MAAF KAN AKU AYAH =>” Bagaimana mengatasi Anak Nakal dalam pandangan syariat “

Bismillahi wal hamdulillahi wa sholatu wassallamu ala Rasulillah wa ba’du, Pelajaran buat kita para orang tua yang terkadang dalam mensikapi anak yang berbuat salah , tidak sabar dan terbawa emosi dalam memberikan hukuman atau teguran dengan  fisik yang berlebihan sehingga penyesalan yang diperoleh.Semoga cerita dibawah bisa menjadikan pelajaran buat kita sebagai orang tua hendaknya agar lebih bijaksana dalam mensikapi kenakalan anak dengan panduan syariat yang muliya dan agung ini. Allahul musta’an

MAAF KAN AKU AYAH

Betapa bahagianya aku menjadi anak yg paling di sayang ayah dan ibu yg sering membawaku jalan2 ke alun2 kota dan membelikan mainan untuku..

TP…ntah kenapa,ibu mendadak pergi meninggalkan kita,,hanya pesan terakhir yg ku dapat ibu pergi mencari uang untuk membelikan sepeda baru untuku…
Ayah…kenapa beberapa hari ini ayah sering marah2,
Walaupun itu kesalahan yg amat kecil ,apa karena dengar kabar ibu yg tidak baik sehingga ayah menjadi gampang marah2 padaku.

Hari itu…aku bermain sepak bola dengan teman2ku di depan rumah,,tampa sengaja bola itu memecahkan kaca rumah kita..
Ku lihat kau lari kebelakang membawa sebuah rantai yg sering kau pakai merantai becakmu…tampamelawan dan hanya tangis,,kau tak hiraukan aku…kau rantai kaki ku di kamar,sebagai hukuman kenakalanku,,

Ayah…udah berminggu minggu kenapa ayah tak mau melepaskan rantai ini,aku ingin bermain bersama teman2ku lagi…. Continue reading

Jalan Berliku Menuju Kebenaran Yang Dirindu

Jalan Berliku Menuju Kebenaran Yang Dirindu

Diceritakan oleh : Ibnu Abdi Robbihi

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah.

Amma ba’du.

“Dan di bumi terdapat tanda-tanda kekusaaan Allah bagi orang-orang yang yakin, bahkan dalam dirimu sendiri terdapat tanda-tanda itu apakah engkau tidak memperhatikannya” (Adz Dzariyaat : 20-21).

Saudaraku, sejenak aku akan bercerita kepadamu sekilas perjalanan hidupku, semoga engkau bisa mengambil pelajaran darinya.

Masa kecil

Dahulu aku adalah seorang anak kecil yang memiliki hobi menggambar, mendengarkan musik dan menyaksikan film kartun. Aku memang bukan anak gaul yang suka main bersama teman-teman yang lain pergi kesana dan kemari.

Ketika menginjak usia SD, orangtuaku memasukkan aku di sekolah Muhammadiyah di sebuah dusun di dekat rumah kakekku. Menjelang usia SMP aku telah dididik oleh kakakku untuk membenci Amerika, yah tepatnya ketika itu terjadi perang teluk. Saat itu ketertarikanku kepada dunia politik mulai tumbuh, berita-berita radio BBC pun ikut terserap di telingaku. Memang ayahku adalah seorang anggota TNI Angkatan Udara, namun ayahku adalah orang yang kritis kepada perilaku pejabat pemerintahan. Secara tidak langsung hal itupun mendorongku untuk bersikap kritis pula terhadap pemerintahan. Walaupun begitu, bukan berarti dunia militer tidak menarik bagiku. Di usia SMP itu aku berkeinginan untuk menjadi tentara yang berjuang membela tanah air. Sehingga akupun turut serta mendaftarkan diri dalam seleksi calon siswa SMA Taruna. Dengan taqdir Alloh, alhamdulillah aku tidak diterima di sana. Setelah itu harapan untuk menjadi tentara menjadi sirna. Continue reading

SAAT SUJUD, SEORANG IMAM MASJID MENDENGAR SERUAN PUTRANYA

SAAT SUJUD, SEORANG IMAM MASJID MENDENGAR SERUAN PUTRANYA

Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji dua tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah.

Pemilik kisah ini berkata:

Ayahku adalah seorang imam masjid, namun demikian aku tidak shalat. Beliau selalu memerintahkan aku untuk shalat setiap kali datang waktu shalat. Beliau membangunkan ku untuk shalat subuh. Akan tetapi aku berpura-pura seakan-akan pergi ke masjid padahal tidak.

Bahkan aku hanya mencukupkan diri dengan berputar-putar naik mobil hingga jama’ah selesai menunaikan shalat. Keadaan yang demikian terus berlangsung hingga aku berumur 21 tahun. Pada seluruh waktuku yang telah lewat tersebut aku jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya. Tetapi meskipun aku meninggalkan shalat, aku tetap berbakti kepada kedua orang tuaku. Continue reading

%d bloggers like this: