Dialog Alwiy Al-Maliki dan Ibn Sa’di ( hujan, kebohongan, Muhammad Alawi al-Maliki, syaikh ibn as-sa’di, tabarruk, talang ka’bah )

Dialog Alwiy Al-Maliki dan Ibn Sa’di ( hujan, kebohongan, Muhammad Alawi al-Maliki, syaikh ibn as-sa’di, tabarruk, talang ka’bah )

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

Saat sampai kepadaku syubhat berupa kisah dialog antara as-Sayyid ‘Alwiy al-Maliki dan Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’di, saya tidak berminat menjawabnya pada waktu ini, mengingat kesibukanku dalam mendakwahi Nasrani dan Syi’ah. Akan tetapi saya terpaksa menjawab syubhat ini tanpa menundanya, karena melihat kepentingannya, bahayanya, dan penyebarannya. Juga karena syubhat tersebut sampai kepada saya dari orang yang tidak mungkin saya menolak permintaannya, yaitu Akhi al-Ustadz Agus Hasan Bashori. Berikut ini adalah teks dari syubhat tersebut:

Suatu ketika, as-Sayyid ‘Alwi bin Abbas sedang duduk di dalam halaqah-nya di Masjidil Haram Makkah. Sementara di sisi lain bagian Masjidil Haram duduk pula as-Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’diy, penulis kitab Tafsir (Taisir al-Karim al-Rahmon fi Tafsir Kalam al-Mannan) sementara manusia sedang dalam shalat dan thawaf mereka. Kala itu, langit tengah membawa mendung, kemudian turunlah hujan, dan tertumpah dari talang Ka’bah. Maka orang-orang Hijaz, sebagaimana kebiasaan mereka, berhamburan menuju air yang tumpah dari talang Ka’bah untuk mengambil dan menuangkannya ke baju dan tubuh mereka guna ber-tabarruk dengannya.

Maka terkejutlah ahlul hasbah dari kalangan Badui dan menganggap bahwa manusia telah datang dengan kesyirikan dan menyembah selain Allah!!! Jadilah mereka kemudian berkata kepada ahlul Hijaz tersebut, ‘Wahai orang-orang musyrik, syirik… syirik….!’

Maka bubarlah orang-orang tersebut, kemudian berpaling menuju halaqah as-Sayyid ‘Alwiy, lalu mereka bertanya kepadanya (tentang hal itu). Lantas diapun membolehkan mereka untuk melakukan hal itu dan menganjurkannya. Maka untuk kedua kalinya, orang-orang itu berhamburan menuju talang Ka’bah untuk mengambil air tanpa menghiraukan ahlul hasbah yang badui tersebut. Kemudion orang-orang itu berkata kepada mereka, ‘Kami tidak akan mempedulikan kalian setelah as-Sayyid Alawiy bin ‘Abbas memberikan fatwa kepada kami…’

Maka orang-orang Badui itupun pergi ke halaqah as-Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’diy untuk mengadukan as-Sayyid Alwiy kepadanya. Lantas lbnu Sa’diy pun mengambil sorbannya lalu pergi dan duduk di sisi as-Sayyid dengan adab yang agung, sementara manusia berkumpul di sekitar keduanya. Kemudian lbnu Sa’diy berkata kepada as-Sayyid, ‘Apakah benar wahai Sayyid, bahwa Anda telah berkata kepada manusia bahwa terdapat keberkahan pada air ini?! Continue reading

%d bloggers like this: