ah dan mengetahui bahwa setiap bid’ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kerancuan di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti mobil, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bid’ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, “Kalau memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
Menurut kami, perkataan ini muncul karena tidak memahami bid’ah dengan benar.
Perlu sekali ditegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan bid’ah yang tercela sehingga membuat amalannya tertolak adalah bid’ah dalam agama dan bukanlah perkara baru dalam urusan dunia yang tidak ada contoh sebelumnya seperti komputer dan pesawat. Read more »
Filed under: Aqidah, Bid'ah | Leave a Comment »
Posted on March 13, 2010 by abufahmiabdullah
Sudah sepatutnya kita menjauhi berbagai macam bid’ah mengingat dampak buruk yang ditimbulkan. Berikut beberapa dampak buruk dari bid’ah.
[Pertama, amalan bid'ah tertolak]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)
Orang yang berbuat bid’ah inilah yang amalannya merugi. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi [18] : 103-104) Read more »
Filed under: Aqidah, Bid'ah | Leave a Comment »
Posted on March 16, 2010 by abufahmiabdullah
Islam Aneh saat datang dan akan menjadi aneh kembali
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
. أَمَّابَعْدُ؛
Sejarah menjadi saksi bisu bahwa Islam datang dalam keadaan aneh dan terasing. Bagaimana tidak? Saat Masyarakat jahiliyah menyembah tuhan yang banyak, Islam menyeru kepada Allah Subhanahu wa ta’ala , Sesembahan yang Esa. Saat mereka dalam kubang durjana, Islam mengajak kepada kebaikan. Saat peperangan dan kedzaliman merajalela , Islam mengajak kepada perdamaian dan keadilan. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 16, 2010 by abufahmiabdullah
Salah Kaprah Memaknai Islam Sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin
Buletin At Tauhid edisi V/47
Oleh: Yulian Purnama
Benar bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama bahkan dalam hal yang sangat fundamental, yaitu dalam masalah aqidah.
Pernyataan bahwa Islam adalah agamanya yang rahmatan lil ‘alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta’ala: “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan rahmatan lil ‘alamin (sebagai rahmat bagi seluruh manusia)” (QS. Al Anbiya: 107)
Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia.
Secara bahasa arab, rahmat artinya ar-rifqu wa ath-tha’athuf; kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur). Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Jadi, diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 16, 2010 by abufahmiabdullah
Al Kisah :
Ibnu Ishaq berkata :
Setelah Abdulloh (bapak Rosululloh) selamat dari penyembelihan dengan dibayar dengan 100 ekor unta, maka Abdul Mutholib mengajaknya pergi. Saat berada dekat ka’bah lewatlah seorang wanita dari Bani Asad bin Abdul Uzza, namanya Ummu Qottal binti Naufal bin Asad, dia adalah saudari Waroqoh bin Naufal. Saat wanita tersebut melihat wajah Abdulloh, maka dia berkata : Engkau mau pergi kemana wahai Abdulloh ? Abdulloh menjawab : Saya mau pergi bersama bapakku.” Wanita itu pun berkata : Saya akan memberimu unta sebanyak yang disembelih sebagai gantimu, tapi setubuhilah saya sekarang.” Abdulloh berkata : Saya sedang bersama bapakku dan saya tidak bisa untuk menyelisihi serta berpisah dengannya.”
Selanjutnya Abdul Mutholib membawa Abdulloh menemui Wahb bin Abdu Manaf bin Zahroh (dia adalah bapaknya Aminah, ibunda Rosululloh) lalu dia menikahkan putrinya Aminah dengan Abdulloh, dan saat itu Aminah adalah wanita Quraisy yang paling agung nasab dan kedudukannya.
Lalu Abdulloh pun mengumpulinya dan Aminah pun hamil Rosululloh, kemudian Abdulloh keluar menemui wanita yang menawarkan dirinya kemarin, dan saat itu wanita tersebut masih berada di tempat semula. Abdulloh berkata : Kenapa engkau tidak menawarkan dirimu sebagaimana yang engkau lakukan kemarin ? Wanita itu menjawab : Cahaya yang ada padamu kemarin telah hilang darimu, maka saya tidak butuh padamu lagi.” Hal ini dilakukan oleh wanita tersebut karena dia mendengar dari saudaranya Waroqoh bin Naufal yang saat itu sudah memeluk agama nashroni, dia berkata bahwa akan muncul dari ummat ini seorang nabi dari keturunan Isma’il.” Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 16, 2010 by abufahmiabdullah
Wahai Saudaraku Hendak Kemana Kau Pergi
?
oleh : Ahmad Al-Imran
Pengantar
Segala puji hanya milik Allah subhanahu wata’aala. Kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan-Nya, bertaubat dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi oleh Allah petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam tetap tercurah atas beliau, seluruh keluarga, sahabat dan para pengikutnya.
Banyak orang yang salah mengukur kebahagiaan sehingga salah jalan mengarungi kehidupan bahkan di antara mereka ada yang menganggap kesesatan dan kehancuran sebagai sumber kebahagiaan sehingga menghalalkan segala cara dan sarana untuk meraih tujuan. Padahal tujuan utama hidup manusia adalah untuk mewujudkan pengabdian, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’aala:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyaat: 56).
Berarti kita makan untuk hidup bukan hidup hanya untuk makan sehingga tidak berbeda dengan hewan, pertama bentuk dan gaya hidup orang mukmin dan kedua bentuk dan karakter gaya hidup orang kafir, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’aala: Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | 1 Comment »
Posted on March 24, 2010 by abufahmiabdullah
TAHRIF NUSHUSH ( PENYELEWENGAN NASH )
Disusun oleh : Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah hafidzahullah
Pada edisi yang lalu kami paparkan tentang pentingnya amanah ilmiah. Bahwa amanah ilmiah adalah karakteristik Ahlus Sunnah wal jama’ah dari Zaman sahabat hingga hari ini, karena ilmu adakalanya adalah penukilan yang jujur dan adakalanya adalah istidlal yang muhaqqaq ( cermat ), sedangkan amanah adalah pokok dari keduanya.
Amanah adalah perhiasan yang diperintahkan secara Syar’I , sedangkan khiyanat adalah cabang yang rusak yang menggerogoti pokok yang agung ini dan dia adalah tabiat yang terlarang. Di antara contoh khiyanat adalah ‘Tahrif ( penyelewengan ) yang merupakan pembatal yang terbesar terhadap amanah penukilan nash dan perusak terbesar didalam amanah analisa istidlal dan makna-makna.
Tahrif terhadap Nash adalah karakteristik Ahli Bid’ah dan pengekor hawa nafsu dari masa ke masa. Jalan-jalan mereka yang bengkok menyelisihi jalan yang lurus membentur Nash –nash menjerumuskan mereka kedalam penyakit Tahrif ( Penyelewengan ) terhadap Nash untuk melanggengkan dan melariskan kesesatan mereka. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on March 24, 2010 by abufahmiabdullah
Telah kita ketahui bersama bahwasannya hampir kita jumpai masjid-masjid khususnya di Jawa dan umumnya Indonesia dan Negeri Islam banyak kita temukan Masjid yang didalamnya terdapat Kuburan ( Orang Shalih ) ataupun disekeliling Masjid bahkan ada yang didepan tempat sujud Imam /mihrab ( arah Qiblat ) Na’udzu billah min zhalik.. Bagaimana Syariat Islam melihat hal tersebut , lebih-lebih bila hal tersebut bila dikembalikan kepada wasiat Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam sebelum wafat. Untuk itu Buku dibawah adalah sangat penting dipelajari dan diketahui bagi jiwa yang menginginkan kebenaran dalam merealisasikan Tauhid yang murni kepada Rabbnya , semoga bermanfa’at :
Peringatan Penting !! Menggunakan Kuburan Sebagai Mesjid
Tahdzirus Sajid Min Ittihadil Qubur Masajid
Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rohimahullah
MUKADDIMAH
Segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan, mengharap ampunan dan berlindung kepada Allah Ta’ala dari segala keburukan diri dan kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorang pun yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tak seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, yang tiada sekutu baginya dan Yang Berdiri sendiri. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, ber-takwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (Ali Imran: 102) Firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa’: 1) Read more »
Filed under: Aqidah | 1 Comment »
Posted on March 24, 2010 by abufahmiabdullah
III. MEMBANGUN MASJID DI ATAS KUBURAN DAN DOSA BESAR
Setelah jelas pengertian ittikhadz sebagaimana yang tertuang di dalam hadits-hadits di muka, maka alangkah baiknya apabila kita sedikit mengupas hadits-hadits ini, agar kita mengetahui lebih jauh hukumnya, sambil menukil pendapat sebagian ulama mengenai masalah tersebut. Maka dapat kami katakan bahwa setiap orang yang mengamati hadits-hadits tersebut, akan tampak di hadapannya suatu gambaran yang tak bisa diragukan, bahwa menjadikan kuburan sebagai masjid dan menjadikan masjid itu sebagai tempat shalat, merupakan perbuatan yang dilarang. Bahkan hal itu termasuk dosa besar. Sebab kata-kata laknat yang tertuang di dalamnya dan sifat mereka sebagai orang-orang yang paling buruk di sisi Allah, hanya layak dilemparkan. kepada orang yang melakukan dosa besar, dan ini tidak bisa disangkal. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 24, 2010 by abufahmiabdullah
V. HIKMAH YANG BISA DIPETIK
Sudah menjadi ketetapan syariat bahwa sejak semula manusia merupakan umat yang satu, berada pada tauhid yang murni. Tetapi kemudian datanglah kemusyrikan. Landasannya adalah firman Allah Ta’ala:
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ
“Manusia itu adalah umat yang satu, (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.” (Al-Baqarah: 213)
Ibnu Abbas ra berkata, “Jarak antara Nuh dan Adam adalah sepuluh abad. Mereka semua berada pada satu syariat yang benar. Kemudian mereka saling berselisih, lalu Allah menurunkan para nabi untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan.”[45]
Ibnu Urwah Al-Hanbaly berkata di dalam Al-Kawakib, “Ini merupakan sanggahan pendapat para ahli sejarah dari kalangan Ahli Kitab yang menyatakan bahwa Qabil dan keturunannya adalah para penyembah api.
” Dapat kami katakan: Ucapannya itu juga merupakan sanggahan bagi sebagian filosof dan orang-orang ateis yang beranggapan bahwa sesungguhnya pada diri manusia sudah tertanam kemusyrikan. Sedang tauhid datang sesudah itu. Jelas itu merupakan pendapat yang batil. kebatilannya dapat dibuktikan dengan ayat di atas dan dua hadits shahih berikut ini: Pertama, sabda beliau Shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Rab-nya:
Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on March 26, 2010 by abufahmiabdullah
WALI ALLOH VS WALI SETAN
Oleh : Abu Harits as- Sidawi
Kebanyakan manusia bila mendengar kata “wali” disebutkan, yang akan terbayang dalam benak mereka adalah suatu keanehan, kenyelenehan, dan kedigdayaan. Sebab itu, siapa saja orangnya yang memiliki kelebihan luar biasa yang tidak dimiliki kebanyakan manusia, memiliki tenaga dalam, tidak mempan senjata tajam, bisa berjalan di air, bisa terbang, dan segudang kesaktian lainnya maka itulah dalam pandangan banyak orang yang pantas disebut “wali Alloh”. Apalagi kalau sudah dikenal dan dianggap sebagai seorang yang alim, mempunyai indera keenam sehingga bisa tahu sesuatu yang belum terjadi. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on April 7, 2010 by abufahmiabdullah
Bahaya Syiah Sebuah Realita
Dewasa ini kebid’ahan telah merebak di dalam tubuh kaum muslimin sedemikian hebatnya sehingga banyak kaum muslimin yang tidak mengerti bahaya kebid’ahan padahal kebid’ahan tersebut dapat merusak mereka dan merusak keutuhan dan persatuan kaum muslimin bahkan banyak negara Islam yang hancur lantarannya seperti daulah bani Umayah yang jatuh disebabkan kebid’ahan Ja’d bin Dirham (Jahmiyah) lihatlah pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika mengomentari sejarah keruntuhan bani Umayah: “Sesungguhnya daulah bani Umayah hancur disebabkan oleh Ja’ad Al Mu’athil.”[1] Dan berkata:”Jika muncul kebid’ahan-kebid’ahan yang menyelisihi Rasulullah maka Allah akan akan membalas (dengan kejelekan) pada orang yang menyelisihi Rasul dan memberi kemenangan kepada yang lainnya.”[2].
Dan dalam tempat yang lain beliau berkata: “Maka iman kepada Rasul dan Jihad membela agamanya adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat dan sebaliknya kebid’ahan dan penyimpangan agama serta penyelisihan terhadap sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam adalah sebab kejelekan dunia dan akhirat.”[3] Read more »
Filed under: Firqoh | 1 Comment »
Posted on April 16, 2010 by abufahmiabdullah
URGENSI AMANAH ILMIAH
Disusun oleh : Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Muqoddimah
Diantara sifat para Rasul yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan di dalam Al- Qur’an bahwasanya mereka adalah pemberi Nasihat dan orang-orang yang amanah.
Diantara sifat generasi terbaik umat ini adalah orang-orang yang menjaga amanah, karena akan datang generasi sesudah mereka yang berkhianat dan tidak amanah sebagaimana dijelaskan oleh oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di dalam hadist Imron bin Husain rodhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh al- Imam al-Bukhori dan Imam Muslim didalam kedua shohihnya.
Adapun di zaman akhir ini jadilah amanah sebagai sesuatu yang langka, sekalipun dikalangan kaum muslimin.Sulit sekali dijumpai pada hari ini orang-orang yang benar dalam amanah . Banyak manusia yang tergiur dengan dunia sehingga lalai dari kewajiban menunaikan amanah. Hal ini terjadi pada semua bidang kehidupan tidak terkecuali bidang ilmu Syar’I yang pada hari-hari ini banyak dimasuki oleh orang –orang yang bukan ahlinya, tidak dari segi kapasitas keilmuan dan tidak juga dari segi adab-adab seorang pengemban ilmu. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 17, 2010 by abufahmiabdullah
Istriku Bukan Bidadari, Tapi Aku Pun Bukan Malaikat

Alhamdulillah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya.
Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman Anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang Anda bayangkan dahulu?
Mungkin saja Anda menjawab, “Tidak.”
Akan tetapi, izinkan saya berbeda dengan Anda: “Ya,” bahkan lebih indah daripada yang saya bayangkan sebelumnya.
Saudaraku, kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika, lika-liku, dan pasang surut. Kadang Anda senang, dan kadang Anda bersedih. Tidak jarang, Anda tersenyum di hadapan pasangan Anda, dan kadang kala Anda cemberut dan bermasam muka. Read more »
Filed under: Keluarga, Uncategorized | 6 Comments »
Posted on May 17, 2010 by abufahmiabdullah
SEPUTAR HUKUM SHALAT JAMA? DAN QASHAR
Oleh: Abdullah Shaleh Al-Hadrami
MAKNA DAN HUKUM QASHAR.
Qashar adalah meringkas shalat empat raka?at (Dhuhur, Ashar dan ?Isya?) menjadi dua rakaat.[1]
Dasar mengqashar shalat adalah Al-Qur?an, As-Sunnah dan Ijma? (kesepakatan para ulama).[2]
Allah ?subhaanahu wa ta?ala berfirman:
?Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar salatmu, jika kamu takut di serang orang-orang kafir.? (QS. 4 An-Nisaa?: 101).
Dari Ya?la bin Umayyah bahwasanya dia bertanya kepada Umar ibnul Kaththab ?radhiallahu anhu tentang ayat ini seraya berkata: ?Jika kamu takut di serang orang-orang kafir?, padahal manusia telah aman ?!?. Sahabat Umar ?radhiallahu anhu menjawab: ?Aku sempat heran seperti keherananmu itu lalu akupun bertanya kepada Rasulullah -shallallahu ?alaihi wa ?ala alihi wasallam tentang hal itu dan beliau menjawab: ?(Qashar itu) adalah sedekah dari Allah kepadamu, maka terimahlah sedekah Allah tersebut.? [3] Read more »
Filed under: Ahkam | Leave a Comment »
Posted on May 25, 2010 by abufahmiabdullah
Shalat Khusyu’ Menurut Tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
Oleh : Faishal Abdurrahman, Lc
Sesungguhnya Ibadah Shalat merupakan sebaik-baiknya amal, ia mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah Subhânahu wa Ta’âla, ibadah inilah yang
membedakan antara orang mukmin dan kafir. Ia merupakan ibadah yang mampu
melebur dosa seseorang. Ketika seorang mukmin mengetahui betapa pentingnya shalat dan begitu mulianya kedudukannya di sisi Allah Subhânahu
wa Ta’âla, maka tentu sebagai seorang muslim kita harus melaksanakannya
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh aturan
Syariat kita, yaitu Islam. Read more »
Filed under: Ahkam | Leave a Comment »
Posted on May 25, 2010 by abufahmiabdullah
Diantara hikmah ilahi, Allah -Subhanahu wa Ta’la- menciptakan kegelapan sebagai waktu untuk beristirahat bagi makhluk hidup dan untuk mendinginkan suhu udara bagi tubuh makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan. Allah tidak membiarkan malam gelap dan kelam tanpa ada cahaya sedikitpun, sehingga makhluk hidup tidak dapat bergerak dan beraktifitas. Itu merupakan konsekuensi hikmah Allah-Azza Wa Jalla-; Dia menerangi malam dengan sedikit cahaya. Berhubung makhluk hidup kadangkala butuh bergerak, berjalan dan melakukan pekerjaan pada malam hari yang tidak dapat dilakukan pada siang hari, karena sempitnya waktu siang, ataukah karena panasnya yang sangat, ataukah karena takut keluar pada siang hari sebagaimana halnya kebanyakan hewan-hewan. Lantaran itu, Allah -Subhanahu wa Ta’la- mengerahkan tentara-tentara cahaya untuk membantu makhluk hidup di kegelapan malam. Allah menyediakan bulan dan bintang pada malam hari, sehingga makhluk hidup dapat melakukan banyak pekerjaan, misalnya bersafar, bercocok tanam atau pekerjaan lainnya yang biasa dilakukan oleh para petani. Read more »
Filed under: Aqidah, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on May 29, 2010 by abufahmiabdullah
KITAB-KITAB YANG ADA PADA AHLI KITAB

Oleh: Tim Ahli Tauhid
Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka namakan sebagai kitab Taurat dan Injil dapat dipastikan bahwa ia termasuk hal-hal yang tidak benar penisbatannya kepada para Nabi Allah. Maka tidak bisa dikatakan bahwa Taurat yang ada sekarang adalah Taurat yang dahulu diturunkan kepada Nabi Musa Alaihis Salam. Juga Injil yang ada sekarang bukanlah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘Alaihis Salam. Jadi keduanya bukanlah kedua kitab yang kita diperintahkan untuk mengimaninya secara rinci. Dan tidak benar mengimani sesuatu yang ada dalam keduanya sebagai kalam Allah, kecuali yang ada dalam Al-Qur’an lalu dinisbatkan kepada keduanya. Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on May 29, 2010 by abufahmiabdullah
MUSUH-MUSUH MANUSIA
Oleh : Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin Rohimahullah
Kita memahami, bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan fitrah atas diri manusia, yaitu bisa mengetahui dan mengenal kebenaran, serta menjauhi dan menghindari kebathilan. Akan tetapi, meskipun fithrah manusia itu sudah disiapkan dan memiliki kemampuan untuk mengetahui yang haq dan yang bathil, namun bukan berarti untuk mengamalkan al haq ataupun menghindari yang bathil itu mudah.
Ada rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada musuh yang selalu menghalangi dari jalan al haq. Dan sebaliknya ada musuh yang selalu berusaha membimbing ke arah yang bathil.
Musuh-musuh ini memberikan gambaran tentang kebenaran dan kebathilan. Al haq, yang semestinya indah, menjanjikan kebaikan dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, digambarkan oleh musuh manusia sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyusahkan. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on May 29, 2010 by abufahmiabdullah
BAHAYA FIRQAH LIBERAL
Oleh :Ustadz Abu Hamzah Agus Hasan Bashari
PENDAHULUAN.
Islam adalah dien al-haq yang diwahyukan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya yang terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Artinya : Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” [Al-Fath : 28]
Sebagai rahmat bagi semesta alam
“Artinya : Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Al-Anbiya :107]
Dan sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah Ta’ala.
“Artinya : Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” [Ali-Imran : 19]
Islam adalah agama yang utuh yang mempunyai akar, dimensi, sumber dan pokok-pokok ajarannya sendiri. Siapa yang konsisten dengannya maka ja termasuk Al-Jama’ah atau Firqah Najiyah (kelompok yang selamat) dan yang keluar atau menyimpang darinya maka ja termasuk firqaih-firqah yang halikah (kelompok yang binasa).
Diantara firqah halikah adalah firqah Liberaliyah. Liberaliyah adalah sebuah paham yang berkembang di Barat dan memiliki asumsi, teori dan pandangan hidup yang berbeda. Dalam tesisnya yang berjudul “Pemikiran Politik Barat” Ahmad Suhelani, MA menjelaskan prinsip-prinsip pemikiran ini. Pertama, prinsip kebebasan individual. Kedua, prinsip kontrak sosial. Ketiga, prinsip masyarakat pasar bebas. Keempat, meyakini eksistansi Pluralitas Sosio – Kultural dan Politik Masyarakat. [Gado-Gado Islam Liberal; Sabili no 15 Thn IX/81]
Islam dan Liberal adalah dua istilah yang antagonis, saling berhadap-hadapan tidak mungkin bisa bertemu. Namun demikian ada sekelompok orang di Indonesia yang rela menamakan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL). Suatu penamaan yang “pas” dengan orang-orangnya atau pikiran-pikiran dan agendanya. Islam adalah pengakuan bahwa apa yang mereka suarakan adalah haq tetapi pada hakikatnya suara mereka itu adalah bathil karena liberal tidak sesuai dengan Islam yang diwahyukan dan yang disampaikan oleh Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi yang mereka suarakan adalah bid’ah yang ditawarkan oleh orang-orang yang ingkar kepada Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Read more »
Filed under: Firqoh | Leave a Comment »
Posted on June 8, 2010 by abufahmiabdullah
Sikap Berlebihan Terhadap Kuburan Orang-orang Shaleh, Akan Menjadikannya Sebagai Berhala Yang Disembah Selain Allah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah ta’ala
Imam Malik meriwayatkan dalam
Al-Muwaththa’ bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada orang-orang yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dengan sanadnya dari Sufyan, dari Manshur, bahwa berkenaan dengan ayat:
“Terangkanlah kepadaku (kaum musyrikin) tentang (berhala yang kamu anggap sebagai anak perempuan Allah): Al-Lat, dan Al-Uzza; …” (An-Najm: 19) Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on June 26, 2010 by abufahmiabdullah
MENGAWASI DIRI SENDIRI
Oleh : Dr. ‘Abdul-Qayyum as-Suhaibani [1]
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih nan Penyayang. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat beliau.
Dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ». قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : « أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا ».
“Niscaya aku akan melihat beberapa kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan kebaikan laksana gunung-gunung Tihamah [2] yang putih, kemudian Allah Azza wa Jalla menjadikannya debu yang beterbangan”.
Ada [3] yang bertanya: “Wahai Rasulullah, jelaskanlah sifat mereka kepada kami, agar kami tidak menjadi bagian dari mereka sementara kami tidak tahu,” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ketahuilah, mereka adalah saudara kalian, satu bangsa, dan bangun malam sebagaimana kalian. Tapi jika mereka menyendiri dengan larangan-larangan Allah, mereka melanggarnya” [4]. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on June 26, 2010 by abufahmiabdullah
BAHAGIA DENGAN HUSNUL KHATIMAH, SENGSARA DENGAN SU’UL KHATIMAH
Oleh : Khalid bin ‘Abdurrahman asy Syayi’
Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :
إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ.
“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. [HR Bukhari dan selainnya] Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Manfaat Waktu dalam Kehidupan Seorang Muslim 
Bila diajukan satu pertanyaan kepada anda tentang salah satu nikmat yang sangat besar dan berharga dimana keberadaannya tidak bisa dinilai dengan materi dan kekayaan manusia, perjalanannya berlalu begitu cepat dan tidak terasa, dan tidak akan pernah terulang kembali seperti sedia kala ! Maka apakah jawaban anda tentang pertanyaan tersebut ?
Tentunya sebagai orang yang arif dan cerdas kita akan menjawab, itulah dia yang dinamakan denganwaktu, karena dia adalah kehidupan, apabila dia habis, maka habislah kehidupan tersebut. Berikut ini ada beberapa hal yang menjadikan pentingnya kita sebagai seorang muslim untuk menjaga waktu. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Cepatlah Sebelum Terlambat!!!
Hari demi hari berlalu, dosa demi dosa kita perbuat, kemaksiatan demi kemaksiatan menorehkan luka menganga dan noda-noda hitam di dalam hati kita, Maha Suci Allah!!
Seolah-olah tidak ada hari kebangkitan, seolah-olah tidak ada hari pembalasan, seolah-olah tidak ada Zat yang maha melihat segala perbuatan dan segala yang terbesit di dalam benak pikiran, di gelapnya malam apalagi di waktu terangnya siang, innallaha bikulli syai’in ‘aliim (Sesungguhnya Allah, mengetahui segala sesuatu). Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Menelan Pahitnya Ujian dalam Beraqidah, Untuk Kemuliaan Hidup yang Hakiki
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Semua orang tidak pernah menduga dan mengharapkan adanya gangguan dan rintangan yang menghalangi jalan hidupnya kecil maupun besar, sedikit maupun banyak, dan ringan ataupun berat.
Terlebih di saat dia ingin bertaqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengemban tugas di mana dia diciptakan untuk itu, berharap tidak ada yang akan mengganggu, menyakiti, dan mencelanya. Hanya saja itu semua sekadar harapan dan keinginan. Sunnatullah telah mendahului harapan dan keinginannya bahkan telah mendahului penciptaan kita, sunnatullah yang tidak akan berubah dan berganti. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Tiada Izzah Tanpa Tauhid dan Sunnah 
Oleh : Abu Mushlih
Sesungguhnya izzah atau kemuliaan merupakan perkara yang sangat dirindukan oleh para pejuang Islam yang tulus di berbagai penjuru bumi. Apa pun akan mereka korbankan demi menggapainya, waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan kalau perlu nyawa mereka pun rela untuk mereka pertaruhkan di jalan Allah ta’ala.
Sementara kemuliaan tersebut tidak akan bisa digapai kecuali dengan pertolongan dan taufik dari Allah ta’ala.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman, Allah akan mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir, penolong-penolong mereka adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan. Mereka itulah para penduduk neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Saatnya Memahami Islam Dengan Benar
Penyusun: Ummu ‘Abdirrahman
Muroja’ah: Ust. Subhan Khadafi, Lc.
Saudaraku, ketahuilah sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memilihkan Islam sebagai agamamu.
“Sesungguhnya agama (yang haq) di sisi Allah adalah Islam.” (QS. Ali Imron 19)
Dan Allah meridhoi Islam, menyempurnakan, dan melengkapinya untukmu agar engkau dapat meraih tujuan hidupmu yang utama yaitu beribadah kepada Allah.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu.” (QS. Al Maidah 3)
Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah nikmat terbesar dari berbagai nikmat yang Allah berikan kepada umat ini. Yaitu Allah telah menyempurnakan untuk mereka agama mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan agama yang lain dan juga tidak membutuhkan nabi selain nabi mereka, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itulah, Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi dan menjadikannya pula sebagai nabi yang diutus kepada seluruh manusia dan jin. Maka tidak ada yang halal melainkan apa yang dihalalkannya dan tidak ada yang haram selain apa yang diharamkannya serta tidak ada agama yang benar kecuali agama yang disyari’atkannya.” Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat
Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi
Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar). Oleh karena itulah Allah Ta’ala memenangkan agama ini di atas seluruh agama, walaupun orang kafir tidak menyukainya. Kemudian dengan berjalannya waktu dan jauhnya masa dari zaman kenabian, umat Islam semakin jauh dari agamanya yang haq. Banyak perkara yang bukan agama dianggap sebagai agama. Demikian juga, lemahnya ilmu dan semangat mengamalkan Islam telah banyak menimpa umat ini. Maka tidak aneh, Allah Ta’ala menimpakan kehinaan pada umat ini. Kehinaan itu tidak akan hilang sehingga mereka kembali kepada agama-Nya.
Satu Realita yang Menyedihkan
Keadaan umat dewasa ini termasuk sudah mencapai tingkatan terendah dalam sejarah Islam. Kehinaan, keterbelakangan, dan penjajahan–baik yang terang-terangan maupun samar–tetap melekat pada negara-negara Islam. Tentunya hal ini membuat kita berpikir dan selalu bertanya mengapa demikian dan apa yang membuat kaum muslimin terjerumus ke dalam keadaan seperti ini. Lalu, kita pun bertanya adakah solusi dari ini semua? Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API
Al Hasan rahimahullah berkata, “Seorang mukmin hidup di dunia seperti orang asing (ghorib), tidak risau karena kehinaan (dunia), tidak berlomba-lomba mengejar kemuliaannya. Manusia punya keadaan dan ia punya keadaan. Manusia merasa nyaman dengan dunia sedangkan dia letih dan lelah.
Diantara sifat-sifat orang-orang yang asing ini (Al Ghuroba’) yaitu orang-orang yang dipuji oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama adalah,
- Berpegang teguh dengan sunnah apabila manusia meninggalkannya.
- Meninggalkan bid’ah-bid’ah yang diperbuat manusia sekalipun itu mereka anggap baik.
- Memurnikan tauhid sekalipun ia diingkari oleh kebanyakan manusia.
- Tidak menisbatkan diri kepada siapapun selain kepada Allah dan Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama, tidak kepada syaikh, thoriqoh, mazhab, atau kelompok tertentu. Akan tetapi mereka menisbatkan diri kepada Allah dengan menghambakan diri hanya kepadaNya semata dan hanya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya.
Mereka inilah orang-orang yang menggenggam bara api sebenarnya dan kebanyakan manusia bahkan seluruhnya mencela mereka”. (Madaari As Salikiin, oleh Ibnul Qoyyim)
http://abuzubair.net/
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
“10 PENGHALANG UNTUK MENGIKUTI KEBENARAN”
BAB I
LATAR BELAKANG MASALAH
1.1 Profil Buku
Buku yang akan dibedah isinya ialah buku yang berlatar belakang Islam dengan judul “TABIR HIDAYAH” serta memiliki subtitle “10 PENGHALANG UNTUK MENGIKUTI KEBENARAN.” Buku ini dikarang oleh Fariq Gasim Anuz, diterbitkan oleh Pustaka Imam Asy-syafi’I, Bogor Pada tahun 2002. Buku ini memiliki tebal 80 lembar untuk isi dan 2 lembar untuk cover, didalamnya berisi tiga pokok masalah dan 12 sub pokok masalah. Buku dengan judul Tabir Hidayah ini mengambil referensi dari buku-buku al-imam ibnu Qayyim al-jauziah rahimahullah. Adapun sinopsis dari buku ini selengkapnya sebagai berikut Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah

Di antara kewajiban orang Islam adalah berpakaian sebagaimana diperintahkan oleh Alloh dan RosulNya. Alloh Yang Maha Kuasa telah memerintahkan wanita beriman untuk mengulurkan jilbab mereka pada tubuhnya. Dia berfirman:
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59) Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | 1 Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah

Oleh Ust. Abu Ahmad bin Syamsyuddin
Rumah Tangga Sebuah Amanah
Kewajiban paling utama, tanggung jawab paling besar, dan amanah paling berat adalah pendidikan terhadap keluarga dan bimbingan untuk rumah tangga, berawal dari diri sendiri kemudian istri, anak-anak , dan kerabatnya. Inilah yang dimaksud firman Alloh:
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (٦)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api naar yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6) Read more »
Filed under: Keluarga | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah

Dengan 5 Hal Ini, Kau Akan Berbahagia Bersamaku, Istriku…*
*diketik ulang oleh Humaira Ummu Abdillah dari majalah al-mawwaddah, Edisi I Tahun ke-3,Sya’ban 1430H/2009,Rubrik: Taman Pasutri, oleh: Ustadz Abu Amar al-Ghoyami hal:29-30*
Suami Anda mungkin tidak pernah berkata-kata secara terbuka dan apa adanya kepada Anda. Setiap Anda bertanya kepadanya ia selalu menjawab dengan mendahulukan perasaannya. Akibatnya, Anda tidak bisa puas dengan jawabannya yang memang sangat sedikit.Bila ini terjadi pada suami Anda, maka Anda harus tahu bahwa memang tidak semua laki-laki bisa begitu saja terbuka, namun benar-benar ada tipe suami yang memang pendiam dan pemalu.
Berikut tips yang bisa digunakan oleh istri untuk mengambil hati suaminya yang pendiam dan pemalu yang menurut hasil penelitan telah terbukti banyak memberi faedah bagi istri untuk bisa hidup berbahagia bersama suaminya. Read more »
Filed under: Keluarga | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2010 by abufahmiabdullah
Teladan Istri Yang Berusaha Memahami Suami
Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai suami hingga ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami hingga ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah.
Berikut ini dengarkanlah kisah seorang istri yang bijaksana yang berupaya memahami suaminya. Read more »
Filed under: Keluarga | Leave a Comment »
Posted on July 4, 2010 by abufahmiabdullah
Air Mata Taubat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])
Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on July 4, 2010 by abufahmiabdullah
Penulis: Ustadz Muhammad bin Badr Al Umari
Kata Pengantar: Ustadz Arif Fathul Ulum (Pengasuh Majalah Al Furqon Gresik)
KATA PENGANTAR
Oleh : Al Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh
إن الحمد لله ، نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا .
من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}(آل عمران:102)
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً}(النساء:1)
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً} (الأحزاب:70-71) .
وبعد
Segala puji bagi Allah pemilik nama Ar-Rahman Ar-Rahim, Dialah yang memiliki rahmat yang luas meliputi semua makhluknya :
] وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ [
“Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu “ ( QS. Al-A'raf : 156).
Di antara rahmat Allah terhadap manusia bahwa Dia telah menyempurnakan Islam dan menjadikannya sebagai satu-satunya agama yang diridhaiNya sebagaimana dalam firmanNya :
] الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا[
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian “ (QS. Al-Maidah : 3 ). Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 4, 2010 by abufahmiabdullah
لاَ ضَرَرَ وَلَا ضِرَا رَ
Tidak boleh berbuat sesuatu yang membahayakan

Asal Kaedah
Lafadz kaedah ini terambil dari sabda Rosululloh yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah 2/784, Baihaqi 10/133, Ahmad 1/313, Daruquthni 4/228, Hakim 2/57 dan beliau mengatakan shohih menurut syarat Imam Bukhori Muslim dan disepakati oleh Imam Dzahabi, Malik 2/745, Abu Dawud dalam Marosil hal : 44 dan lainnya dengan sanad hasan dari jalan beberapa sahabat Rosululloh diantaranya adalah Ubadah bin Shomith, Ibnu Abbas, Abu Sa’id al Khudri, Abu Huroiroh, Jabir bin Abdillah, Aisyah, Tsa’labah bin Abi Malik al Qurodli dan Abu Lubabah Rodliyallohu anhum ajma’in. (Lihat Takhrij hadits ini secara lengkap dalam Jami’ Ulum wal Hikam oleh Imam Ibnu Rojab hadits no : 32) Read more »
Filed under: Fiqh | Leave a Comment »
Posted on July 4, 2010 by abufahmiabdullah
AWALI PERSATUAN UMAT ISLAM DENGAN MELURUSKAN SHAF![1]
Perintah untuk memperbagus lurusnya shaf (barisan)
Dari Abû Hurairoh Radhiyallâhu ‘anhu beliau berkata : Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
أَحْسِنُوْا إِقَامَةَ الصُّفُوْفِ فِيْ الصَّلاَةِ
“Perbaguslah lurusnya shaf (barisan) ketika sholat” (HR Ahmad di dalam Musnad-nya dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albânî di dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb : 499)
Bagaimana cara memperbagus lurusnya shaf?
Hadits Jâbir bin Samuroh Radhiyallâhu ‘anhu menjelaskan hal ini. Beliau berkata : “Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam keluar menemui kami dan berkata :
مَالِيْ أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيْكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابَ خَيْلِ شُمُسٍ, أُسْكُنُوا فِيْ الصَّلاَةِ
“Aku tidak pernah melihat kalian mengangkat-angkat tangan kalian, seakan-akan seperti ekor kuda liar saja. Tenanglah kalian di dalam sholat (jangan bergerak).” Read more »
Filed under: Ahkam, Fiqh | Leave a Comment »
Posted on July 7, 2010 by abufahmiabdullah
Ajaran Kejawen Sapto Darmo dalam Pandangan Islam (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)
Oleh: Tri Madiyono
Pendahuluan
Banyak pertanyaan dari masyarakat seputar ajaran Kejawen. Pertanyaan tersebut tidak semata disampaikan oleh orang yang awam terhadap Islam, akan tetapi juga oleh para da’i, takmir masjid, dan tokoh masyarakat. Dari ‘nada’ pertanyaan mereka, penulis menangkap bahwa masyarakat masih menganggap Kejawen merupakan bagian dari Islam, sehingga mereka sering menyebut dengan nama Islam Kejawen. Untuk itulah kami menurunkan tulisan ini, yang insya Allah akan membantu menjawab kerancuan (syubhat) tersebut.
Dalam bagian pertama ini akan dibahas tentang aliran Sapto Darmo, yang merupakan salah satu aliran besar kejawen. Read more »
Filed under: Aqidah | 2 Comments »
Posted on July 7, 2010 by abufahmiabdullah
Ajaran Kejawen Sapto Darmo dalam Pandangan Islam (Bagian Kedua dari Dua Tulisan)
Oleh: Tri Madiyono
Pada edisi sebelumnya telah dibahas mengenai sejarah berdirinya ajaran Sapto Darmo serta beberapa ajaran pokoknya, yaitu; (1) Tujuh kewajiban suci Sapto Darmo, (2) Panca sifat manusia, (3) Konsep kitab suci, dan (4) Konsep tentang alam.
Pada edisi kali ini kami mencoba mengupas lebih jauh lagi tentang pokok-pokok ajaran Sapto Darmo, sehingga lebih jelas lagi -Insya Allah- bahwa ajaran ini sangat bertentangan dengan Islam.
5. Konsep Peribadatan
Konsep ibadah dalam Sapto Darmo tercermin pada ajaran mereka tentang “Sujud Dasar”. Sujud Dasar terdiri dari tiga kali sujud menghadap ke Timur. Sikap duduk dengan kepala ditundukkan sampai ke tanah, mengikuti gerak naik sperma yakni dari tulang tungging ke ubun-ubun melalui tulang belakang, kemudian turun kembali. Amalan seperti itu dilakukan sebanyak tiga kali. Dalam sehari semalam, pengikut Sapto Darmo diwajibkan melakukan Sujud Dasar sebanyak 1 kali, sedang selebihnya dinilai sebagai keutamaan. Read more »
Filed under: Aqidah | 2 Comments »
Posted on July 7, 2010 by abufahmiabdullah
Islam dan Kebebasan
Banyak manusia yang hidup di dunia ini menginginkan kehidupan yang bebas dan tidak terkekang dengan berbagai aturan. Sampai-sampai karena kuatnya keinginan ini mereka tidak lagi mengindahkan norma-norma agama, sebab mereka menganggap agama sebagai belenggu semata.
Meskipun faktanya, kebebasan yang tanpa batas mustahil terwujud di dunia ini. Karena perbuatan yang dilakukan oleh manusia sering dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu, sehingga ketika seseorang meninggalkan norma-norma agama otomatis dia akan terjerumus mengikuti aturan hawa nafsunya yang dikendalikan oleh setan, dan ini merupakan sumber malapetaka terbesar bagi dirinya. Karena hawa nafsu manusia selalu menggiring kepada keburukan dan kerusakan, sebagaimana firman Allah Ta’ala, Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 7, 2010 by abufahmiabdullah
Sudah jelas bagi kita bahwa sholat merupakan salah satu dari lima rukun Islam sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Sholat juga merupakan kewajiban paling utama setelah Tauhid.
Melaksanakan sholat adalah wajib ‘aini bagi setiap orang yang sudah mukallaf (terbebani kewajiban syari’ah), baligh (telah dewasa/dengan ciri telah bermimpi), dan ‘aqil (berakal).
Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman:
“Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka hanya beribadah/menyembah kepada Allah sahaja, mengikhlaskan keta’atan pada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan hanif (lurus), agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, demikian itulah agama yang lurus”. (Surat Al-Bayyinah: 5)
Bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :
“Pemisah di antara kita dan mereka (orang kafir) adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya maka sungguh dia telah ka_r.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 7, 2010 by abufahmiabdullah
Mas, Kok Tidak Sholat Berjama’ah?
Sebagian besar masjid-masjid kaum muslimin saat ini kita lihat kosong dari jama’ah. Pemandangan ini hampir merata kita temui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Inilah buah dari kekurangfahaman mereka dalam ilmu syariat, khususnya yang berkaitan dengan hukum sholat berjama’ah. Sehingga bila kita tanyakan kepada seseorang, “Mengapa tidak sholat di masjid, kok malah sholat di rumah?”, boleh jadi ia menjawab, “Ah, itu kan cuma sunnah saja…” Subhanalloh!!, semoga Alloh memahamkan kepada kaum muslimin tentang syariat yang mulia ini. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 7, 2010 by abufahmiabdullah
Kemuliaan Ibadah Sholat
Shalat memiliki kedudukan yang sangat mulia di dalam Islam, hal ini ditunjukkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
[1] Shalat adalah salah satu rukun Islam
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Islam dibangun di atas lima perkara : persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah dan berpuasa di bulan ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim). Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 25, 2010 by abufahmiabdullah
SI PENJUAL MINYAK WANGI (Perumpamaan bagi Sahabat Sejati)
Ada orang yang berkata kepada Abdullah bin Umar Rodhiyallahu anhuma:
Si Fulan Al-Anshari meninggal dunia. Beliau berkata : “Semoga Allah merahmatinya.”
Mereka berkata: “Ia meninggalkan uang seratus ribu.”
Beliau berkata:”Tetapi uang itu tidak meninggalkannya.”
Ia tertimpa kondisi perekonomian yang sempit sekali.
Kondisinya menjadi amat buruk, harta bendanya menipis, dan teman-temannya pergi menjauhi…
Ia teringat, bahwa semenjak sepuluh tahun yang lalu ia mengajukan pengunduran diri dari pekerjaannya, dan beralih ke usaha bebas. Kondisinya otomatis berubah setelah pengunduran diri… hartanya berlimpah. Ia pindah ke sebuah villa besar, menikah dengan istri kedua. Bepergian kesana kemari, tak terhitung jumlahnya. Ia tenggelam dalam kesenangan dan kemaksiatan, tanpa batas. Saat terdengar adzan, sementara letak masjid hanya beberapa meter dari kantornya, ia tidak mau pergi untuk shalat. Bahkan dalam waktu yang lama sekali, ia tidak pernah bersujud. Ia sibuk sekali, sehingga tidak punya waktu untuk itu. Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
TAWASSUL DENGAN ORANG MATI

Pertanyaan.
Ada beberapa wasilah yang saya ketahui, yaitu wasilah dengan amal shalih, nama-nama dan sifat-sifat Allah, dan wasilah dengan minta didoakan kepada (Allah, oleh-Red) orang lain yang masih hidup. Namun saya mendengar ada yang berwasilah dengan orang yang sudah meninggal dunia. Mereka beralasan dengan hadits:
1. إِذَا تَحَيَّرْتُمْ فِيْ اْلأُمُوْرِ فَاسْتَعِيْنُوْا مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ . كَذَا فِي الْبَهْجَةِ السُّنِّيَّةِ للشَّيْخِ مُحمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْجَانِي ص
2. مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي (رواه الطبْرانِي و غيره من حديث عمر
3. مَنْ جَاءَنِي زَائِرًا لاَ يَعْمَلُ إِلاَّ زِيَارَتِي كَانَ حَقًّا عَلَيَّ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ شَفِيْعُا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. صححه ابن السكن واطل ثُمَّ قال: وَ أَوَّلُ مَنْ تَشَفَّعَ بِهِ آدَم q لَمَّا خَرَجَ مِنَ الْجَنَّةِ وَ قَالَ لَهُ جَلَّ جَلاَلُهُ : لَوْ تَشَفَّعْتَ إِلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ فِي أَهْلِ السَّمَاوَاتِ وَِ الأَرْضِ لَشَفَعْنَاكَ. قَالَ القَاضِي عِيَاض: وَحَدِيْثُ الشَّفَاعَةِ بَلَغَ التَّوَاتُرَ
Selain tersebut di atas, orang juga berdalil dengan:
1. Do’a Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sholat hajat,
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَ أَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيْكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِ الرَّحْمَةِ يَامُحَمَّدُ إِنِّي أَتَوَجَّهُ بِكَ إلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي لِتَقْضِيَ (رواه الترمذي و النساء و ابن ماجه و الحاكم فِي الْمستدرك) وفِي لفظ آخر: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَ أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيْكَ نَبِيِ الرَّحْمَةِ يا مُحَمَّدُ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّي أَتَوَسَّلُ بِكَ إِلىَ رَبِّكَ فِي حَاجَتِي لِيَقْضِيَهَا لِي اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ
2. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
أَسْمَعُ صَلاَةَ أَهْلِ مَحَبَّتِي وَ أَعْرِفُهُمْ و تعرض على صلاة أَسْمَعُ صَلاَةَ أَهْلِ غَيْرِهِمْ عرضا حِيْنَمَا قِيْلَ لَهُ أَرَأَيْتَ صَلاَةَ الْمُصَلِّيْنَ عَلَيْكَ مِمَّنْ غَابَ عَنْكَ وَ مَنْ يَأْتِ بَعْدَكَ, مَا حَالُهُمَا عِنْدَكَ
3. Dishahihkan dalam Haditsnya Imam Malik bahwasanya Bilal bin Harits Radhiyallahu ‘anhu ziarah ke kuburan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di situ beliau berdo’a: Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
TAWASSUL DENGAN ORANG MATI SYUBHAT DAN BANTAHANNYA
Adapun dalil-dalil yang dijadikan alasan bolehnya tawassul dengan orang yang telah mati, sebagaimana yang antum nukilkan di atas, inilah jawaban kami:
1. Dalil Pertama.
إِذَا تَحَيَّرْتُمْ فِيْ اْلأُمُوْرِ فَاسْتَعِيْنُوْا مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ . كَذَا فِي الْبَهْجَةِ السُّنِّيَّةِ للشَّيْخِ مُحمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْجَانِي ص
Hadits pertama itu artinya:
“Jika kamu bingung di dalam perkara-perkara, maka mintalah tolong dari para penghuni kubur!” Demikian disebutkan di dalam kitab Al-Bahjah As-Sunniyyah karya Syeikh Muhammad bin Abdullah Al-Jani, hal:41.
Bantahan:
Ketahuilah bahwa ini adalah hadits palsu! Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata tentang hadits ini: “Ini palsu dengan kesepakatan ahli ilmu, tidak ada seorangpun dari ulama ahli hadits yang meriwayatkannya.” [Al-Istighatsah Ar-Raddu ‘Alal Bakri, II/483, tahqiq Abdullah bin Dujain As-Sahli, Darul Wathan, Cet:I, Th:1997 M/1417 H]
Abdullah bin Dujain As-Sahli berkata mengomentari perkataan Syeikhul Islam di atas: “Ini adalah hadits palsu, disebutkan oleh Al-‘Ajluni di dalam Kasyful Khafa’ I/85, dan dia menyandarkan kepada Ibnu Kamal Basya; Ibnul Qayyim menjelaskan kelemahannya di dalam Ighatsatul Lahfan I/333, demikian pula Muhammad Nashib Ar-Rifa’I di dalam At-Tawashul Ila Haqiqati At-Tawasul Al-Masyru’ wal Mamnu’ , hal:252, Cet:III, 1399 H, dan lainnya.”
Di sini kami perlu mengingatkan dengan sebuah hadits mutawatir tentang bahaya menyampaikan hadits-hadits palsu dan menisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu:
وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja maka siapkanlah tempat duduknya di neraka”. [Hadits Mutawatir].
2. Adapun hadits kedua
مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي (رواه الطبْرانِي و غيره من حديث عمر
“Barangsiapa menziarahi kuburku, dia wajib mendapatkan syafa’atku” [HR. Thabarani dan lainnya, dari hadits Umar Radhiyallahu 'anhu])
Bantahan:
Al-Hafizh Ibnu Abdil Hadi menyatakan tentang hadits ini yang ringkasnya sebagai berikut: “Hadits ini tidak shahih, bahkan hadits ini mungkar menurut para imam hadits, tidak dapat dipakai sebagai hujjah. Para imam hadits telah menjelaskan kelemahan dan kemungkarannya, dan tidaklah berpegang dengan hadits semacam ini kecuali orang-orang yang lemah dalam bidang hadits. Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
NABI MAUPUN WALI ADALAH MANUSIA BIASA, TIDAK BERHAK DISEMBAH!
Oleh : Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari
Muhammad adalah ‘abduhu wa rasuluhu. Pensifatan dari Allah bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan sebutan yang paling bagus. ‘Abduhu (yang hambaNya) selain menunjukkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai hamba yang benar-benar tunduk, juga mengandung makna, beliau adalah manusia biasa seperti kita sebagai makhluk yang tidak boleh disembah. Adapun rasuluhu (utusanNya) menunjukkan, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang memiliki keistimewaan, sehingga beliau tidak boleh disepelekan. Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
TAWASUL DENGAN PERANTARA PARA NABI DAN ORANG-ORANG SHALIH
Oleh: Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Bolehkan seorang muslim bertawasul kepada Allah dengan (perantara) para nabi dan orang-orang shalih ? Saya telah mendengar pendapat sebagian ulama bahwa bertawasul dengan (perantaraan) para wali tidak apa-apa karena do’a (ketika) bertawassul itu sebenarnya ditujukkan kepada Allah. Akan tetapi, saya mendengar ulama yang lain justru berpendapat sebaliknya. Apa sesungguhnya hukum syariat dalam permasalahan ini ? Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
ORANG MATI DAPAT MEMBERI MANFAAT ?
Oleh: Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Sebagian ahli bid’ah yang berdo’a kepada penghuni kubur, berkata : “Bagaimana kalian bisa mengatakan bahwa orang yang telah meninggal dunia tidak bisa memberi manfaat (kepada yang hidup), padahal nabi Musa telah memberi kita manfaat dengan menjadi sebab dispensasi shalat yang tadinya lima puluh kali menjadi lima ?”. Bagaimana kita menjawab mereka ? Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
TAWASSUL
Oleh : Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Di negeri kami terdapat kuburan seseorang yang disebut-sebut sebagai orang shalih. Diatas kuburan itu dibangun sebuah bangunan yang indah dan dihiasi dengan hiasan-hiasan yang sempurna. Ada orang-orang yang menjadi penunggunya yang disebut sebagai pewaris jabatan penunggu kubur tersebut secara turun temurun. Mereka menyeru manusia dengan berkata : “Sesungguhnya penghuni kuburan ini pada malam ini telah berkata begini dan begitu, dan meminta ini”. Orang-orang yang tinggal di sekitar kuburan itu kemudian terpikat hatinya dan meyakini setiap yang dikatakan penunggu kuburan tersebut. Akhirnya, mereka melakukan taqarrub (mendekatkan diri), thawaf (berkeliling), dan penyembelihan hewan (di kuburan tersebut) serta hal-hal lain. Apa hukum mereka yang meyakini bahwa wali (penghuni kuburan) tersebut mampu mendatangkan manfaat atau madharat ? Apa saja kewajiban orang yang mengetahui bahwa hal-hal yang seperti itu bertentangan dengan syariat, sementara dia tinggal bersama mereka ? Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
Menggugat Logika Tawassul
Di antara logika yang sering dikemukakan oleh orang-orang yang menganjurkan tawassul dengan orang-orang yang sudah wafat—yang zahirnya adalah orang shalih—di makam mereka adalah sebagai berikut:
Seseorang yang hendak menemui dan meminta kepada raja maka ia harus melalui perantaraan sekretarisnya, bawahannya, atau orang yang dekat dengan raja terlebih dahulu, maka begitu pula orang yang hendak menghadap dan meminta kepada Allah, Sang Maha Raja, maka ia menggunakan perantaraan (ber-tawassul) dengan orang-orang yang dekat dengan Allah, yaitu orang-orang shalih atau para wali, di makam mereka. Ini adalah logika, silogisme dan analogi yang sangat fatal kekeliruannya (qiyās ma`a’l fāriq wa fāsidu’l i`tibār). Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
KYAI PLUS DUKUN
Oleh : Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin
Di tengah masyarakat Islam khususnya, sejak dahulu sudah dikenal ada tokoh-tokoh tertentu yang dapat menguasai jin dan mempunyai pengawal jin sampai puluhan, bahkan ribuan. Sekarang, sejalan dengan perkembangan dunia yang serba canggih, maka kemampuan menguasai dan menangkap makhluk kasat mata tersebut, konon dapat dipertontonkan di layar kaca. Aktifitas semacam itupun kian marak, dengan semakin banyaknya para pendusta yang berlabel kyai. Padahal sejatinya mereka adalah sebangsa paranormal.
Sesungguhnya aktifitas dan kemampuan semacam itu hanya ada di dunia perdukunan, klenik dan mistik, bukan di dunia orang-orang bertauhid. Sayangnya, banyak tokoh umat Islam atau ditokohkan oleh sebagian umat Islam, ikut terlibat dalam dunia semacam itu, sehingga masyarakat awamlah yang menjadi korban. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah mengingatkan: Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
TEMAN DAN PENGARUHNYA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ( KISAH ANAK MENDAMAIKAN DUA ORANG BERSELISIH LEWAT SMS )
Oleh : Ustadz Fariq Gasim Anuz
Termasuk hal yang penting dalam pembinaan anak muslim adalah dengan menghindari bersahabat dengan teman-teman yang buruk dan jahat, hendaklah ia tumbuh dewasa dengan sahabat-sahabat yang baik, bermajelis dengan orang-orang dewasa sehingga mereka mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman, belajar adab dan akhlak.
Bahkan bisa jadi anak kecil yang mendapatkan karunia Allah berupa kecerdasan dan kepandaian dapat memberikan manfaat yang banyak kepada manusia dan orang-orang yang bergaul dengannya maka kedua orang tuanya dan orang-orang yang mendidiknya ikut bergembira.
Teman mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Seseorang menurut agama sahabatnya, maka hendaklah setiap orang memperhatikan dengan siapa dia bersahabat”. (H.R. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad dengan sanad hasan) Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on July 26, 2010 by abufahmiabdullah
Kaum jahiliyah berdoa kepada para wali dan orang-orang shalih |
|
|
|
|
|
Sesungguhnya orang-orang jahiliyah mempersekutukan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan cara berdoa dan beribadah kepada orang-orang shalih. Tujuannya untuk mencari syafaat mereka di sisi Allah. Karena mereka menyangka bahwa Allah dan orang-orang shalih mencintai akan hal itu. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ
“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. Dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah” (Yunus: 18)
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’” (Az-Zumar: 3) Read more » |
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 27, 2010 by abufahmiabdullah
Perayaan Nisfu Sya’ban
Oleh : Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
﴿ حكم الاحتفال بليلة النصف من شعبان ﴾
« باللغة الإندونيسية »
عبد العزيز بن عبد الله بن باز
ترجمة: فريق اللغة الإندونيسية بموقع دار الإسلام
مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو
Perayaan Nisfu Sya’ban
Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama ini bagi kita, dan telah menyempurnakan nikmat-Nya untuk kita. Shalawat serta salam semoga tercurah pada nabi dan rasul kita, Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam
Allah berfirman:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3)
Allah juga berfirman:
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy Syura: 21)
Dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Rodhiyallahu anha , dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan suatu perkara dalam urusan (agama) kami, yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalannya tertolak”
Dan dalam shahih Muslim dari Jabir Rodhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda pada khutbah Jum’at: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad n dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap perkara yang diada-adakan adalah sesat” Read more »
Filed under: Aqidah | 1 Comment »
Posted on July 27, 2010 by abufahmiabdullah
Oleh : Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Di antara kaidah yang diterapkan ulama adalah, bahwa “merebaknya suatu perbuatan tidak menunjukkan atas kebolehannya, sebagaimana tersembunyinya suatu perbuatan tidak menunjukkan atas dilarangnya.”[1]
Ibnu Muflih dalam Al-Adab Asy-Syar’iyyah (I/163) berkata, “Seyogyanya diketahui bahwa hal yang dilakukan banyak manusia adalah bertentangan dengan ketentuan syar’i dan hal tersebut masyhur di antara mereka dan banyak manusia yang melakukannya. Yang wajib bagi orang yang arif adalah tidak mengikuti mereka, baik dalam ucapan maupun perbuatan, dan janganlah dia terpengaruh oleh hal tersebut setelah tersebar jika dalam kesendirian dan sedikitnya kawan.
Syaikh Muhyiddin An-Nawawi berkata, “Janganlah manusia terpedaya oleh banyaknya orang yang melakukan sesuatu yang dilarang melakukannya, yaitu kepadanya oleh orang yang tidak menjaga adab-adab ini. Laksanakanlah apa yang dikatakan Fudhail bin ‘Iyadh, ‘Janganlah kamu menganggap buruk jalan-jalan kebaikan karena sedikitnya orang yang melakukannya, dan janganlah kamu terpedaya dengan banyaknya orang-orang yang binasa’.” [2]
Abu Wafa’ bin ‘Uqail dalam Al-Funun berkata, “Barangsiapa yang keyakinannya lahir dari bukti-bukti dalil, maka akan hilang pada diri sikap ikut arus dan terpengaruh oleh perubahan kondisi orang banyak.
Firman-Nya, “Apakah jika dia wafat atau terbunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” [Ali 'Imran : 144]
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu adalah orang yang kokoh pendiriannya dalam berbagai keadaan, berbeda-beda berbagai kondisi tidak menjadikannya goyah ketika kaki-kaki jatuh tergelincir.”
Sampai dia berkata, “Dan terkadang seseorang Muslim sampai dipersempit kehidupannya. Dan sesungguhnya agama kami berlandaskan pada mengambil dunia dan kebaikan akhirat, maka siapat yang mencari kehidupan dunia dengan cara meninggalkan kebaikan akhirat maka dia salah jalan.”
Jika kita telah mengetahui hal tersebut maka tampak kebatilan argumen yang dibuat orang banyak yang jatuh ke dalam sebagian bid’ah dan hal-hal yang baru, “Bahwa mayoritas manusia melakukan ini,” atau alasan-alasan lain yang batil dan penakwilan-penakwilan yang tumpul. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 27, 2010 by abufahmiabdullah
Hukum Mayoritas Dalam Syariat Islam
Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari
Telah menjadi sunnatullah kalau kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi, ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.
Apa Itu Hukum Mayoritas ?
Yang dimaksud dengan hukum mayoritas dalam pembahasan ini adalah suatu ketetapan hukum di mana jumlah mayoritas merupakan patokan kebenaran dan suara terbanyak merupakan keputusan yang harus diikuti, walaupun ternyata bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.Sejauh manakah keabsahan hukum mayoritas ini? Untuk mengetahui jawabannya, perlu ditelusuri terlebih dahulu oknumnya (pengusungnya), yang dalam hal ini adalah manusia, baik tentang hakekat jati dirinya, sikapnya terhadap para rasul, atau pun keadaan mayoritas dari mereka, menurut kacamata syari’at. Karena dengan diketahui keadaan oknum mayoritas, maka akan diketahui pula sejauh mana keabsahan hukum tersebut. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 28, 2010 by abufahmiabdullah
Tiga Orang yang Suka Pamer
Sungguh tragis, orang yang beramal namun tak ikhlas. Segala upaya, daya dan harta yang dikeluarkan menjadi sia-sia. Semuanya justru menjadi petaka ketika akhirat tiba.
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan: Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya orang yang pertama kali diberi keputusan pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid. Lalu ia didatangkan dihadapan Allah. Kemudian Allah memperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatanNya yang diberikan kepadanya. Lalu orang tersebut mengakuinya. Allah pun berfirman, ‘Apa yang kamu kerjakan padanya?’ Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 28, 2010 by abufahmiabdullah
Hari demi hari kaum muslimin dewasa ini selalu mendapakan ujian pengkaburan nilai-nilai agamanya. Pengkaburan ini dilakukan dengan slogan perbedaan madzhab, sehingga akhirnya istilah madzhab dijadikan pembungkus kebid ‘ahan dan penyelewengan dalam agama. Realita yang ada menunjukkankan juga istilah madzhab memiliki konotasi taqlid, oleh karena itu perlu sekali kita melihat sejarah perkembangan pemikiran kaum muslimin dalam permasalahan ini walaupun secara singkat.
Pengertian madzhab
Kata Madzhab berasal dari kata bahasa Arab َهَبَ ذ- يَذْهَبُ – ذَهَابًا – ذُهُوْبًا – مَذْهَبًا bermakna berjalan (pergi) atau lewat, sedangkan الْمَذْهَبُ bermakna i’tiqad (keyakinan), jalan dan ushul yang dijalankannya [1], seperti pernyataan : “Madzhab kami adalah madzhab sepuluh orang yang dijamin masuk syurga dan Ahmad”[2]. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 28, 2010 by abufahmiabdullah
Wajibkah Kita Bermadzhab
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Seringkali kita mendengar sebagian orang mengatakan bahwa kita wajib memilih madzhab tertentu dalam beragama dan jangan sampai meninggalkannya. Apakah prinsip seperti ini diperkenankan dalam syariat Islam ini? Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.
Apakah Orang Awam Wajib Memilih Madzhab Tertentu Untuk Beragama?
Dalam hal ini ada dua pendapat: Salah satu pendapat yang ada mengatakan, “Tidak wajib“. Inilah pendapat yang lebih tepat. Yang namanya kewajiban adalah jika diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya sama sekali tidak mewajibkan kepada seseorang untuk mengikuti salah satu madzhab tertentu untuk diikuti agamanya, namun yang diwajibkan adalah mengikuti petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah. Dan telah berlalu beberapa generasi, namun mereka sama sekali tidak berpegang dengan satu madzhab tertentu.[1]
Intinya, mewajibkan mengikuti salah satu madzhab tertentu tidaklah dibolehkan. Inilah hukum asalnya. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 28, 2010 by abufahmiabdullah
Fatwa Ulama terhadap perbedaan Madzhab
SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP PERBEDAAAN MADZHAB
Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rohimahullah
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap perbedaan-perbedaan madzhab yang menyebar di berbagai golongan dan kelompok?
Jawaban:
Yang wajib baginya adalah memegang yang haq, yaitu yang ditunjukkan oleh Kitabullah dan Sunnah RasulNya serta loyal terhadap yang haq dan mempertahankannya. Setiap golongan atau madzhab yang bertentangan dengan yang haq, maka ia wajib berlepas diri darinya dan tidak menyepakatinya. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 28, 2010 by abufahmiabdullah
Imam Madzhab di Dalam Mengikuti Sunnah 
Masih banyak ditemukan dikalangan umat Islam ini adanya “pengkotakan” atau “pengelompokkan” dengan dalih, “Kami Pengikut Imam Fulan atau Madzhab Fulan” dan yang lain juga demikian. Sebagian besar mereka sering ditemukan melakukan ibadah dan lain-lainnya di dalam agama ini dengan alasan telah dicontohkan atau dibenarkan oleh para imam madzhab yang mereka ikuti. Sungguh hal yang sangat mengherankan…., bahkan ketika seorang Ahlul Ilmu atau Ulama datang mengajak mereka untuk mengikuti sunnah Rasulullah yang shohih, mereka menolak dengan alasan, ” Ini tidak ada dalam madzhab Fulan”. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
TA’ASHUB DAN TAKLID PANGKAL HIZBIYAH
Oleh : Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin
Ta’ashub dan taklid merupakan dua penyakit berbahaya yang cukup rumit untuk ditangani. Keduanya merupakan pangkal hizbiyah dan ashabiyah (fanatisme golongan).
Hizbiyah dan ashabiyah akan mudah dilenyapkan apabila ta’ashub dan taklid ini terkikis habis.
Sebenarnya, menurut nalar orang yang sedikit saja memiliki ilmu agama, keduanya mudah difahami sebagai penyakit umat yang amat berbahaya, namun menurut waqi’ (kenyataan), ternyata tanpa disadari banyak orang yang termakan oleh penyakit ini. Tidak hanya orang-orang awam, bahkan orang-orang yang cukup memiliki bekal sebagai juru dakwah pun kadang-kadang ikut terjebak ke dalamnya. Dua buah penyakit umat yang cukup mudah dimengerti tetapi sulit dihindari. Teori dengan prakteknya berbeda, prinsip ilmiah dengan amaliahnya berlainan. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
FANATIK BUTA PADA KYAI
Fanatik terhadap kyai, ulama, atau ustadz memang telah mendarah daging dalam tubuh umat ini. Yang jadi masalah bukanlah sekedar mengikuti pendapat orang yang berilmu. Namun yang menjadi masalah adalah ketika pendapat para ulama tersebut jelas-jelas menyelisihi Al Qur’an dan As Sunnah tetapi dibela mati-matian. Yang penting kata mereka ‘ sami’na wa atho’na’ (apa yang dikatakan oleh kyai kami, tetap kami dengar dan kami taat). Entah pendapat kyai tersebut merupakan perbuatan syirik atau bid’ah, yang penting kami tetap patuh kepada guru-guru kami.
Fenomena Fanatik Buta
Fanatik -dalam bahasa Arab disebut ta’ashub- adalah sikap mengikuti seseorang tanpa mengetahui dalilnya, selalu menganggapnya benar, dan membelanya secara membabi buta. Fanatik terhadap kyai, ustadz, atau ulama bahkan kelompok tertentu telah terjadi sejak dahulu seperti yang terjadi di kalangan para pengikut madzhab (ada 4 madzhab yang terkenal yaitu Hanafi, Hanbali, Maliki, dan Syafi’i). Di mana para pengikut madzhab tersebut mengklaim bahwa kebenaran hanya pada pihak mereka sendiri, sedangkan kebathilan adalah pada pihak (madzhab) yang lain.
Banyak contoh yang dapat diambil dari para pengikut madzhab tersebut. Di antara contoh perkataan bathil di antara mereka adalah ucapan Abul Hasan Al Karkhiy Al Hanafi (seorang tokoh fanatik di kalangan Hanafiyyah). Beliau mengatakan, “Setiap ayat dan hadits yang menyelisihi penganut madzhab kami (Hanafiyyah), maka harus diselewengkan maknanya atau dihapus hukumnya.” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
Surga Diliputi Perkara Yang Dibenci Jiwa, Neraka Diliputi Perkara Yang Disukai Nafsu
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Mengenal kosa kata
Huffat: Berasal dari kata al-hafaf (الحَفَاف) yang berarti sesuatu yang meliputi sesuatu yang lain yang berarti surga dan neraka itu diliputi sesuatu. Seseorang tidak akan memasuki surga dan neraka kecuali setelah melewati hijab terebut. Dalam riwayat Bukhari kata huffat diganti dengan kata hujibat (حُجِبَت ) yang berarti tabir, hijab ataupun pembatas dan keduanya memiliki makna sama. Hal ini ditegaskan Ibnul Arabi sebagaimana dinukil Ibnu Hajar dalam Fathul Baari.
Al-Jannah: Kampung kenikmatan.
Al-Makarih: Perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) berupa ketaatan dan ketundukan terhadap aturan-aturan Allah Ta’ala.
An-Nar: Kampung siksaan dan adzab.
Asy-Syahawat: Nafsu yang condong kepada kejelekan-kejelekan. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
Meminta Petunjuk Jalan Yang Lurus
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, ”Seandainya bukan karena sedemikian besar kebutuhan hamba untuk memohon hidayah siang dan malam, niscaya Allah ta’ala tidak perlu membimbing hamba-Nya untuk melakukan hal ini. Karena sesungguhnya setiap hamba sangat membutuhkan pertolongan Allah ta’ala di sepanjang waktu dan keadaan agar petunjuk itu tetap terjaga, kokoh tertanam, semakin paham, meningkat, dan agar dia terus berada di atasnya…” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, I/37)
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, ”Ayat ini -ihdinash shirathal mustaqim- mengandung penjelasan bahwa sesungguhnya hamba tidak akan mendapatkan jalan untuk menggapai kebahagiaannya kecuali dengan tetap istiqamah di atas jalan yang lurus. Dan tidak ada jalan untuk meraih keistiqamahan baginya kecuali dengan hidayah dari Rabbnya kepada dirinya. Sebagaimana tidak ada jalan baginya untuk beribadah kepada-Nya kecuali dengan pertolongan-Nya, maka demikian pula tidak ada jalan baginya untuk bisa istiqamah di atas jalan tersebut kecuali dengan hidayah dari-Nya.” (Al Fawa’id, hal. 21). Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
Virus yang Mewabah di Tengah Ummat
Sungguh aneh bin ajaib kalau ada seseorang yang mengatakan bahwa pada saat ini dakwah yang menyerukan kepada tauhid dan mengingatkan pada syirik adalah sudah tidak relevan. Sebab di zaman yang modern seperti ini sudah banyak orang yang mempercayai adanya Tuhan dan sangat jarang ditemui ada orang yang menyembah patung, bintang, matahari, berhala dan sebagainya. Mereka juga mengatakan bahwa sekarang ini kita harus memfokuskan dan memperhatikan bagaimana kita harus melawan orang-orang kafir dan merebut kekuasaan.
Pandangan seperti ini muncul karena memang dangkalnya ilmu dan pemahaman yang ada pada orang tersebut, tidak faham apa itu pengertian tauhid dan syirik dengan benar, serta tidak faham dengan inti dakwah setiap rosul. Bukan berarti bahwa melawan orang kafir itu tidak penting. Tidak, sekali-kali tidak! Dengan tulisan ini semoga dapat mendudukkan masalah ini secara benar dan dapat menyadarkan kaum muslimin dari keterlenaannya. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
Pentingnya Akidah Dalam Kehidupan Seorang Insan
Akidah secara bahasa artinya ikatan. Sedangkan secara istilah akidah artinya keyakinan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu. Dalam pengertian agama maka pengertian akidah adalah kandungan rukun iman, yaitu:
- Beriman dengan Allah
- Beriman dengan para malaikat
- Beriman dengan kitab-kitab-Nya
- Beriman dengan para Rasul-Nya
- Beriman dengan hari akhir
- Beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk
Sehingga akidah ini juga bisa diartikan dengan keimanan yang mantap tanpa disertai keraguan di dalam hati seseorang (lihat At Tauhid lis Shaffil Awwal Al ‘Aali hal. 9, Mujmal Ushul hal. 5)
Kedudukan Akidah yang Benar
Akidah yang benar merupakan landasan tegaknya agama dan kunci diterimanya amalan. Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
Punya Hutang Tapi Bersumpah Mengingkari, Keluar Pengadilan Terjatuh Dan Mati Seketika!!
Dia berdiri di depan hakim dan mengingkari bahwa ia telah berhutang sebanyak 500.000 dinar milik ahli waris Syaikh Ibrahim Muhammad. Hakim memintanya untuk bersumpah bahwa Syaikh Ibrahim tidak pernah memberinya hutang sebanyak itu dan pemberian itu bukan hutang. Lalu ia bersumpah kemudian setelah itu hakim menetapkan bahwa ia tidak berhutang. Belum lagi ia sempat keluar dari pintu pengadilan, ia terjatuh dan mati. Kejadian ini terjadi pada tahun 1954 di salah satu kota di negara Irak. Namun kisah tersebut tidak bermula seperti ini. Kami akan ceritakan kisah kejadian sebenarnya.
Syaikh Ibrahim adalah seorang pedagang besar yang dermawan. Ia tidak pernah menolak orang yang meminta atau mengecewakan orang yang berharap kepadanya. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
Kenali Agamamu Sebelum Mencela Saudaramu
Bisik-bisik yang berlangsung tidak jauh dariku menarik perhatianku. Mengikuti pandangan dua orang gadis muda pelayan toko swalayan tersebut, kulihat sepasang suami isteri sedang berbelanja. Tidak ada yang salah dari pasangan itu, kecuali bahwa sang isteri memakai pakaian lebar bercadar dengan warna hitam, sedangkan sang suami dengan celana yang tidak isbal (baca: cingkrang) dan berjanggut. Entah karena merasa jengah menark perhatian beberapa orang, atau memang karena sedang terburu-buru dan kebutuhannya telah didapatkan , keduanya pun keluar tidak lama kemudian.
Sikap seperti itu berjangkit hampir di mana-mana. Hanya karena tidak biasa menurut pandangan orang awam, karena ketidaktahuannya akan agama, menyebabkan begitu mudah menilai orang lain, ketika mereka berbeda dengan kebiasaan sebagian besar masyarakat. Padahal kebenaran tidak bergantung pada banyaknya orang yang melakukannya, dan sebaliknya, mereka yang sedikit tidak berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat.
Agama Islam saat ini cenderung asing bagi penganutnya sendiri. Satu contoh kecil di atas. Sepasang suami isteri yang mencoba untuk istiqamah melaksanakan sunnah-sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan penampilan luar pakaian keseharian, mendapatkan penilaian miring, pandangan aneh penuh kecurigaan, atau bahkan mengundang ejekan, objek untuk ditertawakan. Seandainya kedua gadis itu tahu ajaran Islam yang sebenar-benarnya, tentu mereka akan merasa malu, memperbincangkan orang lain yang bersungguh-sungguh menjalankan agama bahkan sampai pada penampilan, tegar di tengah pandangan miring dan melecehkan masyarakat, sedangkan mereka sendiri sama sekali tidak memenuhi kewajibannya menutup aurat! Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
LAPANGKAN HATIMU DALAM MENERIMA NASIHAT DAN KEBENARAN (BACALAH!)
Oleh Al Akh Al Fadhil Abu Mushlih Ari Wahyudi
Di antara sebab tersebarnya kebatilan dan bertambah buruknya keadaan masyarakat adalah berbagai macam alasan yang diada-adakan oleh syaitan dan bala tentaranya demi melestarikan kemungkaran. Umat-umat terdahulu yang menentang dakwah para rasul pun demikian. Ketika para rasul itu menyeru mereka untuk mengesakan Allah dan taat kepada utusan-Nya, maka serentak muncullah berbagai dalih dan argumentasi mereka untuk mengelak dari kewajiban tersebut. Read more »
Filed under: Akhlaq, Aqidah | Leave a Comment »
Posted on July 29, 2010 by abufahmiabdullah
SEORANG PEDAGANG BERHARTA MENJADI ORANG YANG PALING ZUHUD DAN AHLI IBADAH DIKARENAKAN NASEHATNYA AL-HASAN AL-BASRI

Oleh : Syaikh Abdul Aziz Al Abdul Latif
Sesungguhnya berdakwah kepada Allah adalah tugas para nabi (semoga kesejahteraan dilimpahkan atas mereka), dan jalan para ulama rabbaniyyin, oleh karena itu berdakwah kepada Allah adalah sebuah amal pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, dan paling agung kedudukannya.
Allah Tabaroka wa ta’ala berfirman.
“Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”[Fushilat : 33] Read more »
Filed under: Kisah Teladan | 3 Comments »
Posted on August 4, 2010 by abufahmiabdullah
Mengenali Keburukan tidak untuk melakukan keburukan tetapi untuk menjaga diri
HADITS HUDZAIFAH RADHIYALLAHU TA’ALA ’ANHU
Oleh : Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali Hafidzahullah
Nash Hadits.
“Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. [Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399]. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on August 4, 2010 by abufahmiabdullah
Mencintai Sesama Muslim Termasuk Kesempurnaan Iman
عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ خَادِمِ رَسُوْل الله عَنْ النَّبِي قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau bersabda: Tidaklah seorang dari kalian sempurna imannya sampai mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya” Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on August 4, 2010 by abufahmiabdullah
UKHUWAH ISLAMIYAH
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullah
عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ :
((لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [مِنَ الْخَيْرِ]))
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim].
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahîh, diriwayatkan oleh:
1. Al-Bukhâri (no. 13).
2. Muslim (no. 45).
3. Ahmad (III/176, 206, 251, 272, 289).
4. Abu ‘Awanah (I/33).
5. At-Tirmidzi (no. 2515).
6. Ibnu Majah (no. 66).
7. An-Nasa`i (VIII/115).
8. Darimi (II/307).
9. Abu Ya’la (no. 2880, 3171, 3069, 3245).
10. Ibnu Hibban (no. 234, 235).
Hadits di atas dikeluarkan oleh al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahîh keduanya, dari hadits Qatadah, dari Anas; sedangkan lafazh milik Muslim berbunyi:
حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ ، أَوْ قَالَ : لِجَارِهِ.
“Hingga ia mencintai untuk saudaranya; atau beliau bersabda: Untuk tetangganya ” Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on August 5, 2010 by abufahmiabdullah
EMPAT PERKARA YANG WAJIB ANDA DIKETAHUI
Ketahuilah, bahwa sebagai manusia, kita wajib mengetahui empat perkara dan mengamalkannya, jika tidak, kita termasuk orang-orang yang merugi. Empat perkara itu adalah:
1. Ilmu, yaitu mengetahui al-haq (kebenaran).
2. Amal, yaitu mengamalkan al-haq.
3. Dakwah, yaitu mengajak orang lain untuk mengamalkan al-haq.
4. Sabar, yaitu tabah di dalam meraih dan menjalankan hal-hal di atas.
Dalil kewajiban yang empat di atas adalah firman Allah Ta’ala dalam surat Al-‘Ashr:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَالْعَصْرِ {1} إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ {2} إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ {3
Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat- menasehati supaya mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103: 1-3) Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on August 5, 2010 by abufahmiabdullah
PERSATUAN DALAM ISLAM
Oleh : Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Al-Atsari
URGENSI PERSATUAN ISLAM
Persatuan Islam termasuk dari maqoshid syar’iyyah (tujuan syari’at) yang paling penting yang terkandung dalam agama ini. Al Qur`an dan Rasulullah senantiasa menyerukannya. Persatuan dalam masalah aqidah, ibadah, dan akhlak, semuanya diperhatikan dan diserukan oleh Islam. Diharapkan akan terbentuk persatuan di atas petunjuk dan kebenaran. Bukan persatuan semu, yang tidak ada kenyataan, karena tidak ada faidahnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala satu, Nabi kita satu, kiblat dan aqidah kita juga satu, ini semua termasuk dari salah satu sisi persatuan dalam berakidah. Begitu juga persatuan dalam masalah ibadah. Kita dapat melihat, bagaimana kaum Muslimin berkumpul setiap harinya sebanyak lima kali di masjid-masjid mereka; ini adalan salah satu fonemena dari persatuan. Juga bagaimana mereka berkumpul dengan jumlah yang lebih besar pada setiap hari Jum’at, berpuasa secara serempak di seluruh penjuru dunia dalam waktu yang sama, atau mereka saling memanggil ke suatu tempat bagi orang yang mampu untuk melaksanakan kewajiban haji, dengan menggabungkan usaha harta dan badan di satu tempat dan waktu yang sama; ini semua adalah bagian dari fonemena persatuan Islam di dalam mewujudkan hakekat akidah yang terbangun atas dasar tauhid. Karena sesungguhnya persatuan kalimat tidaklah akan menjadi benar, melainkan dengan kalimat tauhid, dengan fenomena persatuan akidah dan ibadah seperti yang telah ditunjukkan di atas. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on August 8, 2010 by abufahmiabdullah
BERDAKWAH DENGAN HATI
[1] Muttafaqun alaih (Bukhari hadits no 12, Muslim hadits no 64)

الحمد لله وكفى، والصلاة والسلام على عبد الله ورسوله المصطفى، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى، أما بعد
Setiap muslim yang sejati dan peduli dengan din-nya tentu akan mendambakan tersebarnya tuntunan-tuntunan agama yang dianutnya pada masyarakat sekitarnya, ia menginginkan orang lain juga mengetahui apa yang dipelajarinya, karena ia tahu bahwa “belum sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai (kebaikan) untuk dirinya sendiri” [1]
Tapi dengan jalan apa ia bisa mewujudkan keinginan itu? Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on August 10, 2010 by abufahmiabdullah
Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam kepada nabi dan rasul yang paling mulia, Muhammad bin ‘Abdillah, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du,
Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang akan bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap WajahNya Yang Mulia semata. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat atas junjungan kita, Muhammad, dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on August 10, 2010 by abufahmiabdullah
Amalan di bulan Ramadhan (Kewajiban, Adab, Hikmahnya)
Penulis: Bulletin al Wala’ wal Bara
Kewajiban Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah suatu kewajiban yang jelas yang termaktub dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya dan ijma’ kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Read more »
Filed under: Aqidah | 1 Comment »
Posted on August 19, 2010 by abufahmiabdullah
BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU
Memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]
Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 12, 2010 by abufahmiabdullah
Berpegang Dengan Kebenaran

(Oleh: Doktor Walid Ar Rabi’*)
BERPEGANG DENGAN KEBENARAN, TANPA MENGKONFRONTASIKANNYA DENGAN PERKATAAN MANUSIA
Allâh Ta’ala berfiman,
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar
agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama,
meskipun orang-orang musyrik benci.
(Qs Ash Shaf/61:9)
Dalam ayat ini, Allâh Ta’ala memberikan nikmat kepada semua manusia dengan mengutus Rasul dan Nabi terbaik kepada mereka dengan membawa sebaik-baik kitab dan risalah-Nya; yang mencakup penjelasan antara yang haq dan bathil, ilmu yang bermanfaat, amal shalih dan semua yang dibutuhkan oleh hamba demi kemaslahatannya di dunia dan akhirat, agar Allâh Ta’ala meninggikan di atas semua agama dengan hujjah (argumen) dan penjelasan, dan agar Allâh Ta’ala memenangkan orang-orang yang teguh melaksanakannya dengan pedang dan panah. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 13, 2010 by abufahmiabdullah
MENGIKUTI J
ALAN YANG BERCABANG
Oleh : Syaikh Muhammad bin Musa bin Nasr Hafidzahullah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda bahwasanya umat ini akan berpecah belah berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan. Dan bahwa umat ini akan mengikuti cara-cara umat-umat sebelumnya selangkah demi selangkah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Artinya : Kalian benar-benar akan mengikuti tata cara umat-umat sebelum kalian, selangkah demi selangkah hingga mereka memasuki lubang biawak kalian pasti mengikutinya. “Para sahabat bertanya : Apakah yang engkau maksudkan Yahudi dan Nashara ?” Beliau menjawab : Kalau bukan (mereka) siapa lagi?” [Muttafaqun ‘alaihi] Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 13, 2010 by abufahmiabdullah
MENJAUHI JAMA’AH-JAMA’AH ISLAM YANG MENYELISIHI RASUL SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hafidzahullah
Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Kami sering mendengar berbagai macam jama’ah-jama’ah pada jaman ini di seluruh penjuru dunia, apakah ini sesuai dengan syari’at ? Bolehkah pergi dan bergabung bersama mereka apabila di dalamnya tidak ada bid’ah?
Jawaban
Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan dan menjelaskan kepada kita bagaimana seharusnya beramal. Tidaklah beliau meninggalkan bagi umatnya sesuatu yang bisa mendekatkan kepada Allah melainkan beliau pasti jelaskan. Dan beliau tidaklah meninggalkan sesuatu yang bisa menjauhkan umatnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan telah beliau jelaskan pula.[1] Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 13, 2010 by abufahmiabdullah
FENOMENA KEANEKARAGAMAN GOLONGAN
Oleh : Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsary
Golongan yang bermacam-macam dalam masyarakat mana pun, karena di sana banyak terdapat problem sosial, yang sisi pandangnya saling berbeda dan pendapatnya saling bertentangan, sehingga tidak bisa saling bertemu pada satu titik yang bisa memuaskan semua pihak. Bahkan lebih dari itu, apa yang dianggap baik oleh satu golongan, dianggap buruk oleh golongan yang lain, dan apa yang dilihat sebagai suatu kebahagiaan oleh satu golongan, dianggap sebagai penderitaan oleh golongan lain.
Sudah sama-sama dimaklumi, semua ini bukan masalah remeh dan kasus yang melintas sejenak, seperti anggapan sabagian orang atau kelompok-kelompok tertentu. Tetapi ini merupakan masalah besar yang terpampang di hadapan masyarakat, yang tidak bisa diremehkan dan dilewatkan begitu saja. Fenomena ini harus memperoleh perhatian dan harus ditindaklanjuti sampai tuntas.
Terlepas dari istilah-istilah Islam yang tepat tentang masalah ini, dapat kami katakan, “Keanekaragaman golongan ini, boleh jadi didasarkan kepada perselisihan dalam masalah akidah serta rukun-rukunnya, dan boleh jadi karena berkisar pada masalah syariat serta hukum, dan boleh jadi karena berkisar pada masalah manhaj dan tingkah laku.” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 13, 2010 by abufahmiabdullah
MUNGKINKAH PERSATUAN (AKAN TERWUJUD) BERSAMAAN DENGAN BERKELOMPOK-KELOMPOK DAN BERGOLONG-GOLONGNYA (UMAT) ? DAN MANHAJ YANG MANA YANG (UMAT) HARUS BERSATU PADANYA?
Oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Mungkinkah persatuan (akan terwujud) bersamaan dengan berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan (umat)? Dan manhaj yang mana yang (umat) harus bersatu padanya ?
Jawaban
Persatuan tidak mungkin (akan terjadi) bersamaan dengan berkelompok dan bergolong-golongnya (umat). Karena sesungguhnya golongan-golongan itu saling berlawanan antara satu dengan yang lainnya, sedangkan mengumpulkan dua hal yang berlawanan adalah hal yang mustahil.
Allah Ta’ala berfirman:
“Artinya : Berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” [Ali 'Imran: 103]
Kemudian Allah Ta’ala melarang perpecahan dan memerintahkan untuk bersatu dalam satu golongan, yaitu ‘Hizbullah’ (golongan Allah).
“Artinya : Ketahuilah sesungguhnya golongan Allah itu adalah yang beruntung.” [Al-Mujadilah: 22] Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2010 by abufahmiabdullah
Ada info Dauroh Islam Ilmiyyah bersama Ustadz Yazid Abdul Qodir Jawas Hafidzahullah . Per info dari management radio Hang 106FM.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Alhamdulillah, washolatu wassalaamu’ala Rasulillah, wa a’la alihi waashabihi wa mantabi’ahum bil ikhsan illa yaumiddin .
Setelah kita tunggu beberapa tahun, Insya Allah Ust Yazid bin Abdul Qadir Jawas berkenan utk kembali hadir ke Batam.
Berikut ini adalah jadwal daurah bersama USTADZ YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS (BOGOR)
Jum’at, 1 Oktober 2010
Tempat : Masjid Sabiilun Najaati
Waktu : Ba’da Isya – 22.00 Materi : “Tazkiyatun nufus”
Sabtu, 2 Oktober 2010
Tempat : Aula Radio Hang 106 FM Waktu : 09.30 – 12.00
Materi : “Adab dan akhlaq penuntut ilmu”
Ahad, 3 Oktober 2010
Tempat : Gedung serba guna Kawasan Indurtri Tunas-Batam Centre
Waktu : 09.30- 12.00
Materi : “Adab dan akhlaq penuntut ilmu”
Barakallahu fiikum
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Filed under: Info Dauroh dan Informasi lainnya | 1 Comment »
Posted on September 21, 2010 by abufahmiabdullah
Asiyah, Wanita yang Ditampakkan Surga Untuknya
Penulis: Ummu Uwais Herlani Clara Sidi Pratiwi
Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar
Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki. Read more »
Filed under: Keluarga, Kisah Teladan, Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2010 by abufahmiabdullah
Kyai Mana Yang Saya Ikuti?
Pertanyaan:
“Di desa kami terdapat dua orang kyai yang hidup bersebelahan. Manusia mengambil ilmu dari keduanya, begitupula keduanya menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dan memberikan fatwa kepada mereka. Akan tetapi terdapat perbedaan yang bertolak belakang di antara keduanya, hal mana menjadikan manusia masuk ke dalam kebingungan. Kyai pertama sangat menaruh perhatian terhadap sunnah Nabi dan berusaha meluruskan sebagian keyakinan-keyakinan yang salah sekalipun menyelisihi apa-apa yang telah menjadi tradisi, adat kebiasaan masyarakat.
Adapun kyai yang kedua tidak menaruh perhatian dalam mengamalkan sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang benar. Dia berjalan sesuai dengan kebiasaan manusia, sesuai dengan fikiran, dan keyakinan-keyakinan mereka yang sudah menjadi adat, berurat dan berakar. Di mana adat-adat mereka bersesuaian dengan apa yang telah dia pelajari dan dia warisi dari gurunya. Misalnya, dia sama sekali tidak memperhatikan lurusnya shaf dalam shalat berjamaah, tidak perhatian terhadap hijab wanita-wanita desa, terutama para santriwati, dan masih banyak lagi. Dan dia menganjurkan kepada sebagian masyarakat untuk menyelisihi kyai pertama dan tidak mengikutinya.
Pertanyaan saya, manakah di antara keduanya yang lebih berhak dan utama untuk diikuti?
Kyai pertama yang berkeinginan untuk meluruskan keyakinan manusia ataukah kyai kedua yang berkeinginan untuk membiarkan manusia tetap pada pemikiran dan keyakinan-keyakinan mereka? Apakah yang harus kami lakukan dalam menghadapi perselisihan ini? Bagaimana kami bersikap? ” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2010 by abufahmiabdullah
Kisah Taubat Seorang Kyai 
“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”
“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90) Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2010 by abufahmiabdullah
Posted on September 25, 2010 by abufahmiabdullah
Mengidap Pluralisme Agama Pertanda Rusak Akalnya
Untuk membuktikan bahwa faham pluralisme agama itu sangat beda dengan Islam, mari kita ajukan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawabannya. Agar lebih mudah maka diilustrasikan dengan tiga orang:
1. Penguji.
2. Muslim anti pluralisme agama.
3. Tokoh pluralisme agama.
Pertanyaan 1.
Penguji: Apakah orang muslim yang pemahamannya benar sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah itu sesembahannya hanya Allah? Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
ZINDIQ [MADRASAH ORIENTALIS ATAU YAHUDI GAYA BARU]
Oleh : Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafidzahullah
Ini sebuah tulisan tentang sebuah gerakan orientalis yang berpakaian dengan pakaian Islam dan dari nasab atau keturunan kaum Muslimin. Akan tetapi, hakekatnya ruh, badan, akal dan pikiran mereka seperti Yahudi, atau mengambil istilah saya, Yahudi gaya baru. Mereka telah diasuh dan disusui dengan baik oleh Yahudi di negeri-negeri yang dikuasai oleh Yahudi seperti Amerika dan negeri kafir lainnya. Usai belajar, mereka pun pulang ke negeri masing-masing, seperti Mesir, Syiria, Sudan, Pakistan, Malaysia. Indonesia dan lain-lain. Sekarang mereka menjadi guru di negeri mereka untuk mendidik kaum Muslimin agar mereka menjadi Yahudi walaupun nama dan pakaiannya tetap Islam. Mereka mendirikan dan membuka madrasah–madrasah (pusat kajian) dengan kajian-kajian Islamnya dalam berbagai macam acara seperti diskusi atau seminar dan lain-lain. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
HUKUM UCAPAN “SESUNGGUHNYA ISLAM TELAH MERONGRONG HAK WANITA DAN TELAH MEMBIARKAN SEPARUH MASYARAKAT MENGANGGUR”
Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rohimahullah
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang ada yang sudah termakan oleh propaganda musuh-musuh Islam melalui publikasi hal-hal yang terencana dan serangan yang terprogram, seperti ucapan mereka, “Sesungguhnya Islam telah merongrong hak wanita di masyarakat dan menon-aktifkannya sehingga hanya diam di rumah serta membuat separuh masyarakat menganggur.” Apa komentar anda mengenai hal ini dan sanggahan anda terhadap syubhat-syubhat tersebut? Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
Mengapa Wanita Harus Berhijab 
Pertanyaan ini sangat penting untuk dilontarkan dan jawabannya sangat lebih penting lagi. Akan tetapi, pertanyaan di atas membutuhkan jawa-ban yang sangat panjang. Di sini akan kami sebutkan sebagian dari jawaban tersebut:
Pertama; Sebagai Realisasi Ketaatan Kepada Allah dan Rasul-Nya.
Karena ketaatan tersebut akan menjadi sumber kebahagiaan dan kesuksesan besar di dunia dan akhirat. Maka seseorang tidak akan merasakan manisnya iman sebelum mampu melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya serta berusaha merealisasikan semua perintah-perintah tersebut. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al- Ahzab :71)
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,“Sungguh akan merasakan manisnya iman seseorang yang telah rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus Allah).” (H.R. Muslim) Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
Dia Tetap Berpegang kepada jilbabnya, Walaupun Kapal akan Tenggelam
Ini kisah tentang wanita Mesir yang bersama suaminya akan menunaikan ibadah haji. Mereka datang melalui jalan laut. Mereka tiba dan menunaikan manasik haji.
Mereka thawaf di Ka’bah, melakukan sa’i, meminum air zam-zam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mereka tiada henti-hentinya meneteskan air mata, hingga kembali pulang menuju negeri mereka melalui jalan laut. Suaminya berkata, “Kami berada di dalam sebuah ruangan kamar kapal laut. Ada saya, istri dan anak-anak saya.” Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
Pelajaran Berharga dari Gadis Kecil
Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?
Saudariku tercinta…
Segalanya telah Allah Ta’ala berikan kepada kita. Andai dalam sekejap saja, Allah membiarkan kita, seketika kita pasti binasa. Jika seperti itu kasih sayang, kemurahan, ampunan dan rahmat-Nya, mengapa kita tidak mentaati-Nya? Kenapa kita masih melanggar larangan-Nya? Pantaskah kebaikan-Nya yang diturunkan kepada kita, tapi kemaksiatan dan dosa kita yang naik kepada-Nya?
Saudariku tercinta…
Allah ta’ala berjanji mengampuni dosa-dosa, sebesar apapun ia. Maka kasihanilah dirimu! Sebelum semuanya terlambat, sebelum ajal mendekat, sebelum datangnya siksa yang berat. Sekaranglah saatnya engkau bertaubat.
Saudariku tercinta…
Dengan taufik Allah Ta’ala , semoga kisah ini akan membuka kesadaranmu, menggetarkan jiwamu, menguras air matamu, dan menguatkan tekadmu untuk kembali ke jalan Tuhanmu. Maka simaklah! karena sungguh kisah ini akan memberikanmu ibrah pelajaran yang berharga. Read more »
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
Kisah Kegundahan Seorang Ayah Tentang Putrinya
Kisah perjalanan batin seorang ulama, melalui doa, rasa kecewa, takut, marah, khawatir, hingga mendapatkan hidayah, bahwa putri bungsunya yang progressive/agresive ternyata tetap dalam lindungan dan Jalannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Medan, 15 Juni 1975
Hari ini engkau terlahir ke dunia, anakku. Meski tidak seperti harapanku bertahun-tahun merindukan kehadiran seorang anak laki-laki, aku tetap bersyukur engkau lahir dengan selamat setelah melalui jalan divakum. Telah kupersiapkan sebuah nama untukmu; Qaulan Syadida..Aku sangat terkesan dengan janji Allah dalam surat Al-Ahzab ayat tujuh puluh, maknanya perkataan yang benar. Harapanku engkau kelak menjadi seorang yang kaya iman dan memperoleh fauzan’adzima, kemenangan yang besar seperti yang engkau telah dijanjikan Allah dalam Al-Quran. Sungguh kelahiranmu telah mengajarkanku makna bersyukur… Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
Kisah Nyata Tentang Hijab
oleh : Musthafa Luthfi al-Manfaluthi
Pengantar
Segala puji hanya milik Allah Pemilik syariat yang sempurna. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada kekasih yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, shahabat dan para pengikutnya dengan baik hingga hari Kiamat.
Allah telah menetapkan syariat tentang hijab baik di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah untuk melindungi hamba-hamba-Nya baik laki-laki maupun perempuan agar tidak terpuruk ke dalam lembah yang hina dan nista yang mengakibatkan kesengsaraan hidup yang kekal di dunia maupun di akhirat.
Namun tidak semua manusia tunduk dan patuh dengan syariat Allah ini, mereka mencoba dengan segala kekuatan untuk mematahkan syariat ini, lebih-lebih manusia yang menganggap dirinya jenius yang telah mengenyam pendidikan barat. Mereka menganggap hijab adalah belenggu bagi kaum wanita dan sebagai penghalang kebebasan kaum laki-laki untuk menikmati tubuh kaum hawa. Mereka berdalih bahwa takwa letaknya di hati sehingga kaum wanita tidak usah lagi mengenakan hijab untuk menutupi auratnya dan tidak perlu ada pembatas antara laki-laki dan perempuan. Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2010 by abufahmiabdullah
HAKEKAT JILBAB ( KISAH NYATA )
Subhanallahu ..sungguh kisah yang mengaharukan dari kisah seorang gadis sholihah yang insya Allah husnul khotimah di akhir kehidupannya yang berusaha teguh menjalankan syariat agamanya. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan segala kebaikan dan menempatkannya ditempat yang muliya.Amin ya Robbal aa’lamin ,semoga memberikan manfa’at.Allahul musta’an.
HAKEKAT JILBAB ( KISAH NYATA )
Sahabatku menceritakan:
Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | 3 Comments »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya
Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah).
Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah? Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
Saudariku… Kuingin Meraih Surga Bersamamu
Penulis: Ummu Ziyad
Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. Tapi sayangnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui.
Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka. Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
Siapa yang tidak kenal wanita Shohabiah yang cerdas ini sampai namanya diabadikan didalam hadist Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, mudah-mudahan kisah dibawah ini bisa menjadikan ibrah pelajaran bagi kita semua khususnya para wanita muslimah agar meniru keteladanan yang dicontohkannya agar menjadi wanita yang sholihah yang mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.
Rosululloh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494)
Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau yang lebih dikenal dengan kunyahnya yaitu Ummu Sulaim . Ia adalah sosok wanita yang selalu dekat dengan Rosululloh Shallallahu alaihi wa sallam. Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
ILMU TENAGA DALAM DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Oleh : Al Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh ‘Azza wa jalla yang telah menyempurnakan Islam dan meridhoinya sebagai agama yang benar. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam Rosul yang diutus dengan membawa petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang haq (amal sholeh). Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan risalah dengan sempurna, menunaikan amanah dan berjihad di jalan Alloh Ta’ala sampai beliau wariskan kepada umatnya jalan yang lurus lagi terang bagaikan matahari di siang hari. Tidaklah keluar dari jalan tersebut kecuali orang yang sesat dan celaka. Amma ba’du. Read more »
Filed under: Aqidah | 2 Comments »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
PENGOBATAN TENAGA DALAM
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Saya baru saja menjadi anggota Terapi Tenaga Dalam (Tetada) Kalimasada, yakni mulai Agustus 1997. Tujuan saya ungin memiliki kemampuan megobati diri sendiri, dan jika mungkin dapat membantu orang lain. Latihan setiap malam Rabu dan Jum’at, pk 19.00 – 21.00 dengan proses sebagai berikuta.
1. Berdo’a mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (teks tidak ditentukan) :
- mohon keselamatan dan manfaat latihan
- mohon ditingkatkan iman dan taqwa
2. Duduk nafas (tarik, tekan, lepas) disertai dengan dzikir, dilanjutkan
dengan tafakkur sambil mencoba mengalirkan tenaga dalam ke kaki, seluruh badan dan tangan.
3. Latihan jurus disertai dzikir dalam hati (9 jurus)
4. Duduk nafas lagi
5. Do’a penutup (sama dengan no. 1)
Kesimpulan saya sementara, Tetada Kalimasada tidak bertentangan dengan akidah Islamiyah ! Namun demikian setelah saya membaca As-Sunnah 20/II/1417H saya sedikit ragu. Oleh karena itu, tolong anda menelitinya. Bila bertentagan, dimana letak kesalahannya. Dan tolong saya diberi informasi agar saya tidak terus menerus dalam kesesatan Terma kasih
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa baraktuh Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
AKULTURASI AGAMA BUDAYA DAN ISLAM
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam pernah mengingatkan bahwa perjalanan sejarah Islam tidak tetap dalam satu keadaan tapi berubah dan bersifat fluktuatif (pasang surut) dalam sabdanya, “Innal islaama bada`a ghariiban wa saya’udu ghariiban kama bada`a.”
Islam pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di tengah masyarakat kafir Quraisy, mereka merasa asing dan aneh. Islam mengajak untuk bertauhid (mengesakan Allah) sementara mereka terbiasa menyembah berhala dengan jumlah yang banyak. Islam menuntun untuk beraklakul karimah (mulia) sementara mereka telah terbiasa dengan ahlak madzmumah (tercela) bergelimang dosa. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
PANDANGAN ISLAM TERHADAP KEBUDAYAAN
Oleh : Ustadz Abu Ihsan al-Atsari Hafidzahullah
ASAL USUL BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. Merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), diartikan sebagai hal-hal berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture. Berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa juga diartikan mengolah tanah atau bertani. Kata culture, juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Dalam Islam, istilah ini disebut dengan adab. Islam telah menggariskan adab-adab Islami yang mengatur etika dan norma-norma pemeluknya. Adab-adab Islami ini meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Tuntunannya turun langsung dari Allah l melalui wahyu kepada Rasul-Nya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai teladan terbaik dalam hal etika dan adab ini. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
Berdakwah Kepada Orang yang Sudah Terkontaminasi Kebudayaan Tertentu
TANYA:Bila orang-orang yang didakwahi (para audiens), baik kaum laki-laki maupun wanita sudah terpengaruh kebudayaan tertentu atau lingkungan (masyarakat) tertentu, apa solusi yang paling jitu dalam mendakwahi mereka? Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 27, 2010 by abufahmiabdullah
PELESTARIAN SITUS SEJARAH DALAM TIMBANGAN ISLAM
Oleh: Ustadz Abu Minhâl
Sejak pertama kemunculannya, risalah Islam sangat menentang praktek yang mengarah pada pengakuan atau keyakinan adanya kekuasaan selain Allah Ta’ala di alam semesta ini, dan demikianlah substansi Islam. Yaitu risalah yang mengajarkan tauhid. Dan selanjutnya menyeru kepada manusia, supaya beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mewanti-wanti agar manusia tidak terbawa kepada perbuatan syirik, karena ketundukan itu hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.
Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
Sebuah Risalah pembelaan terhadap Ulama Sunnah yang terdzalimi (Sebuah bantahan dari sebuah buku ” Buku “ Hadist- Hadist Palsu Seputar Ramadhan”)
Risalah singkat ini adalah risalah yang yang telah lalu dari Majalah Al Furqon, tetapi Insya Allah tetap memberikan faedah yang bermanfa’at, dikarenakan akhir-akhir ini banyak juga dari sebagian kaum muslimin fanatik madzhab yang melemparkan tuduhan dan celaan terhadap salah seorang Imam ahlus sunnah yaitu Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah yang mereka melempar tuduhan yang didapat dari ulama-ulama yang tidak suka terhadap kegigihan Syaikh Al Albani Rohimahullah dalam pembelaanya terhadap Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
Sungguh indah apa yang diucapkan Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah,
“Seandainya kami ingin untuk taklid kepada Ibnu Baz atau al Albani, tentu kami akan taklid kepada orang yang lebih baik dari keduanya seperti Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, al Bukhari, Muslim dan lain sebagainya” (Majalah ash Shalah edisi 34 tahun ke 6)
Juga ucapan seorang ulama besar Syaikh al Utsaimin rahimahullah, “Syaikh al Albani adalah orang yang sangat dalam ilmunya, luas telaahnya dan kuat argumennya. Namun semua orang dapat diambil dan ditolak ucapannya selain perkataan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya” (Hayatul Albani 2/543)
Berikut Risalah pembelaan mengenai pelecehan terhadap Syaikh al Albani Rahimahullah dari majalah Al Furqon. Untuk lebih lengkapnya tentang pembahasan tersebut silakan antum membeli buku Syaikh al-Albani Rahimahullah dihujat yang ditulis oleh Ust Abu Ubaidah. Disana dijelaskan kebohongan -kebohongan yang dilakukan penulis. Wallahu Ta’ala a’lam. Read more »
Filed under: Manhaj | 2 Comments »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
Syaikh Al-Albani Ahli Hadits yang Terdzalimi
Dewasa ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangat minim sekali, bahkan betapa derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.[1]
Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau sendiri pernah berkata:
“Aku banyak dizhalimi oleh orang-orang yang mengaku berilmu, bahkan sebagian di antara mereka ada yang dianggap bermanhaj Salaf seperti kami. Namun -kalau memang benar demikian- berarti dia termasuk orang yang hatinya terjangkit penyakit hasad dan dengki.”[2] Read more »
Filed under: Manhaj, Ulama Sunnah | 6 Comments »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
Pesan berharga dari Syeikh Albani -rohimahulloh-
Bismillah, was sholatu was salamu ala rosulillah, wa ala alihi wa shohbihi waman waalaah…
Kadang “mampir” di benak kita rasa lelah, lemah, dan ”setitik” putus asa ketika melihat keadaan umat ini… Belum lagi biasanya hal itu dibumbuhi dg sabda “Tiada hari kecuali yg setelahnya akan lebih buruk”… Nah, saat keadaan hati seperti ini -semoga tidak demikian-, maka ada baiknya kita menyimak petuah dari Sang Ahli Hadits di abad ini, Syeikh Nashiruddin al-Albani berikut ini: Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
Pujian Ulama Terhadap Syaikh al Albani rahimahullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لهذِهِ الأمَّةِ عَلَى رأْسِ كلِّ مائةِ سنةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَها
Artinya: “Sesungguhnya Allah senantiasa akan membangkitkan untuk umat ini, pada setiap akhir seratus tahun, seorang yang akan mentajdid agamanya.”
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, juga dishahihkan al-Albani dalam Sunan Abu Dawud no.4291 dan Silsilah Hadits Shahih no.148] Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
Ijazah Hadits Imam Al-Albany
Syaikh Al-Albany memiliki ijazah hadits dari ‘Allamah Syaikh Muhammad Raghib at-Tabbagh yang kepadanya beliau mempelajari ilmu hadits, dan mendapatkan hak untuk menyampaikan hadits darinya.
Syaikh Al-Albany menjelaskan tentang ijazah beliau ini pada kitab Mukhtasar al-‘Uluw (hal 72) dan Tahdzir as-Sajid (hal 63). Beliau memiliki ijazah tingkat lanjut dari Syaikh Bahjatul Baytar (dimana isnad dari Syaikh terhubung ke Imam Ahmad).
Keterangan tersebut ada dalam buku Hayah al-Albany (biografi Al-Albany) karangan Muhammad Asy-Syaibani. Ijazah ini hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar ahli dalam hadits dan dapat dipercaya untuk membawakan hadits secara teliti. Ijazah serupa juga dimiliki murid Syaikh Al-Albany, yaitu Syaikh Ali Hasan Al-Halabi. Jadi, adalah tidak benar jika dikatakan bahwa Syaikh hanya belajar dari buku, tanpa ada wewenang dan tanpa ijazah. Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
MENJAWAB 9 TUDUHAN DUSTA TERHADAP SYAIKH AL-ALBANI ROHIMAHULLAH
Oleh : Gholib ‘Arif Nushairoot
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Shalawat dan Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Wa Ba’d :
Syaikh Al-Albani rahimahullahu, seorang ahli hadits abad ini, yang dijuluki sebagai Muhaddits asy-Syaam (ahli hadits negeri Syam), andai saja dijuluki muhaddits ad-Dunya tentu saja beliau berhak untuk menyandangnya, wa laa uzakki ‘alallohi ahada (dan kami tidak mensucikan seorangpun di hadapan Alloh). Beliau –sebagaimana ulama lainnya- pernah mengalami tuduhan-tuduhan dan kedustaan-kedustaan yang dilontarkan kepadanya. Kedustaan dan tuduhan tersebut terangkum dalam sembilan poin berikut ini : Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on September 28, 2010 by abufahmiabdullah
Al-Albani dan Shahihain
Pertanyaan:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ana mau tanya benar gak sih syaikh nashirudin al albani mendhoifkan hadist2 shohih dari bukhori dan muslim? tolong dijelaskan yang rinci agar tidak terjadi fitnah bagi ulama ahlus sunnah.
Jawaban Ustadz:
Sebenarnya kurang pas jika saya diminta menjawab pertanyaan ini, karena masih banyak yang lebih berkompeten menjawabnya. Namun barangkali karena kesibukan para ustadz, dan karena permasalahannya sudah banyak dibahas, serta mudahnya memperoleh referensi dan konsultasi dari para ustadz, saya beranikan untuk berpartisipasi menjawabnya. Wabillahittaufiq.
Kedudukan Sahih Bukhari dan Muslim
Para ulama Ahlusunnah sepakat bahwa Kitab Sahih Bukhari dan Muslim (Sahihain) adalah kitab hadits yang paling sahih. Imam Nawawi berkata, “Para ulama -rahimahumullah- sepakat bahwa kitab yang paling sahih setelah Al Quran adalah Ash Sahihain Bukhari dan Muslim, dan umat telah menerima keduanya.” (Lihat Muqaddimah Syarah Muslim 1/14). Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
Tauhid Uluhiyah: Kewajiban Pertama Seorang Manusia
Permasalahan tauhid sangat penting dalam pandangan Islam. Kesalahan dan penyimpangan dalam masalah ini sangat berbahaya, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama memberikan perhatian serius dalam permasalahan ini. Khususnya tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah yang langsung menjadi intisari peribadatan setiap manusia.
Oleh karena itu, Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandang kewajiban pertama bagi hamba Allah adalah syahadatain yang berisi tauhid uluhiyah dan mutaba’ah, sebagaimana dijelaskan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Sesungguhnya para salaf dan para imam sepakat memandang kewajiban pertama yang diperintahkan kepada hamba adalah syahadatain. Juga sepakat orang yang mengucapkan syahadatain sebelum baligh-nya tidak diperintahkan untuk memperbarui hal tersebut setelah (mencapai usia) baligh.” (Dar’u Ta’arudh al-Aqli wan-Naqli, 8/11) Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
Pandangan Syaikhul Islam dalam Masalah Uluhiyah (1)
Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Ibadah merupakan hikmah diciptakannya jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Karena demikian pentingnya masalah ini maka dakwah semua rasul adalah dakwah kepada tauhid uluhiyah menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengingkari sesembahan yang lain.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl: 36) Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
Fenomena Ustadz Palsu
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulah
Hiruk pikuknya dunia modern dengan pernikperniknya menyebabkan manusia mengalami kekeringan rohani dan haus akan ilmu agama. Kecenderungan masyarakat yang haus ilmu agama ini diiringi dengan munculnya ustadz-ustadz muda di berbagai media massa yang menawarkan berbagai metode keagamaan. Ada yang menawarkan manajemen qolbu, ada pula yang menyemarakkan dzikir-dzikir bersama dan hal-hal lainnya yang bernuansa menyelisihi Sunnah.
Banyak dari kaum muslimin yang terhanyut di dalam buaian hidangan yang disuguhkan oleh ustadz-ustadz tersebut. Bagi mereka, yang penting rohani yang kering dapat terpuaskan. Karenanya, tidak mengherankan jika sekarang ini banyak orang-orang yang memanfaatkan peluang ini, sehingga ke dalam bidang ilmu dan dakwah masuklah orang-orang yang bukan ahlinya dengan berbagai latar belakang yang beraneka ragam seperti pelawak, penyanyi, fotomodel, dan ilmuwan yang jauh dari ilmu agama yang shohih. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
Studi kritis buku ESQ
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Telah sampai kepada kami sebuah buku yang berjudul ESQ Kecerdasan Emosi dan Spiritual yang ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian.
Buku ini dikatakan oleh penulis di dalam kata pengantarnya akan membahas bagaimana cara membangun suatu prinsip hidup dan karakter, berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam, sehingga akan diharapkan akan tercipta suatu kecerdasan emosi dan spiritual sekaligus langkah pelatihan yang sistematis dan jelas.
Akan tetapi, setelah kami telaah buku ini, ternyata di dalamnya terdapat banyak sekali hal-hal yang menyimpang dari agama Islam yang haq, agama yang dibawa oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam dan disampaikan kepada para sahabatnya rodliyallohu anhum dan kemudian disampaikan oleh para sahabatnya kepada generasi sesudah mereka. Karena itulah, insya Alloh di dalam bahasan kali ini akan kami paparkan sebagian catatan-catatan terhadap buku ini sebagai nasihat untuk para pembaca buku ini dan kaum muslimin secara umum. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
Lebih Penting Khilafah ataukah Dakwah Tauhid?
Boleh jadi, banyak orang beranggapan bahwa masalah tauhid itu penting dan utama, bahkan wajib. Anggapan ini seratus persen benar. Namun, karena dalam kacamata sebagian orang, tauhid itu -meskipun penting dan utama, bahkan wajib- sempit cakupannya atau ‘terlalu’ mudah untuk direalisasikan -dan bahkan menurut mereka praktek dan pemahaman tauhid pada diri masyarakat sudah beres semuanya- maka akhirnya banyak di antara mereka yang meremehkan atau bahkan melecehkan da’i-da’i yang senantiasa mendengung-dengungkannya.
Terkadang muncul celetukan di antara mereka, “Kalian ini ketinggalan jaman, hari gini masih bicara tauhid?”. Atau yang lebih halus lagi berkata, “Agenda kita sekarang bukan lagi masalah TBC -takhayul, bid’ah dan churafat-, sekarang kita harus lebih perhatian terhadap agenda kemanusiaan.” Atau yang lebih cerdik lagi berkata, “Kalau kita meributkan masalah aqidah umat itu artinya kita su’udzan kepada sesama muslim, padahal su’udzan itu dosa! Jangan kalian usik mereka, yang penting kita bersatu dalam satu barisan demi tegaknya khilafah!”. Allahul musta’aan… Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN KHILAFAH DARIPADA TAUHID ???
Oleh : Abu Salma al-Atsary
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb pemelihara alam semesta, satu-satunya Ilah yang Haq untuk disembah, yang tiada sekutu bagi-Nya baik dalam nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, hukum-hukum dan ibadah kepada-Nya, yang mengutus para nabi untuk menegakkan haq-Nya, yang menurunkan al-Kitab sebagai bayyinah atas keesaan-Nya, yang menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada-Nya, dan menjadikan segala maksud dan tujuan hanyalah untuk-Nya. Amma Ba’du:
Sesungguhnya, sejak zaman dahulu hingga sekarang, sejak manusia pertama diciptakan hingga manusia terakhir akan binasa, Tauhid merupakan pondasi dasar ubudiyah seorang hamba, haq Rabb yang harus dipenuhi hamba-Nya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan suka maupun duka. Bahkan, tiadalah diutus para anbiya’ dimuka buni ini kecuali mengembalikan fitrah manusia pada kesuciannya, dalam mengabdi dan beribadah kepada penciptanya semata. Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2010 by abufahmiabdullah
Jalan Meraih Kekhilafahan Di Muka Bumi
Oleh : Syaikh Salim bin ‘Id al-Hilali -hafizhahullah-
Sesungguhnya ‘ubûdiyah (penghambaan kepada Allah) memiliki hakikat dan kekuatan yang sangat besar dalam mewujudkan janji Allah bagi orang-orang yang beriman dalam meraih kekuasaan di muka bumi dan kejayaan beragama dalam kehidupan nyata. Barang siapa berkeinginan mencapai cita-cita yang dituju ini dan mengembalikan kemuliaan yang telah hilang itu, maka tidak ada pilihan kecuali menunjukkan bukti penghambaan secara benar itu. Dia harus mengetahuinya dan bagaimana mewujudkan penghambaan itu, sebelum ia ragu atau meragukan, atau menganggap lambat pertolongan Allah Azza wa Jalla.
Janji Allah Azza wa Jalla pasti terjadi, tidak ada yang mampu menolak; kebenaran yang tidak bisa dipungkiri, karena merupakan janji Dzat yang tidak menyelisihi janji-Nya, dan ketetapan-Nya tidak pernah meleset dari orang yang telah berhak mendapatkannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi.” [an-Nûr/24: 55] Read more »
Filed under: Aqidah | 2 Comments »
Posted on September 30, 2010 by abufahmiabdullah
Contoh-Contoh Kemusyrikan Yang Membudaya
Ditulis oleh : Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin
Mari mengenal syirik dengan contoh-contohnya, terutama contoh-contoh yang mengakar serta membudaya di Indonesia. Sehingga perbuatan-perbuatan syirik ini tanpa disadari dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. Untuk itu sebaiknya kita harus mewaspadai dan mengingatkan kepada mereka yang melakukannya. Apa saja?
Pendahuluan
Kemusyrikan sudah demikian membudaya, sehingga menjelma menjadi peradaban, bahkan dikalangan sebagian besar kaum muslimin menjadi agama yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Pemujaan kepada selain Allah oleh sebagian kaum muslimin dari berbagai lapisan dengan coraknya yang bermacam-macam sudah menjadi keharusan yang mutlak. Mulai dari jimat-jimat, amalan-amalan, rajah-rajah, pengisian-pengisian, pemujaan-pemujaan terhadap kuburan, ilmu-ilmu kekebalan dan pengasihan yang berlatar belakang dzikrullah, dunia per-jin-an perewangan, perdukunan dan berbagai bentuk kemusyrikan lain. Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on September 30, 2010 by abufahmiabdullah
Canda Ulama
Ada seorang pemuda penuntut ilmu pernah naik mobil bersama Syaikh al-Albani rohimahullah. Syaikh al Albani mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihatnya , maka pemuda itupun menegur :
” Wahai Syaikh, ini namanya ” Ngebut” dan hukumnya tidak boleh .” Syaikh Ibnu Baz rohimahullah mengatakan bahwa hal seperti ini termasuk menjerumuskan diri kepada kebinasaan.
Mendengarnya, Syaikh al Albani rohimahullah tertawa, lalu berkata “
“Ini adalah fatwa seorang yang tidak merasakan nikmatnya mengemudi mobil!” Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on September 30, 2010 by abufahmiabdullah
Antara Syirik dan Dosa Besar
Mungkin sebagian orang terkadang merasa kaget dan terperanjat, bahkan bersedih hati jika melihat banyaknya para pezina dan peminum khamr, namun mereka tidak Tersentuh ketika melihat banyaknya orang yang mencari berkah di kuburan serta mengalamatkan berbagai macam ibadah ke objek-objek syirik tersebut.
Padahal zina dan minum khamr (meski) melakukan perbuatan dosa besar, namun tidak menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Sementara mengalamatkan sebuah ibadah kepada selain Allah adalah sirik yang membuat pelakunya mati kafir jika dia mati dalam keadaan melakukan perbuatan syirik tersebut. Oleh sebab itu, para ulama rabbani menjadikan pelajaran aqidah sebagai asas yang paling mendasar. Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on September 30, 2010 by abufahmiabdullah
Lihatlah, siapa gerangan sahabatmu?
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seseorang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia akan berteman.” (HR Abu Dawud, no. 4833 dan At-Tirmdzi)
“Janganlah bersahabat, kecuali dengan orang yang beriman, dan janganlah makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Abu Dawud no. 4873, At-Tirmidzi, no. 2395)
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Bagi penjual minyak wangi, boleh jadi ia menyengatmu, atau engkau membeli darinya. Mungkin juga engkau hanya mendapatkan bau wangi darinya. Adapun pandai besi, bisa jadi ia membakar bajumu atau engkau mendapat bau tidak sedap darinya.” (HR Bukhari Muslim)
Zainal Abidin Ali bin Husain bin Ali rodhiyallahu anhu berkata: “Selayaknya seseorang berteman dengan orang yang dapat memberinya manfaat dalam perkara agamanya.” Read more »
Filed under: Mutiara Hikmah | Leave a Comment »
Posted on September 30, 2010 by abufahmiabdullah
HIDUP UNTUK MATI ATAU MATI UNTUK HIDUP!
Kematian adalah sebuah kenyataan keras dan menakutkan yang akan dihadapi tiap-tiap yang bernyawa. Tidak seorang pun mempunyai kekuatan untuk menghindarinya, dan tidak juga seorang pun yang berada disekitar orang yang sedang sekarat memiliki kemampuan untuk mencegahnya.
Kematian adalah sesuatu yang (dapat) terjadi setiap saat dan yang merupakan sesuatu yang menimpa orang tua maupun muda, kaya ataupun miskin, yang kuat maupun yang lemah,. Mereka semuanya sama bahwa mereka tidak mempunyai rencana, dan juga tidak dapat lepas darinya, tidak ada jalan syafaat, tidak ada jalan untuk menghindarinya, atau menundanya.[1] Allah Jalla wa ‘Ala berfirman: Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on October 1, 2010 by abufahmiabdullah
Ka’ab bin Malik; Dan Manisnya Sebuah Kejujuran…
Ka’ab bin Malik Rodhiyallahu anhu adalah salah seorang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang mendapat anugerah Allah berupa kepiawaian dalam bersyair dan berjidal. Syair-syairnya banyak bertemakan peperangan. Kemampuan sebagai penyair ini, mengantarkannya menduduki posisi khusus di sisi Nabi, selain dua sahabat yang lain, yaitu Hassan bin Tsabit dan Abdullah bin Rawahah. Ka’ab bin Malik termasuk pemuka sahabat dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Khazraj. Nama lengkapnya ialah ‘Amr bin Al Qain bin Ka’ab bin Sawaad bin Ghanm bin Ka’ab bin Salamah. Pada masa jahiliyah, ia dikenal dengan kunyahnya (panggilan) Abu Basyir.
Kisah kejujuran Ka’ab bin Malik rodhiyallahu anhu ini, berawal saat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mengambil keputusan untuk menyerang Romawi. Beliau memobilisasi para sahabat untuk tujuan itu. Kaum rnuslimin segera melakukan persiapan dan berlomba-lomba menginfakkan harta yang mereka miliki. Read more »
Filed under: Akhlaq, Kisah Sahabat | Leave a Comment »
Posted on October 1, 2010 by abufahmiabdullah
Tabi’in Terbaik “Uwais Al-Qoroni”
Oleh : Ust. Firanda Andirja Lc
Uwais bin ‘Amir Al-Qoroni adalah tabiin terbaik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim[1] dari Umar bin Al-Khotthob ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِيْنَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ ((Sebaik-baik tabi’in adalah seorang yang disebut dengan Uwais dan ia memiliki seorang ibu… )).
Berkata An-Nawawi, “Ini jelas menunjukan bahwa Uwais adalah tabi’in terbaik, mungkin saja dikatakan “Imam Ahmad dan para imam yang lainnya mengatakan bahwa Sa’id bin Al-Musayyib adalah tabi’in terbaik”, maka jawabannya, maksud mereka adalah Sa’id bin Al-Musayyib adalah tabi’in terbaik dalam sisi ilmu syari’at seperti tafsir , hadits, fiqih, dan yang semisalnya dan bukan pada keafdlolan di sisi Allah”[2]
Berikut ini kami menyampaikan sebuah hadits yang berkaitan dengan kisah Uwais Al-Qoroni yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalah shahihnya[3].
Namun agar kisahnya lebih jelas dan gamblang maka dalam riwayat Imam Muslim ini kami menyelipkan riwayat-riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadroknya, Abu Ya’la dan Ibnul Mubarok dalam kedua musnad mereka.
Dari Usair bin Jabir berkata, “Umar bin Al-Khotthob, jika datang kepadanya amdad dari negeri Yaman maka Umar bertanya mereka, “Apakah ada diantara kalian Uwais bin ‘Amir ?”, hingga akhirnya ia bertemu dengan Uwais dan berkata kepadanya, “Apakah engkau adalah Uwais bin ‘Amir?”, ia berkata, “Iya”. Umar berkata, “Apakah engkau berasal dari Murod[4], kemudian dari Qoron?”, ia berkata, “Benar”. Read more »
Filed under: Akhlaq, Birrul walidain, Kisah Sahabat | Leave a Comment »
Posted on October 19, 2010 by abufahmiabdullah
ETIKA MENCARI NAFKAH
Oleh : Ustadz Abu Ihsan Al Atsari Al Maidani Hafidzahullah

“Cari yang haram saja susah apalagi cari yang halal!”
Ungkapan di atas seolah telah menjadi legalitas untuk mencari harta dengan cara-cara yang tak halal. Begitulah sebagian kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat. Khususnya, dalam urusan mencari rezeki, hanya sedikit yang mau peduli dengan rambu-rambu syari’at. Read more »
Filed under: Ahkam, Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Jalan Ini Berat Wahai Saudaraku! [Ust. Abu Zubair, Lc.] ( Bagus)
Bismillahi.
Alhamdulillah atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Pada kesempatan kali ini, kami persembahkan nasihat indah penggugah iman dari salah satu guru Ahlus Sunnah di Indonesia, yaitu al Ustadz Abu Zubair al Hawariy hafizhahullahu ta’ala pada tanggal 24 Desember 2009. Nasihat yang beliau sampaikan sangat berharga bagi setiap muslim (khususnya yang mengaku sebagai pengikut Sunnah) agar tetap istiqomah dan bersabar dalam menjalankan agama ini. Silahkan download pada link berikut:
Jalan Ini Berat Wahai Saudaraku (Nasihat Penggugah Iman)
Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Akhlaq, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
Download Ebook: CHM Blog Ustadz Abul Jauzaa Versi 02
Download CHM Blog Abul Jauzaa Versi 02
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
وصلاة الله وسلامه عليه وعلى آله وصحبه وإخوانه أجمعين إلى يوم الدين
أما بعد
Ini merupakan CHM versi 02 dari: www.abul-jauzaa.blogspot.com, yang mana sebelumnya sudah kami rilis versi 01. Bedanya versi 02 dari versi 01 adalah penambahan artikel terbaru berjumlah 38. Insya Allah untuk kedepannya setiap 50 artikel akan kami rilis versi terbarunya. Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Barokallahu Fiikum…
Silahkan Download Disini:
Download CHM Blog Abul Jauzaa Versi 02
(Abu ‘Aisyah)
sumber: AbuNayla.co.cc
Info tambahan:
file dengan extensi chm berukuran 13,1 MB.
Jika setelah di buka, ga muncul artikelnya, klik kanan filenya terus klik tombol unblock
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
Ebook Gratis: SURAT CINTA UNTUK SAUDARIKU
Saudariku,
Masih akrab dalam pandangan kita, saudari-saudari kita keluar rumah dengan membuka auratnya. Beberapa diantaranya sangat “memperhatikan” penampilannya.
Mulai dari merk baju yang berkelas, model yang up to date. Bahkan diantaranya kita lihat baju yang sempit dan serba pendek, celana yang juga serba pas-pasan, rambut direbounding, alis yang “dirapikan”, lipstik tipis warna pink, minyak wangi yang mmmm…*mungkin karena belum tahu*
Saudariku,
Apa yang kita dapat dari semua ini?
“cantik”?
“aduhai”?
“modis”?
“gaul”?
“tidak ketinggalan jaman”?
atau mungkin sekedar untuk bisa percaya diri ketika keluar rumah dan berhadapan dengan orang-orang?…….
Silakan download ebook yang ditulis oleh Ukhti Ummu Sa’id (muslimah.or.id) pada link di bawah ini:

Sumber: imtri.co.nr
Dicopy dari http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: E-Book, Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
DOWNLOAD AUDIO & EBOOK: UNTUKMU YANG BERJIWA HANIF (Ust. ARMEN HALIM NARO Rohimahullah)
Silakan download ebook UNTUKMU YANG BERJIWA HANIF yang ditulis oleh Fadhillatul Ustadz ARMEN Halim Naro, Lc. -rahimahullah-. Semoga nasihat-nasihat beliau yang terangkum dalam ebook ini bermanfaat bagi kita semua. Lengkapi pula koleksi Anda dengan mendownload dan mendengarkan penjelasan beliau rahimahullah terhadap buku UNTUKMU YANG BERJIWA HANIF. Semoga bermanfaat bagi seluruh umat Islam.
Download EBOOK UNTUKMU YANG BERJIWA HANIF [DI SINI]
Download AUDIO UNTUKMU YANG BERJIWA HANIF klik link di bawah ini:
- Untukmu Yang Berjiwa Hanif 01.mp3
- Untukmu Yang Berjiwa Hanif 02.mp3
Kunjungi pula markaz download Audio Ustadz Armen yang dikumpulkan dari berbagai sumber download [DI SINI]
Ebook di peroleh di sini. Jazakumullahu khoiron.
Dicopy dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: E-Book, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
EBOOK GRATIS: SEBAB MEKARMU HANYA SEKALI | Surat Cinta Untuk Putri Tercinta (NEW)

Sebab Mekarmu Hanya Sekali Duhai Ukhti Muslimah…
Bingkisan istimewa tuk para muslimah. Silakan download ebook gratis, dengan judul SEBAB MEKARMU HANYA SEKALI, Surat Cinta Untuk Putri Tercinta. Kami persembahkan ebook ini, khususnya kepada kalian duhai Wanita Muslimah. Semoga kalian tidaklah layu sebelum merekah!
Silakan baca atau download >> Klik disini
bisa juga download via Salafishare >> Klik di sini (Masukkan code angka ke kotak yang kosong – kemudian klik Download File)
Ingin membaca online Ebook ini?? Silakan KLIK DI SINI (BACA ONLINE)
Jazakumullahu khoiron.
semoga bermanfaat bagi kita semua.
Dicopy dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: E-Book, Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: “Curahan Hati Sang Ibu Untuk Anaknya” (Ustadz Armen Halim Naro Rohimahullah)
Dalam Kajian ini al ustadz – Rahimahullah – berupaya mengungkapkan curahan hati seorang Ibu dalam sepucuk surat yang beliau tujukan untuk anaknya yang sudah berangkat dewasa, dalam sepucuk surat tersebut tergambar begitu besarnya kasih dan sayang seorang ibu untuk anaknya dan begitu besar harapannya agar sang anak berada dalam kebaikan dalam setiap keadaan,hal ini bisa menggugah dan mengingatkan kita akan jasa besar Ibu-ibu kita dalam mendidik dan membesarkan kita.
Di akhir kajian ini ustadz juga berupaya menggambarkan ungkapan hati seorang anak dalam menjawab surat ibunya tersebut yang berisi penyesalan dirinya yang telah menyia-nyiakan Ibunya serta keinginan kuat darinya untuk bisa membahagiakan sang Ibu dimasa udzurnya. semoga ini bisa menjadi motivasi kita untuk kembali menjadikan ibu kita sebagai ladang untuk menggapai surga-Nya.
Tema : Curahan hati Sang Ibu dalam sepucuk surat untuk anaknya
Pemateri : Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah
Lokasi : Masjid Al Barkah Cileungsi
Download disini: Curahan hati sang ibu untuk anaknya.mp3
Sumber: radiorodja.com
Artikel bisa dilihat juga dilink berikut :
Filed under: Kajian Audio, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: “Duka di Negeri Nestapa” (Ustadz Armen Halim Naro rohimahullah)(Renungkanlah…!!!)

وَإِنْ مِّنْ قَرْيَةٍ إِلاَّ نَحْنُ مُهْلِكُوْهاَ قَبْلَ يَوْمِ الْقِياَمَةِ أَوْ مُعَذِّبُوْهاَ عَذَاباً شَدِيْدًا كاَنَ ذَلِكَ فِي الْكِتاَبِ مَسْطُوْرًا. وَماَ مَنَعَناَ أَنْ نُرْسِلَ بِاْلآياَتِ إِلاَّ أَنْ كَذَّبَ بِهاَ اْلأَوَّلُوْنَ وَآتَيْناَ ثَمُوْدَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهاَ وَماَ نُرْسِلُ بِاْلآياَتِ إِلاَّ تَخْوِيْفاً
“Tidak ada satu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu’jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda itu melainkan untuk menakuti.” (Al-Isra: 58-59)
مآ أَصاَبَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِيْ أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِيْ كِتاَبٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهاَ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ
“Tiada satu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadid: 22)
ماَ أَصاَبَ مِنْ مُصِيْبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“Tidak ada satu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (At-Taghabun: 11)
Sebagai renungan untuk kita, simak kajian yang di sampaikan oleh Ustadz Armen Halim Naro rahimahullah, dari pembahasan “Duka Di Negeri Nestapa”. Nasehat untuk kita dari musibah bencana Gempa dan Tsunami di Aceh tahun 2004 silam, dan sebagai pelajaran untuk kita dari musibah (Gempa Bumi) yang banyak terjadi akhir-akhir ini.
Semoga kajian ini bisa menjadi telaga hidayah bagi hati-hati yang kering dari nasehat orang-orang shaleh.
Download klik di bawah:
01_Duka di Negeri Nestapa.mp3
02_Duka di Negeri Nestapa.mp3
sumber: ar-ribaath 01
Filed under: Kajian Audio, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
[E-book] Polemik Seputar Hukum Lagu dan Musik ..::Bagus::..

Hukum Lagu dan musik, pada asalnya adalah haram. Banyak dalil-dalil dari Al Qur’an dan terutama juga dari hadits-hadits shahih serta penjelasan para ulama terkemuka yang membuktikan hal itu, sehingga tidaklah mungkin musik dan lagu itu dibumbui dengan label islami seperti yang kebanyakan orang lakukan, bagaimanapun wujudnya.
Ada beberapa statement berbentuk pertanyaan yang menggelitik dari kalangan orang-orang awam yang jauh dari ilmu dan para ulama. Diantaranya adalah: “Apakah islam tidak mengenal seni dan hiburan?“, “Apakah islam bertentangan dengan fitrah manusia yang suka kesenangan?“, “Bukankah kita bisa berdakwah melalui seni?“
Bisa dikatakan, semua statement itu bersal dari rasa panik, karena tidak mampu keluar dari lingkungan kemaksiatan, dan sama sekali tidak bernilai ilmiah. Untuk lebih jelasnya silahkan download ebook berikut, baca dan pahami isinya secara menyeluruh, renungkan dan bersihkanlah dari rasa sombong yakni menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Semoga ebook ini bermanfaat bagi kaum muslimin.
Judul Asli: Tahrim Alatit Tharab
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani
Edisi Indonesia: Polemik Seputar Hukum Lagu dan Musik
Penerjemah: Abu Umar Basyir
Penerbit: Tim Darul Haq
Cetakan: Pertama, November 2002
Ukuran ebook: (PDF) + 223 halaman
File size: 9.77 MB

Catatan admin: [Dilarang keras memperjualbelikan ebook-ebook yang didownload dari blog ini]. Ebook-ebook di sini didedikasikan untuk kepentingan dakwah kepada islam yang murni di atas pemahaman salafuna shalih. Silahkan menyebarkan kembali ebook-ebook ini selama tidak untuk diperjualbelikan.
===============================================
http://www.rismaka.net/2009/05/polemik-seputar-hukum-lagu-dan-musik.html
Dicopy ulang dari http://abangdani.wordpress.com/
Filed under: Ahkam, E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2010 by abufahmiabdullah
[Download Audio] Pro-Kontra Dakwah Wahhabi [PENTING!!!]
Wahahbi ?
Apa yang didakwahkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengundang berbagai reaksi dari berbagai pihak. Sebagian orang menerima dakwahnya dan menjadi pendukung dakwah beliau, akan tetapi tidak sedikit orang-orang yang menentang dakwah beliau, memusuhi dan memberikan tuduhan dan gelaran yang jelek kepada beliau dan para pendukungnya. Salah satu buah manis yang dihasilkan oleh dakwah beliau adalah berdirinya negara Saudi Arabia yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh kaum muslimin diberbagai penjuru dunia, baik hal ini diakui ataupun tidak. Banyak tuduhan ditujukan kepada beliau dan para pengikut dakwahnya, seperti : tidak mencintai Nabi -Shallallohu \’alaihi wa sallam-, mengkafirkan orang yang tidak mau bergabung dengan dakwahnya, dan lain sebagainya.
Dalam kajian ini dijelaskan beberapa hal seperti : Biografi Syaikh, hakikat dakwah Syaikh, Syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh penentang dakwah beliau, dan lainnya.
Kajian disampaikan oleh Ust. Badrusalam dan Ust. Arman Amri -hafizhahumalloh- di Masjid Al-Azhar pada tahun 2008 silam, semoga dapat bermanfaat
Download Filenya pada link dibawah ini :
Dicopy dari http://abangdani.wordpress.com/
Filed under: Aqidah, Manhaj | 2 Comments »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio : “Wasiat Perpisahan – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas”
Inilah wasiat perpisahan dari kekasih kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang telah membuat air mata para sahabat berlinang air mata, menjadikan hati mereka takut. Begitu istimewanya nasihat ini, sehingga sepatutnya kita sebagai ummatnya, mengetahui, memahami dan mengamalkannya.
Dikisahkan oleh ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ’anhu sebagai berikut:
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا؟ فَقَالَ: ((أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ))
Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat bersama kami, kemudian beliau memberi kami sebuah peringatan yang sangat baik. Oleh karenanya, mata-mata kami berlinang dan hati-hati kami bergetar. Maka seorang berkata: “wahai Rosulullah! Seolah-olah ini adalah peringatan orang yang akan berpisah, maka apakah yang engkau pesankan kepada kami?”. Beliau pun bersabda: “Aku berwasiatkepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar, dan taat (kepada penguasa kalian) walaupun dia seorang budak Habsyi. Sesungguhnya barangsiapa yang masih hidup dari kalian setelahku niscaya dia akan melihat perselisihan yang cukup banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa` Ar-Rosyidin Al- Mahdiyyin (para khalifah yang terbimbing lagi mendapat petunjuk). Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah atasnya dengan gigi-gigi geraham kalian. Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara baru dalam agama. Karena sesungguhnya setiap perkara baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah sesat.”
(HR. Abu Dawud, Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 3851), at-Tirmidzi,Shahiih Sunanit Tirmidzi (no. 2157), Ibnu Majah, Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 40), dan lainnya)
Untuk pembahasannya simak kajian yang di sampaikan oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dengan tema: “Wasiat Perpisahan” yang di sampaikan di Masjid Al-Azhar Kalimalang, Bekasi (o1 Mei 2008).
Download File:
- Wasiat Perpisahan 01.mp3
- Wasiat Perpisahan 02.mp3
atau dalam format zip Download File
File ini & yang lainnya jg disimpan di halaman : Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Semoga bermanfaat…!!!
sumber: pustaka al-ilmu, bekasi & http://moslemsunnah.wordpress.com
Filed under: Aqidah, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Ringkasan Buku: “Wasiat Perpisahan – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas”
Oleh: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas -hafizhahullah-
Diriwayatkan dari al-‘Irbâdh bin Sâriyah radhiallahu’anhu bahwa ia berkata, “Suatu hari Rasulullâh Salallahu ‘Alaihi Wassalam pernah shalat bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang membekas pada jiwa, yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati menjadi takut, maka seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullâh! Seolah-olah ini adalah nasehat dari orang yang akan berpisah, maka apakah yang engkau wasiatkan kepada kami?’
Maka Rasulullâh Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,
“Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafâ Râsyidîn yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian setiap perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah, dan setiap bid‘ah itu adalah sesat.” Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Bedah Buku “Membongkar Dunia Klenik & Perdukunan Berkedok karomah “


Awas…Dukun kedok Karomah
Kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif yang berbau mistik dan klenik cukup kuat dan sangat marak, tak cuma jamu tradisional, herbal dan pijat refleksi, tapi pengobatan lewat makhluk halus dan dunia ghaib seperti jin laris manis dan banyak digandrungi.
Para pakar dunia klenik dan para petualang perdukunan, di tengah masyarakat banyak memiliki sebutan; ahli metafisika menurut ilmiahnya, paranormal menurut istilah media, dukun menurut istilah kampungnya, orang pintar menurut istilah orang bodohnya, kyai karomah menurut kaum ilmuwan Islam, orang tua menurut istilah kaum abangan, kyai khos menurut kalangan santri atau wali berkaromah menurut dunia tasawufnya. Sebutan boleh berbeda-beda, namun hakekatnya tetap sama, sama-sama menyimpang dan merusak akidah Islam yang benar. Read more »
Filed under: Aqidah, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Nasihat Bagi Mereka Yang Mabuk Kekuasaan
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Dakwah, sebuah tugas mulia yang diemban oleh para pengikut nabi yang setia.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang setia mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).
Bahkan, kita pun tahu bahwa jalan dakwah merupakan jalannya orang-orang yang beruntung, orang-orang yang selamat dari kerugian. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3) Read more »
Filed under: Hizbiyah, Politik | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Pandangan Tajam Terhadap Politik bersama Ustadz Abu Ihsan Al Atsary Hafidzahullah.
Judul buku : PANDANGAN TAJAM TERHADAP POLITIK; Antara Haq Dan Bathil
Judul asli : Madariku an-Nazar fi as-Siyasah Baina ath-Thbbiqaat asyar’ah wa al-Ihfi’aalat al-Hamaasiyyah
Penulis : Syaikh Abdul Malik Ramadhan al-Jazairi
Penerjemah : Abu Ihsan al-Atsari
Penerbit : Pustaka Imam Bukhari, Solo
Tahun cetakan : Agustus 2002 M
Ukuran buku : 23.5 cm, 365 halaman
Read more »
Filed under: Politik | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Siyasah Syar’iyah (Politik Syar’i)
disusun oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi Hafidzahullah.
Pada tanggal 3-6 Muharram 1423 H (17-20 Maret 2002 M), Ma’had Al-Irsyad Surabaya bekerja sama dengan Markaz Imam Al-Albani (Yordania) menyelenggarakan daurah ilmiah bersama murid-murid Imam Al-Albani yaitu Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr, Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilali, Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi dan Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman—semoga Alloh menjaga mereka semua-. Pada edisi kali ini sengaja kami mengangkat beberapa terjemahan “soal-jawab” pada acara daurah tersebut, dengan harapan kita bisa mengambil pelajaran dari pertanyaan sebagian saudara kita.
A. Fitnah Amerika
Oleh Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr
- Soal: Bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi fitnah negara Amerika Serikat, yang sekarang sering diperbincangkan oleh banyak orang?
Jawab: Sesungguhnya fitnah yang menimpa kaum muslimin pada saat ini berupa kerusakan, malapetaka, dan kehancuran adalah disebabkan jauhnya mereka dari jalan yang telah digariskan (ditetapkan) Alloh.
Alloh memenangkan musuh-musuh Islam disebabkan jauhnya kaum muslimin dari akidah tauhid dan pengamalan agama Islam (secara benar). Hal ini merupakan bukti kebenaran sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam: Read more »
Filed under: Manhaj, Politik | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
HUKUM MEMINTA JABATAN
Oleh: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari Hafidzahullah
Rasulullah penah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah:
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan, karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)”.
Hadist ini diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhori dalam shahih-nya no.7146 dengan judul ”Siapa yang tidak meminta jabatan, Allah akan menolongnya dalam menjalankan tugasnya” dan no.7147 dengan judul “Siapa yang minta jabatan akan diserahkan kepadanya (dengan tidak mendapatkan pertolongan dari Allah dalam menunaikan tugasnya)”. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no.1652 yang diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi “Bab larangan meminta jabatan dan berambisi untuk mendapatkannya”. Read more »
Filed under: Politik | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur`an
Penulis : Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ. قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat denganku.”
Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.” Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” (Yusuf: 54-55) Read more »
Filed under: Politik | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2010 by abufahmiabdullah
Bolehkan Meminta Jabatan Dengan Mencalonkan Diri Dalam Pemilu?
Penulis : Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsariy
Meminta jabatan atau mencalonkan diri dalam etika politik merupakan hal lumrah. Padahal Islam melarang keras perbuatan yang berakar dari budaya Barat ini. Hadits berikut memberikan penjelasan secara gamblang bagaimana sesungguhnya Islam memandang sebuah jabatan yang telah menjadi simbol status sosial ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radliallahu ‘anhu:
(( يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بن سَمُرَة , لاَ تَسْأَلُ الإِمَارَةَ. فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَ إِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا))
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Read more »
Filed under: Politik | Leave a Comment »
Posted on January 2, 2012 by abufahmiabdullah
Download Audio | Perbedaan Antara Nasihat dan Celaan [Bagus]
عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim) Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, hadits no. 55 dan no. 95.
Alhamdulillah, di bulan Ramadhan yang mulia ini kami hadirkan rekaman pengajian umum bersama Ustadz Abdullah bin Taslim. MA. Kajian ini diselenggarakan di Masjid As-Sunnah, Kendari (Sabtu, 21 Agustus 2010) dengan tema “Perbedaan Antara Nasehat dan Celaan”
Silakan download audio-nya pada link berikut:
Perbedaan Antara Nasehat dan Celaan
Sumber : http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/
Filed under: Akhlaq, Kajian Audio, Nasehat | Leave a Comment »
Posted on October 14, 2010 by abufahmiabdullah
Kajian Video : Bahaya Hadits Dha’if Dan Maudhu ( Silaturrohim bersama Du’at dan Majelis Ulama Indonesia Jakarta Utara ) dan
download Audio: ”Bahaya Hadits Hadits Dha’if & Maudhu” (Al-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat) => Penting untuk diketahui!
Hadits lemah (dha’if) dan palsu (maudhu’) bertebaran di sekeliling kita. Dalam ruang kuliah, mimbar pengajian, bahkan dalam kitab-kitab, termasuk kitab tafsir dan syarah hadits. Mungkin kita akan kaget bahwa beberapa diantaranya adalah hadits-hadits yang sangat ‘akrab’ dengan kita.
Seorang zindiq diketemukan telah memalsu lebih dari 4.000 hadits. Bahkan dari tiga orang pemalsu bisa dipastikan telah keluar puluhan ribu hadits palsu. Masya Allah! Pemalsuan hadits-hadits ini bermacam-macam tendensinya. Ada yang bertendensi politis, fanatisme golongan, membela mazhab, dan bahkan ada yang mendekatkan diri kepada Allah seperti yang diakui sekelompok firqah. Selain itu, ada pula karena kesalahan tak sengaja atau kelemahan dalam mendeteksi hadits yang memang bukan bidang yang dikuasainya. Hal ini terjadi, misalnya, pada sebagian kaum sufi.
Berikut adalah rekaman yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dengan pembahasan ”Bahaya Hadist-hadist Dha’if dan Maudhu” Read more »
Filed under: Kajian Audio, Video Kajian | Leave a Comment »
Posted on October 14, 2010 by abufahmiabdullah
Ebook : Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi Dan Sunan At- Tirmidzi

( DOWNLOAD)
(51,1 MB)
Free Download E-Book Sunan At- Tirmidzy
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 14, 2010 by abufahmiabdullah
RINGKASAN HUKUM SUJUD SAHWI

Ringkasan Hukum Sujud Sahwi dari penjelasan Syaikh Al-’Utsaimin -rahimahullah-.
|
Permasalahan |
Kondisi |
Tempat sujud sahwi |
| 1 |
Salam sebelum berakhirnya sholat : Jika ia mengucapkan salam padahal sholatnya belum selesai dalam keadaan lupa |
- Jika dia baru ingat setelah selang waktu yang lama maka mengulangi sholat dari awal.
- Jika dia ingat setelah selang waktu yang pendek maka tinggal menyempurnakan sholatnya yang kurang kemudian mengucapkan salam
|
Setelah salam |
| 2 |
Tambahan dalam sholat : Jika ia menambah dalam sholatnya baik menambah berdirinya, atau duduknya, atau ruku’nya, ataupun sujudnya |
- Jika ia baru ingat setelah selesai dari melakukan tambahan tersebut maka tinggal sujud sahwi saja
- Jika dia ingat tatkala sedang akan menambah maka dia harus kembali
|
Setelah salam |
| 3 |
Meninggalkan rukun sholat : Jika ia meninggalkan salah satu rukun sholat (selain takbirotur ihroom, karena jika yang ditinggal takbirotul ihrom maka sholatnya harus diulang). |
- Jika telah sampai pada tempat rukun yang ia tinggalkan pada rakaat selanjutnya maka rakaat yang lalu tidak dianggap, dan rakaat yang selanjutnya inilah yang menduduki posisi rakaat yang lalu
- Kalau ia belum sampai pada tempat rukun yang ia tinggalkan pada rakaat selanjutnya maka ia harus kembali ke tempat rukun yang ia tinggalkan lalu mengerjakan rukun tersebut dan melanjutkan sholatnya
|
Setelah salam |
| 4 |
Ragu dalam sholat : Jika ia ragu dalam sholat apakah sudah sholat dua rakaat atau tiga rakaat?, maka ada dua kemungkinan : |
- Jika ia lebih condong pada salah satu dari dua kondisi tersebut maka ia amalkan, kemudian ia sempurnakan sholatnya dan salam
- Jika bimbang dan tidak condong pada salah satu kondisi, maka ia amalkan yang ia yakini (pasti) yaitu jumlah rakaat yang paling kecil (dalam hal ini anggap saja ia baru sholat 2 rakaat)
|
|
| 5 |
Jika ia meninggalkan salah satu kewajiban sholat (diantarannya misalanya adalah meninggalkan tasyahhud awal atau lupa membaca subhaana Robbiyal ‘Adziim tatkala ruku’) |
- Ia baru ingat setelah berpindah ke gerakan (rukun) selanjutnya (dalam hal meninggalkan tasyahhud awal maka ia telah tegak berdiri (ke rakaat ketiga), maka ia lanjutkan sholatnya dan tidak kembali duduk untuk tasyahhud
- Jika ia ingat tatkala hendak bangun (namun belum sampai tegak berdiri) maka ia kembali duduk untuk tasyahhud
- Jika ia ingat sebelum bangkit (sebelum kedua pahanya diangkat) maka ia tasyahhud dan tidak perlu sujud sahwi karenapada dasarnya belum ada tambahan atau kekurangan
|
sebelum salam
|
Catatan : Read more »
Filed under: Ahkam | Leave a Comment »
Posted on October 14, 2010 by abufahmiabdullah
[Download Audio] 11 Tipe Suami, Syarah Hadits Ummu Zar’in [Anda termasuk yang mana?]
Tema : Syarah hadits ummu Zar’in mengenai tipe- tipe suami
Pemateri : Ustadz Firanda Andirja
Tempat : Masjid Al Barkah
Berikut ini kami salin tulisan dari blog abu luqman yang membahas tema yang sama. Kemudian Anda dapat mendownload kajian ini pada link yang kami berikan diakhir tulisan… ^_^
Hadits yang cukup panjang yang terdapat di HR. Al-Bukhari (no. 5189) di dalam kitab an-Nikaah dan HR. Muslim (no. 2448) ini berisi tentang sebelas wanita yang menceritakan tentang kondisi suaminya masing-masing, yang didalamnya banyak terkandung pelajaran. Hadits Ummu Zar’ ini dimasukkan ke dalam kategori: “Pergaulilah mereka dengan cara yang ma’ruf.” Untuk selanjutnya karena panjangnya hadits ini, maka kami akan memisahkan tiap bagiannya, kemudian membahasnya satu-persatu dan disertai Ibroh (pelajaran yang dapat dipetik) diakhir pembahasan. InsyaaAllah akan mempermudah bagi pembaca KIC. Read more »
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 14, 2010 by abufahmiabdullah
Panduan Sujud sahwi hukum dan sebab adanya sujud sahwi
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Saat ini kita akan membahas pembahasan menarik mengenai sujud sahwi, sujud karena lupa. Kami akan sajikan dengan sederhana supaya lebih memahamkan pembaca sekalian. Panduan sujud sahwi ini akan kami bagi menjadi beberapa seri tulisan. Semoga bermanfaat.
Definisi Sujud Sahwi
Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai.[1] Sujud sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi cacat dalam shalat karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja.[2]
Pensyariatan Sujud Sahwi
Para ulama madzhab sepakat mengenai disyariatkannya sujud sahwi. Di antara dalil yang menunjukkan pensyariatannya adalah hadits-hadits berikut ini. Hadits-hadits ini pun nantinya akan dijadikan landasan dalam pembahasan sujud sahwi selanjutnya. Read more »
Filed under: Ahkam | Leave a Comment »
Posted on October 14, 2010 by abufahmiabdullah
Syaikh Bin Baz rahimahullah dan Seorang Pencuri
Salah seorang murid Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- menceritakan kisah ini kepada-ku (penulis kisah ini-pen).
Dia berkata : Pada salah satu kajian Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, serta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut.
Maka Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh Bin Baz rahimahullah. Ditengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannya pun keras hingga para murid lainya pun mengetahuinya. Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 15, 2010 by abufahmiabdullah
KEKELIRUAN MUNCUL SAAT BERPALING DARI WAHYU
(Tafsir: Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X)

Hai orang-orang yang beriman,
jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,
maka periksalah dengan teliti,
agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada kaum
tanpa mengetahui keadaannya
yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah.
Kalau ia menuruti (kemauan) kamu sekalian dalam beberapa urusan
benar-benarlah kalian akan mendapatkan kesusahan,
tetapi Allâh menjadikan kalian cinta kepada keimanan
dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu
serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.
Sebagai karunia dan nikmat dari Allâh.
Dan Allâh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Qs. al-Hujurat/49 : 6-8) Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on October 15, 2010 by abufahmiabdullah

Ebook : SOROTAN TAJAM TERHADAP DZIKIR JAMA’AH
SOROTAN TAJAM TERHADAP DZIKIR JAMA’AH
Koreksi Buku “Dzikir Berjama’ah Sunnah atau Bid’ah?” karya KH Ahmad Dimyathi Badruzzman, MA
Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA
Berikut ini adalah sebuah risalah khusus yang ditulis oleh Fadhilatul Ustadz Muhammad Arifin Baderi untuk menanggapi fenomena maraknya dzikir berjama’ah dan pembelaan-pembelaan terhadapnya, diantaranya buku yang ditulis oleh Ahmad Dimyathi Badruzzaman yang berjudul “Dzikir Berjama’ah Sunnah atau Bid’ah?”. Di dalam risalah yang cukup panjang ini, Ustadz menanggapi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan dan syubuhat pada buku tersebut dengan begitu anggunnya dan ilmiah.
Sumber : Dipublikasi ulang dari http://abusalma.wordpress.com/
Filed under: Aqidah, E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 15, 2010 by abufahmiabdullah
Download Ebook “Sifat Shalat Nabi ” – Karya : Syaikh al Albani rohimahullah

Alhamdulillah telah ada sebagian teman-teman kita abu sahl yang membantu kita dalam melakukan penulisan Ebook “Sifat Shalat Nabi karya Syaikh al Albani” ini dalam bentuk Ebook. Sehingga kita dapat mempelajarinya. Semoga Allah mebalas amal perbuatannya dengan pahala yang berlipat ganda dan semoga Allah memudah semua urusan penulis.
”Berhati-hatilah kamu sekalian akan hadits kecuali yang telah kamu ketahui” (HR. Tirmidzi, Ahmad & Ibnu Abi Syaibah).
Semoga kita berhati-hati dalam mengamalkan sebuah hadist. Apalagi dalam perkara shalat yang mana kita setiap hari melakukan hal ini 5 waktu dalam sehari semalam.
Didalam Ebook ini akan dijelaskan Memulai Shalat, Tata Cara Ruku, Tata Cara Sujud, Tasyahud Awal, Tasyahud Akhir dan Salam
Dan dilengkapi pendapat-pendapat ulama tentang taqlid-taqlid buta para pengikut mereka yang terlalu berlebihan dan mengamalkan pendapat ulama tersebut.
Sehingga mempermudah kita melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana yang disabdakan ”Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku melakukan shalat”
Silahkan Sifat Sholat Nabi
Semoga bermanfa’at
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
SHALAWAT NARIYAH DALAM TIMBANGAN
Ustadz Abdullah Zaen. Lc, MA
KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT
Salah satu amalan istimewa dalam ajaran Islam yang dijanjikan pahala berlipat ganda adalah membaca shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Banyak nash (dalil) dari al-Qur’an maupun hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memotivasi untuk memperbanyak amalan mulia ini. Di antaranya :
Firman Allah Ta’ala:
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS. al-Ahzab/33: 56). Read more »
Filed under: Aqidah | 3 Comments »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Sifat Shalawat & Salam Kepada Nabi – Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
Keutamaan Membaca Shalawat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut[2], karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala[3]. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
Gadai dalam Islam

Islam agama yang lengkap dan sempurna telah meletakkan kaidah-kaidah dasar dan aturan dalam semua sisi kehidupan manusia, baik dalam ibadah maupun muamalah (hubungan antar makhluk). Setiap orang membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk saling menutupi kebutuhan dan tolong-menolong di antara mereka.
Karena itulah, kita sangat perlu mengetahui aturan Islam dalam seluruh sisi kehidupan kita sehari-hari, di antaranya tentang interaksi sosial dengan sesama manusia, khususnya berkenaan dengan perpindahan harta dari satu tangan ke tangan yang lain.
Utang-piutang terkadang tidak dapat dihindari, padahal banyak muncul fenomena ketidakpercayaan di antara manusia, khususnya di zaman kiwari ini. Sehingga. orang terdesak untuk meminta jaminan benda atau barang berharga dalam meminjamkan hartanya. Read more »
Filed under: Ahkam | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
Seri Kaidah Fikih: Perintah dan Larangan Dalam Syariat

Kaidah Pertama: Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya tidaklah memerintahkan suatu perkara, kecuali perkara yang murni atau rajih maslahatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya pun tidaklah melarang suatu perkara, kecuali perkara yang murni atau rajih mafsadatnya.
Kaidah ini mencakup seluruh syariat agama ini. Tidaklah ada sedikit pun dari hukum syariat yang keluar dari kaidah ini. Tidak ada perbedaan antara yang berkaitan dengan pokok atau pun cabang dari agama ini. Sama saja, baik berhubungan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala atau pun yang berhubungan dengan hak para hamba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, serta Allah melarangmu melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Qs. An-nahl: 90) Read more »
Filed under: Ahkam, Fiqh | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
EBOOK (CHM) : QOWAIDUL FIQHIYYAH
Oleh: Sulaiman Abu Syeikha Al-Magetiy
E-book ini bersi dua belas kaidah-kaidah fiqih yang disusun oleh penulis.
Berikut cuplikan dari sebagian dari kaidah tersebut :
القواعـــد الفقهيــــة
Kaidah-Kaidah Fiqih
Oleh : sulaiman abu syeikha al magetiy
(جزء الأولى)
Bagian Pertama
الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريط له، وأشهد أن محمدًا عبد الله ورسوله وصفيّه وخليله، نشهد أنَّه بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح الأمة وجاهد في الله حق الجهاد، صلّى الله وسلّم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداهم إلى يوم الدين. أمَّا بعد
Setelah tahmid dan salam (diatas pent.) dalam kesempatan ini ana akan berusaha sedikit-demi sedikit (insya Allah) menukilkan “qaidah syariyyah dari qaidah fiqhiyyah muyassaroh / qaidah-qaidah fiqih yang mudah ” yang telah digoreskan oleh ulama’ dari generasi salafus sholeh terdahulu ataupun sekarang, sehingga kita semakin mengenal akan qaidah-qaidah syar’iiyah yang di atasnya di bangun agama ini serta dalam istimbat hukum, sehingga mempermudah bagi kita untuk memahami agama ini ( insya ALLAH ), dan kitapun beragama dengan qaidah dan ilmu karena makna ilmu mengetahui kebenaran dengan dalilnya. Read more »
Filed under: E-Book, Fiqh | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
PRINSIP ILMU USHUL FIKIH (EBOOK)
Oleh :Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin Rohimahullah
Ushul Fikih adalah landasan yang seharusnya difahami oleh setiap thullabul ilmi, karena Ushul Fikih ini melandasi semua cara beristidlal dan berhujjah para ulama. Dengan ilmu inilah seseorang dapat memahami bagaimana para ulama di dalam menggali dan mengambil kesimpulan suatu hukum. Namun, ilmu ini bukanlah ilmu yang mudah dan bisa difahami begitu saja, tanpa bimbingan seorang ulama yang mumpuni dan tanpa penelaahan waktu yang panjang.
Betapa banyak pula orang yang mempergunakan ilmu ini untuk mempertahankan kesalahan, penyimpangan, bid’ah bahkan kekufurannya. Kita ambil contoh misalnya, komunitas JIL atau Muslim(?) Liberalis, betapa sering mereka menggunakan ilmu ushul fikih ini (secara serampangan tentunya) untuk memperkuat argumentasi dan dalil mereka di dalam menyebarkan kekufuran dan kesesatan. Begitu pula dengan kelompok-kelompok dan aliran sesat lainnya.
Bahkan, saya sendiri pernah terperanjat ketika mendengar ada seorang kiyai pernah mengatakan –ketika ditanya tentang hukum rokok- : “Rokok itu hukumnya makruh, namun bagi saya hukumnya wajib.” Ketika ditanya alasannya, ia dengan entengnya menjawab : “Saya apabila tidak merokok tidak bisa konsentrasi mengajar, sedangkan mengajar adalah kewajiban saya, di dalam kaidah ushul fiqh dikatakan : maa laa yatimmu waajibun illa bihi fahuwa waajib, sesuatu yang apabila tanpa keberadaannya maka tidak sempurna kewajiban maka sesuatu itu wajib hukumnya.” Demikian kurang lebih apa yang sang kiyai ini katakan.
Oleh karena itulah, sesuatu apabila ditempatkan tidak pada tempatnya pastilah keliru, salah bahkan dikatakan zhalim. Untuk menghindari kesalahan seperti ini, maka diperlukan pemahaman mendasar yang harus difahami oleh seorang yang akan belajar ilmu ushul fikih. Oleh karena itulah, buku al-Ushul min ‘Ilmil ‘Ushul ini layak kiranya dibaca bagi orang yang ingin memahami landasan di dalam memahami ilmu ushul yaitu ushul fikih.
Buku ini adalah buku buah karya dari Faqihuz Zaman al-Imam al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, seorang ulama besar ahli fikih, ushul, aqidah, tafsir dan hadits telah wafat 1421 H. kemarin. Semoga Alloh merahmati beliau. Kepergian beliau adalah bencana dan musibah bagi umat islam, sebagaimana digambarkan oleh Rasulullah bahwa ilmu umat ini tidak akan dicabut sekaligus, namun Alloh mencabutnya dengan mewafatkan para ulama.
Di dalam buku ini banyak sekali faidah dan ilmu yang bisa kita ambil, bahasanya mudah, sistematis dan ringkas, sehingga tidak membuat orang menjadi bosan menelaahnya –kurang lebih inilah yang saya rasakan-. Semoga Alloh membalas penulis buku ini dengan pahala-Nya yang berlimpah dan membalasnya dengan surga Alloh. Buku ini dialihbahasakan oleh al-Akh al-Fadhil Abu Shillah dan isteri jazzahumallahu khoyrol jazaa’ ‘anil Islam wal Muslimin yang telah meluangkan waktu dan bersusah-payah untuk menyebarkan faidah ini kepada umat. Semoga buku ini bisa bermanfaat.
diambil dari blog akh. abu salma. Jazaakalloh khoir.
Silakan download (737 kb)
Filed under: E-Book, Fiqh | 1 Comment »
Posted on October 16, 2010 by abufahmiabdullah
MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH TABAROKA WA TA’ALA
Judul asli: البكاء من خشية الله ( Weeping out of Fear of Allah)
Penulis: Syaikh Husain al-Awaisyah
Banyak sebab yang dapat membuat seseorang memangis. Namun diantara sekian banyak sebab, hanya satu jenis tangisan yang dapat mendekatkan seseorang kepada keridhaan Allah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga susu itu dapat kembali ke tempat asalnya. Tidak akan berkumpul debu fisabilillah itu dengan asap neraka Jahanam.” (diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, oleh At-Tirmidzin (hasan shahih), an-Nasa’i dan al-Hakim (shahih).
E-Book berikut ini merupakan pencerahan bagi hati, penyejuk bagi jiwa. Melalui buku ini penulis emngajak kita untuk mengenali rasa takut kepada Allah yang dapat menyebabkan seorang hamba menangis, sebab tangisan karena Allah adalah salah satu yang dapat melembutkan hati dan mendatangkan keselamatan bagi seorang hamba.Sebagaimana yang dikatakan dari Bukair atau Abu Bukair bahwa Ibrahim at-Taimi,
“Hendaknya merasa khawatir orang yang tidak merasakan kesedihan dan duka cita akan menjadi penduduk neraka, karena penduduk Surga akan berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.” (QS Al-Fatir [35] : 34)
Dn selayaknya bagi seseorang yang tidak takut (kepada azab Allah) merasa khwatir tidak termasuk dalam salah satu penduduk Surga, karena mereka akan berkata:
“Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)” (QS Atj-Thur [52] : 26)…….
Sumber : http://www.raudhatulmuhibbin.org/
Filed under: E-Book, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2010 by abufahmiabdullah
Kumpulan EBook : Al Allamah asy Syaikh Nashruddin al Albani rohimahullah

Download File :
Syaikh Albani Dan Manhaj Salaf.pdf
Read more »
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 28, 2010 by abufahmiabdullah
Download Ebook: HATI, PENYAKIT DAN OBATNYA
Oleh Al Ustadz Abu Ubaidillah al Bamalanjy
Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tentu akan memperhatikan amalan-amalannya. Dia akan senantiasa berusaha memperbagus amalan-amalannya, sehingga dia benar-benar ditulis oleh Allah sebagai orang yang bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan kepadanya.
Maka ketahuilah, – semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada kebaikan – bahwa semua kebaikan bergantung kepada hati yang ada dalam dada. Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda,
ألاَ وَإنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَت صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، ألاَ وَهِيَ القَلْبُ
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka seluruh jasad pun akan menjadi baik. Dan jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh jasad pun akan menjadi rusak. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati.” [Riwayat al-Bukhari (1/19) dan Muslim (1219) dari Nu’man bin Basyir]
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani – rohimahulloh – berkata,
“Beliau mengkhususkan hati dengan hal tersebut karena hati adalah pemimpin badan. Dengan baiknya pemimpin, maka rakyat akan menjadi baik, dengan rusaknya pemimpin, rakyat pun menjadi rusak. Dan dalam hadits ini terdapat peringatan untuk mengagungkan kedudukan hati dan anjuran untuk memperbaikinya…” [Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari dalam Kitab al-Iman Bab Fadhli Man Istabra`a Lidinihi]
Untuk lebih mengenal tentang hati, penyakit dan obatnya, silahkan download artikel berikut di sini.
Semoga bermanfaat…
Sumber: albamalanjy.wordpress.com
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Dauroh Malaysia “SIAPAKAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH?” (Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menempuh seperti apa yang pernah di tempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya Radhiyallaahu’anhum. Disebut Ahlussunnah karena kuatnya mereka berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya.
Secara terperinci pengertian As-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah ialah: “Jalan yang di tempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan, dan perbuatan. Itulah As-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi Salaf terdahulu tidak menamakan As-Sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut”. Read more »
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

oleh: Muhammad bin Abdullah Al-Wuhaibi
As-Sunnah dalam istilah mempunyai beberapa makna (lihat : Mawaqif Ibnu Taimiyah Minal Asy’ariyah I:3804 oleh Syaikh Abdur-Rahman Al-Mahmud dan Mafhum Ahlis Sunnah Wal Jama’ah Inda Ahlis Sunnah Wal Jama’ah oleh Syaikh Nasyir Al-Aql).
Dalam tulisan ringkas ini tidak hendak dibahas makna-makna itu. Tetapi hendak menjelaskan istilah “As-Sunnah” atau “Ahlus Sunnah” menurut petunjuk yang sesuai dengan i’tiqad Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan : “….. Dari Abu Sufyan Ats-Tsauri ia berkata : Read more »
Filed under: Ahlus Sunnah wal Jama'ah | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
APAKAH AL ASY’ARIYYAH ITU AHLU SUNNAH ?.

Disusun Oleh : Al Ustadz Abu Ihsan Al Atsary
Pendahuluan.
Ini adalah sebuah polemik yang sempat mencuat di kalangan kaum muslimin, khususnya para penuntut ilmu. Ada sebagian orang mengira Al Asy’ariyyah termasuk ahlu Sunnah wal Jama’ah.
Seperti yang dimaklumi, sebenarnya madzhab Al Asy’ Ariyyah yang berkembang sekarang ini , hakikatnya adalah madzhab Al Kullabiyyah.
Abul Hasan Al Asy’ari sendiri bertaubat dari pemikiran lamanya, yaitu pemikiran Mu’tazilah . Tujuh sifat yang ditetapkan dalam Madzhab Al asy’ariyyah inipun bukan berdasarkan Nash dan Dalil Syar’I, tetapi berdasarkan kecocokannya dengan akal dan logika. Jadi , sangat bertentangan dengan prinsip Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Read more »
Filed under: Ahlus Sunnah wal Jama'ah | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Madzhab Asy’ariyah, ahlus Sunnahkah?
Oleh: Ustadz Armen Halim Naro Lc,
Sejarah masuknya dakwah Islam ke Nusantara adalah melalui jalan perairan di tepi pesisir-pesisir pantai atau hulu sungai, sebagai jalur utama transportasi tatkala itu.
Kemudian menyebar luas ke seluruh pelosok dan negeri. Sehingga setiap orang yang hendak meneliti seperti apakah pemahaman yang masuk ke negeri ini pertama kalinya, dia dapat memulai kajiannya dan mereka yang menetap di daerah-daerah pesisir atau kepulauan dan seterusnya. Read more »
Filed under: Ahlus Sunnah wal Jama'ah | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Asy’ariyyah Bukan Ahlus-Sunnah
Oleh: Redaksi Majalah Fatawa
Asy’ariyyah adalah nama sebuah kelompok atau firqah ahli kalam yang menisbatkan diri kepada Abul-Hasan al-Asy’ari ketika menyatakan diri keluar dari kelompok Mu’tazilah.
Asy’ariyyah menjadikan hujjah-hujjah dan dalil-dalil akal serta ilmu kalam untuk membantah kelompok Mu’tazilah, kaum filosof dan kelompok lain yang menyelisihinya. Bantahan itu dilakukan ketika menetapkan hakikat agama dan akidah Islam, mengikuti pemikiran Ibnu Kullab.
Mereka mengklaim diri mereka sebagai Ahlus-Sunnah. Di negara kita sering disalah-pahamkan bahwa metode Asy’ariyah, sebagaimana Maturidiyah, adalah sama dengan Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Read more »
Filed under: Ahlus Sunnah wal Jama'ah | 4 Comments »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Download Ebook : Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah ( Akidah, Ibadah, Ahlak & Dakwah )

STUDI KOMPREHENSIF : Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah( Akidah, Ibadah, Ahlak & Dakwah )
Penyusun: Al-Ustadz Abu ‘Athiyah Nurul Mukhlishin, Lc., M.Ag
(Kandidat Doktor International University of Malaysia)
Kutipan : DR. Nashr Al-Aql dalam kitabnya “Mafhum Alhlussunnah inda Ahllussunnah”, menyebutkan beberapa kreteria Ahlussunnah wal jamaah di antaranya;
1. Mereka adalah sahabat Rasulullah yang mengerti, melihat dan mengamalkan sunnah Rasullullah pertama kalinya, oleh sebab itulah mereka berhak mendapat gelar demikian. Begitu juga para tabiin yang mengambil sunnah dari sahabat dan mengamalkannya tanpa menambah dan menguranginya. Dan juga para pengikut tabiin dan orang-orang setelahnya sampai hari kiyamat yang berusaha mencontohi dan mengikuti mereka dalam masalah akidah dan ibadah.
2. Ahlussunah adalah para salafusshalih yang mengamalkan Kitab dan Sunah sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , Yang mengikuti teladan para sahabat, tabiin dan ulama-ulama yang tidak pernah merubah dan membuat hal-hal yang baru dalam agama Allah.
3. Ahlussunnah wal jamaah adalah firqatunnajiyah (golongan yang selamat) di antara golongan-golongan yang ada. Yang selalu mendapatkan pertolongan dari Allah sampai hari kiyamat.
4. Mereka adalah orang–orang yang ghuraba’ (asing) karena tetap berpegang kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dalam keadaan yang orang lain melupakan dan meninggalkannya. Mereka juga memperjuangkan tegaknya As-Sunnah di saat tersebarnya bid’ah dan kesesatan dan kerusakan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ,”Islam muncul pertama kali dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana semula. Maka beruntunglah orang–orang yang asing” . Dalam riwayat lain disebutkan, “Beruntunglah al-Ghuraba’ yaitu orang yang shalih di tengah manusia yang jahat, orang yang mengingkarinya lebih banyak dari yang mengikutinya”.
5. Dinamakan Ahlussunnah karena mereka mengamalkan sunah sebagaimana mestinya. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Amalkanlah sunnahku”
Selengkapnya silakan Download Link dibawah berikut :
NB: Catatan Insya Allah Buku ini sangat berfaedah sekali untuk dipelajari, Mudah2an bermanfa’at.
Tambahan : Silakan Download Ebook berikut :

Aqidah Ahlus Sunnah
Konsep, Ciri Khas & Kekhususan Penganutnya
Fadhilatusy Syaikh Muhammad ad Ibrahim al-Hamd
Penerjemah Tim Pustaka Elba
Markaz Download Abu Salma al-Atsari
http://abusalma.wordpress.com
Sumber : Maktabah Abu Salma Al Atsary.
Filed under: Ahlus Sunnah wal Jama'ah, E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Download Ceramah · Ustadz Zainal Abidin SyamsudinLc. : Hakikat Ilmu Filsafat Dalam Tinjauan Islam
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa filsafat merupakan hasil pikiran dari manusia, yang jelas sekali bertentangan dengan apa yang telah disyari’atkan bagi umat islam untuk mengikuti apa yang Allah perintahkan dan dicontohkan oleh RasulNya. Read more »
Filed under: Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Aqidah, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
ABU MANSHHUR AL-MATURIDI DAN ALIRAN MATURIDIYAH

Oleh : Ustadz Muhammad Ashim Musthofa
Di antara rahmat yang dicurahkan kepada kaum muslimin, Allah memberikan bukti-bukti yang nyata lagi jelas yang menunjukkan keberadaan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
سَنُرِيهِمْ ءَايَاتِنَا فِي اْلأَفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur`an itu adalah benar……” [Fushshilat : 53].
Seorang penyair berkata:
وَفِيْ كُلِّ شَيْئٍ لَهُ أَيَة تَدُلُّ عَلَى أنَّهُ وَاحدٌِ
Dan pada setiap sesuatu, Dia mempunyai tanda
Yang menunjukkan bahwa Dia adalah Dzat Yang Esa
Setiap segala sesuatu yang ada di dunia ini, seluruhnya mengakui keberadaan Sang Pencipta, Al Khaliq dan kekuasaanNya. Read more »
Filed under: Firqoh | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Contoh Kasus: Akal Dianggap Bertentangan dengan Dalil Syar’i
Di antara penggunaan akal yang keliru adalah penggunaannya dalam memikirkan perkara-perkara ghaib seperti memikirkan sifat-sifat Allah dan keadaan hari kiamat.
[Contoh pertama]
Hadits tentang nuzul yaitu turunnya Allah ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
KETIKA AKAL BERTENTANGAN DENGAN DALIL SYAR’I
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Artikel berikut adalah artikel yang merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang akal (Mendudukkan Akal pada Tempatnya).
Akal Tidak Bisa Berdiri Sendiri
Walaupun akal bisa digunakan untuk merenungi dan memahami Al Qur’an, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Bahkan akal sangat membutuhkan dalil syar’i (Al Qur’an dan Hadits) sebagai penerang jalan. Akal itu ibarat mata. Mata memang memiliki potensi untuk melihat suatu benda. Namun tanpa adanya cahaya, mata tidak dapat melihat apa-apa. Apabila ada cahaya, barulah mata bisa melihat benda dengan jelas. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2010 by abufahmiabdullah
Kedudukan Akal Dalam Islam
Penulis : Al Ustadz Qomar Suaidi Lc
Akal adalah nikmat besar yang Allah titipkan dalam jasmani manusia. Nikmat yang bisa disebut hadiah ini menunjukkan akan kekuasaan Allah yang sangat menakjubkan. (Al-’Aql wa Manzilatuhu fil Islam, hal. 5)
Oleh karenanya, dalam banyak ayat Allah memberi semangat untuk berakal (yakni menggunakan akalnya), di antaranya:
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِيْ ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُوْنَ
“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya).” (An-Nahl: 12) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 28, 2010 by abufahmiabdullah
Download Kajian : Peringatan Terhadap Ghuluw Dalam Berdoa dan Beberapa Adab Didalamnya


- Tema : Peringatan Terhadap Ghuluw dalam berdo’a dan beberapa Adab Didalamnya
- Pemateri : Syaikh Prof.Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr Hafidzohumallahu ( Ulama Madinah )
- Penerjemah : Ustadz Firanda Andirja
Dalam kajian ini syaikh menjelaskan beberapa perkara yang patut dijauhi dalam doa kita, ditambah pula beberapa adab yang penting kiranya untuk kita hiaskan dalam setiap do’a yang kita panjatkan.
selamat menyimak kajian yang penuh manfaat ini.

Peringatan terhadap Ghuluw dalam berdo’a (1) Download
Peringatan terhadap Ghuluw dalam berdo’a (2) Download
Sumber : http://www.radiorodja.com/
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 28, 2010 by abufahmiabdullah
AUDIO Download Kajian Ust Zainal Abidin Solo-Madiun 16-17 Oktober 2010
Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menggapai rezeki dengan berbagai potensi yang kita miliki. Kemampuan fisik kita mungkin tidak ada yang meragukan dan meremehkan. Pemikiran kita sudah mendapatkan bekal yang sangat cukup. Tak lupa juga kita senantiasa berdo’a. Tapi mengapa kok rezeki susah banget kita dapatkan.
Peringatan Allah Ta’ala
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS Al-An’aam : 44)
Rasullah Shallallahu ‘alahi wasallam telah bersabda:
“Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya” (HR. Ahmad)
Tak bosan-bosannya kita bermaksiat, bergelimang dengan dosa. Sadarkah kita bahwa inilah yang menjadi penghalang rezeki itu.
Silahkan Download Kajian Beliau di Solo dan Sukoharjo
1. Masjid Kedung Winong Nguter Sukoharjo Solo
Nasehat Untuk Setiap Muslim
2. Masjid Al Ukhuwwah Lanud AURI Iswahyudi Madiun
Ibadah Dan Rumah Tangga Muslim
3. Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun
Dosa-dosa Penghalang Rizki
Sumber : http://suaraquran.com/live-kajian-ust-zainal-abidin-madiun-ahad-17-oktober-2010/#more-1175
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 28, 2010 by abufahmiabdullah
AUDIO Ust Ahmad Sabiq : Sittu Duror, Prinsip Dasar Salafiyah
Kajian yang mengambil dari kitab Sittu Duror Karya Syaikh Abdul Malik Al Jazairi Hafidzahulloh,membahas enam prinsip dasar ahlussunnah yang wajib diketahui dan diamalkan setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada manhaj salaf. Prinsip-prinsip dasar yang sangat penting, berlandaskan pada dalil-dali yang terang. Untuk membedakan antara dakwah yang salafi yang sebenarnya dengan dakwah batil yang menisbatkan kepada manhaj yang haq ini. Kajian dilaksanakan di Karanganyar 27 Juni 2010, dan untuk prinsip kelima tentang mengingkari para penentang sunnah, secara khusus beliau menerangkannya di Studio Radio Suaraquran Solo. Semoga kajian tersebut bisa memberikan faidah ilmu kepada kita semua.
Sittu Duror -Materi
Mp3 | 121 Menit | 14KB |
Sittu Duror – Tanya Jawab
Mp3 | 37 Menit | 4KB |
Prinsip Ke-5 Inkarul munkar
MP3 | 67Menit | 7KB
Sumber : http://suaraquran.com/sittu-duror/#more-668
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on October 29, 2010 by abufahmiabdullah
Bencana di Atas Bencana (Sebuah Renungan Menjelang Letusan Merapi – bagian 1)
Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi (Alumni Ma’had Ilmi)
Murojaah: Ustadz Abu Isa
Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji umat manusia siapakah di antara mereka yang terbaik amalnya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, dan semua pengikut mereka yang bersabar dan mengikuti jalan mereka dalam berakidah dan menjalani segala sisi kehidupan beragama. Amma ba’du. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 29, 2010 by abufahmiabdullah
Bencana di atas Bencana (Sebuah Renungan Menjelang Letusan Merapi – bagian 2)
Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi (Alumni Ma’had Ilmi)
Murojaah: Ustadz Abu Isa
Penyimpangan Kedua
Mengantisipasi Ancaman Bencana Dengan Cara yang Salah
Pembaca yang budiman, sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa Alloh Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Alloh terhadap hamba-hambaNya senantiasa mengandung hikmah atau keadilan. Alloh juga Maha Pengasih kepada hamba-hambaNya. Alloh tidak pernah dan tidak akan berbuat zalim kepada hamba-hambaNya barang sedikit pun. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 29, 2010 by abufahmiabdullah
MERAPI MELETUS KEMBALI
Bencana letusan Gunung Merapi baru saja menimpa sebagian bumi Yogyakarta. Luncuran awan panas telah menelan korban tewas dan luka-luka. Penduduk mengungsi demi menyelamatkan diri. Sementara itu, keadaan rumah, perabot dan ternak mereka sudah tidak jelas lagi.
Tentu saja musibah semacam ini menuntut kepedulian kaum muslimin untuk mendoakan kebaikan bagi saudara mereka yang tertimpa musibah dan berupaya untuk meringankan musibah yang dialami. Di sisi lain, ada sesuatu yang tidak kalah pentingnya bagi kita semua yaitu memetik pelajaran dari musibah yang telah melanda. Read more »
Filed under: Akhlaq, Aqidah, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on November 1, 2010 by abufahmiabdullah
Di Manakah Allah (7), Tauhid Tidaklah Sah Sampai Meyakini Allah di Atas Langit (Sebuah bantahan dari tipu daya “abu salafi cs ”)
Segala puji bagi Allah, Yang Menetap Tinggi Di Atas ‘Arsy-Nya, yang memiliki aswa’ dan shifat yang sempurna nan maha mulia. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Para pembaca mudah-mudahan masih mengingat pembahasan kita mengenai “Di manakah Allah?” Sudah sebulan lebih kami tidak melanjutkan pembahasan tersebut dikarenakan kesibukan mengurus artikel lainnya. Dengan meminta pertolongan Allah Ta’ala, kami akan melanjutkan pembahasan tersebut.
Saat ini kami akan memaparkan perkataan ulama pada thobaqoh lainnya (para ulama yang hidup sekitar tahun 200 H) seperti Imam Al Bukhari yang kami sarikan dari kitab Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar –karya Adz Dzahabi-. Semoga bermanfaat. Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on November 16, 2010 by abufahmiabdullah
ABU HANIFAH Rohimahullah (Ulama Yang Juga Tajir)
“Saya tidak pernah melihat seorang yang lebih berakal, lebih mulia dan lebih wara’ dari Abu Hanifah.” (Yazid bin Harun)
Sekilas tentang kehidupannya
Abu Hanifah memiliki wajah bagus dan rupa nan elok serta ucapan yang fasih dan manis. Ia tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek, selalu memakai pakaian yang bagus dan enak dipandang, demikian juga suka memakai minyak wangi, orang akan mengetahui Abu Hanifah dari bau harum minyak wanginya sebelum ia terlihat.
Itulah an-Nu’man bin Tsabit bin al-Marzuban yang dikenal dengan nama Abu Hanifah, orang yang pertama kali menyingkap keutamaan dan keistimewaan yang ada dalam ilmu fiqih. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
Kesombongan Menghalangi Hidayah

(Sirah Nabi: Majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun X)
Berbagai macam cara dilakukan oleh para pemuka Quraisy untuk membendung dakwah Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, mulai diplomasi melalui paman beliau, Abu Thalib yang selalu melindungi meskipun berbeda keyakinan, hingga menggunakan cara-cara kasar. Misalnya memberikan gelar-gelar buruk, sebagai penyihir, pendongeng, dan juga dituduh gila. Tujuan para pemuka Quraisy itu, tidak lain adalah ingin menjauhkan manusia dari dakwah beliau Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam .
Mengapa mereka gigih melakukan permusuhan ini? Apakah karena mereka tidak mengetahui kebenaran al-Qur‘an, ataukah ada faktor lain? Di antara mereka sebenarnya ada yang mengetahui dengan fitrah mereka yang mengerti bahasa Arab, bahwa apa yang disampaikan oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bukanlah sihir, juga bukan berasal dari tukang tenung. Ini bisa kita dapatkan dalam kisah berikut ini.
Kisah-kisah ini diangkat dari kitab Shahihus-Siratin-Nabawiyyah, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hlm. 158-163. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
Penasihat yang Penuh Kasih Sayang

Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsuary Rahimahullah bahwa Abu Dzar Radhillahu anhu berdiri di sisi Ka’bah seraya berkata :
” Wahai Manusia, saya adalah Jundab Al-Ghifary Sahabat Rasulullah Shollalahu ‘Alayhi wa Sallam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.”
Maka tatkala mereka berkumpul disekelilingnya, Abu Dzar bertanya:
”Bukankah kalian tahu bahwa jika salah satu di antara kalian ingin berpergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan menyampaikannya ke tempat yang ia tuju?” Read more »
Filed under: Nasehat Ulama, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
Anda Jangan Fanatik, Jadilah Moderat Saja!?
Pertanyaan:
Bagaimana tanggapan hukum (Islam) terhadap orang yang kalau dinasihati untuk segera meninggalkan perbuatan dosa maka dengan cepat dia menyahut, “Anda jangan fanatik, jadilah orang yang moderat saja.” Kami mengharap penjelasan arti kata “moderat”. Semoga Allah memberi balasan dengan kebaikan yang banyak kepada Syekh. Read more »
Filed under: Ahkam | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
AUDIO Dauroh Semarang Ust Abdulloh Taslim MA, Ust Abu Qotadah, Ust Abu Izzi Hafidzahumullah 27-28 November 2010 [LENGKAP 10 Kajian]

بسم الله الرحمن الرحيم
KEMULIAAN PEMBAWA HADITS RASULULLAH Shallallahu’alahiwasallam
Ustadz Abdullah Taslim MA
عن زيد بن ثابت قال: سمعتُ رسولَ الله يقول: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).
Dari Zaid bin Tsabit dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Read more »
Filed under: Kajian Audio, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
Dan Aku pun Dituduh Wahabi…

Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)
Seiring dengan perjalanan kedewasaan menuju proses pematangan diri, terlebih lagi pemikiran, gairah untuk mencai ilmu yang shahih, lebih mengenal agama Islam dari sumber-sumbernya yang asli, menjadi semakin tinggi. Perkenalan tanpa sengaja dengan manhaj salaf nyaris seolah mencuci otak, memutarbalikkan pemahaman hingga apa yang tersisa dari pemahaman terdahulu nyaris menjadi tanpa arti. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on November 30, 2010 by abufahmiabdullah
Apakah salah menjadi wahabi… ??

Oleh : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Rohimahullah
Ini adalah kisah nyata dari perjalanan hidup seorang ulama Ahlu Sunnah yang dahulunya beliau berpahaman Sufi/Tasawuf yang kemudian mendapatkan Taufiq dan Hidayah dari Allah Tabaroka wa ta’ala dengan kegigihan dan perjuangan dalam mencari kebenaran sampai akhirnya beliau kembali kepada pemahaman Islam yang benar yang masih murni dan bersih sebagaimana pemahaman para Salafush Shalih ( pendahulu yang Shalih ), Semoga beliau Rohimahullah Ta’ala diberikan tempat yang muliya di sisi-Nya, diampuni segala dosa-dosanya dan diberikan balasan pahala yang besar dan dikumpulkan bersama Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dan para sahabat,syuhada,shidiqin dan sholihin.
Pengertian Wahabi *)
orang-orang yang memusuhi tauhid biasa memberi julukan “wahabi” kepada setiap orang yang bertauhid yang mereka nisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab. Jika mereka mau jujur, sebenarnya julukan yang lebih tepat adalah “muhammadi“, yaitu nisbat kepada namanya, yaitu Muhammad. Namun Allah pun menghendaki nama Wahab itu sebagai nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Memberi), yaitu salah satu dari nama-nama-Nya yang mulia. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 1, 2010 by abufahmiabdullah
Seperti Inikah Dakwah Kita?


Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang haq untuk dimenangkan di atas seluruh agama. Salawat dan salam semoga terus tercurah kepada Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, yang menjadi saksi, pemberi kabar gembira dan peringatan, sebagai da’i yang mengajak kepada Allah dan menjadi lentera yang menerangi perjalanan hidup manusia. Amma ba’du. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 1, 2010 by abufahmiabdullah
Semua Bid’ah Adalah Kesesatan

“Semua bid’ah adalah kesesatan”, demikianlah kaidah yang merupakan wahyu dari Allah yang telah dilafalkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
Sebagaimana telah diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu,
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلاَ صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ « صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ ». وَيَقُولُ « بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ ». وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَيَقُولُ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
Dari Jabir bin Abdillah berkata : Jika Rasulullah berkhutbah maka merahlah kedua mata beliau dan suara beliau tinggi serta keras kemarahan (emosi) beliau, seakan-akan beliau sedang memperingatkan pasukan perang seraya berkata “Waspadalah terhadap musuh yang akan menyerang kalian di pagi hari, waspadalah kalian terhadap musuh yang akan menyerang kalian di sore hari !!”. Beliau berkata, “Aku telah diutus dan antara aku dan hari kiamat seperti dua jari jemari ini –Nabi menggandengkan antara dua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah-, dan beliau berkata : “Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid’ah adalah kesesatan” (HR Muslim no 2042) Read more »
Filed under: Bid'ah | 1 Comment »
Posted on December 1, 2010 by abufahmiabdullah
Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 6) “Kisah Taubatnya Tukang Sihir Wanita”
Ketujuh : Berbakti kepada orangtua merupakan penebus dosa-dosa besar
عن بن عمر رضي الله عنهما قال أتى النبي صلى الله عليه وسلم رجل فقال يا رسول الله إني أذنبت ذنبا كثيرا فهل لي من توبة قال ألك والدان قال لا قال فلك خالة قال نعم فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فبرها إذا
Dari Ibnu Umar berkata, “Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah melakukan dosa yang banyak[1], apakah ada taubat bagiku?”, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam berkata, “Apakah engkau memiliki kedua orangtua?”, ia berkata, “Tidak”, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam berkata, “Apakah engkau memiliki bibi (saudara wanita ibu)?”, ia berkata, “Iya”, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam berkata, “Kalo begitu berbaktilah kepada bibimu!”.[2] Read more »
Filed under: Birrul walidain | 1 Comment »
Posted on December 2, 2010 by abufahmiabdullah
Apa Hukum Hipnotis?
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Ustadz, akhir-akhir ini banyak acara sulap, misal: The Master, Uya Emang Kuya, Demian Show, dll. Kemarin (saat pindah-pindah chanel) saya sempat melihat Uya Emang Kuya. Salah satu yang dia tampilkan adalah menghipnotis seorang ABG 14 tahun yang sedang berbelanja di mall bersama ibunya. Si ABG (saat tidur karena dihipnotis) ditanyai macam2 hal, dia mengaku pacaran dengan teman laki2nya dan pernah (maaf) ciuman & pelukan. Namun saat sudah sadar, dia ditanyai hal yg sama, dia menjawab tidak pernah pacaran, apalagi ciuman & pelukan.
Saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu di Metro TV pernah dibahas bahwa ilmu hipnotis bisa digunakan polisi untuk membuat teroris (yang sudah tertangkap) untuk mengaku. Biasanya mereka dibuat tidak sadar, lalu kemudian ditanyai macam-macam.
Saya juga pernah dengar ada pengobatan penyakit dengan hipnotis, ada juga diet dengan hipnotis.
Nah, saya jadi penasaran beberapa hal:
1. Apa hukum ilmu hipnotis?
2. Jika digunakan untuk kebaikan (menanyai teroris, pengobatan, diet) hukumnya bagaimana?
Jazakallahu khairan untuk jawaban yg ustadz berikan.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Nelly Tsabita Hanifah Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on December 2, 2010 by abufahmiabdullah
HUKUM HIPNOTIS
Oleh : Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta’
Pertanyaan
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta’ ditanya : Bagaimana hukum terhadap hipnotis dimana dengannya kemampuan pelakunya bisa bertambah kuat untuk menerawangkan fikiran korban, berikut mengendalikan dirinya dan membuatnya bisa meninggalkan sesuatu yang diharamkan, sembuh dari penyakit tegang otot atau melakukan pebuatan yang dimintanya tersebut? Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on December 2, 2010 by abufahmiabdullah
Bolehkah Mempelajari Sihir?, Perbedaan Antara Sihir, Karamah dan Mukjizat.
Oleh : Wahid bin Abdissalam Baali
[1]. Al-Hafizh rahimahullah mengungkapkan: Firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), karena itu janganlah kamu kufur.” [Al-Baqarah: 102]
Di dalam firman-Nya ini terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa mempelajari sihir adalah kufur.” [1]
[2]. Ibnu Qudamah ra mengatakan: “Belajar dan mengajarkan sihir adalah haram. Dalam hal itu kami tidak melihat adanya perbedaan pendapat diantara para ulama. Para sahabat kami [2] mengatakan, ‘Dikafirkan bagi tukang sihir untuk mempelajari dan mengerjakannya, baik dia yakin keharamannya atau kebolehannya”[3] Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on December 2, 2010 by abufahmiabdullah
EBook : Kumpulan Buku Anak Muslim
Kisah Nabi Hud Alaihis-Salam
Sumber: www.Understand-Islam.net
File : PDF
File size : 478 KB
Berikut ini adalah kisah singkat mengenai Nabi Hud Alaihis Salam. dibuat dengan gambar-gambar yang menarik serta pilihan warna pada setiap halaman, agar anak lebih tertarik untuk membacanya, serta dengan kalimat yang mudah dipahami oleh mereka, insya Allah. Di bagian akhir juga terdapat kuis untuk mengecek sejauh mana anak-anak memahami apa yang baru saja mereka baca.
Read more »
Filed under: E-Book, Pendidikan Anak | 2 Comments »
Posted on December 3, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Berdakwah dengan Sentuhan Hati (Ust. Abdullah Zain, M.A) [Bantul, 28 November 2010]

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami hadirkan rekaman pengajian umum di masjid Ma’had Jamilurrahman, Bantul, Yogyakarta (28 November 2010)dengan tema yang sangat menarik “Berdakwah dengan Sentuhan Hati”. Pengajian ini disampaikan oleh ustadz Abdullah Zein, M.A (Lulusan Universitas Islam Madinah, KSA).
Semoga ceramah yang beliau sampaikan bermanfaat bagi seluruh umat Islam, khususnya bagi para juru dakwah dan juga ikhwah yang mengaku bermanhaj Ahlus Sunnah wa Jamaah.
Silakan download ceramahnya pada link berikut:
Berdakwah dengan Sentuhan Hati 01
Berdakwah dengan Sentuhan Hati 02
-Tim Kajian.Net-
Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on December 3, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Dauroh Kitab Ad-Da’ Wad-Dawa’ Bersama Ustadz Abdullah Taslim (Solo, 30 November 2010)

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman dauroh Solo yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. Dauroh ini diselenggarakan di Masjid baiturrahmah, Perumnas Mojosongo, Solo (30 November 2010). Dalam acara ini, beliau menyampaikan materi dari kitab ad-Da’ wad Dawa’ yang ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah-. Insya Allah kajian dengan materi dari kitab tersebut akan diselenggarakan rutin di kota Solo ketika beliau mengunjungi kota Solo.
Silakan download rekaman daurohnya pada link tersebut:
Muqaddimah Ad-da’ wa Ad-Dawa’ 01
Muqaddimah Ad-da’ wa Ad-Dawa’ 02
Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 3, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Prinsip Memahami Takdir (Ust. Abdullah Taslim) [Solo, 29 November 2010]
Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami hadirkan rekaman pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim di Masjid Baiturrahmah, Mojosongo, Solo (29 November 2010). Tema kajian yang beliau sampaikan adalah Prinsip Ahlus Sunnah dalam Memahami Takdir. Semoga kajian ini bermanfaat dan silakan download pada link berikut:
Prinsip Ahlus Sunnah dalam Memahami Takdir
Makalah Memahami Takdir Allah
Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on December 3, 2010 by abufahmiabdullah
Syubhat-Syubhat Para Pendukung Bid’ah Hasanah
Oleh : Ustadz Abu ‘Abdilmuhsin Firanda Andirja Lc.

Syubhat-syubhat para pendukung bid’ah hasanah
(Imam Syafii mendukung bid’ah hasanah??)
Syubhat pertama :
Mereka berdalil dengan perkataan beberapa ulama yang mengesankan dukungan terhadap adanya bid’ah hasanah.
Diantaranya adalah perkataan Imam As-Syafi’i dan perkatan Al-Izz bin Abdissalam rahimahumallah.
Adapun perkataan Imam As-Syafi’i maka sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dengan sanad beliau hingga Harmalah bin Yahya-,
ثَنَا حَرْمَلَة بْنُ يَحْيَى قَالَ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِي يَقُوْلُ : البِدْعَةُ بِدْعَتَانِ بِدْعَةٌ مَحْمُوْدَةٌ وَبِدْعَةٌ مَذْمُوْمَةٌ، فَمَا وَافَقَ السُّنَّةَ فَهُوَ مَحْمُوْدٌ وَمَا خَالَفَ السُّنَّةَ فَهُوَ مَذْمُومٌ، وَاحْتَجَّ بِقَوْلِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ : نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هِيَ
Dari Harmalah bin Yahya berkata, “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i berkata, “Bid’ah itu ada dua, bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela, maka bid’ah yang sesuai dengan sunnah adalah terpuji dan bid’ah yang menyelisihi sunnah adalah bid’ah yang tercela”, dan Imam Asy-Syafi’i berdalil dengan perkataan Umar bin Al-Khottob tentang sholat tarawih di bulan Ramadhan “Sebaik-baik bid’ah adalah ini” (Hilyatul Auliya’ 9/113) Read more »
Filed under: Bid'ah | Leave a Comment »
Posted on December 3, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Hakikat Sebuah Kesuksesan (Ust. Maududi Abdullah, Lc.) [BAGUS]

Alhamdulillah, Silakan download rekaman kajian yang disampaikan oleh Al Ustadz Maududi Abdullah, Lc. di Pekanbaru . Kajian ini mengambil dengan tema Hakikat Sebuah Kesuksesan.
Semoga nasihat beliau hafizhahullahu ta’ala bermanfaat. Silakan download pada link berikut:
Hakikat Sebuah Kesuksesan
Sumber: hidayahfm
Disalin dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Tazkiyatun Nufus | 1 Comment »
Posted on December 3, 2010 by abufahmiabdullah
Ittiba’ Kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam Menurut Al-Quran dan Sunnah

Ittiba’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah salah satu inti dan pondasi dasar agama islam. Juga merupakan syariat paling agung yang diterima dan diketahui dengan pasti. Dalil-dalil syar’i yang shahih, yang menjelaskan dan menegaskan hal ini sangat banyak. Di antaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Qs. Al-Hasyr: 7)
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Qs. An-Nisaa: 80) Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 16, 2010 by abufahmiabdullah
Kisah Seguci Emas

Oleh : Al-Ustadz Abu Muhammad Harist
Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.
Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.” Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on December 15, 2010 by abufahmiabdullah
10 FAEDAH TENTANG KITAB

I. MENULIS KITAB, AMALAN UTAMA
Al-Hafizh Ibnu Jama’ah al-Kinani asy-Syafi’i mengatakan: “Termasuk adab seorang alim adalah menyibukkan diri dengan menulis bila telah memiliki keahlian, karena menulis dapat memperluas wacana ilmiyahnya tentang berbagai bidang ilmu dan menelaah kitab-kitab ulama.
Dan hendaknya bagi seorang yang ingin mengarang karya tulis untuk memilih suatu pembahasan yang manfaatnya besar dan sangat di butuhkan oleh manusia, lebih baik lagi bila pembahasan tersebut belum pernah dibahas sebelumnya, dengan memilih kata-kata yang jelas, tidak terlalu panjang sehingga membosankan dan tidak juga terlalu ringkas sehingga”.[1]
Read more »
Filed under: Faidah Ilmiyyah | Leave a Comment »
Posted on December 15, 2010 by abufahmiabdullah
10 FAIDAH TENTANG ILMU

- Sesungguhnya Allah menjadikan buruan yang ditangkap oleh anjing yang bodoh sebagai bangkai yang haram dimakan, sebaliknya Allah menghalalkan buruan yang ditangkap oleh anjing yang berilmu. Hal ini menunjukkan tentang keutamaan ilmu. Allah berfirman, yang artinya:
Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang Dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat cepat hisab-Nya.[1]
Read more »
Filed under: Faidah Ilmiyyah | Leave a Comment »
Posted on December 15, 2010 by abufahmiabdullah
DIBALIK WASIAT MENJELANG KEMATIAN [Kisah seorang yang berwasiat kepada keluarganya , apabila meninggal agar membakar jenazahnya karena takut akan Adzab Alloh]

Penulis : Abu Faiz
Ini adalah sebuah kisah tentang seorang yang terlanjur tenggelam dalam kubangan kemaksiatan seumur hidupnya . Dia tidak sadar hingga malaikat pencabut nyawa datang mengetuk pintu menemuinya, dan menyerunya untuk menghadap Robbnya, maka diapun tersentak kaget, bingung, dan merasa takut akan Adzab Alloh Tabaroka wa ta’ala .
Dia baru menyadari bahwa ia tidak akan bisa selamat dari siksa –Nya, apabila saat itu harus menghadap Alloh Tabaroka Wata’ala. Dosa-dosanya begitu banyak , sementara kebaikannya sangat sedikit, nyaris hilang lenyap tak terlihat. Dia pun ingin lari dari Adzab Alloh Ta’ala , akan tetapi dia tidak mendapati jalan keluar dari rasa takutnya kecualai dia berpesan agar jasadnya nanti dibakar setelah dia mati , kemudian abu dari jasadnya tersebut ditebar didarat dan di laut. Read more »
Filed under: Kisah Shahih | 1 Comment »
Posted on December 16, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Mengenal ‘Ain (Sanjungan Maut) dan Penawarnya (Ust. Dr.Arifin Baderi)


Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami dapat menghadirkan rekaman kajian menarik bersama Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A. di Batam. Kajian ini dilaksanakan di Masjid Sabilun Najah, Batam (11 Desember 2010). Dalam kajian ini, ustadz menjelaskan tentang bahayanya sanjungan yang tidak diiringi dengan mengingat Allah yang dapat mengakibatkan keburukan kepada yang dipuji (yang sering dikenal dengan istilah penyakit `ain).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)
Semoga nasihat yang beliau sampaikan pada kajian ini bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Silakan download rekamannya pada link berikut:
Mengenal ‘Ain (Sanjungan Maut) dan Penawarnya
Diupload oleh tim kajian.net atas izin dari radio Hang batam.
Dipublikasi ulang dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on December 16, 2010 by abufahmiabdullah
Download Audio: Syubhat dan Metode Menyikapinya (Ust. Dr. Muhammad Arifin Baderi)

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian umum bersama Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA. di Aula Radio Hang FM Batam, tanggal 11 Desember 2010. Dalam kajian ini, ustadz menjelaskan tentang definisi syubhat, mengapa syubhat terjadi dan bagaimana menyikapinya. Insya Allah, penjelasan beliau dalam pengajian ini sangat bermanfaat bagi kita. Silakan download pada link berikut:
Download Syubhat dan Metode Menyikapinya
Diupload oleh tim kajian.net atas izin radio hang batam.
Dipublikasi ulang dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on December 17, 2010 by abufahmiabdullah
Judul: DO’A DAN DZIKIR PILIHAN

Karya : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rohimahullah
Penterjemah : Abu Ibrahim Suwito
Editor : Fir’adi Nashruddin Abu Ja’far – Erwandi Tirmizi – Mohammad Muinuddin Bashri – Muhammadun Abdul Hamid
Terbitan : Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
Diskripsi Singkat: DO’A DAN DZIKIR PILIHAN: Doa adalah perisai dan senjata orang muslim maka doa merupakan suatu hal yang penting bagi setiap muslim, dalam buku ini disebutkan beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw yang dapat kita baca agar lisan kita senantiasa berzikir dan selalu ingat kepada Allah
Link : http://www.islamhouse.com/p/70863
1.

DO’A DAN DZIKIR PILIHAN 332 KB

2.

DO’A DAN DZIKIR PILIHAN 1.4 MB

Sumber : http://www.islamhouse.com
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on December 17, 2010 by abufahmiabdullah
Refleksi Kehidupan Salafush sholeh Dalam Berinteraksi Dengan Ayat-ayat al-Quran

﴿ مُلح الآيات القرآنية في حياة سلفنا العملية ﴾
Oleh :Imâd Hasan Abu al-‘Ainain
Sungguh generasi pendahulu kita dengan sadar telah menikmati sensasi ayat-ayat al-Quran dan sunah Nabi. Mereka mengamalkannya dalam praktek keseharian. Kehidupan di luar masjid tidak membuat mereka tidak menjalankannya. Mereka tidak memisahkan dan menjadikan aktivitas kehidupan amaliah (duniawi) sebagai satu sisi dan agama pada sisi yang lain, tetapi keduanya saling melengkapi. Interaksi mereka dengan ayat-ayat qurâni dan sunah nawabi nampak dalam aktivitas gerak dan diam mereka. Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 17, 2010 by abufahmiabdullah
Berbahagialah…

Oleh : Ukhtuna Shofiyyah Khairunnisa
Berbahagialah wahai salafiyin…..
Berbahagialah Wahai Salafiyin……
Wahai Salafiyin Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang mendahulukan ucapan Allah dan Rasul daripada ucapan selain keduanya, Maka Berbahagialah kalian..…
Ya Berbahagialah kalian… , Kenapa Tidak? Karena kalian adalah orang-orang yang mengikuti jalan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dan jalan para sahabatnya, yang menyandarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus shalih yaitu pemahaman generasi pertama umat ini dari kalangan shahabat, tabi’in dan generasi setelah mereka. Read more »
Filed under: Mutiara Hikmah | 1 Comment »
Posted on December 18, 2010 by abufahmiabdullah
AUDIO Indahnya Taman Ilmu Bersama Ust Abdulloh Taslim MA [2Kajian]

Kitab ini merupakan syarah dari kitab Hilyah Thalibil ‘Ilmi karangan Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, yang berisi adab-adab para penuntut ilmu.Kitab ini ana katakan ‘merubah’ cara berpikir dan metode belajar karena sebagian besar manusia mendapatkan ilmu dengan cara belajar lewat buku (otodidak).
Salah satu perkataan di dalam buku tersebut yang sangat ana ingat adalah syair :
من لم يشافه عالما بأصوله
يقينه فى المشكلات ظنون
“Barangsiapa yang tidak belajar langsung dasar-dasar ilmu dari seorang ulama,
Maka kesimpulan yang diyakininya dalam permasalahan yang sulit hanyalah dugaan semata”
Bukankah dulu ada kata hikmah yang berbunyi :
من كان شيخه كتابه ، كان خطؤه أكثر ن صوابه
“Barangsiapa yang berguru dengan buku, maka salahnya lebih banyak dari benarnya”
_______________________________________________________________________________________________________________
Sebagai pengantar untuk melanjutkan kajian Kitab tersebut Ust Abdulloh Taslim MA menyampaikan muqoddimah dalam dua kajian berikut :
Pengantar Kajian Kitab
Pentingnya Menuntut Ilmu
Selanjutnya silahkan simak kajian Indahnya Taman Ilmu (Penjelasan Kitab Hilyah Tholibil Ilmi) Setiap Jumat Jam 05.00 pagi-selesai.
Wallahu waliyuttaufiq
Sumber : http://suaraquran.com/audio-indahnya-taman-ilmu-bersama-ust-abdulloh-taslim-ma-2kajian/#more-1431
Filed under: Ilmu, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2010 by abufahmiabdullah
Download Ebook: WAHAI AHLUS SUNNAH, BERSIKAP LEMBUTLAH TERHADAP AHLUS SUNNAH [BAGUS]

Bismillah, pada kesempatan kali ini kami hadirkan ebook dengan judul WAHAI AHLUS SUNNAH, BERSIKAP LEMBUTLAH TERHADAP AHLUS SUNNAH (diterjemahkan dari kitab Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah) yang ditulis oleh Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Alu Badr -hafizhahullah- (beliau adalah seorang ulama besar dan seorang ahli hadits senior di kota Madinah).
Ebook ini diterjemahkan oleh al Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A -hafizhahullah- (beliau adalah Rektor STDI Imam Asy Syafii, Jember, serta murid asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad).
Pada ebook ini ada beberapa tambahan yang insya Allah sangat berfaidah, di antaranya:
- Biografi ringkas Asy Syaikh Al-’Allamah Abdul Muhsin Al Abbad
- Kata pengantar Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad pada cetakan terbaru risalah Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah
- Penjelasan oleh Asy Syaikh Al-’Allamah Abdul Muhsin Al Abbad tentang untuk siapakah buku ini ditujukan.
- Tanggapan Asy Syaikh Al-’Allamah Abdul Muhsin Al Abbad terhadap orang-orang yang men-tahdzir risalah Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah, yang dikutip dari bab terakhir buku beliau yang berjudul Al-Hatstsu ‘ala Ittiba’is Sunnah wat Tahdzir minal Bida’ wa Bayan Khathariha.
- Penjelasan syaikh bahwa beliau tidak mencela dan mentahdzir Asy Syaikh Rabi Al Madkhali hafizhahullah.
Kami berharap dan berdoa kepada Allah, semoga ebook ini bermanfaat bagi segenap kaum muslimin, khususnya bagi saudara-saudara kami yang menisbatkan dirinya kepada manhaj Salafiyyah.
Silakan download ebook yang sangat berfaidah ini pada link berikut:
Dapatkan berbagai ebook bermanfaat pada website Maktabah Mufiidah http://mufiidah.net/ (Islamic Library)
Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2010 by abufahmiabdullah
PEGANGAN PARA SALAF DALAM MENGHADAPI KEKHAWATIRAN DAN HARAPAN

Oleh: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Siapa saja yang mengharapkan sesuatu, maka diisyaratkan adanya tiga hal:
Pertama, menyukai apa yang diharapkan. Kedua, khawatir akan kehilangan apa yang diharapkan. Ketiga, berusaha keras untuk mendapatkannya.
Harapan yang tidak dikaitkan dengan sesuatu disebut angan-angan. Harapan berbeda dengan angan-angan. Setiap orang yang berharap pasti ada rasa khawatir. Seorang yang berjalan di jalan raya bila merasa khawatir, ia akan mempercepat jalannya, takut kehilangan sesuatu. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2010 by abufahmiabdullah
Telaah Kritis Terhadap Buku : MEMBUMIKAN AL QUR’AN

Oleh : Abu Ahmad as Salafi hafizhahullah
Buku Membumikan Al Qur’an, Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat Adalah sebuah buku popular yang pernah mendapatkan predikat best seller. Ia berasal dari enam puluh lebih makalah dan ceramah yang pernah disampaikan penulisnya pada rentang waktu 1975 hingga 1992.
Buku ini terbagi menjadi dua bagian: yang pertama adalah gagasan al Qur’an yang merupakan penjelasan pokok-pokok memahami al Qur’an dan yang kedua adalah amalan al Qur’an yang menggambarkan tentang solusi problem-problem masyarakat dengan berpijak pada pemahaman al Qur’an.
Hanya, setelah kami telaah buku ini, ternyata di dalamnya TERDAPAT SYUBHAT-SYUBHAT YANG MEMBAHAYAKAN AQIDAH DAN PEMAHAMAN SEORANG MUSLIM. Karena itulah, insya Allah dalam pembahasan kali ini kami berusaha melakukan telaah kritis terhadap buku ini untuk memenuhi permintaan sebagian pembaca Al Furqon yang meminta kami untuk membahas buku ini dan sekaligus sebagai nasihat kepada kaum muslimin secara umum. Read more »
Filed under: Firqoh, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2010 by abufahmiabdullah
MAHROM BAGI WANITA

Oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif
Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait dengan mahrom.
Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain.
Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan “Muhrim” padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | 1 Comment »
Posted on December 19, 2010 by abufahmiabdullah
Mengenal Tadlis

Tadlis ada 2 macam:
Jenis pertama. Seorang perawi meriwayatkan hadits dari orang yang pernah ia temui, namun ia tidak mendengar hadits tersebut dari orang tersebut. Atau dari orang yang sezaman dengannya, namun tidak pernah bertemu. Dan perawi tersebut mengesankan seolah-olah ia pernah bertemu. Contoh, perkataan Ibnu Khasyram: “Aku pernah bersama Sufyan bin Uyainah, beliau berkata: ‘Az Zuhri berkata demikian..’. Lalu ada yang bertanya: ‘Wahai Sufyan, apakah engkau mendengar dari Az Zuhri?’. Sufyan bin Uyainah berkata: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepadaku, dari Ma’mar dari Az Zuhri’”.
Sejumlah ulama hadits memakruhkan dan mencela tadlis jenis ini. Bahkan beberapa ulama agak keras mengingkari tadlis yang demikian, sampai ada yang berkata: “Berzina bagiku lebih baik daripada aku melakukan tadlis”. Ibnu Shalah berkata: “Mungkin ini dalam rangka ekstra hati-hati dan memberi peringatan yang tegas”. Read more »
Filed under: Hadist | Leave a Comment »
Posted on December 19, 2010 by abufahmiabdullah
Tujuh Tipu Daya Musuh yang Harus Anda Ketahui


Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari
Sadarkah kita, bahwa setiap diri kita ini memiliki musuh besar? Musuh yang sangat berkeinginan untuk menyesatkan dan mencelakakan kita! Musuh yang memiliki berbagai tipu daya dan cara untuk mencapai tujuannya! Musuh yang kita tidak dapat melihatnya, sedangkan dia melihat kita! Musuh besar itu adalah syaithan.
Maka, hamba yang ingin selamat perlu mengetahui berbagai rintangan syaithan sehingga selamat dari jerat dan perangkapnya.
Sesungguhnya syaithan berkehendak mengalahkan manusia dengan tujuh rintangan, sebagian rintangan ini lebih berat dari yang lainnya. Tujuh rintangan ini adalah: Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 19, 2010 by abufahmiabdullah
20 FAEDAH TENTANG AQIDAH

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. [1]
Sebagian kalangan menjadikan ayat ini sebagai dalil untuk memperkuat ajaran toleransi antar umat beragama dan kebenaran agama selain Islam. Sungguh, ini adalah pemahaman yang bathil, bagaimana mungkin itu benar sedangkan Rasulullah selalu mengingkari, melarang dan mengancam dari agama selain Islam, bahkan ketika mereka menuntut beliau agar menghentikan hal itu, beliau tetap tegar dalam pendiriannya. Lantas bagaimana mungkin ayat ini menunjukkan kebenaran agama mereka?!! Ayat ini menunjukkan perintah agar Nabi berlepas diri dari agama mereka yang bathil, bukan malah menyetujuinya.[2]
Filed under: Faidah Ilmiyyah | Leave a Comment »
Posted on December 19, 2010 by abufahmiabdullah
Tinjauan Kritis Terhadap Perbankan Syariah di Indonesia

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A
Tinjauan Pertama: Status Perbankan Yang Tidak Jelas.
Perbankan syariat yang ada telah mengklaim, bahwa mudharabah merupakan asas bagi berbagai transaksi yang mereka jalankan. Baik transaksi antara nasabah pemilik modal dengan perbankan, atau transaksi antara perbankan dengan nasabah pelaku usaha. Sekilas, hal ini tidak menjadi masalah, padahal masalah ini adalah masalah besar yang perlu ditinjau ulang. Sebab, perbankan dalam hal ini memainkan status ganda yang saling bertentangan. Untuk menjelaskan permasalahan ini, lihatlah skema berikut: Read more »
Filed under: Ahkam, Muamalah | 2 Comments »
Posted on December 19, 2010 by abufahmiabdullah
DOWNLOAD AUDIO: RIBA DAN TINJAUAN KRITIS PERBANKAN SYARI’AH

Kajian bedah Buku Judul : Riba dan Tinjauan Kritis Perbankan Syariah
Penulis : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA
pemateri : Ustadz Abu Abbas Kholid Syamhudi Lc.
Kajian ini mengupas mengenai riba dan dampak buruknya bagi Ummat,juga dijelaskan beberapa tinjauan kritis terhadap perbankan syariah,semoga bermanfaat.
Download

Riba dan Tinjauan Kritis Perbankan Syariah
sumber: radiorodja.com
Filed under: Ahkam, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2010 by abufahmiabdullah
Apakah Bapak Tiri Boleh Menikahi Anak Perempuan Tirinya ?

Oleh : Abu Al-Jauzaa’
Para ulama telah berbeda pendapat mengenai hal ini. Pokok persoalannya adalah pemahaman dan penarikan hukum atas firman Allah ta’ala :
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ …….. وَرَبَائِبُكُمُ اللاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأخْتَيْنِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; ……… anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS. An-Nisaa’ : 23]. Read more »
Filed under: Ahkam, Fiqh | Leave a Comment »
Posted on December 21, 2010 by abufahmiabdullah
Kekeliruan yang Muncul dalam Fatwa Kontemporer (Nawazil)

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup dakwah para Rasul dengan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadikan risalah beliau dimenangkan hingga hari Kiamat nanti. Allah ciptakan generasi sahabat dan tabi’in yang bertugas menegakkan hujjah kepada manusia. Juga memerintahkan mereka untuk menjaga syariat Islam dan ber-tafaquh fiddin (belajar ilmu agama). Allah berfirman:
كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ
“Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Qs. Ali Imran: 79) dan berfirman: Read more »
Filed under: Muamalah | Leave a Comment »
Posted on January 2, 2011 by abufahmiabdullah
10 Kaidah Dalam Menggapai Istiqomah

Tema : 10 Kaidah Dalam Menggapai Istiqomah
Pemateri : Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq bin Abdul muhsin Al badr Hafidzohumallah
Penterjemah : ustadz Firanda Andirja
Dalam kajian ini Syaikh menjelaskan 10 kaidah dalam upaya untuk mendapatkan dan menjaga istiqomah yang setiap kita mendambakannya hingga akhir hayat kita,diantara kaidah tersebut adalah :
1. kita harus menyakini bahwa istiqomah adalah karunia dari Allah Ta’ala
2. hakikat istiqomah adalah mengikuti Jalan dan petunjuk Allah Ta’ala
3. Pokok Istiqomah adalah Istiqomahnya Hati
4. Istiqomah yang dikehendaki Allah Ta’ala adalah kita berupaya untuk bisa menjalankan dan mendekati sunnah Rosulullah dalam kehidupan kita.
5. Istiqomah berkaitan erat dengan perkataan perbuatan dan niat
6. Istiqomah haruslah Lillah (ikhlas hanya karena Allah), billah (memohon kepada Allah ta’ala) dan ala amrillah (sesuai dengan perintah Allah Ta’ala)
7. tidak boleh terpedaya atas istiqomah yang dia rasakan dengan ujub dan merasa lebih dari manusia yang lain,jangan menyandarkan istiqomah kepada dirinya akan tetapi jadikan Allah sebagai sandaran bagi kita agar menerima istiqomah kita.
8. barangsiapa yang bisa istiqomah di dunia maka Allah akan memberikan istiqomah di akhirat ketika melewati as shiraat dan selamat dari api neraka.
9. Menjauhi fitnah syahwat dan syubhat yang bisa memalingkan manusia dari istiqomah
10.Menjauhi tasyabuh terhadap orang-orang kuffar
Untuk penjelasan lebih rinci silahkan simak kajian bermanfaat ini. Semoga kita bisa Istiqomah diatas Islam dan Sunnah dengan pemahaman generasi salaful ummah
Kaidah Dalam Menggapai Istiqomah:
|
Download
Sumber : http://www.radiorodja.com/live-madinah/kaidah-dalam-menggapai-istiqomah/
Filed under: Kajian Audio, Tazkiyatun Nufus | 1 Comment »
Posted on January 3, 2011 by abufahmiabdullah
Pentingnya Amalan Hati

Kebanyakan orang memberi perhatian besar terhadap amalan-amalan dzohir. Kita dapati sebagian orang benar-benar berusaha untuk bisa sholat sebagaimana sholatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka seluruh gerakan-gerakan sholat Nabi yang terdapat dalam hadits-hadits yang shahih berusaha untuk diterapkannya. Sungguh ini merupakan kenikmatan dan kebahagian bagi orang yang seperti ini. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on January 5, 2011 by abufahmiabdullah
SEPULUH KAEDAH MENUJU ISTIQOMAH

Berikut risalah makalah, Kajian Islam Ilmiyyah yang berjudul ” 10 Kaidah Menuju Istiqomah” yang diadakan di Hall audio Radio Hang 106FM Batam beberapa waktu yang lalu yang disampaikan oleh Ustad DR Muhammad Nur Ihsan,MA Semoga berguna dan bermanfaat sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu kita bagaimana selayaknya seorang muslim untuk dapat beristiqomah dalam agamanya.
بسم الله الرحمن الرحيم
SEPULUH KAEDAH MENUJU ISTIQOMAH
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Pembahasan tentang istiqomah merupakakan permasalahan yang sangat penting yang menempati pososi yang tinggi dalam agama yang mulia ini, karena ia adalah paktor utama untuk menggapai kebahagian dunia akhirat, keberuntungan seorang hamba serta kebaikkan seluruh urusannya.
Allah Ta’ala berfirman:
(إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14) الأحقاف: ١٣ – ١٤.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on January 6, 2011 by abufahmiabdullah
KEWAJIBAN MENGIKUTI AL-KITAB DAN AS-SUNNAH BERDASARKAN PEMAHAMAN SALAFUS SHALIH

Oleh : Syaikh Abdul Malik bin Ahmad bin Al-Mubarak Ramadhani Al-Jazairi
Sesungguhnya jalan yang sama sekali tidak pernah diperselisihkan oleh kaum muslimin baik di masa lampau maupun saat ini adalah jalan al-Kitab dan as-Sunnah, jalan yang senantiasa diridhai Allah Ta’ala. Pada jalan itulah mereka datang dan pada jalan itu pula mereka muncul. Meskipun mereka berselisih dalam cara-cara pengambilan dalil dari kedua sumber tersebut.
Kesepakatan mereka itu disebabkan Allah telah menjamin kelurusan bagi pengikut al-Kitab, sebagaimana yang Dia firmankan lewat lisan bangsa Jin yang beriman.
قَالُوا يَاقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِّمَابَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ
Hai kaum kami, sesungguhnya kami tekah mendengarkan Kitab (al-qur’an) yang diturunkan setelah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. [Al–Ahqaf : 30]
Sebagaimana Allah juga telah menjamin kelurusan tersebut bagi pengikut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti pada firman-Nya kepada beliau: Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 6, 2011 by abufahmiabdullah
Kenapa Mesti Ujub?

Betapa banyak diantara kita yang berusaha untuk berlari kencang menjauhi riyaa’ karena takut amalan kita hancur lebur terkena penyakit riya. Akan tetapi pada waktu yang bersamaan jiwa kita terulurkan dalam dekapan ujub…, bangga dengan amalan yang telah kita lakukan.., bangga dengan ilmu yang telah kita miliki…, bangga dengan keberhasilan dakwah kita.., bangga dengan kalimat-kalimat indah yang kita rangkai…, dst…??!! Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on January 22, 2011 by abufahmiabdullah
Sekali lagi : Tipu muslihat Abu Salafy CS (bag 2)

Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah karuniakan kepada kita semua, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Alhamdulillah tanggapan dari ustadz Abu Salafy yang ana tunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Meskipun ustadz Abu salafy langsung meloncat ke tulisan ana yang kedua yang belum selesai. Sebenarnya ada dua perkara yang ana lebih tunggu lagi dari sang ustadz
Pertama : Menunggu tanggapan beliau terhadap tulisan saya (http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs), karena pada tulisan inilah nampak tipu muslihat yang dilakukan oleh sang ustadz.
Kedua : Saya ingin berkenalan dengan sang ustadz dan ingin bisa berdialog langsung dengan beliau. Masih tanda tanya besar dalam hati saya, apakah Abu Salafy ini satu orang atau sebuah lembaga anti wahabi?, lantas apa sebenarnya aqidah yang sedang diperjuangkan oleh Abu Salafy?,
Apakah beliau ini seorang yang bermadzhab Asy’ari ataukah Jahmiah?!!
Ataukah bermadzhab Syi’ah?!!, hal ini mengingat : Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on January 24, 2011 by abufahmiabdullah
Tipu Muslihat Abu Salafy Cs (bag 3), “Tuduhan Ustadz Abu Salafy Bahwasanya Ibnu Taimiyyah Mencela Ali dan Umar”

Tuduhan Ustadz Abu Salafy Bahwasanya Ibnu Taimiyyah mencela Ali dan mencela Umar bin Al-Khottoob radhiallahu ‘anhumaa
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah pencipta alam semesta ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah dan keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Alhamdulillah Al-Ustadz Abu Salafy telah menanggapi tulisan saya ((http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/113-sekali-lagi-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-bag-2)) dan semakin jelas bagi saya aqidah Al-Ustadz. Tulisan beliau ini ((http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/)) meskipun singkat akan tetapi syarat dengan kebatilan. Oleh karenanya pada kesempatan ini saya kembali mencoba menanggapi tulisan Al-Ustadz ini yang masih dirindukan untuk bersua dengannya. Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on January 25, 2011 by abufahmiabdullah
SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP MU’AWIYAH DAN PERTIKAIANNYA DENGAN ALI RODHIYALLAHU ANHUMA

Oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari
PERSELISIHAN ANTARA ALI DAN MU’AWIYAH SERTA PENDIRIAN AHLU SUNNAH DALAM MENYIKAPINYA
Tidak syak lagi, bahwasanya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan orang-orang yang menyertainya lebih patut dikatakan sebagai kelompok yang benar daripada yang lainnya.
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (1065) dari hadits al Qasim bin al Fadhl al Haddani, dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَمْرُقُ مَارِقَةٌ عِنْدَ فُرْقَةٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَقْتُلُهَا أَوْلَى الطَّائِفَتَيْنِ بِالْحَقِّ
“Kelak akan muncul satu kelompok yang menyempal ketika terjadi pertikaian di antara kaum Muslimin. Kelompok itu akan diperangi oleh kelompok yang lebih mendekati kebenaran dari dua kelompok (yang bertikai itu)”
Abu Zakaria an Nawawi berkata di dalam Syarah Shahih Muslim (VII/168): “Riwayat-riwayat ini secara tegas menjelaskan, bahwa Ali Radhiyallahu ‘anhu berada di pihak yang benar. Sementara kelompok lain, para pengikut Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu tergolong kelompok yang menyempal, karena takwil keliru. Hadits itu juga menjelaskan, kedua kelompok tersebut tergolong mukmin, tidak keluar dari lingkaran keimanan karena perang tersebut, dan tidak pula disebut fasik. Itulah pendapat kami.” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 25, 2011 by abufahmiabdullah
SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP MU’AWIYAH

Oleh : Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari
KEUTAMAAN MU’AWIYAH BIN ABI SUFYAN RADHIYALLAHU ‘ANHU
Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad-nya, dari Abdurrahman bin Abi Umairah al Azdi, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebut Mu’awiyah dan berkata: “Ya, Allah. Jadikanlah ia orang yang menuntun kepada hidayah dan berilah ia hidayah”.[1]
Ishaq bin Rahuyah berkata,”Tidak ada satupun hadits yang shahih tentang keutamaan Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu ; (dan) an Nasaa-í juga berkata demikian.” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 26, 2011 by abufahmiabdullah
CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wa sallam (Antara pengagungan dan sikap perendahan)

الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ وَاقْتَفَى أَثَرَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ،
Tidak bertemunya seseorang dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masa hidup tidaklah menghalanginya untuk berkumpul bersama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat kelak[1]. Seseorang pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata,
يَا رَسُولَ الله، كيف تقول فِي رَجُلٍ أحبَّ قَوْمًا ولَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ؟
“Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai sebuah kaum namun dia tidak bertemu dengan mereka?”, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ “Seseorang bersama dengan yang dicintainya”[2]. Karenanya barang siapa yang bisa mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kecintaan yang benar maka ia akan meraih apa yang dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabdanya المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ “Seseorang bersama dengan yang dicintainya”[3], dan kelak ia akan bersama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan barangsiapa yang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka jelas dia akan masuk kedalam surga. Wahai saudaraku…, kita harus bergembira dengan adanya kesempatan emas ini sebagaimana gembiranya para sahabat tatkala mengetahui kesempatan ini. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on January 26, 2011 by abufahmiabdullah
Kecintaan dan Pengagungan Salaf Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Disebutkan bahwasanya Imam Malik pernah ditanya tentang Ayyub As-Sikhtiani?, maka beliaupun menjawab, “Tidaklah aku menyampaikan hadits kepada kalian dari seorangpun kecuali Ayyub lebih tsiqoh (terpercaya) daripada orang tersebut”[1] Imam Malik bercerita tentang Ayyub, beliau berkata, “Ayyub telah berhaji dua kali dan aku (dulu) telah melihatnya namun aku tidak mendengar (mengambil) hadits darinya, hanya saja Ayyub jika ia menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diapun menangis hingga akhirnya akupun menyayanginya. Dan tatkala aku menyaksikan apa yang aku lihat dan pengagungannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akupun menulis (mengambil) hadits darinya.”[2] Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on January 28, 2011 by abufahmiabdullah
KEWAJIBAN ITTIBA’ KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Agama Islam yang mulia ini dibangun di atas dua prinsip.
Pertama : Kita tidak boleh beribadah, melainkan hanya kepada Allah saja dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun.
Allah berirman :
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali Imran : 64]. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 28, 2011 by abufahmiabdullah
HIKMAH ITTIBA’ KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Dari ayat-ayat, hadits-hadits serta penjelasan para ulama tentang wajibnya ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kita tidak boleh durhaka dan menyalahi jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dari penjelasan tersebut, kita dapat mengambil manfaat yang banyak sekali, di antaranya :
1. Ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib.
2. Ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah termasuk iman. Dan tidak dikatakan orang yang beriman, orang yang tidak ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan dasar surat an Nisaa’ ayat 65. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 28, 2011 by abufahmiabdullah
Berlebih-lebihan Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Hingga Mengangkat Beliau pada Derajat Ketuhanan

عن ابن عباس سمع عمر رضي الله عنه يقول على المنبر سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول لا تطروني كما أطرت النصارى بن مريم فإنما أنا عبده فقولوا عبد الله ورسوله
Dari Ibnu Abbas, dia mendengat Umar berkata di atas mimbar, “Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian terlalu berlebih-lebihan kepadaku sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan kepada Isa bin Maryam, sesunggunhya aku hanyalah seorang hamba Allah maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya” HR Al-Bukhari no 3445, 6830
Perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah” menunjukan bahwa beliau hanyalah manusia biasa, demikian juga para nabi yang lain. Oleh karena itu para nabi makan, minum, beristri, memiliki keturunan, mereka juga ditimpa dengan penyakit, mereka meninggal, bahkan ada di antara mereka yang dibunuh. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on January 28, 2011 by abufahmiabdullah
Bentuk-Bentuk Perendahan Sunnah Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam – Golongan Al Qur’aniun

Golongan Al Qur’aniun (hanya menerima Al-qur’an dan menolak sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam yang shahih)
Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:
لاَ أُلْفِيَنَّ أحدَكم مُتَّكِئًا على أريكته يأتيه الأمر من أمري مما أمرت به أو نهيت عنه فيقول لا ندري ما وجدنا في كتاب الله اتبعناه
“Aku sungguh tidak ingin mendapati salah seorang dari kalian dalam keadaan bertelekan di atas dipannya, datang kepadanya suatu perkara agama baik perintahku maupun laranganku lalu ia berkata, “Kami tidak tahu, apa yang kami temui dalam Al-Qur’an maka kami laksanakan””[1] Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 1, 2011 by abufahmiabdullah
Jadual kajian Ilmu untuk daerah Batuaji BATAM dan sekitarnya ( Latest Update)

Filed under: Jadwal Kajian | Leave a Comment »
Posted on February 1, 2011 by abufahmiabdullah
MUSTAHIL UNTUK MELUPAKAN MEREKA

Oleh : Ustadz Fariq Gazim Anuz
Saya teringat peristiwa beberapa tahun lalu ketika berkunjung ke Medan menemui seorang ustadz yang usianya lebih dari 70 tahun, saya minta nasihat dari beliau. Beliau dengan merendah malah minta nasihat dari kami, “Apa yang bisa bapak amalkan di hari-hari tua bapak ini sebelum datangnya ajal?” Ucapnya. Padahal kegiatan beliau sehari-hari sangatlah padat dan bermanfaat, seperti mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Quran, ada juga tetangga dan muridnya yang rajin membacakan buku-buku dan majalah Islam kepadanya karena penglihatannya lemah yang menjadi penghalang untuk membaca sendiri.
Ustadz kita ini juga rajin beramar makruf nahi mungkar, rajin memberi nasihat secara langsung maupun lewat telpon. Banyak juga orang yang curhat dan konsultasi kepadanya meminta saran dan nasihat untuk masalah yang dihadapi. Saya minta kepadanya agar menceritakan pengalaman masa mudanya. Bapak ustadz akhirnya bercerita tentang masa mudanya untuk dijadikan sebagai ibrah dan pelajaran bagi kita semua. Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2011 by abufahmiabdullah
KEPADA RAKYAT MESIR …

SERUAN UNTUK RAKYAT MESIR DARI MESJID IMAM AHMAD BIN HANBAL DI ISKANDARIAH MESIR
WAHAI RAKYAT MESIR .. TAKUTLAH KALIAN KEPADA FITNAH YANG AKAN MENGHANCURKAN NEGERI KALIAN!
Pemuda-pemuda Mesir sang Pahlawan yang gagah berani!
Tokoh-tokoh Mesir yang kokok laksana gunung menjulang!
Wanita-wanita Mesir yang merdeka!
Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Di waktu berjalannya penghancuran negeri kita di tangan sekelompok orang yang melampui batas, dan pembunuhan yang dilakukan oleh para pencuri dan pelaku kejahatan yang menumpahkan darah. Tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh seorang muslim yang bersaksi An Laa Ilaaha Illallah wa Anna Muhammadur Rasulullah kecuali kembali kepada Kitab Robbnya dan kepada Sunnah NabiNya shollallahu ‘alaihi wa sallama. Memetik nasehat dan pelajaran dari keduanya tentang fitnah dan huru-hara yang sedang melanda kita. Tidak ada yang tahu kecuali Allah kemana bahtera negeri ini membawa kita, apakah menuju keselamatan atau akan karam Laa Haw laa wa laa Quwwata Illa billah. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Nasehat Untukmu Wahai Saudaraku Yang Masih Mengamalkan Kebid’ahan

Tema : Nasehat Untukmu Wahai Saudaraku Yang Masih Mengamalkan Kebid’ahan
Pemateri : Ustadz Maududi Abdullah Lc
Tempat : Masjid Al Barkah
Dalam kajian ini ustadz menyampaikan nasehat-nasehat yang bermanfaat untuk saudara-saudara seiman yang masih berada dalam kungkungan tali kebid’ahan agar segera meninggalkannya dan kembali kepada Sunnah yang telah di fahami dan diamalkan oleh sebaik-baik generasi ummat ini,semoga kajian ini bermanfaat.
Download:
Nasehat Untukmu Wahai Saudaraku Yang Masih Mengamalkan Kebid’ahan
Diupload oleh Radiorodja.com
KLIK DI SINI UNTUK DOWNLOAD MP3 CERAMAH TERBARU
Sumber : Dipublikasi ulang dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/02/07/download-audio-nasehat-untukmu-wahai-saudaraku-yang-masih-mengamalkan-kebid%E2%80%99ahan/#more-9014
Filed under: Aqidah, Bid'ah | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Dauroh Padang Bersama Ustadz Ali Ahmad dan Ustadz Ali Musri [22-23 Januari 2011]

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman lengkap Kajian Ilmiyyah Islamiyah 2 Hari (22 & 23 Januari 2011) di Padang bersama al-Ustadz Ali Ahmad dan al-Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra, MA di Masjid Jabal Rahmah Semen Padang, Kota Padang.
Materi kajian yang disampaikan adalah Akal dalam Timbangan Syariat (pemateri: Ustadz Ali Ahmad) dan Hikmah di Balik Perputaran Waktu (pemateri: Ustadz Ali Musri).
Semoga Allah memudahkan kita mengambil manfaat dan faidah dari nasehat yang mereka berdua sampaikan.
Silakan download rekamannya pada link berikut:
Hari 1 :: Akal Dalam Timbangan Syari’at (Ust. Ali Ahmad)
Hari 2 :: Hikmah di Balik Perputaran Waktu (Ust. DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)
Baarakallahufiikum.
Diupload oleh kajianpadang.co.cc
Sumber : Dipublikasi ulang dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/02/04/download-audio-dauroh-padang-bersama-ustadz-ali-ahmad-dan-ustadz-ali-musri/#more-9005
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2011 by abufahmiabdullah
Download MP3 Tanya Jawab Bersama Ustadz Dzulqarnain Seputar Revolusi Tunisia dan Mesir

Berikut ini kami hadirkan rekaman tanya jawab yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqornain seputar pemberontakan yang terjadi di beberapa negara Arab akhir-khir ini, seperti revolusi Tunisia dan pemberontakan berdarah di Mesir. Semoga penjelasan beliau bermanfaat bagi kaum muslimin dan kita selalu berdoa kepada Allah, semoga Allah selalu menjaga kaum muslimin di mana pun berada dari kebiadaban dan kebengisan para pemberontak (baca: Khowarij zaman modern) yang dilakukan oleh hizbiyun semacam al-Ikhwan dan sejenisnya, termasuk propaganda pihak Barat. Tanya jawab seputar revolusi Tunisia dan Mesir
sumber rekaman: ilmoe.com
Dicopy dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/02/04/download-mp3-tanya-jawab-seputar-revolusi-tunisia-dan-mesir/#more-8987
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2011 by abufahmiabdullah
SEUNTAI KATA TENTANG CINTA
Oleh : Ustadz Abu Zubair al Hawaary Lc.
Cinta bagaikan gema, engkau kirimkan kepada orang-orang disekelilingmu, lalu ia kembali kepadamu.
Engkau tebarkan dilingkunganmu, ia kembali kepangkuanmu.
Apa yang engkau lihat pada orang lain engkau dapatkan pada dirimu. Mereka pun memberikan kepadamu cinta dan kasih sayang.
Engkau yang melukis jalan yang akan dilalui mereka dalam bersikap kepadamu. Jika engkau bersikap baik kepada mereka dan mencintai mereka, niscaya mereka mencintaimu. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Tafsir-Tafsir Cinta (Ustadz Zainal Abidin, Lc) (Bagus!!!)

Alhamdulillah berikut kami hadirkan kembali rekaman kajian ilmiyyah yang disiarkan Radio Hang 106 FM Batam bersama Al-Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc pada hari Senin, 31 Januari 2011 dengan pembahasan yang disampaikan bedah buku ” Tafsir Cinta Ayat Ayat Cinta “.
Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin.
Silahkan download kajiannya pada link berikut:
Atau download dalam format mp3.zip Disini
Sumber : Dipublikasi ulang dari http://moslemsunnah.wordpress.com/2011/02/02/download-audio-tafsir-tafsir-cinta-ustadz-zainal-abidin-lc-bagus/#more-6011
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2011 by abufahmiabdullah
WANITA PENGHUNI NERAKA
Oleh Ust. Dr. Muhammad Nur Ikhsan, Lc. MA

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد :
Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum kafirin dan pelaku dosa.
(أما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم جنات المأوى نزلا بما كانوا يعملون، وأما الذين فسقوا فمأواهم النار، كلما أرادوا أن يخرجوا منها أعيدوا فيها وقيل لهم ذوقوا عذاب النار الذي كنتم به تكذبون) السجدة: 19-20
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. Read more »
Filed under: Aqidah, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on February 10, 2011 by abufahmiabdullah
Menyorot Perayaan Valentine’s Day

Oleh: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah
Cinta adalah sebuah kata yang indah dan mempesona yang hingga sekarang belum ada yang bisa mendefinisikan kata cinta itu sendiri. Meskipun demikian setiap insan yang memiliki hati dan pikiran yang normal tahu apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Maha suci Dzat Yang telah menciptakan cinta.
Jika kita berbicara tentang cinta, maka secara hakikat kita akan berbicara tentang kasih sayang; jika kita berbicara tentang kasih sayang, maka akan terbetik dalam benak kita akan suatu hari yang setiap tahunnya dirayakan, hari yang selalu dinanti-nantikan oleh orang-orang yang dimabuk cinta, dan hari yang merupakan momen terpenting bagi para pemuja nafsu. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on April 17, 2011 by abufahmiabdullah
Wasiat Perpisahan

Diriwayatkan dari al-‘Irbâdh bin Sâriyah radhiallahu’anhu bahwa ia berkata, “Suatu hari Rasulullâh Salallahu ‘Alaihi Wassalam pernah shalat bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang membekas pada jiwa, yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati menjadi takut, maka seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullâh! Seolah-olah ini adalah nasehat dari orang yang akan berpisah, maka apakah yang engkau wasiatkan kepada kami?’
Maka Rasulullâh Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,
“Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafâ Râsyidîn yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian setiap perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah, dan setiap bid‘ah itu adalah sesat.” Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on April 17, 2011 by abufahmiabdullah
Yang Seharusnya Jadi Idola Keluarga Muslim …

Salah satu watak bawaan manusia sejak diciptakan Allah Ta’ala adalah kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف”
“Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling dekat, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih”[1].
Oleh karena itulah, metode pendidikan dengan menampilkan contoh figur untuk diteladani adalah termasuk salah satu metode pendidikan yang sangat efektif dan bermanfaat. Read more »
Filed under: Keluarga, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on April 17, 2011 by abufahmiabdullah
16 Kesalahan Aksi Pengeboman – Prof. DR. ‘Abdurrazaq bin ‘Abdulmuhsin al-Abbad Hafidzahullah
Oleh: Prof.DR.’Abdurrazaq bin ‘Abdulmuhsin al-Abbad hafizhahullah [1]
Aksi pengeboman yang dilakukan oleh kelompok tertentu dan juga orang-orang yang melampaui batas (dzalim) yang memiliki pemikiran yang sesat itu merupakan tindakan dosa dan termasuk perbuatan aniaya dan permusuhan, serta mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Tindakan ini juga menyelisihi ajaran Islam yang lurus.
Berikut ini penjelasan hukum berdasarkan dalil syariat untuk mengetahui buruknya aksi pengeboman dan besarnya dosa perbuatan itu, serta hukumnya dalam pandangan Islam. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on April 18, 2011 by abufahmiabdullah
Tafsir Surat al-Qâri’ah
(Oleh: Abu Abdillah Arief B. bin Usman Rozali)


1. Hari Kiamat.
2. Apakah hari Kiamat itu?
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
4. Pada hari itu manusia adalah seperti kupu-kupu yang bertebaran.
5. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya,
9. maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah.
10. Tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?
11. (Yaitu) api yang sangat panas.
Surat yang mulia ini adalah makkiyah, dan ayat-ayatnya berjumlah sebelas ayat.[1]
Pada ayat yang pertama sampai ketiga, Allâh Ta’ala mengulang-ulang kata al-Qâri’ah (القَارِعَةُ). Diawali dengan kalimat pernyataan atau berita, kemudian dilanjutkan dengan dua kali kalimat pertanyaan. Sebagaimana telah diterangkan oleh para ulama, hal ini merupakan pengagungan Allâh Ta’ala terhadap betapa besar dan dahsyatnya hari Kiamat.[2] Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on April 18, 2011 by abufahmiabdullah
Informasi dauroh Islam Ilmiyyah bersama:Ustadz.Ahmad Sabiq bin Abu Yusuf.Lc, dari Ma’had Al Furqon Gresik 22–24 April’11 (Batam )

Sumber : http://www.hang106.or.id/
Filed under: Info Dauroh dan Informasi lainnya | Leave a Comment »
Posted on April 19, 2011 by abufahmiabdullah
Kiat Mengatasi Terorisme Di Tengah Kaum Muslimin
(Oleh: Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin)

Ada beberapa cara yang secara teoritis dapat ditempuh oleh kaum Muslimin dan pihak-pihak berkepentingan untuk mengatasi dan memutus berlangsungnya kegiatan teror. Namun, secara praktis memerlukan kesungguhan dan keikhlasan kerja dari berbagai pihak. Motivasi yang mendorong kerja keras ini, yang paling pokok adalah keimanan kepada Allâh Ta’âla, dengan maksud mencari ridha serta pahala-Nya. Sehingga yang diutamakan adalah kemaslahatan dan kepentingan umum, bukan kemaslahatan dan kepentingan pribadi. Dengan demikian, akan tercipta upaya penanggulangan bersama, dalam lingkup ta’âwun ‘alal al-birri wat-taqwa (tolong menolong serta kerjasama berdasarkan kebaikan dan ketakwaan), bukan atas dasar berebut kepentingan duniawi yang memicu persaingan tidak sehat dan saling mencurigai. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on April 19, 2011 by abufahmiabdullah
Bermula dari Pengkafiran, Berujung Pengeboman
(Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari)

Kehormatan seorang Muslim sangat mulia di sisi Allâh Ta’âla. Oleh karena itu, tidak boleh merusak kehormatan seorang Muslim dengan cara-cara yang tidak dibenarkan syari’at, seperti menuduh dan menghukumi kafir terhadap seseorang yang zhahirnya Muslim tanpa kaedah-kaedah yang benar.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh berkata:
“Tidak seorang pun berhak mengkafirkan seseorang dari kaum Muslimin, meskipun dia telah melakukan kekeliruan atau kesalahan, sampai ditegakkan hujjah (argumen) kepadanya dan dijelaskan jalan yang benar. Karena orang yang keislamannya telah diketahui secara yakin, maka keislamannya itu tidak akan hilang darinya hanya dengan keraguan. Bahkan keislamannya itu tetap ada sampai ditegakkan hujjah dan dihilangkan syubhat (kesamaran)”.[1] Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on April 20, 2011 by abufahmiabdullah
Imam Wajib Meluruskan Shaf

(Soal-Jawab: Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XII)
PERTANYAAN :
Sebelum mengucapkan takbir dalam shalat, imam menghadap makmum untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Apa yang seharusnya diucapkan ? Bila imam tidak melakukannya, bagaimana hukumnya? Tolong diberikan contoh-contoh dari hadits dan Sahabat. Read more »
Filed under: Fiqh | Leave a Comment »
Posted on April 20, 2011 by abufahmiabdullah
Ilustrasi tentang merapatkan shaf yang benar dan salah

Filed under: Fiqh | Leave a Comment »
Posted on April 28, 2011 by abufahmiabdullah
Sikap Pertengahan Ahlus Sunnah

Salah satu karakteristik agama Islam adalah keadilan, bersikap pertengahan antara sikap melampaui batas dan sikap terlalu meremehkan.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا… {143}
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….” (QS. Al Baqarah: 143)
Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on May 2, 2011 by abufahmiabdullah
Bukti Kesesatan NII (Negara Islam Indonesia)
Oleh: Al-Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Bangunan Megah di Pesantren Al-Zaytun, Indramayu
NII – Pesantren Al-Zaytun (1)
Bukti-bukti Kesesatan NII KW IX Abu Toto
Sepak terjang NII KW IX (Negara Islam Indonesia Komandan Wilayah IX), dalam kurun waktu di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim dan kemudian Haji Muhammad Ra’is dari tahun 1984 s/d 1992 maupun di bawah kepemimpinan Abu Toto Asy-Syaikh AS Panji Gumilang (gelar kebesarannya saat ini) sejak dari tahun 1992 hingga tahun 2001 telah menimbulkan banyak korban. Secara nyata yang lebih banyak dirugikan baik moril maupun material oleh KW IX sejak masa Haji Karim sampai Abu Toto adalah umat islam pada umumnya, dan secara khusus kalangan NII atau DI (Darul Islam).
Kerugian yang diderita ummat Islam secara moril adalah telah tercemarinya pemikiran dan pemahaman mereka tentang Islam, sehingga mereka sama sekali tidak menyadari dan tanpa terasa telah terjerumus pada suatu keyakinan yang menjungkir-balikkan prinsip-prinsip keimanan (aqidah) yang untuk selanjutnya berdampak pada pelecehan terhadap syari’at serta bermuara pada kemerosotan akhlak. Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj | 1 Comment »
Posted on May 2, 2011 by abufahmiabdullah
N.I.I = Negara Islam Indonesia (Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)
Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafidzahullah

N.I.I adalah ahlul bid’ah dari firqah yang sesat dan menyesatkan. Mereka ini telah pecah menjadi berfirqah-firqah, salah satunya adalah Pesantren Al-Zaytun yang ada di Indramayu yang di ketuai oleh Abu Toto.
Di antara bid’ah-bid’ah N.I.I ialah:
1. Aqidah mereka yang sagat rusak sekali, sebagaimana di jelaskan oleh saudara kami Ustadz Suroso Abdussalam seorang mantan tokoh N.I.I di kitabnya ” N.I.I Dalam Timbangan Aqidah “. (1) Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 2, 2011 by abufahmiabdullah
Download Bedah Buku: N.I.I Dalam Timbangan ‘Aqidah (Ustadz Abu Hudzaifah Suroso Abdussalam) (Penting!!!)

Salah satu yang menarik apabila memperhatikan sejarah Indonesia adalah begitu seringnya terjadi pemberontakan-pemberontakan, baik pada awal kemerdekaan sampai saat ini. Salah satu pemberontakan terlama yang ditumpas yaitu DI/TII yang bercita-cita mendirikan Negara Islam Indonesia (N.I.I) yang dipimpin oleh SM Kartosuwiryo.
Dan sampai saat ini N.I.I pun tetap ada walaupun pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan telah lama ditumpas dan pimpinannya pun, yaitu SM Kartosuwiryo telah tewas bersama pasukannya, ketika ditumpas oleh TNI. Berbagai cara secara gerakan bawah tanah dilakukan dalam upaya membangun kembali cita-cita tersebut. Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 2, 2011 by abufahmiabdullah
Mengenal Ciri-Ciri Gerakan NII

Sekarang media massa hingar bingar dengan peristiwa dialami anak-anak muda yang “hilang”, dan kemudian diketemukan dalam keadaan seperti “linglung”, serta menurut pengakuan mereka, mereka mengalami pencucian otak. Benarkah mereka yang “hilang” itu menjadi korban dari proses cuci otak yang dilakukan oleh NII?
Berbagai kajian yang pernah diterbitkan media massa Islam, menilai ada NII yang menyimpang jauh dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, dan disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.
Pondok pesantren modern ini berdiri pada akhir tahun 1990-an, dan diresmikan oleh Presiden RI B.J. Habibie. Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Abu Toto alias Syeikh Panji Gumilang itu, bukan hanya diresmikan oleh Presiden BJ Habibie semata, tetapi sejumlah tokoh penting pernah berkunjung dan memberikan bantuan kepada Pesantren Az-Zaytun, konon termasuk diantaranya sejumlah tokoh penting militer dan intelijen, dan bahkan diisukan mendapat suntikan dana dari Pemerintah Kerajaan Inggris. Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 2, 2011 by abufahmiabdullah
NII KW IX Berhaji ke Indramayu Tiap 1 Muharram

Jakarta – Ini pengakuan seorang mantan anggota Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9. Sejak awal bergabung, dia tidak pernah dikenalkan rukun Islam.
Layaknya umat Islam, NII KW 9 juga berhaji. Tapi, Tanah Suci bagi mereka adalah Ponpes Al Zaytun.
“Saya tidak mengenal materi rukun Islam sejak awal bergabung. Karena bagi mereka, Islam adalah yang masuk dan dibai’at NII KW 9. Selain itu, kafir,” ujar mantan anggota NII KW 9, Bahtiar, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/4/2011). Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 2, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Dauroh Batam April 2011 (Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf) (Lengkap!!!)

Berikut kami hadirkan rekaman kajian lengkap dauroh Batam April 2011 bersama Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf pada tanggal 22-24 April 2011 diselenggarakan di Moslem First Channel Radio Hang 106 FM dan beberapa masjid di Batam.
Silahkan download kajiannya pada link di bawah ini:
Kajian 1
Jum’at, 22 April 2011
Di Masjid Al-Huda KompIek Rajawali, Bandara Hang Nadim
Download: Kaidah Praktis Dalam Memahami Hukum Islam.mp3 Read more »
Filed under: Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on May 5, 2011 by abufahmiabdullah
Download Ebook: HAM dalam Pandangan Islam

Di antara problematika yang marak dibicarakan adalah Hak Asasi Manusia (HAM) termasuk juga persamaan gender atau pluralisme dan sebagainya. Wacana HAM ini menjadi kabur dan menyesatkan manakala seorang muslim yang menyerapnya tidak memiliki cukup ilmu dari al-Qur`an dan sunnah sehingga dapat mengetahui hakekat semua isu ini, keadaan penyeru dan pelaksananya dan tujuan yang ingin diraihnya. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | 1 Comment »
Posted on May 5, 2011 by abufahmiabdullah
Masih SUKA dengerin MUSIK???
Renungkan Kisah Pemandangan Kematian berikut ini…

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on May 5, 2011 by abufahmiabdullah
Perbedaan Antara Ujian Allah dengan Ujian Manusia

-
- Ujian manusia bukunya banyak,bermacam-macam dan sulit, memerlukan tenaga dan fikiran. Sementara ujian Allah bukunya satu dan mudah (Al-Qur’an) Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on May 9, 2011 by abufahmiabdullah
Ulama Su’ Petaka dan Fitnah

Oleh Abu Hamzah As-Sanuwi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Allah berfirman, “Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR. Tirmidzi) Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on May 10, 2011 by abufahmiabdullah
Dan Mereka pun Menangis

Al-Qur’an merupakan kalamullah yang diturunkan oleh Rabb semesta alam sebagai mukjizat bagi Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Isinya merupakan obat penawar bagi jiwa yang berada dalam kehampaan dan kegersangan. Dalam periode waktu yang relatif singkat Al-Qur’an telah mampu mengubah kehidupan orang arab jahiliyah kepada cahaya hidayah yang terang benderang dan menjadikannya kaum yang terhormat dan disegani. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on May 10, 2011 by abufahmiabdullah
Meneladani Ibunda Anas bin Malik Rodhiyallahu anhu

Siapakah di antara kita yang mengenal Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, pembantu setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salah seorang sahabat dekat beliau?
Anas adalah satu dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah sahabat terakhir yang wafat di Bashrah setelah berumur lebih dari seratus tahun.
Ibarat perguruan tinggi, Anas bin Malik telah banyak “meluluskan” ulama-ulama hebat dalam sejarah. Sebut saja misalnya Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, Asy-Sya’bi, Abu Qilabah, Makhul, Umar bin Abdul Aziz, Tsabit Al-Bunani, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah As-Sadusi, dan lain-lain. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on May 11, 2011 by abufahmiabdullah
Download Kajian AUDIO : => Barisan Ulama Pembela Sunnah & Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Pemerintah : Ust Arif Fathul Ulum Lc, Solo 8 Mei 2011

Sufyan bin Uyainah Rahimahullah berkata : “ Manusia yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah adalah yang menjadi perantara antara Allah dan hamba-hambaNya, yaitu para nabi dan ulama “ ( Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim hal. 35 oleh Ibnu Juma’ah Al-Kinany ).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” Wajib atas kaum muslimin memberikan wala’ ( loyalitas ) kepada orang-orang yang beriman – setelah loyalitas terhadap Alloh dan RasulNya – khususnya para ulama yang merupakan pewaris para nabi, yang Alloh jadikan mereka di dalam umat ini seperti bintang-bintang yang dijadikan sebagai petunjuk arah di kegelapan daratan dan lautan. Kaum muslimin telah sepakat menjadikan mereka sebagai jalan petunjuk.
Kebahagiaan umat dan kembalinya kemuliaan mereka yang hilang tidak akan terealisasi pada akhir ummat ini melainkan dengan apa yang dilakukan pendahulunya, yaitu dengan berkumpul di sekitar ulama, bukan di sekitar orang-orang awam yang tidak jelas, dari pemuka-pemuka kesesatan, yang berbicara tentang agama tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.
Artikel Lengkapnya Disini
Simak Kajian Beliau Semoga Bermanfaat
Barisan Ulama Pembela Sunnah 1
Barisan Ulama Pembela Sunnah 2
Sikap Ahlussunnah Terhadap Pemerintah
Sumber : http://suaraquran.com/
Filed under: Kajian Audio, Manhaj | 1 Comment »
Posted on May 11, 2011 by abufahmiabdullah
Download Kajian AUDIO : Rangkaian Kajian Ust Abu Qotadah Hafidzhulloh, Solo 5-6 Februari 2011

BERUNTUNGLAH ORANG YANG DIJAUHKAN DARI FITNAH
عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا
“Dari al Miqdad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya”. Abu Dawud (4263) dishahihkan al Albani dalam al Misykah al Mashabih no. 5405 Read more »
Filed under: Kajian Audio, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 11, 2011 by abufahmiabdullah
Download Kajian AUDIO : Dauroh Asma’ Wa Shifat Allah Ta’ala Ust Abu Isa Abdullah, Ma’had Al Ukhuwah Sukoharjo 12-13 Maret 2011

Makna tauhidul asma wash-shifat (mengesakan Allah Ta’ala dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya) adalah meyakini secara mantap bahwa AllahTa’ala. menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan suci dari segala sifat kekurangan, dan bahwa Dia berbeda dengan seluruh makhluk-Nya. Read more »
Filed under: Aqidah, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on May 11, 2011 by abufahmiabdullah
Download Kajian AUDIO : Meluruskan Pemahaman Takfir Ust Muhammad Wasithoh Lc
TERCELANYA SIKAP EKSTRIM DI DALAM PENGKAFIRAN
DAN DAMPAK NEGATIFNYA
Pertama, Takfir merupakan hukum syar’i yang tempat kembalinya adalah Alloh dan Rasul-Nya. Sebagaimana tahlil (penghalalan), tahrim (pengharaman) dan iijab (pewajiban), kembalinya adalah kepada Alloh dan Rasul-Nya, maka demikian pula dengan takfir.
Kedua : Apa yang berangkat dari keyakinan yang salah ini, berupa penghalalan darah, pelanggaran kehormatan, perampasan harta baik individu maupun masyarakat, perusakan pemukiman dan sarana transportasi serta penghancuran gedung-gedung bangunan. Read more »
Filed under: Kajian Audio, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 11, 2011 by abufahmiabdullah
Download Kajian AUDIO : Rangkaian Kajian Ust Abu Ihsan Al Atsary, Solo April 2011 (8 Files)

Muslim yang terbaik adalah muslim yang tak melewatkan satu detikpun dalam hidupnya kecuali untuk beribadah kepada Allah Ta’ala , tanpa ia harus meninggalkan dan melalaikan perkara kehidupan dunia yang ia hidup di dalamnya. Karena Ibadah yang kita maksud di sini adalah Ibadah yang pernah dijelaskan oleh Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah (yaitu): “Sebutan untuk segala sesuatu yang dicintai Allah dan di ridhai-Nya dari perkataan dan perbuatan yang lahir (nampak) maupun yang bathin (tersembunyi).
Lalu bagaimana kiat dan cara mengisi hari-hari kita? Amalan apa sajakah yang harus kita lakukan? Semenjak pagi hari menyapa sampai gelapnya malam menerpa… Buku ini… adalah panduan amal shalih sehari semalam, yang akan menuntun Anda memaknai tiap detik hidup anda dengan ibadah kepada Allah, tak ada waktu Anda yang terbuang dengan percuma, sehingga Anda dapat menjadi pribadi yang pernah dikagumi oleh Rasulullah ` (dalam sabdanya):”Sungguh menakjubkan urusan yang ada pada diri seorang mu’min, karena seluruh perkaranya adalah kebaikan…(HR. Muslim) pustakadarulilmi.com Read more »
Filed under: Kaidah Fiqh, Manhaj, Pendidikan Anak | Leave a Comment »
Posted on May 11, 2011 by abufahmiabdullah
Download Kajian AUDIO : DR Muhammad Az Zahim Hafidzhullah (Dosen Fak Syariah Univ Islam Madinah)-Terjemah

Segala puji bagi Allah Ta’ala, kami kedatangan tamu yang istimewa dari negeri para ulama dan kota yang menjadi sumber ilmu dari dahulu sampai akhir zaman. Fadhilatus Syaikh Dr Muhammad Abdullah Az Zahim Hafidzahullah, pengajar bidang studi Faraidl(Ilmu Waris) di Fakultas Hadits dan Syariah Jami’ah Islamiyyah Madinah Saudi Arabia berkenan menyampaikan nasehat dan membagi ilmu beliau di Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo dan juga menyapa para pendengar Radio Suaraquran Solo. Read more »
Filed under: Kajian Audio, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on May 12, 2011 by abufahmiabdullah
Penjagaan Nabi Terhadap Kemurnian Tauhid

Tema : Penjagaan Nabi Terhadap Kemurnian Tauhid
Pemateri : Syaikh Abdur Rozzaq Bin Abdul muhsin Al Badr
Penerjemah : Ustadz Firanda Andirja MA
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang Al Amiin,seorang yang terpercaya yang telah menjelaskan seluruh kebaikan dalam dinul Islam, beliau juga memiliki sifat rahmat,kasih sayang terhadap kaumnya dan mengajarkan kasih sayang tersebut kepada ummatnya. Tidak ada sebuah kebaikan kecuali beliau telah sampaikan kepada ummatnya dan tidak ada satu keburukan kecuali beliau telah ingatkan kepada ummatnya untuk menghindari keburukan tersebut.Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah meninggalkan ummatnya diatas jalan yang terang benderang malamnya seperti siangnya.
Read more »
Filed under: Tauhid | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2011 by abufahmiabdullah
Petikan Khayalan Kaum Sufi
Para pengikut aliran tasawuf (sufi) dan yang sehaluan dengannya telah memainkan peran, yang secara destruktif berhasil memporakporandakan aqidah Islam yang murni. Pernyataan ini bukan bualan tanpa bukti, tetapi berdasarkan fakta. Pengikisan aqidah dapat ditelusuri melalui pemalsuan, kedustaan, dan kebohongan yang diusung kaum Sufi dalam bentuk khurafat (takhayul) dan khaza’balat (hikayat-hikayat palsu).
Kebanyakan manusia dibuat terkesima dengan hikayat yang menceritakan kemampuan linuwih seorang penganut Sufi. Yang sering mereka sebut sebagai aqthab atau aulia, hingga mampu melakukan apa saja tanpa campur tangan Alloh Ta’ala. Misalnya anggapan terhadap seorang wali yang memiliki kemampuan mengerjakan shalat lima waktu di Mekkah, mampu berbincang-bincang denga Rasulullah dalam keadaa terjaga, dan memiliki keajaiban-keajaiban lainnya sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab rujukan tasawuf.
Read more »
Filed under: Tasawuf, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on May 19, 2011 by abufahmiabdullah
Apakah diperbolehkan menghadiri berbagai perayaan bid’ah ?
Fatwa Lajnah Daimah no 6524
س هل يجوز حضور الاحتفالات البدعية، كالاحتفال بليلة المولد النبوي، وليلة المعراج، وليلة النصف من شعبان، لمن يعتقد عدم مشروعيتها لبيان الحق في ذلك؟
Pertanyaan, “Apakah diperbolehkan menghadiri berbagai perayaan bid’ah semisal perayaan malam maulid Nabi, isra mikraj, malam nishfu Sya’ban bagi orang yang berkeyakinan bahwa perayaan-perayaan tersebut tidak ada tuntunannya namun dia hadir dalam rangka menjelaskan kebenaran terkait perayaan tersebut?”
ج أولا الاحتفال بهذه الليالي لا يجوز، بل هو من البدع المنكرة
Jawaban Lajnah Daimah, “(Ada dua poin yang perlu dicermati): Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on May 19, 2011 by abufahmiabdullah
Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun. Read more »
Filed under: Ahkam, Aqidah | Leave a Comment »
Posted on May 19, 2011 by abufahmiabdullah
HUKUM MENGHADIRI PESTA PERNIKAHAN YANG DIMERIAHKAN OLEH PENYANYI

Oleh
Lajnah Da’imah Lil Buhut Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan
Lajnah Da’imah Lil Buhuta Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apa hukum seorang wanita yang menghadiri pesta pernikahan ataupun pesta ulang tahun, dan pesta tersebut dimeriahkan oleh artis-artis sampai larut malam, padahal kita tahu pesta tersebut adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat? Jika wanita itu hanya bertujuan untuk memenuhi undangan tanpa mendengarkan nyanyian-nyanyian para artis, apakah yang demikian haram pula? Read more »
Filed under: Ahkam, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 21, 2011 by abufahmiabdullah
Fanatik kepada Ulama

(Mengungkap Bahaya Fanatik Mazhab)
Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi
Definisi Fanatik
- Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)- Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on May 21, 2011 by abufahmiabdullah
Thola’al Badru ‘Alaina … Senandung Penduduk Kota Madinah Saat Menyambut Kedatangan Rosululloh Shallallahu alaihi wa sallam

A. Al Kisah
Konon diceritakan bahwa setelah Rosululloh dan Abu Bakr menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, ditengah-tengah intaian kaum kuffar Quraisy, maka akhirnya Alloh menyelamatkan mereka hingga sampai ke Kota Madinah. Di sisi kisah yang lainnya para penduduk kota Madinah, dari kaum laki-laki, wanita dan anak-anak setiap harinya keluar rumah menuju pingiran kota untuk menunggu kedatangan beliau, kalau sampai sore hari belum ada tanda-tanda kedatangan beliau maka mereka pulang dengan perasaan kecewa. Sehingga suatu ketika dari jauh kelihatan ada debu yang berterbangan, semakin lama semakin dekat, mereka berharap-harap cemas siapakah gerangan yang datang tersebut ? Alangkah bahagianya mereka tatkala mengetahui bahwa yang datang adalah Rosululloh, manusia agung yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya, lalu mereka semua menyenandungkan gubahan bait syair berikut ini : Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 7, 2011 by abufahmiabdullah

Empat tahun yang silam salah seorang ahli ilmu yang bernama Syaikh Ali al-Hindi meriwayatkan kisah nyata berikut ini kepada Syaikh Abdurrahman al-Makki, seraya mengatakan:
Ada seorang ibu yang merasa geram terhadap putrinya kerena ia tidak lagi seperti dulu dalam menghormati para tamu. Pekan ini, ia tidak menghormati tamu-tamu ibunya. Sang ibu merasa terheran-heran karena putrinya adalah seorang gadis yang multazimah, kuat beragama. Read more »
Filed under: Birrul walidain, Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on September 9, 2011 by abufahmiabdullah
Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Ilmu agama adalah bagaikan simpanan harta yang Allah bagikan kepada siapa saja yang Allah cintai. Seandainya ada segolongan manusia yang berhak untuk diistimewakan untuk menjadi ulama tentu keluarga Nabi-lah yang paling berhak mendapatkan pengistimewaan. Atha’ bin Abi Rabah adalah orang Etiopia. Yazid bin Abu Habib itu orang Nobi yang berkulit hitam. Al Hasan Al Bashri adalah bekas budak milik kalangan Anshar. Sebagaimana Muhammad bin Sirin adalah mantan budak dari kalangan Anshar.” (Shifat Ash Shafwah, jilid 2, hal. 211).
Diantara ulama besar Islam di zaman tabiin yang berdomisili di Mekah adalah Abu Muhammad Atha’ bin Aslam Abu Rabah yang terkenal dengan sebutan Atha’ bin Abi Rabah.
Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on September 9, 2011 by abufahmiabdullah
Namaku Erlina, aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah, bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Karena di masa lalu, aku beragama Kristen…
Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku, bahkan aku telah dibaptis ketika masih berumur 3 bulan dan saat berusia 18 tahun aku telah menjalani sidhi, yaitu pengakuan setelah seseorang dewasa tentang kepercayaan akan iman kristen di depan jemaat gereja. Aku juga selalu membaca Alkitab dan membaca buku renungan –semacam buku kumpulan khotbah– bersama keluargaku di malam hari. Seluruh keluargaku beragama Kristen dan termasuk yang cukup taat dan aktif. Bahkan dari keluarga besar ayah, seluruhnya beragama Kristen dan sangat aktif di gereja sehingga menjadi pemuka dan pengurus gereja. Sedang dari keluarga ibu, nenekku dulunya beragama Islam, namun kemudian beralih menjadi Katholik. Read more »
Filed under: Kisah Shahih | Leave a Comment »
Posted on September 9, 2011 by abufahmiabdullah
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)
Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)
Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…
Seorang penyair berkata :
تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ
Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari
وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ
Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…
Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama
فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي
Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari
Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar
وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ
Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…
Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan
وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…
Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2011 by abufahmiabdullah
Kekayaan dan Kemiskinan

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Kekayaan itu bukan dengan banyaknya harta akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” Benar, berapa banyak orang dengan harta menggunung dan uang menumpuk, tetapi saat hatinya masih bermental miskin, maka sejatinya dia miskin, dia masih saja iri kepada orang lain, berharap apa yang ada di tangan orang lain, mengangankan diberi oleh orang lain, bahkan berusaha mendapatkan harta dengan cara-cara tidak mulia dan melanggar agama, dasar hati miskin, mental kere, sebanyak apa pun duitnya, ia akan tetap seperti orang miskin, dan sebaliknya adalah sebaliknya.
Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2011 by abufahmiabdullah
Dari Lembah Sufi Menuju Manhaj Salaf
Syaikh Muhammad Bahjah al-Baithor -rahimahullah-
Dari Lembah Sufi Menuju Manhaj Salaf[1]
Ayah Seorang tokoh Sufi
Beliau adalah Muhammad Bahjah bin Muhammad Baha`uddin al-Baithor, seorang tokoh ulama, sastrawan, ahli sejarah dan pidato, dilahirkan di Damaskus dari keluarga penduduk asli kota Damaskus, buyut beliau dari Aljazair. Ayah beliau seorang tokoh agama di Damaskus, tokoh sufi.
Ath-Thontowi berkata:
“Suatu yang menakjubkan adalah, bahwa ayah Syaikh Bahjah seorang tokoh Sufi yang berpemahaman wihdahtul wujūd (manunggaling kawulo gusti) mengikuti madzhab Ibnu Arabi, Ibnu Sab’in, dan al-Halaj (para tokoh tasawuf).”[2]
Beliau tumbuh berkembang dalam bimbingan ayahnya, belajar dasar-dasar ilmu bahasa dan agama juga darinya. Kemudian beliau mendalami agama kepada para ulama yang hidup pada zamannya, semisal Jamaluddin al-Qasimi, Muhammad al-Khidr Husain, Muhammad Badran al-husni dan Muhammad Rasyid Ridha, semoga Allah merahmati mereka semua. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2011 by abufahmiabdullah
Sufi Ingin Mengembara karena-Nya

Dalam bahasa Arab mengembara diistilahkan dengan siyahah. Menurut tinjauan bahasa siyahah bermakna mengadakan perjalanan di muka bumi (at Tahrir wat Tanwir karya Ibnu Asyur 6/106).
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ
Yang artinya, “Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan” (QS at Taubah:2).
Tentang makna ayat ini ath Thabari mengatakan, “Berjalanlah kalian di muka bumi baik ke sana maupun kemari dengan penuh rasa aman tanpa perlu merasa takut dari gangguan rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya” (Tafsir ath Thabari 6/309).
Di kitab Lisan al Arab disebutkan bahwa makna siyahah adalah “meninggalkan tempat kediaman untuk bepergian di muka bumi”.
Demikianlah makna siyahah dalam bahasa Arab. Makna ini kemudian mengalami penyempitan. Istilah siyahah digunakan untuk kegiatan mengembara yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, Nasrani dan yang lainnya. Mereka jauhi interaksi dengan masyarakat dengan mengembara di berbagai padang pasir dan pegunungan dalam rangka menyendiri dan mencari tempat sepi untuk beribadah kepada Allah.
Dalam kitab Lisan Arab sampai disebutkan bahwa pengertian siyahah adalah mengembara dengan tujuan beribadah.
Mengembara dengan tujuan semacam ini lalu dijadikan oleh orang-orang sufi sebagai bagian dari ajaran Islam padahal Islam tidak pernah mengajarkannya. Pada akhirnya mengembara semacam ini menjadi simbol bagi orang-orang yang hendak konsentrasi penuh beribadah kepada Allah. Orang yang punya niat semacam itu diperintahkan oleh orang-orang sufi agar meninggalkan masyarakat dan mengembara ke berbagai tempat. Mereka tinggalkan kewajiban melaksanakan shalat Jumat dan jamaah dengan kedok membersihkan diri dari cinta dunia.
Para ulama pun mengingatkan umat bahaya hal ini. Suatu hal yang dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam padahal bukan.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Mengembara ke tempat tertentu tanpa tujuan yang disyariatkan oleh Islam sebagimana yang dilakukan oleh para ahli ibadah adalah perkara yang terlarang. Imam Ahmad mengatakan, ‘Mengembara itu sama sekali bukanlah ajaran Islam, bukan pula prilaku para nabi dan orang-orang yang shalih” (Majmu Fatawa 10/643). Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2011 by abufahmiabdullah
Siapakah Sufi? Paham Sufi dalam Timbangan Al-Qur’an dan Assunnah

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak)
Kelompok Shufiyah (Sufi) telah menyebar di dunia Islam, sehingga kaum muslimin pun terbagi dua dalam menyikapi mereka. Ada yang mendukung dan ada yang menentang. Agar seseorang bisa menentukan berada di pihak yang mana dan bisa menyikapi mereka dengan benar, hendaknya ia mengetahui hakikat shufiyah yang sebenarnya. Benarkah pengakuan mereka sebagai pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i t? Apakah mereka sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah?
Untuk mengetahui hakikat mereka tentunya kita harus merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman as-salafus shalih disertai penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Read more »
Filed under: Firqoh, Manhaj, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on September 30, 2011 by abufahmiabdullah
Sufi, Benarkah Itu Ajaran Nabi?

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi akhir zaman dan da’i yang menyeru kepada jalan Allah dengan ilmu dan keterangan.
Amma ba’du. Saudara-saudaraku sekalian kaum muslimin -semoga Allah semakin mempererat tali persaudaraan kita karena-Nya- perjalanan hidup kita di alam dunia merupakan sebuah proses perjuangan untuk menggapai keridhaan-Nya. Kita hidup bukan untuk berhura-hura atau memuaskan hawa nafsu tanpa kendali agama. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (hanya) kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Saudara-saudaraku sekalian -semoga Allah menumbuhkan kecintaan yang dalam di dalam hati kita kepada al-Qur’an, as-Sunnah dan para sahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum- sebagaimana kita sadari bersama bahwa agama Islam adalah ajaran yang sempurna. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang tidak paham dan orang yang menyombongkan dirinya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al-Maa’idah: 3) Read more »
Filed under: Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 2, 2011 by abufahmiabdullah
Imam Asy-Syafii tentang Sufiyah (Tasawwuf)
Imam Syafii telah mencela sufiyah (shufiyyah) karena kesesatan mereka. Beliau telah menyebutkan ciri-ciri mereka untuk memperingatkan agar tidak tertipu dengan mereka dan masuk ke dalam bid’ah sufiyah.
Hal ini nampak sangat jelas dalam teks-teks ucapan beliau tentang firqoh (golongan, sekte) ini.
Di antara ucapan beliau:
Read more »
Filed under: Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 2, 2011 by abufahmiabdullah
Pak Bagyo Sedho ( Bahasa Jawa : Wafat ) , Sebuah Catatan Tentang Seseorang Yang Mendapatkan Hidayah

Oleh: Wira Mandiri Bachrun
Kutulis catatan ini di tengah perjalananku kembali dari Jogja ke Gresik. Karena aku baru saja mengalami sesuatu peristiwa yang membuatku terkejut tak percaya, dan tidak ingin kehilangan emosi dan kesedihan yang masih saja menghinggapi kalbu, maka aku berusaha menuliskannya sekarang.
Kisahnya bermulai pada pukul 13:45 siang ini. Waktu itu aku sedang mengambil pakaian yang akan kubawa ke Gresik di salah satu layanan laundry yang tidak jauh dari rumah.
Biasanya yang melayaniku adalah seorang bapak-bapak, atau seorang kakek tepatnya. Pak Bagyo nama beliau. Beliau adalah pemilik laundry ini. Namun di siang yang mendung ini istri beliau yang sudah cukup tua itulah yang menyiapkan bajuku, memasukkannya ke dalam plastik laundry. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 2, 2011 by abufahmiabdullah
Sorotan Tajam Hukum Perayaan Haul

Muqoddimah
Di tanah air Indonesia ini, perayaan haul seorang syaikh, wali, sunan, kiai, habib, atau tokoh lainnya bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan kita. Di pinggir-pinggir jalan sering dipajang spanduk bertuliskan “Hadirilah acara peringatan haul Syaikh—fulan—yang ke—sekian kalinya.”
Acara haul sudah merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh umumnya masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian seseorang. Awalnya, acara ini biasanya diselenggarakan setelah proses penguburan, kemudian berlanjut setiap hari sampai hari ke-7. Lalu diselenggarakan lagi pada hari ke-40 dan ke-100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun di hari kematian si mayit atau yang masyhur dikenal dengan “haul” yang berarti “tahun” dalam bahasa Arab.
Perayaan haul dengan berbagai variasi acaranya cukup memukau banyak kalangan, dihadiri oleh para tokoh agama dan petinggi daerah. Masyarakat pun berjubel-jubel antusias menghadirinya dengan berbagai macam keyakinan dan tujuan hingga tanpa disadari acara ini seakan menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya diasingkan dari masyarakat. Bahkan, lebih jauh lagi, acara tersebut seolah-olah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah atau wajib dikerjakan, dan sebaliknya bid’ah dan salah bila ditinggalkan. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 2, 2011 by abufahmiabdullah
IMAM SYAFI’I rahimahullah NGALAP BERKAH DI KUBURAN IMAM ABU HANIFAH rahimahullah ??

MUQODDIMAH
Sengketa lahan di area pemakaman Mbah Priok alias Habib Hasan bin Muhammad al Haddad, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4), berubah menjadi pertikaian berdarah. Lebih dari seratus orang, baik dari warga maupun petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi mengalami luka-luka.
Mbah Priok dikenal sebagai penyebar ajaran agama Islam di tanah Batavia, pada abad ke-18. Sosoknya begitu dihormati, sehingga kerap kali umat Islam berziarah ke makamnya. Rasa hormat warga terhadap sosok karismatik Mbah Priok laksana bensin dan percikan api yang mudah terbakar apabila tokoh yang mereka hormati direndahkan.
Demikian sekilas berita yang hangat baru-baru ini terjadi. Kita semua menyayangkan aksi itu terjadi. Tragedi itu harus diambil pelajaran agar jangan sampai terulang kembali dalam sejarah Indonesia. Caranya adalah dengan melakukan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat dan para tokoh. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 2, 2011 by abufahmiabdullah
Tipu Muslihat Abu Salafy (bag. 4), “Siapa yang berdusta Ibnu Taimiyyah atau Abu Salafy?”

Abu Salafy berkata
((Kepalsuan Atas Nama Salaful Ummah!
Dan sebelum saya menutup pembahasan ini, saya ingin mengajak Anda meneliti masalah ini dari tinjauan sejarah dan praktik kaum Salaf! Dimana kaum Wahhâbiyah sering kali dalam menolak atau menetapkan sesuatu keyakinan mendasarkannya atas praktik kaum Salaf; sahabat dan tabi’in serta generasi ketiga umat Islam! Read more »
Filed under: Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 3, 2011 by abufahmiabdullah
Bantahan terhadap Abu Salafy (seri 5) Hakikat Kesyirikan Kaum Muysrikin Arab

(Logika Abu Salafy vs Logika Syaikh Muhammad Abdul Wahhab)
Para pembaca yang budiman pada tulisan ini saya akan menyampaikan logika Abu Salafy dibandingkan dengan logika Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab yang dicaci maki habis oleh Abu Salafy.
Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Abu Salafy merupakan kutipan dari gurunya Hasan Saqqoof (Abu Salafy telah menyatakan bahwa Hasan Saqqoof adalah guru beliau, silahkan lihat http://abusalafy.wordpress.com/2010/01/19/tanggapan-atas-luapan-emosi-saudara-anshari-taslim/, Abu Salafy berkata : “Al Ibânah karya Ibnu Buththah, seorang pemalsu, seperti dijelaskan guru kami; Sayyid habib Hasan As Seqaf dalam kitabnya Ilqâm al Hajar”)
Insyaa Allah pada kesempatan lain saya akan menjelaskan hakekat Hasan Saqqoof yang merupakan guru Abu Salafy yang juga sering melakukan tipu muslihat seperti sang murid Abu Salafy
Logika Abu Salafy
Logika Abu Salafy tergambarkan pada dua poin berikut ini :
Pertama : Kesyirikan kaum muysrikin Arab terletak pada penyembahan terhadap malaikat dan berhala-berhala karena meyakini berhala-berhala tersebut memiliki hak independen dalam mengatur alam semesta dan dalam memberi manfaat dan menolak mudhorot.
Tentang berhala-berhala Abu Salafy berkata ((Adapun kaum Musyrikûn Quraisy, walaupun mereka itu meyakini bahwa Pemberi rizki, Pencipta, yang mematikan dan menghidupkan, Pengatur dan Pemilik apa yang ada di langit dan di bumi adalah Allah SWT seperti dalam beberapa ayat yang telah disebutkaan Syeikh di atas, akan tetapi perlu dicermati, bahwa tidak ada pula bukti yang dapat diajukan untuk menolak bahwa mereka juga tidak meyakini bahwa berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan mereka, baik berupa jin, manusia maupun malaikat juga memiliki pengaruh di jagat raya ini dan bahwa pengaruh sepenuhnya di bawah kendali Allah SWT! Sebab tidak tertutup kemungkinan bahwa mereka juga meyakini bahwa sesembahan mereka itu dapat menyembuhkan yang sakit, menolong dari musuh, mengusir mudharrat, dll, dan bahwa sesembahan mereka itu akan memberi syafa’at di sisi Allah dan syafa’at mereka pasti diterima dan tidak bisa ditolak oleh Allah dan sesungguhnya Allah telah menyerahkan sebagian urusan pengurusan alam kepada mereka. Read more »
Filed under: Aqidah, Firqoh, Manhaj, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 3, 2011 by abufahmiabdullah
Tipu Muslihat Abu Salafy (bag 5), “Perkataan Abu Salafi : Abu Sufyan Kafir Bahkan Gembong Orang-orang Kafir??!!”

Abu Salafy berkata : ((Mu’awiyah putra Abu Sufyan -salah seorang aimmah kekafiran dan buah kemunafikan yang masih tersisa dan selamat dari tajamnya pedang para sahabat-)) (lihat http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/)
Wahai Ustadz Abu Salafy, kenapa anda begitu berani mencaci maki Abu Sufyaan radhiallahu ‘anhu?
Apakah anda pernah berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?? Tidakkah anda tahu bahwa Abu Sufyan ikut serta perang bersama Nabi dalam dua peperangan, perang Hunain dan perang Thoif??, dan setelah wafatnya nabi beliau ikut serta perang Yarmuuk ??
Apakah anda pernah menjalin kekerabatan melalui pernikahan bersama Rasulullah…???!! Tidakkah Anda tahu bahwa Abu Sufyan adalah mertua Rasulullah, karena putrid Abu Sufyan Ummu Habibah radhiallahu ‘anhaa adalah istri Nabi?
Tidak tahukah anda bahwasanya jutaan kaum muslimin mendoakan keridhoan bagi Abu Sufyaan…??
Yang jelas Abu Sufyaan ma’ruuf dikenal oleh kaum muslimin… adapun anda maka nakiroh majhuul, tidak diketahui identitas anda..
Maka begitu beranikah anda dan begitu lancangnya anda untuk nekat mencela, memaki, dan mengkafirkan Abu Sufyaan ??!!!, bahkan menyatakan Abu Sufyan sebagai gembong kekafiran??!!
Tahukah anda bahwasanya tidak seorang ulama muslimpun yang mengkafirkan Abu Sufyaan??, bukankah anda tahu bahwa yang mengkafirkan Abu Sufyan hanyalah para ulama syi’ah??? Dari zaman dahulu hingga zaman sekarang??!!.
Apakah anda setuju dengan aqidah syi’ah ini??!! Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 3, 2011 by abufahmiabdullah
Bantahan terhadap Abu Salafy (seri 7), “Perkataan Abu Salafy : Berdoa Kepada Selain Allah Tidak Mengapa Selama Tidak Syirik Dalam Tauhid Rububiyah“

Kesyirikan menurut Abu Salafy
((Abu Salafy berkata:
Syirik adalah sudah jelas, ia menyekutukan Allah SWT. dalam:
A) Dzat, dengan meyakini ada tuhan selain Allah SWT.
B) Khaliqiya, dengan meyakini bahwa ada pencipta dan ada pelaku yang berbuat secara independen di alam wujud ini selain Allah SWT.
C) Rububiyah, dengan mayakini bahwa ada kekuatan selain Allah SWT yang mengatur alam semesta ini secara independen. Adapun keterlibatan selain Allah, seperti para malaikat, misalnya yang mengaturan alam adalah dibawah kendali Allah dan atas perintah dan restu-Nya.
D)Tasrî’, dengan meyakini bahwa ada pihak lain yang memiliki kewenangan secara independen dalam membuat undang-undang dan syari’at.
E) Hâkimiyah, dengan meyakini bahwa ada kekuasaan yang dimiliki oleh selain Allah secara independen.
F) Ibadah dan penyembahan, dengan menyembah dan bersujud kepada arca dan sesembahan lain selain Allah SWT, meminta darinya sesuatu dengan kayakinan bahwa ia mampu mendatangkannya secara independen dan dengan tanpa bantuan dan izin Allah SWT.
Batasan-batasan syirik, khususnya syirik dalaam ibadah dan penyembahan adalah sudah jelas dalam Al Qur’an dan Sunnah. Dari ayat-ayat Al Qur’an yang mengisahkan kaum Musyrikin dapat dimengerti bahwa kendati kaum Musyrikin itu meyakini bahwa Allah lah yang mencipta langit dan bumi, pemberi rizki dan pengatur alam, akan tetapi tidak ada petunjuk bahwa mereka tidak meyakini bahwa sesembahan mereka itu; baik dari kalangan Malaikat maupun Jin memiliki pengaruh di dalam pengaturan alam semesta ini! Dengan pengaruh di luar izin dan kontrol Allah SWT. Mereka meyakini bahwa sesembahan mereka mampu menyembuhkan orang sakit, menolong dari musuh, menyingkap bencana dan kesusahan dll tanpa izin dan restu Allah!)) (http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/31/kitab-kasyfu-asy-sybubuhat-doktrin-takfir-wahhabi-paling-ganas-23/)) Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
Tipu Muslihat Abu Salafy (bag 6), Aqidah Abu Salafy : Mu’aawiyah adalah Seorang Munafiq Kafir

Abu salafy berkata :
((Coba perhatikan alat ukur yang diandalkan ustadz Firanda dalam tuduhannya bahwa kami ini jangan-jangan adalah Syi’ah!
Pertama, kami mengutuk Mu’awiyah –‘alaih mâ yastahiq/semoga atasnya apa yang pantas baginya-.
Kami memaklumi jika ustadz Wahhhâbi kita yang satu ini keberatan apabila tuannya dibongkar kejahatan, kefasikan dan kemunafikannya. Sebab sepertinya kecintaan beliau dan juga kaum Wahhâbyyûn lainnya kepada Mu’awiyah terlalu dalam dan telah menyatu dengan qalbunya, seperti menyatunya kecintaan bani Israil kepada ‘ijl/patung anak sapi buatan Samiri! (maaf tanpa harus menyerupakan dengan bani Israil dalam segala sisinya, sebab ustdaz pasti mengerti bahwa dalam kaidah ilmu Balaghah/sastra Arab, wajhu syabah antara musyabbah dan musyabbah bihi/ titik temu keserupaan antara yang diserupakan dengan yang diserupai itu tidak mesti harus dalam segala sisinya!) Allah SWT berfirman: Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii

Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.
Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam Ibnu Hajar

Habib Munzir –semoga Allah memberi hidayah kepadanya- berkata :
Berkata Imam Al-Muhaddits Ibn Hajr Al-Atsqolaaniy : “Hadits-hadits larangan ini adalah larangan sholat dengan menginjak kuburan dan di atas kuburan atau berkiblat ke kubur atau di antara dua kuburan, dan larangan itu tak mempengaruhi sahnya sholat (*maksudnya bilapun sholat di atas makam, atau mengarah ke makam tanpa pembatas maka sholatnya tidak batal), sebagaimana lafadh dari riwayat kitab Asshalaat oleh Abu Nai’im guru Imam Bukhari, bahwa ketika Anas ra shalat di hadapan kuburan maka Umar berkata : Kuburan…kuburan !, maka Anas melangkahinya dan meneruskan shalat dan ini menunjukan shalatnya sah dan tidak batal” (Fathul Baari Almasyhuur juz 1 hal 524)” Demikian perkataan Habib Munzir dalam bukunya Meniti Kesempurnaan Iman hal 29-30. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
BANTAHAN TERHADAP BUKU MENITI KESEMPURNAAN IMAN
KARYA HABIB MUNZIR AL-MUSAWA (BAG I: ISTIGHOTSAH)
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman

Pendahuluan
Buku ‘Meniti Kesempurnaan Iman’ yang ditulis Habib Munzir al-Musawa adalah tulisan sanggahan terhadap karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz berjudul ‘Benteng Tauhid’. Banyak permasalahan tauhid yang dikritik oleh Habib Munzir terhadap buku Syaikh Bin Baz tersebut, namun sebenarnya kebenaran adalah apa yang disampaikan Syaikh Bin Baz rahimahullah. Silakan disimak penjelasan berikut ini yang akan menjabarkan kesalahan-kesalahan Habib Munzir dalam bukunya tersebut. Pada bagian ini yang disoroti adalah tentang istighotsah.
Istighotsah adalah permintaan tolong kepada sesuatu untuk suatu hal yang sangat mendesak. Syaikh Bin Baz menjelaskan manhaj Ahlussunnah sebagaimana yang dipahami para Sahabat Nabi, bahwa istighotsah tidak diperbolehkan ditujukan kepada orang-orang yang sudah meninggal. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
Habib Munzir Salah Menerjemahkan Perkataan Al-Baidhoowi rahimahullah

Prolog :
Sesungguhnya perkara yang diperintahkan dalam syariat kita adalah memakmurkan masjid bukan membangun meninggikan dan membangun bangunan di atas kuburan. Justru memakmurkan kuburan dengan beribadah di kuburan merupakan adat kebiasaan Ahlul Kitab (yahudi dan nasoro) yang kita diperintahkan untuk menyelisihi tata cara ibadah mereka.
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ (١٧)إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨)
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah : 17-18) Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
Pendalilan Habib Munzir dengan Perkataan Al-Baidhawi rahimahullah
Prolog:
Telah lalu dalil-dalil yang begitu banyak yang menunjukan akan larangan menjadikan kuburan sebagai masjid. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan akan hal ini di akhir hayat beliau… bahkan tatkala beliau sedang sakit sekarat. Semua itu tidak lain karena bahayanya perbuatan menjadikan kuburan sebagai masjid. Karenanya Imam Ibnu Hajr Al-Haitami As-Syafii telah menyebutkan 6 dosa besar yang berkaitan dengan kuburan, yaitu : (1) menjadikan kuburan sebagai masjid, (2) menyalakan api (penerangan) di atas kuburan, (3) menjadikan kuburan sebagai berhala, (4) thowaf di kuburan, (5) mengusap kuburan (*dengan maksud mencari berkah), dan (6) sholat ke arah kuburan Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 4, 2011 by abufahmiabdullah
Studi Kritis Atas Buku
“Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”

Telah sampai kepada kami beberapa usulan pembaca agar kami mengkritik sebuah buku yang beredar akhir-akhir ini yang dipublikasikan secara gencar dan mendapatkan sanjungan serta kata pengantar dari para tokoh. Oleh karenanya, untuk menunaikan kewajiban kami dalam menasihati umat, kami ingin memberikan studi kritis terhadap buku ini, sekalipun secara global saja sebab tidak mungkin kita mengomentari seluruh isi buku rang penuh dengan syubhat tersebut dalam majalah kita yang terbatas ini. Semoga Alloh menampakkan kebenaran bagi kita dan melapangkan hati kita untuk menerimanya.
JUDUL BUKU DAN PENULISNYA
Judul buku ini adalah Sejarah Berdarah Sekfe Salafi Wahabi, ditulis oleh Syaikh Idahram, penerbit Pustaka Pesantren, Yogyakarta, cetakan pertama, 2011. Buku ini mendapatkan rekomendasi tiga tokoh agama yang populer namanva yaitu KH. Dr. Said Agil Siraj, KH. Dr. Ma’ruf Amin, dan Muhammad Arifin Ilham.
AQIDAH WAHABI ADALAH TAJSIM?
Pada hlm. 234 penulis mengatakan:
Akidah Salafi Wahabi adalah aqidah Tajsim dan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk) yang sama persis dengan akidah orang-orang Yahudi. Dalil-dalil mereka begitu rapuhnya, hanya mengandalkan hadits-hadits ahad dalam hal akidah. Read more »
Filed under: Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
INILAH WAHHABI SESUNGGUHNYA…!!

” Wajib diketahui oleh setiap kaum Musimin dimanapun mereka berada bahwasanya firqoh Wahabi adalah Firqoh yang sesat, yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan.”??
Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin bagi mereka yang PRO akan merasa marah dan sangat tidak setuju, dan yang KONTRA mungkin akan tertawa sepuas-puasnya.. Maka siapakah sebenarnya Wahabi ini??
Bagaimanakah sejarah penamaan mereka??
Marilah kita simak dialog Ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen disuatu Universitas Islam di Maroko Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
Waspada! Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” Mengusung Faham Rafidhah ( Syi’ah Iran)

Oleh Ustadz Agus Hasan Bashori Lc., M.Ag.
Buku ini berisi banyak kebatilan dan fitnah. Diantaranya adalah mempromosikan ajaran-ajaran Syiah. Banyak indikasi-indikasi yang membuktikan hal ini:.
1. Menyebut Kota Qum Kota suci Syiah, Iran
Di halaman 68-69 penulis buku yang menamakan diri sebagai Syaikh Idahram dan yang menjuluki Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab sebagai ustadz kampung (halaman 31), sementara Idahram sendiri yang bergelar Syaikh itu tidak kita kenal menjadi ustadz di kampung mana, menulis: perjuangan mereka (maksudnya wahabi) hanya dipenuhi dengan air mata dan darah umat Islam melalui berbagai penyerangan dan pembunuhan yang mereka lakukan kepada penduduk Makkah, Thaif, Madinah, Riyad, Qatar, Bashrah, Karbala, Najef, Qum, Omman, Kuwait, negri-negri Syam dan neger-negeri Islam lainnya.” Kita bertanya-tanya, mengapa ia sebut Qum sementara tidak ada penjabaran tentang pembunuhan oleh kaum wahhabi di kota Qum itu? Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
- Jawaban Terhadap Pak Prof yang Telah Merekomendasikan Buku Penuh Dusta “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”

Oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafidzhahullah
Jawaban Terhadap Prof. KH. Said Agil Siraj, M.A. (Ketua Umum PBNU)
Sangat disayangkan, seorang profesor doktor yang bernama KH. Said Agil Siraj ikut-ikutan pula memberi kata pengantar dan menganjurkan untuk membaca buku yang sangat tidak ilmiah dan penuh dengan kedustaan serta pemutarbalikan fakta ini. Bahkan profesor memujinya sebagai karya ilmiah. Buku ini juga penuh dengan prasangka buruk terhadap negeri yang dibangun oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud dan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yaitu Kerajaan Saudi Arabia (KSA).
Saya tidak tahu, apakah sang profesor lupa dengan jasa-jasa pemerintah Saudi Arabia terhadapnya, di mana profesor belajar dari tingkat S1 sampai meraih gelar doktor di universitas yang ada di Kerajaan Saudi Arabia yang dibiayai oleh pemerintah, bagaikan kacang yang lupa akan kulitnya.
Berikut ini beberapa catatan terhadap kata pengantar sang Profesor. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
Menjawab Tuduhan Idahram: Tentang Julukan Wahabi & Penamaan Salafi

salafi-antara-tuduhan-dan-kenyataan
MENGKRITISI ISTILAH WAHABI
Kata Wahabi, Wahabisme ( الوهابي ) adalah sebuah kata yang dimunculkan oleh orang-orang yang tidak menyukai dakwah yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Beliau sendiri, sebagai orang yang menyerukan dakwahnya, demikian pula murid-murid beliau, tidak pernah menamakan diri dengan Wahabi.
Ini sekaligus sebagai bantahan terhadap saudara Idahram yang taklid buta kepada Al-Buthi (tokoh Ikhwanul Muslimin) yang menuduh bahwa, nama wahabi pada akhirnya diganti menjadi salafi setelah mengalami kegagalan. (Sejarah Berdarah…, hal. 27).
Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memang tidak pernah menamakan diri dengan wahabi, terlebih dari sisi bahasa dan istilah penamaan wahabi yang tidak tepat. Seorang Ulama Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi rahimahullah berkata,
“Penisbatan nama wahabi kepada beliau salah menurut bahasa Arab, yang benar penisbatannya adalah Muhammadiyyah (bukan wahabiyah), karena nama beliau Muhammad bukan Abdul Wahhab.”(Lihat Majmu’atur Rosaail At-Taujihat Al-Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’ (3/240)) Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi ‘Syaikh’ Idahram (bagian 1)

Mengawali kedustaan-kedustaannya, saudara Idahram kembali mendasarkan “fakta-fakta” (pada hal. 65) kepada sejarawan kafir (?) yang bernama, Vladimir Borisovich Lotsky. Maka kami ingatkan kembali, bahwa menempuh segala cara seperti ini bukanlah cara yang dibenarkan dalam Islam. Ajaran Islam menuntun kita untuk berhati-hati dalam menerima berita, tidak begitu saja mempercayai dan menyebarkan setiap berita yang kita dengar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6) Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
Menjawab Tuduhan Idahram: Siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab & Pujian Ulama Terhadap Beliau
Biografi Singkat Asy-Syaikh Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Pembaca yang budiman, agar semakin jelas siapa sebenarnya ulama yang dijadikan bulan-bulanan oleh suadara Idahram dalam buku hitamnya tersebut, maka berikut ini akan kami paparkan secara ringkas biografi Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Beliau adalah Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid bin Muhammad bin Buraid bin Musyarrof bin Umar bin Mu’dhad bin Rais bin Zakhir bin Muhammad bin Alwi bin Wuhaib bin Qosim bin Musa bin Mas’ud bin Uqbah bin Sani’ bin Nahsyal bin Syaddad bin Zuhair bin Syihab bin Rabi’ah bin Abu Suud bin Malik bin Hanzhalah bin Malik bin Zaid Manah Ibni Tamim bin Mur bin Ad bin Thabikhah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | 3 Comments »
Posted on October 5, 2011 by abufahmiabdullah
Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi ‘Syaikh’ Idahram (bagian 2)

5. Belum Puas, Idahram Kembali Melemparkan Tuduhan Dusta Atas Pembunuhan Penduduk Ahsaa dan Qashim
Seakan sudah menjadi kebiasaannya, saudara Idahram kembali melemparkan tuduhan dusta kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, bahwa beliau membunuh orang-orang yang tidak mau mengikuti seruan dakwahnya dan harta mereka dibagi-bagi (pada hal. 91). Dan seperti biasa, Idahram tidak mampu mendatangkan sedikit pun bukti ilmiah akan kebenaran tuduhan ini.
Idahram juga mengklaim bahwa pasukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membunuh 70 orang di Ahsaa, termasuk wanita-wanita hamil (pada hal. 92), lalu pada catatan kaki nomor 32 dan 33, saudara Idahram menyandarkan info tersebut kepada kitab Unwan Al-Majd, jilid 1 hal. 46 dan 106. Namun setelah kami telusuri pada sumber yang disebutkan ternyata kisah tersebut tidak ada.
Kedustaan yang sama dilakukan oleh saudara Idahram ketika menceritakan penyerangan ke Qashim (pada hal. 94-95), pada catatan kaki nomor 38, Idahram mengklaim kisah tersebut dari kitab Unwan Al-Majd, jilid 1 hal. 112. Setelah kami telusuri kembali, kami tidak mendapati kisah seperti yang diceritakan Idahram. Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Radd ( Bantahan ) | 2 Comments »
Posted on October 6, 2011 by abufahmiabdullah
Dialog Alwiy Al-Maliki dan Ibn Sa’di ( hujan, kebohongan, Muhammad Alawi al-Maliki, syaikh ibn as-sa’di, tabarruk, talang ka’bah )

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Saat sampai kepadaku syubhat berupa kisah dialog antara as-Sayyid ‘Alwiy al-Maliki dan Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’di, saya tidak berminat menjawabnya pada waktu ini, mengingat kesibukanku dalam mendakwahi Nasrani dan Syi’ah. Akan tetapi saya terpaksa menjawab syubhat ini tanpa menundanya, karena melihat kepentingannya, bahayanya, dan penyebarannya. Juga karena syubhat tersebut sampai kepada saya dari orang yang tidak mungkin saya menolak permintaannya, yaitu Akhi al-Ustadz Agus Hasan Bashori. Berikut ini adalah teks dari syubhat tersebut:
Suatu ketika, as-Sayyid ‘Alwi bin Abbas sedang duduk di dalam halaqah-nya di Masjidil Haram Makkah. Sementara di sisi lain bagian Masjidil Haram duduk pula as-Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’diy, penulis kitab Tafsir (Taisir al-Karim al-Rahmon fi Tafsir Kalam al-Mannan) sementara manusia sedang dalam shalat dan thawaf mereka. Kala itu, langit tengah membawa mendung, kemudian turunlah hujan, dan tertumpah dari talang Ka’bah. Maka orang-orang Hijaz, sebagaimana kebiasaan mereka, berhamburan menuju air yang tumpah dari talang Ka’bah untuk mengambil dan menuangkannya ke baju dan tubuh mereka guna ber-tabarruk dengannya.
Maka terkejutlah ahlul hasbah dari kalangan Badui dan menganggap bahwa manusia telah datang dengan kesyirikan dan menyembah selain Allah!!! Jadilah mereka kemudian berkata kepada ahlul Hijaz tersebut, ‘Wahai orang-orang musyrik, syirik… syirik….!’
Maka bubarlah orang-orang tersebut, kemudian berpaling menuju halaqah as-Sayyid ‘Alwiy, lalu mereka bertanya kepadanya (tentang hal itu). Lantas diapun membolehkan mereka untuk melakukan hal itu dan menganjurkannya. Maka untuk kedua kalinya, orang-orang itu berhamburan menuju talang Ka’bah untuk mengambil air tanpa menghiraukan ahlul hasbah yang badui tersebut. Kemudion orang-orang itu berkata kepada mereka, ‘Kami tidak akan mempedulikan kalian setelah as-Sayyid Alawiy bin ‘Abbas memberikan fatwa kepada kami…’
Maka orang-orang Badui itupun pergi ke halaqah as-Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’diy untuk mengadukan as-Sayyid Alwiy kepadanya. Lantas lbnu Sa’diy pun mengambil sorbannya lalu pergi dan duduk di sisi as-Sayyid dengan adab yang agung, sementara manusia berkumpul di sekitar keduanya. Kemudian lbnu Sa’diy berkata kepada as-Sayyid, ‘Apakah benar wahai Sayyid, bahwa Anda telah berkata kepada manusia bahwa terdapat keberkahan pada air ini?! Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2011 by abufahmiabdullah
Wasiat Emas Imam Syafi’i seputar Menuntut Ilmu

Abu ‘Ashim Muhtar Arifin, Lc.
Nama Imam Syafi’i rohimahulloh tak asing lagi di telinga kaum muslimin. Bahkan kebanyakan kaum muslimin di negeri ini menisbatkan dirinya kepada madzhab beliau rohimahulloh.
Untuk itulah, perlu kiranya kita mengetahui bagaimana Imam Syafi’i ini mewajibkan para penuntut ilmu agar kembali merujuk kepada dalil-dalil syar’i dalam mempelajari ilmu syar’i.
Mutiara Emas Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i rohimahulloh telah membuat perumpamaan bagi penuntut ilmu syar’i yang tidak berdasarkan hujjah. Beliau berkata:
مَثَلُ الَّذِيْ يَطْلُبُ الْعِلْمَ بِلاَ حُجَّةٍ كَمَثَلِ حَاطِبِ لَيْلٍ، يَحْمِلُ حُزْمَةَ حَطَبٍ وَفِيْهِ أَفْعَى تَلْدَغُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِيْ.
“Perumpamaan orang yang mencari ilmu tanpa hujjah adalah seperti orang yang mencari kayu bakar pada malam hari, ia membawa seikat kayu, di mana di dalamnya terdapat ular yang siap mematuknya, sedangkan dia tidak mengetahuinya.” (Manaqib Syafi’i, karya al-Baihaqi, jilid 2, hal. 143; al-Madkhol, karya beliau juga, no. 262, hal. 211; Hilyah al-Auliya`, jilid IX, hal. 125; Adab asy-Syafi’i, karya Abu Hatim, hal. 100; Tawaali at-Ta`siis, karya al-Hafidz Ibnu Hajar, hal. 135) Read more »
Filed under: Ilmu, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on October 8, 2011 by abufahmiabdullah
Kisah Taubat Seorang yang Menuduh Syaikh Muh bin Abdul Wahhab Sesat

Ditulis oleh : Abu Ashim Muhtar Arifin
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh (wafat 1389 H) rahimahullah mengatakan:
“Aku sekarang akan menyebutkan sebuah kisah tentang Abdurrahman al-Bakri, salah seorang penduduk kota Najd.
Pada mulanya ia adalah salah seorang thalibul ‘ilmi (penuntut ilmu) yang belajar kepada pamannya, yaitu Syaikh Abdullah bin Abdullathif Alu Syaikh dan para syaikh yang lain. Kemudian beliau ingin membuka sebuah madrasah di Aman.
Di sana beliau mengajarkan tauhid dari biaya sendiri. Apabila harta yang dimilikinya telah habis, maka beliau mengambil barang dagangan dari seseorang dan pergi ke India. Terkadang beliau menghabiskan waktu selama setengah tahun di India.
Syaikh al-Bakri mengatakan:
“Aku pernah berada di sisi sebuah masjid di India. Di sana terdapat seorang guru, yang mana apabila seusai mengajar mereka melaknat Ibnu Abdul Wahhab, yakni Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Apabila keluar masjid beliau melewatiku. Dan ia mengatakan: “Aku bisa berbahasa arab, akan tetapi aku ingin mendengarnya dari Orang Arab”. Lalu iapun minum air dingin di tempatku.
Aku merasa sedih dengan apa yang telah dia dilakukan dalam ceramahnya. Lalu aku berbuat siasat dengan mengundangnya (ke tempatku) dan aku mengambil kitab at-Tauhid, aku cabut sampulnya dan aku letakkan di rak dalam rumahku sebelum dia datang. Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
Kajian AUDIO : Membongkar Budaya Syirik Di Masyarakat oleh Ustadz Abu Isa Abdullah
Kalau kita mau menilai seruan Islam dalam memberantas kehidupan syirik dan penganut-penganutnya serta dalam memerangi mereka sampai mereka itu patuh, dapat dibenarkankah perang demikian ini atau tidak dapat dibenarkan? Kita perlu sekali melihat peranan yang dimainkan oleh pikiran syirik ini serta tujuannya. Apabila sudah ada kata sepakat mengenai betapa besar bahayanya terhadap masyarakat manusia dalam berbagai zaman, maka pengumumam perang yang dicetuskan oleh Islam kepada mereka itu dapat sekali dibenarkan, bahkan suatu kewajiban adanya. Tidak hanya manusia akan menyembah batu – tetapi kehidupan syirik ini juga menggambarkan sekelompok tradisi, adat-istiadat dan kebiasaan, bahkan menggambarkan suatu sistem masyarakat yang lebih berbahaya dari perbudakan, lebih berbahaya dari segala yang dapat digambarkan oleh otak manusia di zaman ini. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
TUJUAN ZIARAH KUBUR DALAM KACA MATA SUFI

Oleh : Ustadz Abu Minhal
Di negeri ini, terutama di pulau Jawa, sudah jamak orang-orang melakukan ziarah ke makam para tokoh atau yang dianggap Ulama (misal, Wali songo). Dengan koordinasi seseorang yang ditokohkan, mereka pun berangkat menuju makam-makam itu. Jarak yang jauh dan persiapan bekal yang banyak, tidak menjadi soal bagi para peziarah. Sebab dengan ‘perjalanan spiritual’ ini akan banyak manfaat yang dapat mereka peroleh. Sebelum berangkat, para peziarah ini mempunyai tujuan tertentu. Mereka berharap semua tujuannya tercapai setelah menjalani perjalanan spiritual ke makam-makam orang yang dianggap wali atau makam Ulama karismatis, tidak peduli siapa dia. Inilah cuplikan apa yang terjadi di sekitar kita. Apakah yang seperti ini dibenarkan oleh syariat Islam? Read more »
Filed under: Aqidah, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
TAUBATNYA SANG PEMBEGAL (AL-FUDHAIL BIN IYADH rahimahullah)

Ali bin Khasyram berkata:“Seorang tetangga al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah menceritakan, dulu al-Fudhail bin Iyadh membegal (merampok) sendirian. Suatu malam ia keluar untuk membegal, ternyata ia mendapati suatu kafilah (rombongan dagang) yang kemalaman. Seorang di antara mereka berkata kepada yang lainnya:‘Mari kita kembali ke kampung itu, karena di hadapan kita ada seorang pembegal yang bernama al-Fudhail.’ Ketika al-Fudhail mendengarnya, ia menjadi gemetar lalu berkata:‘Wahai sekalian manusia, aku al-Fudhail. Silahkan kalian lanjutkan perjalanan. Demi Allah, aku akan berusaha untuk tidak bermaksiat kepada Allah selamanya.’ Lalu ia kembali (bertaubat) dari jalan yang pernah ia tempuh (membegal)”.
Diriwayatkan dari jalur lainnya bahwa ia (al-Fudhail) menjamu mereka (mengajak mereka bertamu ke rumahnya) pada malam itu, dan berkata:“Kalian aman dari al-Fudhail.” Lalu ia (al-Fudhail) keluar untuk mencari rumput untuk tunggangan mereka. Lalu ia kembali mendengarkan seseorang yang sedang membaca: Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
Imam As-Syafii, Imam An-Nawawi dan Imam Ibnu Hajr al-Haitamiy pengikut WAHABI?
Sesungguhnya ibadah itu dibangun di atas dalil baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah yang dipahami oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum.
Tatkala para pemakmur kuburan yang mencari barokah di sana mengetahui bahwasanya perbuatan mereka menyelisihi dan bertentangan dengan terlalu banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka merekapun berusaha untuk berdalil dengan perkataan ulama yang sepakat dengan aqidah mereka.
Diantara perkataan para ulama yang dijadikan dalil untuk menguatkan kebiasaan mereka beribadah di kuburan adalah perkataan Al-Baidhowi rahimahullah. Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
AKU AKAN KEMBALI KEPANGKUANMU WAHAI IBUNDA

Syaikh Abdurrozzaq hafizohullah sepekan yang lalu bercerita tentang seorang yang sudah tua yang ditemuinya di pantai jompo, orang tua tersebut mengeluh tentang anaknya yang sudah bertahun-tahun tidak menjenguknya….
Tentunya ini adalah bentuk durhaka kepada orang tua.
berikut ini adalah sebuah syair yang semoga menggugahkan hati kita untuk sering-sering menjenguk atau minilah jika kita jauh dari mereka agara sering menelpon mereka. Read more »
Filed under: Birrul walidain, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
KH. Makhrus Ali, Mantan Kyai NU yang Mendakwahkan Sunnah di Kalangan Nahdhiyin

“Tahlilan merupakan budaya agama Hindu, hal ini dibuktikan dengan ungkapan syukur dari pendeta dalam sebuah acara berikut ini,
“Tahun 2006 silam bertempat di Lumajang, Jatim diselenggarakan kongres Asia penganut agama Hindu. Salah satu poin penting yang diangkat adalah ungkapan syukur yang cukup mendalam kepada Tuhan mereka karena bermanfaatnya ajaran agama mereka yakni peringatan kematian pada hari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 40, 100, 1000 dan hari matinya tiap tahun yang disebut geblak dalam istilah Jawa(atau haul dalam istilah NU-ed) untuk kemaslahatan manusia yang terbukti dengan diamalkannya ajaran tersebut oleh sebagian umat Islam” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.23)
“Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabi’uts tsani 1345H/21Oktober 1926M mencantumkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami dan menyatakan bahwa selamatan setelah kematian (yakni Tahlilan dan Yasinan-ed) adalah Bid’ah yang hina/tercela, namun tidak sampai mengharamkannya. (Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, keputusan Muktamar, Munas Kombes Nahdhatul Ulama (1926-2004M) LTN NU Jawa Timur Bekerja sama dengan Penerbit Khalista, Surabaya-2004. Cetakan ketiga, Februari 2007 Halaman 15 s/d 17).” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.19) Read more »
Filed under: Tasawuf, Tsaqofah | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
Kyai Afrokhi Abdul Ghoni: Dari Ahlul Bid’ah menuju Ahlussunnah (Kisah taubat seorang Kyai NU dari ajaran NU)
“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”
“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90)
“Kita biasa m elakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita. Bagaimana tidak, contohnya adalah saya sendiri di kala masih berumur 12 tahun sudah mulai melakukan ziarah ngalap berkah dan kirim pahala bacaan, dan waktu itu saya belum tahu ilmu sama sekali, yang ada hanya taklid buta. Saat itu saya hanya melihat banyak orang yang melakukan, dan bahkan banyak juga kyai yang mengamalkannya. Hingga saya menduga dan beranggapan bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 210) Read more »
Filed under: Resensi Buku | Leave a Comment »
Posted on October 9, 2011 by abufahmiabdullah
DEBAT ANTARA ILMU DAN KEBODOHAN
Oleh : Ustadzuna Abu Zubair Hawaary Hafidzahullah
Suatu ketika di sebuah majelis, ilmu dan kebodohan saling bertemu. Dan terjadilah dialog diantara keduanya.
Majelis I
Maka berdirilah ilmu sambil bertopang pada tongkatnya. Kondisinya tampak tua, berumur dan lemah. Kemudian dia membaca basmalah, hamdalah, hasbalah dan hawqolah serta bersholawat dan salam atas sebaik-baik orang yang berilmu dan mengajarkan ilmu. Lalu ia berkata, Read more »
Filed under: Ilmu, Tsaqofah | Leave a Comment »
Posted on October 12, 2011 by abufahmiabdullah
Serial Aurat Buku Syaikh Idahram-2 (bag. 1)
“MEREKA MEMALSUKAN
KITAB-KITAB KARYA ULAMA KLASIK”
Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi
Bagian (1)
Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag.

Pendahuluan :
Bismillahirrahmanirrahim.
Buku ini adalah buku ke-2 dari Syaikh Idahram -yang bagi kami ia masih bersifat majhul al-hal (tidak diketahui jatidirinya)- terkait dengan apa yang ia sebut sebagai trilogi data dan fakta penyimpangan salafi wahabi. Sebelumnya adalah buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” dan Buku ke-3 dengan judul yang lebih heboh lagi: “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi”.
Buku pertama sudah kami soroti sedikit mengenai bahayanya yang sangat luas, dalam satu makalah yang kami beri judul “Waspada! Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” Mengusung Faham Rafidhah (Syi’ah Iran)”. Silakan baca di http://www.gensyiah.com/waspada-buku-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi-mengusung-faham-rafidhah-syiah-iran.html Walaupun sebenarnya banyak kesalahan yang ada di dalamnya, namun yang sedikit itu kiranya sudah cukup bagi orang ahlussunnah untuk mengetahui mutu buku itu dan untuk mewaspadai buku dan para pengusungnya. Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 12, 2011 by abufahmiabdullah
Beristighotsah Kepada Penghuni Kubur…Dianjurkan??!!

Prolog :
Para pembaca yang budiman, pembahasan kita pada artikel-artikel yang lalu adalah tentang larangan beribadah yang ditujukan kepada Allah akan tetapi di kerjakan di kuburan orang sholeh atau para wali Allah. Terlalu banyak dalil dan perkataan para ulama syafiiyah yang tegas melarang hal itu –sebagaimana telah lalu-.
Dan telah lalu juga kita jelaskan bahwasanya diantara sebab terbesar dilarangnya beribadah kepada Allah di kuburan orang sholeh adalah karena hal itu bisa mengantarkan kepada pengagungan kepada penghuni kubur yang akhirnya mengantarkan kepada penyerahan sebagian ibadah kepada penghuni kubur, seperti berdoa dan meminta kepada penghuni kubur…atau beristighotsah (yaitu meminta pertolongan dalam kondisi terdesak) kepada penghuni kubur. (lihat kembali : http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/186) Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 12, 2011 by abufahmiabdullah
Ebook Berdakwah dengan Akhlak Mulia
E Book Berdakwah dengan Akhlak Mulia
Judul Buku: Berdakwah dengan Akhlak Mulia
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.
Segala puji bagi Allah ta’ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebuah renungan dari sepenggal kisah nyata
Beberapa saat lalu, penulis diceritai adik ipar kisah seorang mantan preman yang mendapatkan hidayah mengenal ajaran Islam yang benar. Katanya, dulu ketika masih preman, ia amat dibenci masyarakat kampungnya; karena ke-rese-annya; gemar mabuk, berjudi,
mengganggu orang lain dan seabrek perilaku negatif lain yang merugikan masyarakat. Namun, tidak ada seorangpun yang berani menegurnya; karena takut mendapatkan hadiah bogem mentah.
Dengan berjalannya waktu, Allah ta’ala berkenan mengaruniakan hidayah kepada orang tersebut. Dia mengenal ajaran Ahlus Sunnah dan intens dengan mengikuti pengajian. Namun demikian, setelah ia berubah menjadi orang yang salih dan alim, ia tidak kemudian disenangi masyarakatnya, malahan mereka tetap membencinya. Padahal ia tidak lagi mempraktikkan tindak-tindak kepremanannya yang dulu. Bahkan, kalau dulu masyarakatnya tidak berani menegurnya, sekarang malah berani memarahinya, bahkan menyidangnya pula.
Apa pasalnya? Ternyata kebencian tersebut dipicu dari sikap kaku dan keras orang tersebut, juga kekurangpiawaiannya dalam membawa diri di masyarakat.
Dulu dibenci karena kepremanannya, sekarang dibenci karena ‘kesalihan’nya…
Haruskah orang yang mengamalkan ajaran ahlussunnah dibenci masyarakatnya? Apakah itu merupakan sebuah resiko yang tidak terelakkan? Adakah kiat khusus untuk menghindari hal tersebut atau paling tidak meminimalisirnya?
Memang betul seorang yang teguh memegang kebenaran, ia akan menghadapi tantangan. Sedangkan di zaman Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam dan kurun ulama salaf saja, ada tantangan bagi pengusung kebenaran, apalagi di akhir zaman ini, di mana kejahatan lebih mendominasi dunia dibanding kebaikan.
Namun yang perlu menjadi catatan di sini, apakah kebencian yang muncul di banyak masyarakat kepada para pengikut Sunnah Nabi, murni diakibatkan kekokohan mereka dalam berpegang teguh terhadap prinsip, atau dikarenakan kekurangbisaan mereka dalam
membawa diri, kekurangpiawaian dalam menjelaskan prinsip dan kekurangpandaian dalam menetralisir pandangan miring masyarakat terhadap prinsip-prinsip Ahlus Sunnah dengan penerapan akhlak mulia? Atau mungkin juga karena enggan melakukan sesuatu yang dikira terlarang, padahal sebenarnya boleh atau justru disyariatkan? Read more »
Filed under: Akhlaq, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 12, 2011 by abufahmiabdullah
Download Ebook Gratis “Menuju Hati yang Bersih”
Download Ebook Gratis “Menuju Hati yang Bersih”
Alhamdulillah kami hadirkan untuk pembaca Konsultasi Syariah download ebook gratis “Menuju Hati yang Bersih”. Anda bisa men-download ebook gratis ini yang semoga bermanfaat bagi anda untuk ber-muhasabah diri dalam meningkatkan kualitas hati kita.
Mukadimah Download Ebook Gratis “Menuju Hati yang Bersih”
Sesungguhnya siapa saja yang memperhatikan kondisi kebanyakan manusia saat ini, niscaya melihat suatu perkara yang sangat mengherankan. Dia akan melihat kebanyakan manusia menaruh perhatian yang berlebihan kepada penampilan lahiriah, memperindah dan mempercantiknya dengan berbagai macam aksesoris keindahan dan kecantikan, namun pada saat yang sama, dia akan melihat kelalaian dan keteledoran luar biasa terhadap keindahan, kebersihan dan kesucian batin!!
Berapa banyak waktu, tenaga dan energi yang dihabiskan untuk memperindah urusan-urusan lahiriyah, dengan melupakan perbaikan hati dan kesucian batin, sampai pada tingkat “tiada kemauan dan gairah” kecuali dalam rangka keindahan penampilan dan gaya, hingga ungkapan Allah subhanahu wata’aala tentang kaum munafiq benar-benar layak untuk mereka, sebagaimana firman-Nya,
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِن يَقُولُواْ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ العدو فاحذرهم قاتلهم الله أنى يُؤْفَكُونَ
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengar perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran).” (QS. Al-Munafiqun: 4).
Demikianlah kondisi sekelompok umat manusia yang penampilan lahiriahnya sangat indah dan ungkapan-ungkapan kata-katanya sangat manis, namun semua itu tidak mengeluarkan mereka dari keberadaan mereka sebagai onggokan kayu yang tersandar, tidak berguna. Itulah pemandangan yang tidak berarti, manusia yang tidak punya akal nurani. Yang demikian itu adalah kondisi yang sangat rendah yang tidak mungkin seorang yang beriman rela untuk dirinya. Bahkan, iman seorang beriman tidak akan sempurna dan tidak akan bisa benar kecuali jika ia memperbaiki batinnya, membersihkan dan memperindah hatinya. Sebab, keindahan dan kecantikan lahiriyah sama sekali tidak berguna bagi seseorang manakala batin dan hatinya busuk dan kotor.
Allah subhanahu wata’aala berfirman sebagai bantahan atas sekelompok umat manusia yang terlena dengan keindahan kondisi dan kecantikan penampilan lahiriyah mereka di mana mereka mengira bahwa itu adalah tanda baiknya akhir kemudian mereka. Firman Allah, Read more »
Filed under: E-Book, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 13, 2011 by abufahmiabdullah
Download Ebook : Nasehat dari Hati ke Hati

Judul: Nasehat dari Hati ke Hati
Bahasa: Indonesia
Karya : Abdullah Haidar
Editor : Fir’adi Nashruddin Abu Ja’far
Terbitan : Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
Diskripsi Singkat: Buku ini berisi beberapa nasihat yang ditujukan kepada setiap muslim dan muslimah tentang berbagai hal dalam kehidupan yang mungkin dialami atau dirasakan setiap kita agar hidup senantiasa dalam jalan yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Silakan Download di link berikut : nasehat dari hati ke hati Read more »
Filed under: E-Book | Leave a Comment »
Posted on October 15, 2011 by abufahmiabdullah
Habib Munzir Membolehkan Istighotsah Kepada Mayat ??!!
Habib Munzir berkata :
“Istighatsah adalah memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya, untuk sebagian kelompok muslimin hal ini langsung di vonis syirik, namun vonis mereka itu hanyalah karena kedangkalan pemahamannya terhadap syariah islam, pada hakekatnya memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya adalah hal yg diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan diyakini mempunyai manzilah di sisi Allah swt, tak pula terikat ia masih hidup atau telah wafat, karena bila seseorang mengatakan ada perbedaan dalam kehidupan dan kematian atas manfaat dan mudharrat maka justru dirisaukan ia dalam kemusyrikan yang nyata, karena seluruh manfaat dan mudharrat berasal dari Allah swt, maka kehidupan dan kematian tak bisa membuat batas dari manfaat dan mudharrat kecuali dengan izin Allah swt, ketika seseorang berkata bahwa orang mati tak bisa memberi manfaat, dan orang hidup bisa memberi manfaat, maka ia dirisaukan telah jatuh dalam kekufuran karena menganggap kehidupan adalah sumber manfaat dan kematian adalah mustahilnya manfaat, padahal manfaat dan mudharrat itu dari Allah, dan kekuasaan Allah tidak bisa dibatasi dengan kehidupan atau kematian.
Sama saja ketika seorang berkata bahwa hanya dokter lah yang bisa menyembuhkan dan tak mungkin kesembuhan datang dari selain dokter, maka ia telah membatasi Kodrat Allah swt untuk memberikan kesembuhan, yang bisa saja lewat dokter, namun tak mustahil dari petani, atau bahkan sembuh dengan sendirinya.” (Kenalilah Aqidahmu 2 hal 75-76)
Habib Munzir juga berkata :
“Kesimpulannya saudaraku, meminta pada para wali Allah swt tidak syirik, apakah ia masih hidup atau telah wafat, karena kita tak meminta pada diri orang itu, kita meminta padanya karena keshalihannya, karena ia ulama, karena ia orang yg dicintai Allah maka hal ini tidak terlarang dalam syariah dg dalil yg jelas. (Silahkan lihat di http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25356&catid=7) Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | 1 Comment »
Posted on October 15, 2011 by abufahmiabdullah
Penjelasan Dari Nahdlatul Ulama (NU), Wali Songo, 4 Madzhab Tentang Bid’ahnya Tahlilan
Segala puji bagi Allah, sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Do’a dan shodaqoh untuk sesama muslim yang telah meninggal menjadi ladang amal bagi kita yang masih di dunia ini sekaligus tambahan amal bagi yang telah berada di alam sana.
Sebagai agama yang mencerahkan dan mencerdaskan, Islam membimbing kita menyikapi sebuah kematian sesuai dengan hakekatnya yaitu amal shalih, tidak dengan hal-hal duniawi yang tidak berhubungan sama sekali dengan alam sana seperti kuburan yang megah, bekal kubur yang berharga, tangisan yang membahana, maupun pesta besar-besaran. Bila diantara saudara kita menghadapi musibah kematian, hendaklah sanak saudara menjadi penghibur dan penguat kesabaran, sebagaimana Rasulullah memerintahkan membuatkan makanan bagi keluarga yang sedang terkena musibah tersebut, dalam hadits:
“Kirimkanlah makanan oleh kalian kepada keluarga Ja’far, karena mereka sedang tertimpa masalah yang menyesakkan”.(HR Abu Dawud (Sunan Aby Dawud, 3/195), al-Baihaqy (Sunan al-Kubra, 4/61), al-Daruquthny (Sunan al-Daruquthny, 2/78), al-Tirmidzi (Sunan al-Tirmidzi, 3/323), al- Hakim (al-Mustadrak, 1/527), dan Ibn Majah (Sunan Ibn Majah, 1/514)
Namun ironisnya kini, justru uang jutaan rupiah dihabiskan tiap malam untuk sebuah selamatan kematian yang harus ditanggung keluarga yang terkena musibah. Padahal ketika Rasulullah ditanya shodaqoh terbaik yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang telah meninggal, Beliau menjawab ‘air’. Bayangkan betapa banyak orang yang mengambil manfaat dari sumur yang dibuat itu (menyediakan air bagi masyarakat indonesia yang melimpah air saja sangat berharga, apalagi di Arab yang beriklim gurun), awet dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Read more »
Filed under: Aqidah, Bid'ah, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2011 by abufahmiabdullah
Pendalilan Habib Munzir Untuk Membolehkan Bersitighotsah Kepada Mayat (Seri 1)
PERTAMA : Pendalilan Habib Munzir dengan hadits syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat
Habib Munzir berkata :
“Rasul saw memperbolehkan Istighatsah, sebagaimana hadits beliau saw : “Sungguh matahari mendekat dihari kiamat hingga keringat sampai setengah telinga, dan sementara mereka dalam keadaan itu mereka ber-istighatsah (memanggil nama untuk minta tolong) kepada Adam, lalu mereka beristighatsah kepada Musa, Isa, dan kesemuanya tak mampu berbuat apa apa, lalu mereka beristighatsah kepada Muhammad saw” (Shahih Bukhari hadits no.1405),
juga banyak terdapat hadits serupa pada Shahih Muslim hadits No.194, Shahih Bukhari hadits No.3162, 3182, 4435, dan banyak lagi hadist2 shahih yang Rasul saw menunjukkan ummat manusia beristighatsah pada para Nabi dan Rasul, bahkan Riwayat Shahih Bukhari dijelaskan bahwa mereka berkata pada Adam, Wahai Adam, sungguh engkau adalah ayah dari semua manusai.. dst.. dst…dan Adam as berkata : “Diriku..diriku.., pergilah pada selainku.., hingga akhirnya mereka ber Istighatsah memanggil – manggil Muhammad saw, dan Nabi saw sendiri yang menceritakan ini, dan menunjukkan beliau tak mengharamkan Istighatsah.
Maka hadits ini jelas – jelas merupakan rujukan bagi istighatsah, bahwa Rasul saw menceritakan orang – orang ber-istighatsah kepada manusia, dan Rasul saw tak mengatakannya syirik, namun jelaslah Istighatsah diperbolehkan bahkan hingga dihari kiamat kepada para hamba yg dekat pada Allah di hari kiamat, dan ternyata dihari kiamat Istighatsah diizinikan Allah swt hanya untuk Sayyidina Muhammad saw” (Kenalilah aqidahmu 2 hal 76-77) Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 16, 2011 by abufahmiabdullah
PERJALANAN PRIA PEMABUK DENGAN PEMUDA SHALIH

Di sebuah kota di Saudi, seorang wanita tinggal dan hidup bersama suami dan anak-anaknya. Rumah mereka berdampingan betul dengan sebuah masjid. Namun disayangkan sekali, Allah mengujinya dengan seorang suami yang pemabuk.
Tidak berlalu satu atau dua hari, kecuali sang suami pasti memukulnya dan anak-anaknya, bahkan mengusirnya hingga ke jalan. Hampir semua warga di lingkungan tempat tinggal mereka sebenarnya sangat mengasihaninya dan anak-anaknya. Apalagi jika mereka melewati rumahnya. Hampir setiap hari mereka masuk ke masjid untuk menunaikan shalat, namun setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing tanpa memberikan bantuan apapun, meski dengan sebuah kalimat penghibur hatinya. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on October 17, 2011 by abufahmiabdullah
Alangkah mahalnya iffah (kesucian diri) itu

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amru an-Nakh’iy berkata: “terdapat seorang pemuda yang sangat tanpan rupawan di negeri Kufah, terkenal dengan ketaatannya dalam ibadah. Suatu ketika dia singgah di salah satu tempat yang bernama Nakh’iy. Maka tanpa disengaja dia melihat seorang dara dari anak dusun tersebut yang cantik jelita membuat dirinya kehilangan akal dan terpesona padanya. Bagai gayung bersambut sang darapun memiliki perasaan yang sama. Singkat cerita sang pemuda mengirim utusan kepada orang tua gadis itu untuk melamarnya,namun sayang seribu sayang sang gadis telah dipertunangkan dengan salah seorang anak pamannya.
Tatkala cinta telah bersemi di hati kedua anak manusia tersebut dan kasmaran melanda keduanya, maka sang gadis melayangkan sepucuk surat pada sang pemuda yang berisikan: “engkau telah mengetahui betapa cintaku padamu demikian juga halnya yang terjadi padamu, maka jikalah engkau sudi, aku tidak keberatan akan datang mengunjungimu, atau aku akan carikan jalan agar engkau dapat masuk ke rumahku”
Sang pemuda menjawab: ”tidak, tidak satupun dari dua pilihan tersebut berkenan di hatiku: Aku khawatir bermaksiat menentang Tuhanku pada hari yang sangat dahsyat azabnya(al-An-am: 15). Aku begitu takut api neraka yang tidak pernah padam membakarku”.
Tatkala sang utusan gadis tersebut menyampaikan apa yang dia dengar dari sang pemuda, dia berkata: ”Apakah begitu besarnya rasa takutnya kepada Allah ? demi Allah selayaknya begitulah perasaan setiap hamba kepada Tuhannya”. Sejak saat itu sang gadis berubah total dengan ibadah dan zuhudnya meninggalkan gemerlap dunia seisinya, menyibukkan diri dengan ibadah walaupun ingatannya kepada pemuda tersebut tidak pernah pupus terus bergejolak membakar cintanya hingga membuatnya menjadi kurus kering hingga kematian datang menjemputnya. Read more »
Filed under: Akhlaq, Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2011 by abufahmiabdullah
Tiga Tahun Berturut-Turut
Pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik, salah seorang khalifah Bani Umayyah, rakyat tertimpa kelaparan dan paceklik. Dirwas bin Habib al-Ajali datang kepadanya bersama beberapa orang dari kaumnya.
Dirwas berkata, “Ya Amirul Mukminin. Tiga tahun berturut-turut, kami para rakyat memikul beban berat dan sulit. Tahun pertama memakan daging kami. Tahun kedua mencairkan lemak kami. Dan tahun ketiga menghisap tulang kami. Padahal di tangan kalian terdapat harta yang melimpah. Jika harta itu milik Allah maka sayangilah hamba-hambaNya dengannya. Jika harta itu milik rakyat mengapa engkau menahannya dari mereka sementara kalian membelanjakannya secara cepat dan berlebih-lebihan, padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Dan jika harta itu milik kalian maka bersedekahlah kepada mereka. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.”
Hisyam berkata, “Benar-benar mengagumkan. Kamu tidak menyisakan satu pun dari tiga perkara itu bagi kami.”
Lalu dia memerintahkan seratus ribu dirham agar dibagi-bagikan kepada rakyat. Dirwas sendiri diberi seratus ribu dirham. Read more »
Filed under: Kisah Teladan | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2011 by abufahmiabdullah
Pendalilan Habib Munzir Untuk Membolehkan Istighootsah Kepada Mayat (Seri 2)

Habib Munzir berkata :
“Demikian pula diriwayatkan bahwa dihadapan Ibn Abbas ra ada seorang yang keram kakinya, lalu berkata Ibn Abbas ra : “Sebut nama orang yg paling kau cintai..!”, maka berkata orang itu dengan suara keras.. : “Muhammad..!”, maka dalam sekejap hilanglah sakit keramnya (diriwayatkan oleh Imam Hakim, Ibn Sunniy, dan diriwayatkan oleh Imam Tabrani dengan sanad hasan) dan riwayat ini pun diriwayatkan oleh Imam Nawawi pada Al Adzkar.
Jelaslah sudah bahwa riwayat ini justru bukan mengatakan musyrik pada orang yang memanggil nama seseorang saat dalam keadaan tersulitkan, justru Ibn Abbas ra yang mengajari hal ini” (Kenalilah akidahmu 2 hal 77) Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2011 by abufahmiabdullah
Akankah Kita Mati Tersenyum Esok Pagi?

Oleh : Ustadz Abu Umar Basyir
Kisah Pemuda Arab Bernama Khalid
Ia bernama Khalid. Ia tinggal di Riyadh, ibu kota Saudi Arabia.
Sesudah menamatkan pendidikan SMU nya, Khalid tentu saja memiliki cita-cita sebagaimana yang diimpikan oleh kalangan remaja modern di tanah Arab bahkan dunia Islam pada umumnya sekarang ini, untuk pergi ke luar negeri dan melanjutkan studi di negeri-negeri barat, jauh dari penglihatan dan kontrol keluarga maupun masyarakatnya. Sementara antara kedua dunia itu –barat dan masyarakat Islam- ada jurang perbedaan yang begitu mencolok.
Orang tua Khalid, bahkan sangat mendukungnya dan mau bersusah payah untuk menyiapkan berbagai hal yang akan dia perlukan, saat belajar di luar nanti. Bagi mereka belajar di luar negeri adalah kebanggaan tersendiri. Betapapun untuk itu, mereka harus merelakan anak mereka tinggal berjauhan dengan mereka, hidup di negeri asing, dan harus berjuang mengatasi segala perbedaan yang ada.
Waktu berangkat pun tiba. Sang ibu melepas putra kesayangannya itu, menciumnya dengan sedih dan perih. Si ibu mengingatkan, agar dia menghindari segala kebiasaan buruk kaum remaja di negeri orang nanti. “Jangan coba-coba melakukan hal yang dapat mencoreng kehormatan keluarga kita,” pesan ibunya. Khalid menyanggupinya. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2011 by abufahmiabdullah
Mari, Merenungi Kematian

Oleh : Ust. Abu Umar Basyier
Merenungi hidup, itu biasa. Tanpa siapa pun kita berusaha merenungi hidup, manusia diciptakan dengan fitrah kuat untuk memikirkan hidupnya. Karena itu, manusia dianggap sebagai makhluk atau ciptaan Allah yang selalu kepayahan.
“Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah…” (QS. Al-Balad: 4).
“Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapatkan kebaikan ia kikir..” (QS. Al-Ma’aarij: 19-21)
لاَ يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ
“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya…” (QS. Al-Hijr: 48).
Manusia begitu kepayahan, dan wujud kepayahan itu begitu terlihat nyata dalam kehidupan, hanya semata-mata karena ia memikirkan hidup. Diawali dengan bagaimana ia tetap bertahan hidup. Lalu berkembang, bagaimana ia bisa hidup dengan lebih baik dari sekarang. lalu berlanjut lagi, bagaimana ia bisa hidup enak. Selanjutnya, bagaimana ia bisa hidup enak dan mudah. Lalu bagaimana bisa hidup lebih enak dan lebih mudah lagi. Setelah itu, bagaimana ia bisa tetap bertahan hidup enak dan mudah. Dan seterusnya. Satu obsesi, melahirkan obsesi lain. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2011 by abufahmiabdullah
Bisakah Tersenyum Saat Mati?
Betapa seringnya kita terlalu berlebihan memikirkan tentang kehidupan di dunia, hingga tak terasa kita lupa memikirkan kematian yang merupakan gerbang menuju kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang kekal nanti (akhirat). Kita selalu tersibukkan dengan pikiran-pikiran bagaimana bisa memuaskan kehidupan dunia. Meraih prestasi, menjadi terkenal, mencari kekayaan harta benda, memikirkan pasangan hidup, hingga terkadang kita menjadi terlupa bahwa ada hal yang seharusnya lebih kita pikirkan, tentang kematian yang tak pernah kita tahu kapan kan datang pada kita.
Kematian memang menjadi sebuah rahasia Ilahi yang telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia. Seringkali kita menyadari bahwa kematian pasti akan datang, namun sayangnya kesadaran tersebut tidak kita coba pahami secara mendalam. Kita terlupa bahwa bagaimana cara kita mati dan ada apa nanti setelah kematian kita adalah hal-hal yang seharusnya kita renungkan sehingga kita menjadi lebih giat untuk mencari bekal. Sebagaimana kalimat yang sangat populer terdengar di telinga kita, “hidup sekali gunakan sebaik mungkin”.
Sebuah buku yang sangat bagus dengan metode pembahasan yang cukup menarik berjudul Mati Tersenyum Esok Pagi yang ditulis oleh Ustadz Abu Umar Basyier. Dalam risalah ini penulis menyajikan pembahasan mengenai bagaimana seharusnya kita bisa memaknai sebuah kematian. Disertai kisah-kisah nyata, penulis membagi pembahasan dalam risalah ini ke dalam beberapa bab, yaitu:
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on October 22, 2011 by abufahmiabdullah
Pendalilan Habib Munzir Untuk Membolehkan Istighootsah Kepada Mayat (Seri 3)

Habib Munzir berkata :
“Kita bisa melihat kejadian Tsunami di aceh beberapa tahun yang silam, bagaimana air laut yang setinggi 30 meter dengan kecepatan 300km dan kekuatannya ratusan juta ton, mereka tak menyentuh masjid tua dan makam makam shalihin, hingga mereka yang lari ke makam shalihin selamat. Inilah bukti bahwa Istighatsah dikehendaki oleh Allah swt, karena kalau tidak lalu mengapa Allah jadikan di makam–makam shalihin itu terdapat benteng yang tak terlihat membentengi air bah itu, yang itu sebagai isyarat Illahi bahwa demikianlah Allah memuliakan tubuh yang taat pada-Nya swt, tubuh – tubuh tak bernyawa itu Allah jadikan benteng untuk mereka yang hidup.., tubuh yang tak bernyawa itu Allah jadikan sumber Rahmat dan perlindungan-Nya swt kepada mereka mereka yang berlindung dan lari ke makam mereka.
mereka yang lari berlindung pada hamba–hamba Allah yang shalih mereka selamat, mereka yang lari ke masjid–masjid tua yang bekas tempat sujudnya orang–orang shalih maka mereka selamat, mereka yang lari dengan mobilnya tidak selamat, mereka yang lari mencari tim SAR tidak selamat..
Pertanyaannya adalah : kenapa Allah jadikan makam sebagai perantara perlindungan-Nya swt?, kenapa bukan orang yang hidup?, kenapa bukan gunung?, kenapa bukan perumahan?.
Jawabannya bahwa Allah mengajari penduduk bumi ini beristighatsah pada shalihin. Walillahittaufiq” (Meniti Kesempurnaan Iman hal 7-8)) Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ), Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on October 23, 2011 by abufahmiabdullah
AMALAN-AMALAN YANG PAHALANYA BERLIPAT GANDA

Oleh: Sulaiman bin Shalih al Kharasyi
Penerjemah: Farid bin Muhammad al-Bathothy
Setiap orang muslim diantara kita tentu menginginkan berumur panjang supaya bertambah kebaikannya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau ditanya: Siapakah orang yang paling baik itu? Beliau menjawab:
“Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
Kehidupan di dunia ini merupakan tempat untuk menambah dan memperbanyak amalan-amalan yang baik agar manusia senang setelah kematian serta rela dengan apa yang ia kerjakan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan bahwa umur umatnya ini antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, mereka tidak seperti umur-umur umat sebelumnya. Akan tetapi Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menunjukkan mereka kepada perbuatan maupun ucapan yang dapat mengumpulkan pahala yang banyak dengan amalan yang sedikit lagi mudah, yang dapat menggantikan manusia dari tahun-tahun yang berlalu kalau dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya. Dan inilah yang dinamakan dengan “Al-A’maal Al-Mudha’afah” (amalan-amalan yang pahalanya berlipat ganda) yang tidak semua orang mengetahuinya.
Oleh karena itu saya hendak menyebutkan sebagian besar dari padanya pada tulisan yang singkat ini. Dengan harapan agar setiap orang diantara kita menambah umurnya (dengan amalan) yang produktif dalam kehidupan dunia ini. Agar tergolong dari orang-orang yang mengerti (untuk mengambil) selanya. (Kata pepatah): “Darimanakah bahu itu di makan”. Maka mereka memilih dari amalan-amalan tersebut mana yang paling ringan (dikerjakan) oleh jiwa dan paling besar pahalanya. Orang seperti ini bagaikan orang yang mengumpulkan permata-permata yang berharga dari dasar laut sementara manusia yang lain (hanya) mendapatkan ombaknya saja. Read more »
Filed under: Akhlaq, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on November 25, 2011 by abufahmiabdullah
Cara Mudah Memahami Asma’ was Sifat

Oleh Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary
Sebelumnya, saya ucapkan ‘syahr mubarak’ atas masuknya bulan Ramadhan 1431 H, semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan shiyam dan qiyam di dalamnya, dan menjadikan kita insan-insan yang bertakwa… aamin.
Amma ba’du… Pembahasan tentang asma’ was sifat memang menimbulkan polemik sejak dahulu. Polemik ini muncul akibat kekeliruan sebagian pihak dalam memahaminya. Ada golongan yang menolak asma’ was sifat sebagai bagian dari tauhid, dan mengatakan bahwa pembagian tauhid menjadi 3 (rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ was sifat) adalah bid’ah-nya orang-orang ‘wahhabi’… Mereka mengatakan bahwa pembagian tersebut tidak ada dalilnya sama sekali. Kepada mereka kita pantas bertanya: Dalil apakah yang kalian maksudkan? Kalau dalil berupa ayat atau hadits atau ijma’ yang bunyinya: “Tauhid terbagi menjadi tiga: uluhiyyah, rububiyyah dan asma’ was sifat”, ya MEMANG TIDAK ADA… sebagaimana tidak adanya dalil (ayat, hadits, atau ijma’) yang mengatakan bahwa Syarat sahnya shalat ada enam umpamanya, yaitu: Islam, mumayyiz, thaharah, masuk waktu, niat, dan menghadap kiblat… atau syarat wajib zakat ada dua, yaitu nisab dan haul… atau syarat haji ada sekian, dst… demikian pula rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, dan sunnah-sunnahnya yang banyak kita jumpai dalam kitab-kitab fikih… Akan tetapi anehnya mereka yg menolak pembagian tauhid menjadi tiga tidak pernah menolak hal-hal yg tersebut di atas… padahal semuanya sama-sama tidak punya dalil yg bunyinya: “Syarat sahnya shalat terbagi menjadi bla-bla-bla…” dst. ANEH… padahal mereka semestinya konsekuen dong… kalau pembagian tauhid menjadi tiga mereka tolak krn dianggap tidak ada dalilnya, maka pembagian yg berkenaan dgn syarat ibadah, atau rukun2nya juga harus mereka tolak. Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on November 2, 2011 by abufahmiabdullah
Cara Menghadapi Celaan atau Fitnah

Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan bagian dari saling menasehati di antara kaum muslimin. Saling menasehati dengan menggunakan bahasa yang baik dan lemah lembut. Namun ada pula manusia bertempramen kuat sehingga kata-kata yang keluar darinya bernada tinggi, kasar, ataupun mencela. Atau bahkan memfitnah.
Demikian pula, kita harus melihat orang yang mencela dan memfitnah kita. Apabila ia benar dan memang untuk menasehati kita maka kita tidak perlu marah. Karena dia telah menunjukkan aib kita dan mengingkatkan kita dari kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Seandainya itu berbohong kepada kita dan mengada-ada terhadap kesalahan tersebut dan mencelanya, maka kita harus memikirkan tiga perkara: Read more »
Filed under: Akhlaq, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on November 3, 2011 by abufahmiabdullah
Memilih-Milih Guru/Ustadz dalam Menuntut Ilmu

Oleh : al akh al fadhil Abu Al-Jauzaa’
Tanya: Ada sebagian orang yang yang mengatakan bahwa kita tidak boleh memilih-milih guru atau ustadz dalam menuntut ilmu agama karena (katanya) jika kita punya sikap memilih-milih menunjukkan bahwa kita termasuk orang yang sombong. Namun sebagian lain mengatakan bahwa kita tidak boleh sembarangan memilih guru/ustadz dalam hal itu. Bagaimana sebenarnya kedudukan permasalahan ini ?
Jawab : Ilmu agama (ilmu syar’i) adalah adalah sarana dalam memperoleh keselamatan dan kemenangan dunia – akhirat. Allah ta’ala telah berfirman :
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا
”Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” [QS. Al-Fath : 28]. Read more »
Filed under: Akhlaq, Ilmu, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on November 3, 2011 by abufahmiabdullah
“Bagaimana Memilih Guru”

Para salaf sangat memperhatikan dalam hal kepada siapa mereka mengambil ilmu. Mereka melihat keadaan amalan sunnah yang dia tegakkan dan akhlaq mereka dalam pergaulan harian. Para salaf banyak meninggalkan orang yang dianggap berilmu karena dia tidak menjaga lisannya, cara sholatnya yang tidak sesuai sunnah dan perkara-perkara yang lainnya. Maka hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak hanya melihat orang karena keilmuannya tapi juga karena akhlaq dan amalan sunnah yang dia tegakkan. Bagaimana kita akan mengambil ilmu dari orang yang berakhlaq buruk?!. Demikian ringkasan materi yang disampaikan Ust Abdulloh Taslim MA, direkam di Studio Radio Suaraquran Solo 10 April 2010.
Silahkan Antum Download Di Bawah Ini
Memilih Guru Ust Abdulloh Taslim MA
Sumber : http://suaraquran.com/download-kajian-bagaimana-para-salaf-memilih-guru-ust-abdullloh-taslim-ma/
Filed under: Akhlaq, Kajian Audio | Leave a Comment »
Posted on November 3, 2011 by abufahmiabdullah
Pilih-pilih “Guru Ngaji”

Malik bin Anas mengatakan,
لا يؤخذ العلم عن أربعة ، سفيه معلن السفه وصاحب هوى يدعو الناس إليه ، ورجل معروف بالكذب في أحاديث الناس وإن كان لا يكذب على رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ورجل له فضل وصلاح لا يعرف ما يحدث به
“Ilmu agama tidak boleh diambil dari empat jenis manusia. Pertama, orang bodoh yang jelas kebodohannya. Kedua, pengikut hawa nafsu (baca:ahli bid’ah) yang mendakwahkan kebid’ahannya. Ketiga, seorang yang diketahui suka berdusta dalam pembicaraan keseharian dengan sesama manusia meski belum pernah terbukti membuat hadits palsu. Keempat, orang yang shalih dan bagus agamanya namun dia tidak mengetahui apa yang dia sampaikan” (Jami’ Bayan al Ilmi karya Ibnu Abdil Barr, 3/35, Maktabah Syamilah). Read more »
Filed under: Akhlaq, Ilmu | Leave a Comment »
Posted on November 9, 2011 by abufahmiabdullah
Anugerah-Nya yang Terabaikan
Orang yang akan melakukan perjalanan jauh pasti akan menyiapkan perbekalan yang cukup. Lihatlah misalnya orang yang hendak menunaikan ibadah haji. Terkadang ia mengumpulkan harta dan perbekalan sekian tahun lamanya. Padahal itu berlangsung sebentar, hanya beberapa hari saja. Maka mengapa untuk suatu perjalanan yang tidak pernah ada akhirnya –yakni perjalanan akhirat- kita tidak berbekal diri dengan ketaatan ?!
Padahal kita yakin bahwa kehidupan dunia hanyalah bagaikan tempat penyeberangan untuk sampai kehidupan yang kekal nan abadi yaitu kehidupan akhirat. Di mana manusia terbagi menjadi: ashabul jannah (penghuni surga) dan ashabul jahim (penghuni neraka).
Itulah hakikat perjalananmanusiaa di dunia ini. Maka sudah semestinya kita mengisi waktu dna sisa umur yang ada dengan berbekal amal kebaikan untuk menghadapi kehidupan yang panjang. Allah berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Hasyr’: 18) Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on November 17, 2011 by abufahmiabdullah
Berbagi Sedikit Oleh-Oleh Daurah Syar’iyyah ke 12 Masyayikh Yordania di Trawas Juli 2011; Kisah Taubatnya Kelompok Takfir Setelah Berdialog dengan Syaikh Al-Albani rahimahullah

Oleh : Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami
Pada hari keempat, yaitu hari Rabu 4 Sya’ban 1432 H / 6 Juli 2011 M Daurah Syar’iyyah ke 12 yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya bekerjasama dengan Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania mulai tanggal 1-7 Sya’ban 1432 H / 3-9 Juli 2011 M bertempat di Blessing Hills Trawas Mojokerto Jawa Timur, sebagaimana biasa setiap malam Daurah selalu ditutup dengan Liqo’ Maftuh atau pertemuan terbuka antara Masyayikh dengan peserta Daurah untuk musyawarah dan berbagi cerita serta pengalaman, juga membahas semua permasalahan yang berkaitan dengan dakwah dan ilmu.
Pada malam itu Liqo’ Maftuh dipimpin oleh Fadhilatusy Syaikh Prof. DR. Basim bin Faishol Al-Jawabiroh hafidhahullah dengan dipandu oleh panitia yang diwakili oleh Mudir Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya, Al-Ustadz Abdur Rahman At-Tamimi hafidhahullah.
Fadhilatusy Syaikh Prof. DR. Basim bin Faishol Al-Jawabiroh hafidhahullah diminta oleh Al-Ustadz Abdur Rahman At-Tamimi hafidhahullah untuk menceritakan pengalamannya semasa muda bersama Muhaddits Al-’Ashr [Ahli Hadits Abad Ini] Al-Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah yaitu kisah yang penuh dengan pelajaran di dalamnya tentang taubatnya kelompok takfir setelah beberapa kali dialog dengan Syaikh Al-Albani rahimahullah. Read more »
Filed under: Manhaj, Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on November 17, 2011 by abufahmiabdullah
Aku Bukan Siapa-Siapa.. [Tafakkur dan Merenung Sejenak]

Di tengah hamparan lautan yang luas dan dalam aku merenung..
Kiri, kanan, depan dan belakang semuanya lautan..
Melihat ke atas yang tampak hanya langit yang tak terjangkau besarnya beserta awan, matahari pada waktu siang, bulan dan bintang-bintang pada waktu malam..
Melihat ke bawah yang tampak hanyalah lautan yang kedalamannya mencapai seribu seratus meter, satu kilo meter lebih?!..
Subhaanallooh…
Apalah artinya aku?..
Alam semesta yang demikian besar dan dahsyat menjadikan aku merasa benar-benar tidak ada apa-apanya dan bukan siapa-siapa..
Ketika aku dilahirkan oleh Ibuku, aku tidak memiliki apa-apa..
Ketika mati nanti, aku juga tidak akan membawa apa-apa selain amal perbuatanku..
Sungguh dunia ini benar-benar permainan dan sendagurau saja, sandiwara saja, dan tidak lebih dari itu..
Betapa banyak kita lalai, lupa dan menyombongkan ilmu, harta atau apa saja yang kita miliki..
Kematian menjadikan kita baru tersadar dan menyesal karena sandiwara telah berakhir, akan tetapi sadar dan penyesalan yang sudah tidak ada gunanya lagi..
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada guna.. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on November 17, 2011 by abufahmiabdullah
Fenomena Jasad Utuh Setelah Bertahun-Tahun Meninggal

Oleh : Al akh al fadhil Abu Al-Jauzaa’
Al-Imaam An-Nasaa’iy rahimahullah berkata :
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْجُعْفِيُّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَام، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ “، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ أَيْ يَقُولُونَ قَدْ بَلِيتَ؟ قَالَ: ” إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلَام “
Telah mengkhabarkan kepada kami Ishaaq bin Manshuur[1], ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Husain Al-Ju’fiy[2], dari ‘Abdurrahmaan bin Yaziid bin Jaabir[3], dari Abul-Asy’ats Ash-Shan’aaniy[4], dari Aus bin Aus[5], dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya seutama-utama hari adalah hari Jum’at. Pada hari itu Aadam ‘alaihis-salaam diciptakan, padanya ia diwafatkan, padanya ditiup sangkakala (kiamat), dan padanya diwafatkan seluruh makhluk. Maka, perbanyaklah oleh kalian ucapan shalawat, karena ucapan shalawat kalian itu akan disampaikan kepadaku”. Para shahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami disampaikan kepadamu, padahal engkau telah lenyap atau hancur ?”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi ‘alaihim as-salaam” [Al-Mujtabaa, no. 1374].
Diriwayatkan oleh beberapa imam hadits dari jalan-jalan yang semuanya berasal dari Husain bin ‘Aliy Al-Ju’fiy, dari ‘Abdurrahmaan bin Yaziid bin Jaabir, dari Abul-Asy’ats Ash-Shan’aniy, dari Aus bin Aus secara marfuu’.
Beberapa huffaadh men-ta’liil riwayat ini dengan alasan bahwa ‘Abdurrahmaan dalam sanad itu bukanlah Ibnu Yaziid bin Jaabir, akan tetapi Ibnu Yaziid bin Tamiim, seorang yang dla’iif. Ibnu Rajab rahimahullah yang berkata :
Filed under: Aqidah, Tsaqofah | Leave a Comment »
Posted on November 18, 2011 by abufahmiabdullah
Mengapa Memilih Syaikh Al-Albani?

Syaikh Muhammad ‘Ied Abbaasi
A. Mengapa Kami lebih memilih menimba ilmu dari syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albaany daripada lainnya?
Perkataan Syaikh Muhammad ‘Ied Abbaasi
Mungkin ada yang berkata: Kalian hanya terpaku pada Syaikh Al Albaani semata, kalian tidak menimba ilmu dari ulama lainnya dan tidak mempercayai yang lainnya. Padahal masih banyak ulama lain. Bukankah itu menunjukkan sikap fanatik kalian terhadapnya?
Jawaban terhadap pertanyaan ini:
Banyak sekali alasan mengapa kami lebih memilih menimba ilmu dari Syaikh Al Albaani dan mendalami ilmu agama dari beliau. Alasan yang paling kuat adalah: Kami yakin seorang muslim muqallid muttabi’ harus mengambil ajaran agama dari seorang alim mujtahid. Ia tidak boleh taklid kepada muqallid seperti dirinya. Al Buuthi mengakui sendiri hal ini dalam kitabnya berjudul Laa Mazhabiyah halaman 56, seperti yang ia nukil dari perkataan Ibnu Qayyim al jauziyyah: Read more »
Filed under: Manhaj, Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on November 20, 2011 by abufahmiabdullah
Habib Munzir Mencela Imam Masjidil Haram Syaikh Dr. Abdurrahman as-Sudais !!!!
Sebelum saya memaparkan celaan-celaan Habib Munzir ada baiknya kita kembali mengingat akan bahaya lisan…
Allah berfirman :
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. (QS : Qoof : 18)
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)
Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS An-Nuur : 24)
وعن أبي موسى – رضي الله عنه – قال: قلت يا رسول الله أي الإسلام أفضل؟ قال: “من سَلِمَ المسلمون من لسانه ويده”.
Dari Abu Muusa radhiallahu ‘anhu berkata : “Aku berkata, Wahai Rasulullah, islam mana yang paling mulia?”. Nabi berkata : “Yaitu orang yang kaum muslimin selamat dari (kejahatan) lisannya dan tangannya” (HR Al-Bukhari no 11 dan Muslim no 42)
عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: سُئِل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عن أكثر ما يدخل الناس الجنة؟ قال: “تقوى الله، وحسن الخلق”. وسئل عن أكثر ما يدخل الناس النار؟ قال: “الأجوفان: الفم، والفرج”.
Dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukan manusia ke dalam surga?. Rasulullah berkata, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik”. Dan Rasulullah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?, maka beliau berkata, “Dua lubang, mulut dan kemaluan” (HR Ahmad no 9097, Ibnu Majah no 4246, Ibnu Hibbaan no 476 dengan sanad yang hasan) Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on November 20, 2011 by abufahmiabdullah
ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA’AH
(Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil)

PENIPUAN TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA
Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama’ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyatakan bahwa orang yang Islamnya tidak bersanad (tidak mangkul) maka islamnya diragukan.
Ternyata… Nur Hasan Ubaidah ini mengaku-ngaku telah mengambil sanad dari kota Mekah negerinya kaum Wahabi. Jadi rupanya Nur Hasan Ubaidah ini mengambil sanad dari kaum wahabi !!???. Akan tetapi anehnya tidak seorangpun ulama di Kerajaan Arab Saudi yang berpemikiran ngawur seperti Nur Hasan Ubaidah ini.
Hingga sekarang Islam Jama’ah masih berusaha mengirim murid-muridnya ke Ma’had al-Harom di Mekah untuk berusaha menyambung sanad (karena konon isnad yang dibawa oleh Nur Hasan Ubaidah telah hilang atau kurang lengkap). Lagi-lagi Islam Jama’ah menguber-nguber sanad dari kaum Wahabi.
Berkembanglah pemikiran sesat sekte Islam Jama’ah ini di tanah air yang dibangun di atas kedustaaan besar-besaran dan penipuan besar-besaran terhadap kaum muslimin di Indonesia, bahwasanya siapa saja yang Islamnya tidak bersanad maka diragukan keabsahannya.
Anehnya… yang mau menerima doktrin Nur Hasan Ubaidah ini hanyalah sebagian masyarakat muslim Indonesia. Kalau seandainya doktrin dan propaganda Nur Hasan Ubaidah ini dilontarkan di Negara-negara Arab maka tentunya Nur Hasan Ubaidah ini akan dianggap sebagai badut pemain sirkus yang pintar melawak !!!! Read more »
Filed under: Aqidah, Radd ( Bantahan ) | Leave a Comment »
Posted on November 23, 2011 by abufahmiabdullah
Audio Kajian : Sungguh Merugi Siapa yang Mendapati Orang Tuanya Masih Hidup Tapi Tidak Meraih Surga

Sungguh Merugi Siapa yang Mendapati Orang Tuanya Masih Hidup Tapi Tidak Meraih Surga
Penulis : Ghalib bin Sulaiman al-Harbi
Deskripsi : viii + 94 hal. (K)
Kajian ini diadakan di Masjid Nurul Hidayah, Perum Reni Jaya, pada tanggal 30 Mei 2010 pada pukul 15.30 sampai 17.45 WIB. Kajian ini dibawakan oleh al Ustadz Subhan Bawazier.
Deskripsi singkat dari buku ini : Dalam Islam terdapat karakteristik nilai keluhuran yang tidak dimiliki oleh agama manapun. Ini menempatkan Islam pada derajat yang tinggi. Berbakti kepada orang tua misalnya, semua agama menganjurkannya, tapi tidak seintens Islam. Islam mengajarkan anak agar berbakti kepada kedua orang tua dalam ruang yang paling luas; pada saat hidup dan setelah meninggal dunia, membayar hutang kedua orang tua, berdoa untuk keduanya, melaksanakan wasiat dan bersedekah untuk keduanya adalah kunci pokok bakti seorang anak. Di samping itu, Islam juga membahas adab berbakti dan buahnya. Secara global, berbakti kepada orang tua meliputi berbuat baik, tidak menghardik, memberikan nafkah, dan mendahulukan bakti kepada mereka daripada sikap baik kepada orang lain, serta tidak durhaka kepada keduanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sungguh merugi orang yang mendapati ibu bapaknya (masih hidup) di usia tua, namun dia tidak mampu meraih surga (dengan berbakti kepada keduanya). Bahkan berbakti itu menempati kedudukan yang tinggi di sisi Allah melebihi jihad fi sabilillah. Mari kita daki puncak keutamaan sebagai Muslim dengan bakti itu.
Didalam kajian ini ustadz hanya membahas bab pertama dan kelima dari kitab kecil ini, tapi masya Alloh dengan pembahasan ini sudah mencakup keseluruhan dari isi buku ini. Ustadz juga menerangkan tentang adabadab seorang anak ketika mendapati kedua orangtuanya sudah meninggal.
Silahkan dengarkan kajian yang ISTIMEWA ini, semoga bermanfaat untuk diri ana, dan antum sekalian agar kita dapat meraih ridho Alloh melalui ridho orang tua kita.
PEMBAHASAN KUTAIB
size : 17 MBs
type : MP3
=================
TANYA JAWAB
size : 5,26 MBs
type MP3
:: Silahkan disebarluaskan untuk memperluas ilmu kita dalam mendalami islam sesuai dengan alqur’an dan sunnah dengan pemahaman para shahabat ridwaanulloh ‘alaihim jamii’an. ::
Dipublikasi ulang dari : http://portal-abuyazid.blogspot.com/2010/05/kajian-sungguh-merugi-siapa-yang.html
Filed under: Birrul walidain, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on November 23, 2011 by abufahmiabdullah
Ibu, Sungguh Begitu Mulia Peranmu

Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.
Allah Ta’ala berfirman,
{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا}
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS an-Nisaa’:124).
Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,
{مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS an-Nahl:97)[1]. Read more »
Filed under: Birrul walidain | Leave a Comment »
Posted on November 23, 2011 by abufahmiabdullah
Akibat Seorang Anak Memperlakukan Ibu Sebagai Pembantu

Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa kepada Allah ta’ala agar memperbaiki belahan hatinya dan memberikan hidayah kepada hatinya.
Pada suatu hari dia menemui ibunya dengan raut wajah kejahatan yang terlihat dari kedua matanya. Dia berteriak-teriak di wajah ibunya, “Apakah ibu belum menyiapkan makanan juga?” Dengan segera ibunya mempersiapkan dan menghidangkan makanan untuknya. Akan tetapi tatkala dia melihat makanan yang tidak dia suka, maka dia melemparnya ke tanah. Read more »
Filed under: Birrul walidain | Leave a Comment »
Posted on November 26, 2011 by abufahmiabdullah
Nasehat HABIB-HABIB WAHABI kepada HABIB-HABIB SUFI+ SYI’AH

Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang merupakan cucu dan keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadi keturunan orang yang paling mulia yang pernah ada di atas muka bumi.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita untuk memperhatikan para Ahlul Bait. Kita sebagai seorang ahlus sunnah, bahkan sebagai seorang muslim harus menghormati keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika keturunan Nabi tersebut adalah orang yang bertakwa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وأهلُ بَيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي
“Dan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti (keluargaku), aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti keluargaku” (HR Muslim no 2408) Read more »
Filed under: Aqidah, Nasehat, Tasawuf | 1 Comment »
Posted on December 4, 2011 by abufahmiabdullah
Jihad Melawan Syi’ah di Dammaj-Yaman

حـــــي على الجهــــاد
نداء من العلامة الشيخ يحيى بن علي الحجوري -حفظه الله-
بالجهاد في سبيل الله
Hayya ‘alal Jihad (Ayo Berjihad)
Seruan Syaikh al-‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuri -hafizhahullah- untuk berjihad fi sabilillah
الحمد لله نحمده ونستعينه وأشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد …..
يقول الله عز وجل (وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ) هذا وعدٌ من ربنا سبحانه وتعالى أنه يعلي كلمته وأنه ينصر دينه وهو القائل ( وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ ) والقائل سبحانه وتعالى (يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أعْمَالَهُمْ )
Alhamdulillah, kami haturkan pujian seraya memohon pertolongan kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, semoga shalawat dan salam tercurah atasnya, dan seluruh ahli baitnya. amma ba’du…
Allah ‘Azza wa jalla berfirman (yg artinya): “Janganlah kalian merasa lemah dan sedih, sebab kalianlah yang lebih tinggi jika kalian benar-benar beriman”. Inilah janji dari Allah ta’ala bahwa Dia akan meninggikan kalimah-Nya dan menolong dien-Nya. Dia pula yang berfirman: “Sungguh, Allah benar-benar akan menolong siapa saja yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah maha kuat dan perkasa”. Allah juga berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong Allah, maka Allah akan menolong kalian dan memantapkan kaki kalian. Semoga kecelakaan menimpa orang-orang kafir itu, dan semoga Allah menghapus pahala amal mereka. Hal itu karena mereka membenci apa yang Allah turunkan, maka batallah amal mereka” Read more »
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 4, 2011 by abufahmiabdullah
Support untuk Jihad di Dammaj Yaman

Syaikh Dr. Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan hafizhohullah dalam durus (kajian) Mukhtashor Zaadil Ma’ad yang membahas Perang Tabuk [1], dalam sesi tanya jawab, beliau diajukan soal:
Wahai Syaikh, apa nasehatmu bagi saudara-saudara kita Ahlus Sunnah di Yaman yang saat ini sedang berperang melawan (Syi’ah) Al Hutsiyyin?
Syaikh Al ‘Allamah Sholeh Al Fauzan hafizhohullah menjawab:
Hendaklah mereka menyandarkan diri (tawakkal) pada Allah, perbanyaklah do’a, pertahankanlah jiwa, keturunan dan harta mereka sesuai kemampuan mereka. Na’am.
Perlu diperhatikan bahwa musibah yang menimbah di Yaman saat ini karena sebab ketergelinciran dan perpecahan mereka. Seandainya mereka bersatu di bawah satu bendera, tentu tidak ada seseorang pun yang bisa mengganggu mereka. Akan tetapi ketika mereka berpecah belah, akhirnya mereka punya ambisi-ambisi tersendiri. Dari ambisi semacam ini terjadilah apa yang terjadi. Na’am. Read more »
Filed under: Aqidah, Jihad, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 4, 2011 by abufahmiabdullah
Fatwa Syaikh Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad tentang Jihad di Dammaj, Yaman

Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (thalib asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) thd Syaikhuna Al Abbad:
قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاء الموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجده عن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار-؟
Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah- pada hari Selasa siang, tggl 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?
فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب
Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka (ikhwan kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru. Read more »
Filed under: Jihad, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 4, 2011 by abufahmiabdullah
Biografi Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’iy rohimahullah
Perhatian Syaikh Muqbil Pada Murid-Muridnya

Berikut kita akan mengambil beberapa pelajaran akhlaq dari ulama abad ini. Beliau adalah ulama hadits terkemuka. Nama beliau adalah Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy, seorang ulama hadits dari negeri Yaman. Kisah-kisah beliau ini kami sarikan dari biografi Syaikh Muqbil rahimahullah yang ditulis oleh Syaikh Yahya Al Hajuri hafizhohullah (salah seorang murid senior Syaikh Muqbil).[1]
Imam Abu Hanifah rahimahullah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Beliau rahimahullah mengatakan,
الْحِكَايَاتُ عَنْ الْعُلَمَاءِ وَمُجَالَسَتِهِمْ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الْفِقْهِ لِأَنَّهَا آدَابُ الْقَوْمِ وَأَخْلَاقُهُمْ
“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.”[2]
Syaikh Muqbil Sangat Perhatian dengan Penuntut Ilmu
Syaikh Muqbil rahimahullah adalah orang yang sangat perhatian pada para penuntut ilmu. Syaikh begitu sedih dan menaruh kasihan jika beliau mengetahui bahwa muridnya memiliki hajat terhadap sesuatu tetapi mereka tidak mendapatkannya. Syaikh rahimahullah pernah berkata pada sebagian majelis beliau, “Kesulitan yang paling besar yang dihadapkan padaku yang lebih besar dari menghadapi ahlul bid’ah dan mengurus tulisan adalah menghadapi berbagai kebutuhan para penuntut ilmu.” Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on December 4, 2011 by abufahmiabdullah
Awas Syi’ah Mengancam Kita!
Mayoritas kaum muslimin menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Kesulitan ini terpulang kepada banyak hal. Di antaranya karena kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah menurut mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas. Tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana ia berkembang, tidak melihat bagaimana masa lalunya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari. Berangkat dari sini, sangat banyak di antara kaum muslimin yang meyakini Syi’ah tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.
Ia tidak memandang bahwa perbedaan antara Sunnah dan Syi’ah bukan pada masalah furu’ (parsial) saja, akan tetapi banyak juga menyinggung masalah ushul (fundamental).
Hal lain yang menyulitkan untuk menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah; bahwa mayoritas kaum muslimin tidak bersikap realistis dan praktis. Mereka sekedar berangan-angan dan berharap tanpa mengkaji…
Dengan bahasa yang sok logis, sebagian kaum muslimin mengatakan: “Lho, mengapa harus terjadi perselisihan? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang Syi’i dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?” Read more »
Filed under: Aqidah, Firqoh | Leave a Comment »
Posted on December 12, 2011 by abufahmiabdullah
KABUT RINDU YANG TERSULAM

Risalah ini di ambil dari kajian Radio Rodja, 756 AM Yang disampaikan oleh Ustadz. Abuz Zubair.Al-Hawaary.Lc {hafidzohullahu-ta’alla}
Bismillaah…
Tulisan ini ditujukan khusus kepada orang tua,para ayah khususnya dan kaum muslimin /muslimat umumnya.
Sebuah risalah yang mewakili suara hati anak ,entah apa namanya silahkan kaum muslimin menamainya,
mungkin ini sebuah nasehat,pengaduan,keluh kesah dari anak-anak kaum muslimin jaman sekarang
Sebuah nasehat,sebuah keluh kesah,suara hati anak-anak di jaman sekarang yang penuh kegelapan syahwat dan syubhat,
Semoga…keluh kesah,aduan,dan ungkapan hati para anak di dengar oleh para ayah dan para calon-calon ayah ,
karena bagaimanapun,anak-anak kita yang kecil hari ini adalah pria-pria nanti,yang akan menggantikan kita. Read more »
Filed under: Pendidikan Anak, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 15, 2011 by abufahmiabdullah
HARUSKAH MEMBENCI IBNU TAIMIYYAH?? (Padahal Ibnu Hajar Al-Asqolaani dan para ulama syafi’iyah terkmuka lainnya telah memuji Ibnu Taimiyyah dengan pujian setinggi langit)
Terlalu banyak tuduhan-tuduhan dusta ditujukan kepada Ibnu Taimiyyah untuk memudarkan cahaya kebaikan beliau rahimahullah. Kedustaan-kedustaan ini sebagian besarnya telah dibantah dalam sebuah disertasi untuk meraih gelar doktoral yang berjudul دَعَاوَى الْمُنَاوِئِيْنَ لِشَيْخِ الإِسْلاَمِ ابْنِ تَيْمِيَّةَ (Tuduhan-Tuduhan Musuh-Musuh Ibnu Taimiyyah) yang ditulis oleh As-Syaikh Abdullah bin Sholeh bin Abdul Aziiz al-Gushn. (silahkan di download di http://waqfeya.net/book.php?bid=1876). Bahkan yang lebih sadis dari sekedar-sekedar tuduhan dusta, ternyata ada sebagian orang yang menggabungkan antara tuduhan dusta dan sekaligus mengkafirkan Ibnu Taimiyyah. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Abu Salafy yang telah menuduh Ibnu Taimiyyah dengan tuduhan palsu sekaligus menuduh Ibnu Taimiyyah sebagai gembong kaum munafik (lihat kembali http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/117-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-3-qtuduhan-ustadz-abu-salafy-bahwasanya-ibnu-taimiyyah-mencela-ali-dan-umarq). Disinyalir Abu Salafy dialah si Idahram yang juga tukang dusta. Ternyata gaya-gaya Abu Salafy ini hanyalah mengikuti gurunya Habib Hasan Saqqoof yang juga telah menuduh dengan tuduhan-tuduhan dusta serta mengkafirkan Ibnu Taimiyyah. Hal ini telah ditegaskan oleh Habib Wahabi Alawi bin Abdil Qodir As-Saqoof, beliau berkata : “Dahulu saya pernah membaca beberapa buku karya Hassaan bin Ali As-Saqqoof, akan tetapi seingatku saya tidak pernah selesai membaca satu bukupun dari buku-buku tersebut karena saya terasa muak dan merinding tatkala melihat celaan, ejekan, hinaan, dan makiannya terhadap para imam Ahlus Sunnah. Kemudian terakhir-terakhir ini tatkala saya mendengar suatu tayangan di channel Mustaqillah dimana dia telah mengkafirkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah maka sayapun turut berpartisipasi untuk membantahnya…” (‘Abats Ahil Ahwaa’ bi Turoots al-Ummah hal 5-6, silahkan download di http://waqfeya.net/book.php?bid=5414) Read more »
Filed under: Ulama Sunnah | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2011 by abufahmiabdullah
Untuknya Kukirim Al-Fatihah..!!!
Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Pada suatu acara, seorang tokoh dengan serius mengatakan: “Sebelum acara ini kita mulai, marilah kita membukanya dengan bacaan al-Fatihah..” Serempak, para hadirin pun tunduk dan khusyuk membacanya bersama-sama.
Di penghujung acara, seorang tokoh diminta menutup acara dengan doa, maka dia pun menghadiahkan doanya untuk para wali yang telah meninggal dunia, lalu mengatakan:
“Al-Fatihah ala hadhroti syaikhina wa waliyyina..”
Kasus-kasus serupa mungkin sering kita jumpai dimasyarakat. Namun, pernahkah kita berfikir bahwa semua itu adalah tata cara beragama yang tidak ada contohnya dan diingkari oleh para ulama?! Marilah kita kaji bersama masalah ini dengan lapang dada. Read more »
Filed under: Aqidah, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Tuntunan Menghadapi Orang Yang Kita Cintai Meninggal Dunia (Ustadz Zainal Abidin, Lc) (Tangerang, 04 Desember 2011)
Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian bersama Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc yang diselenggarakan di Masjid Abu Bakar Ash siddiq, Cileduk pada hari Ahad, 4 Desember 2011.
Tema yang disampaikan ” Tuntunan Menghadapi Orang Yang Kita Cintai Meninggal Dunia “ merujuk pada buku Sunnah-Sunnah Setelah Kematian karya beliau, didalam kajian ini Ustadz Zainal sedikit bercerita tentang sejarah Wali Songo.
Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin, silahkan download kajiannya pada link berikut:
Atau download dalam format mp3.zip Disini
~ Forum Ilmiah Studi Islam STAN Jakarta ~
Dipublikasi ulang dari : http://moslemsunnah.wordpress.com
Filed under: Aqidah, Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 18, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Jangan Jadikan Kuburan Sebagai Masjid (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as Sidawi) (Solo, 04 Desember 2011)

Dari Jundub bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu berkata: “Aku mendengar bahwa lima hari sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللهِ أَنْ يَكُوْنَ لِي مِنْكُمْ خَلِيْلٌ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اتَّخَذَنِي خَلِيْلاً، كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلاً، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيْلاً لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيْلاً، أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.
‘Sungguh aku menyatakan kesetiaanku kepada Allah dengan menolak bahwa aku mempunyai seorang khalil (kekasih mulia) di antara kamu, karena sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil, seandainya aku menjadikan seorang khalil dari umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. Muslim (no. 532 (23)) bab: An-Nahyu ‘an Binaa-il Masaajid ‘alal Qubuuri wa Ittikhadzis Shuwari fiiha wan Nahyu ‘an Ittikhadzil Qubuuri Masaajid (Larangan Membangun Masjid di Atas Kuburan dan Larangan Membuat Patung-Patung serta Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
اَللَّهُمَ لاَ تّجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنَا، لَعَنَ اللَّهُ قَوْمًا اِتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
“Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan kuburanku sebagai berhala (yang disembah). Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai temp ibadah” (HR. Ahmad (II/246), al-Humaidi dalam Musnadnya (no.1025) dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’. Syaikh Ahmad Muhammad Syakir berkata, “Sanadnya shahih”, Musnad Ahmad (VII/173 no. 73520. Diriwayatkan juga oleh Imam Malik (I/156 no. 85), dari ‘Atha’ bin Yasar secara marfu’. Hadits ini mursal shahih. Lihat Tahdziirus Saajid (hal.25-26)
Simak pembahasan seputar Hadits yang melarang menjadikan kuburan sebagai masjid, makna kalimah menjadikan kuburan sebagai masjid, syubhat seputar maslah ini dan Hikmah dibalik larangan ini. Diambilkan dari kitab Tahdzirussajid Min at Tikhodzil Qubur Masajid karya Syaikh Muhammad Nashiruddin bin Nuh rahimahullah, semoga bermanfaat

~ Radio Qur’an 94,4 FM ~
Dipublikasi ulang dari :http://moslemsunnah.wordpress.com
Filed under: Aqidah, Kajian Audio, Tauhid | Leave a Comment »
Posted on December 19, 2011 by abufahmiabdullah
Download Audio: Syarah Hadits Perpecahan Umat (Ust Abu Ubaidah Yusuf as Sidawi) (Semarang, 04 Desember 2011)

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأَمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Qs. Huud 118-119)
Hadits dari ‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu
افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة فواحدة في الجنة وسبعين في النار, وافترقت النصارى على ثنيتين وسبعين فرقة فإحدى وسبعين في النار و واحدة في الجنة والذي نفس محمد بيده لتفترقن أمتي على ثلاث وسبعين فرقة واحدة في الجنة وسبعين في النار, قيل يا رسول الله من هم؟ قال: هم الجماعة
“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di Surga dan tujuh puluh golongan di Neraka. Dan telah terpecah belah umat Nashrani menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di Neraka dan satu golongan di Surga. Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, benar-benar akan terpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu di Surga dan tujuh puluh dua golongan di Neraka”. Sahabat bertanya:’Siapakah mereka ya Rasulullah?’. Sabdanya:”Mereka adalah Al-Jama’ah” (HR. Ibn Majah; At-Thabari dalam Al-Kabir 18/70; Al-Lalaka’I dalam Syarh I’tiqod Ahlus Sunnah Wal Jama’ah 1/101; Al-Hakim dalam Mustadrak 1/47). Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadis ini shahih dalam shahih Ibnu Majah II:36 nomor 3226 cetakan Maktabut Tarbiyah Al’Arabiy Li Duwalil Khalij, cet: III, tahun 1408 H.
Selengkapnya silahkan simak kajian berikut yang dilaksanakan di Masjid Nurussunnah Tembalang Semarang, semoga bermanfaat.

~ Radio Suara Qur’an 94,4 FM ~
Dipublikasi ulang dari : http://moslemsunnah.wordpress.com
Filed under: Aqidah, Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 21, 2011 by abufahmiabdullah
Sekedar untuk refreshing dengan kisah cerita ringan yang ditulis oleh seseorang yang menarik untuk diketahui di “kompasiana” pada rubrik cerpen, semoga bermanfa’at
Orang Salafy yang Aneh !

Bang admin mohon maaf, saya tahu rubrik agama sudah diceraikan dari Kompasiana, sedikit menyinggung tapi ini bukan tulisan tentang agama koq. Saya membahas masalah humaniora secara personal. (Ngeles dengan cerdas.. hehehe).
Setelah kemarin saya membahas tentang menyebalkannya kejeniusan seorang teman, sekarang saya akan membahas keanehan seorang teman dengan embel-embel As-Salafy di belakangnya. Teman aneh saya ini bernama Amin Mustangin. Sekarang berjuluk Amin Mustangin As-Salafy. Walau saya post di Fiksiana, ini nyata saudara-saudara.. Check saja profilnya di google nama tersebut.:-P
Saya berteman dengan dia, si Aneh ini, sejak kami SMP. Dulu dia gagap, kumal, baju-bajunya tidak pernah kenalan dengan mahluk yang namanya setrika, Pokoknya sangat tidak gaul deh, suka jadi bahan ledekan teman-teman karena gagapnya itu.
Sekarangpun demikian. Hanya saja stylenya sedikit berubah. Memakai jubah gamis panjang, celana panjang “cungklang” dan berjanggut lebat. Read more »
Filed under: Tsaqofah | Leave a Comment »
Posted on December 23, 2011 by abufahmiabdullah
Ketika Busana Muslimah Dicampakkan
(Baituna: Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XI)

Dewasa ini muncul busana muslimah dengan beragam corak dan mode. Bahkan terpajang di outlet-outlet penjualan yang biasanya dipenuhi baju-baju pengumbar aurat. Namun, kebanyakan busana-busana muslimah tersebut masih mempertontonkan lekuk tubuh, sempit, lagi ketat. Demikian pula aneka jilbab gaul dengan desain seperti topi yang hanya menutupi rambut belaka.
Di sisi lain, busana muslimah hanya dipakai dalam acara-acara tertentu atau kegiatan keagamaan. Misalnya hanya ketika shalat, seorang wanita muslimah berusaha menutupi tubuhnya dari atas sampai bawah sehingga rambut dan kaki tidak terlihat. Namun, begitu salam telah diucapkan, maka keadaannya akan kembali seperti semula.
Mereka keluar rumah dengan mengenakan baju yang mereka sangka telah berdasarkan aturan Islam, akan tetapi kenyataannya tidak memenuhi syarat untuk menutupi aurat. Sehingga masuklah mereka ke dalam kategori “berbusana tetapi telanjang”. Seolah-olah menutup aurat hanya wajib ketika shalat semata atau sekedar kulit tidak terlihat lagi oleh mata lelaki lain. Wa ilallâhil musytaka (kepada Allâh Ta’âla lah tempat pengaduan). Read more »
Filed under: Wanita Muslimah | Leave a Comment »
Posted on December 25, 2011 by abufahmiabdullah
Hiasi Diri dengan Sifat Tawadhu’

Tawadhu’ adalah sifat yang amat mulia, namun sedikit orang yang memilikinya. Ketika orang sudah memiliki gelar yang mentereng, berilmu tinggi, memiliki harta yang mulia, sedikit yang memiliki sifat kerendahan hati, alias tawadhu’. Padahal kita seharusnya seperti ilmu padi, yaitu “kian berisi, kian merunduk”.
Memahami Tawadhu’
Tawadhu’ adalah ridho jika dianggap mempunyai kedudukan lebih rendah dari yang sepantasnya. Tawadhu’ merupakan sikap pertengahan antara sombong dan melecehkan diri. Sombong berarti mengangkat diri terlalu tinggi hingga lebih dari yang semestinya. Sedangkan melecehkan yang dimaksud adalah menempatkan diri terlalu rendah sehingga sampai pada pelecehan hak (Lihat Adz Dzari’ah ila Makarim Asy Syari’ah, Ar Roghib Al Ash-fahani, 299). Ibnu Hajar berkata, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” (Fathul Bari, 11: 341) Read more »
Filed under: Akhlaq | Leave a Comment »
Posted on December 25, 2011 by abufahmiabdullah
Kisah Taubatnya Tiga Wanita Syiah

Bismillahirrahmaanirrahiem, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu menaati-Mu, dan kepada-Mu lah kami bertawakkal atas setiap urusan kami.
Semenjak lahir, yang kutahu dari akidahku hanyalah ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Ahlul bait. Kami dahulu memohon pertolongan kepada mereka, bersumpah atas nama mereka dan kembali kepada mereka tiap menghadapi bencana. Aku dan kedua saudariku telah benar-benar meresapi akidah ini sejak kanak-kanak.
Kami memang berasal dari keluarga Syi’ah asli. Kami tidak mengenal tentang mazhab ahlussunnah wal jama’ah kecuali bahwa mereka adalah musuh-musuh ahlulbait Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.Mereka lah yang merampas kekhalifahan dari tangan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu, dan merekalah yang membunuh Husain. Read more »
Filed under: Kisah Teladan, Wanita Muslimah | 2 Comments »
Posted on December 25, 2011 by abufahmiabdullah
Salafi Kembali Dicaci

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Sunnah sebagai penyelamat di tengah derasnya badai fitnah. Salawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, yang telah menunjukkan dengan gamblang mengenai jalan kebenaran, yaitu jalan al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat). Amma ba’du.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam itu datang dalam keadaan asing, dan ia akan kembali menjadi asing seperti kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim)
Saudara seiman dan seakidah yang dirahmati Allah, tak henti-hentinya ahlul bathil menyerang dan menyerbu ahlul haq. Namun sama sekali hal itu tak akan menggoyahkan al haq sedikit pun. Belum lagi berlalu tragedi pengepungan kaum Syi’ah Hutsi di Yaman kepada saudara-saudara kita di Dammaj yang telah menewaskan sejumlah korban Ahlus Sunnah -semoga Allah menempatkan mereka di surga-Nya-.
Ternyata, dalam situasi yang sedemikian memprihatinkan ini, di negeri kita masih ada juga orang-orang yang berusaha menebarkan keragu-raguan terhadap kebenaran kepada umat Islam. Tuduhan dan celaan yang tidak pada tempatnya telah mengotori lisan dan tulisan mereka. Maha Suci Allah dari apa yang mereka lontarkan…
Saudaraku, semoga Allah mengokohkan imanku dan imanmu… Sesungguhnya Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berpegang teguh dengan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan mengikuti metode beragama para sahabat radhiyallahu’anhum.
Terlalu banyak dalil, dari ayat maupun hadits yang menetapkan hakikat yang agung ini. Sehingga pemahaman tentang hal ini menjadi sebuah perkara yang teramat jelas dan gamblang di mata orang-orang yang masih mendengar suara hatinya.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kemudian apabila kalian berselisih dalam suatu urusan maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan rasul (as-Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS. an-Nisaa’: 59) Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 27, 2011 by abufahmiabdullah
Beda Salafi dengan Takfiri

Oleh Ustadz Aris Munandar
Mengingat kemunculan Khawarij itu bersifat terus menerus hingga kemunculan Dajjal dan hakikat senyatanya dari diri mereka di berbagai masa dan daerah tidaklah diketahui oleh sebagian kaum muslimin sehingga sebagian orang Islam beranggapan bahwa Khawarij itu berada di atas kebenaran. Sebagaimana sebagian orang yang hidup di masa salaf tidak mengetahui hakikat mereka yang senyatanya. Karena itu suatu hal yang vital adalah upaya membedakan antara mereka para Khawarij dengan para pengikut Salaf Shalih. Terlebih lagi opini yang dibuat media massa yang memiliki berbagai pandangan, tendensi dan pengetahuan sangat mempengaruhi banyak orang. Kita saksikan bahwa media tidak bisa membedakan antara salafi dengan takfiri [baca: khariji] yang ini tentu saja sangat merusak citra dakwah salafiyyah. Akibatnya takfiri khariji yang menyimpang dari dakwah salafiyyah dinilai sebagai salafi. Pemikiran dan tindakan takfiri khariji pun dinilai sebagai bagian dari dakwah salafiyyah. Kondisi ini menuntut kita untuk menegaskan perbedaan antara dakwah salafiyyah dengan dakwah yang diusung oleh Khawarij yang main vonis kafir seenaknya.
Pertama, ulama kontemporer yang dijadikan sebagai rujukan. Terdapat perbedaan yang nyata antara salafi dengan takfiri dalam masalah ini. Rujukan salafi dalam memahami al Qur’an dan sunnah Nabi di samping berbagai riwayat dari ulama salaf dan pemahaman ulama terdahulu adalah penjelasan para ulama besar di zaman ini semisal Ibnu Baz, Al Albani, Ibnu Utsaimin, Lajnah Daimah KSA, Syaikh Abdul Muhsin al Abbad dan para ulama lain yang meniti jejak para ulama tersebut. Read more »
Filed under: Manhaj | Leave a Comment »
Posted on December 27, 2011 by abufahmiabdullah
Ajaran Tasawuf Merusak Aqidah Islam
Abdul Aziz bin Abdullah al-Husaini
Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Seandainya seorang menjadi sufi (bertasawwuf) di pagi hari, niscaya sebelum datang waktu Zhuhur, engkau tidak dapati dirinya, kecuali menjadi orang bodoh”. (al-Manaqib lil Baihaqi 2/207)
Wihdatul mashdar menjadi salah satu ciri Ahlu Sunnah wal Jama’ah dalam penetapan masaail aqidah, Mereka hanya berlandaskan misyakatun nubuwwah, wahyu dari Allah Ta’ala, tidak memandang akal, qiyas dan kasuf sebagai bagian sandaran aqidah. Justru tiga hal hal tersebut akan bertentangan banyak dengan nash al-Kitab dan Sunnah. Sehingga amat aneh bila ada orang yang mendahulukannya di atas hujjah-hujjah al-Qur’an dan Hadits. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja pernah menegur Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dari sekedar melihat-lihat ‘lembar Taurat[1] yang sebelumnya merupakan kitab yang diturunkan dari langit telah dimasuki oleh tahrif-tahrif hasil penyelewengan tangan para pemuka agama mereka. Dan tentunya Taurat dalam konteks ini lebih afdhal daripada hasil qiyas akal manusia dan kayalan kalangan Sufi.[2]
Seiring dengan perjalanan waktu, semakin jauh umat dari masa kenabian, muncullah berbagai keyakinan dan ideologi dari luar al-Qur’an dan Sunnah yang mengintervensi aqidah Islamiyyah. Sufi dengan ajaran tasawufnya pun ikut menodai kejernihan dan keutuhan aqidah Islamiyyah. Masuknya ideologi ini ditengah masyarakat menyebabkan terjadinya kegoncangan aqidah pada akidah kebanyakan umat Islam, pemikiran dan pandangan-pandangan mereka dan secara otomatis menjauhkan mereka dari aqidah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Read more »
Filed under: Aqidah, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on December 28, 2011 by abufahmiabdullah
Obat Penyakit Hati dan Sempitnya Dada

Saudaraku, berikut kami nukilkan beberapa sebab dan sarana pengobatan yang sangat bermanfaat bagi berbagai penyakit hati, sekaligus penyembuh yang sangat ampuh untuk menghilangkan kegoncangan jiwa. Semoga kita bisa mengamalkannya secara jujur dan penuh keikhlasan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat darinya berupa kebahagiaan hidup dan ketenangan hati. Aamiin..
1. Mengikuti petunjuk, memurnikan tauhid, dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja, sebagaimana kesesatan dan syirik itu merupakan faktor terbesar bagi sempitnya dada.
2. Menjaga iman yang Allah sematkan ke dalam hati hamba-hamba-Nya dan juga amal shalih yang dilakukan seseorang.
3. Mencari ilmu syar’i yag bermanfaat. Setiap ilmu syar’i seseorang bertambah luas, maka akan semakin lapang pula hatinya.
4. Bertaubat dan kembali melakukan ketaatan kepada Allah yang Maha Suci, mencintai-Nya dengan sepenuh hati, serta menghadapkan diri kepada-Nya dan menikmati ibadah kepada-Nya.
5. Terus menerus berdzikir kepada-Nya dalam segala kondisi dan tempat. Sebab dzikir mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan dalam melapangkan dan meluaskan dada, menenangkan hati, serta menghilangkan kebimbangan dan kedukaan.
6. Berbuat baik kepada sesama makhluk sebisa mungkin. Sebab, seseorang yang murah hati lagi baik adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya dan paling bahagia hatinya. Read more »
Filed under: Tazkiyatun Nufus | Leave a Comment »
Posted on December 28, 2011 by abufahmiabdullah
Mengimani Shirath Jembatan Di Atas Neraka
Ustadz DR. Ali Misri Semjan Putra. MA
Di akherat kelak, akan banyak sekali peristiwa yang sangat menakjubkan sekaligus menakutkan. Kita, sebagai seorang Mukmin, wajib mempercayai segala hal yang akan terjadi pada hari Kiamat, baik yang disebutkan dalam al-Quran maupun yang terdapat dalam Hadits yang shahih. Kita tidak boleh membeda-bedakan dalam urusan beriman dengan segala peristiwa tersebut, baik itu dipahami logika ataupun tidak. Segala hal yang akan terjadi di akherat tidak bisa kita qiyaskan dengan peristiwa di dunia ini. Karena semua peristiwa-peristiwa yang luar biasa dan sangat dahsyat. Di antara peristiwa yang akan menakjubkan sekaligus menakutkan di alam akhirat kelak, peristiwa melewati shirdth (jembatan) yang terbentang di atas neraka menuju ke surga. Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan kepada kita untuk melewatinya kelak.
PENGERTIAN SHIRATH
Shirath secara etimologi bermakna jalan lurus yang terang[1]. Adapun menurut istilah, yaitu jembatan yang terbentang di atas neraka jahannam yang akan dilewati semua oleh manusia ketika menuju Surga[2]. Read more »
Filed under: Aqidah | Leave a Comment »