Apakah Bapak Tiri Boleh Menikahi Anak Perempuan Tirinya ?

Apakah Bapak Tiri Boleh Menikahi Anak Perempuan Tirinya ?


 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh : Abu Al-Jauzaa’

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai hal ini. Pokok persoalannya adalah pemahaman dan penarikan hukum atas firman Allah ta’ala :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ …….. وَرَبَائِبُكُمُ اللاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأخْتَيْنِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; ……… anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS. An-Nisaa’ : 23]. Continue reading

MAHROM BAGI WANITA

MAHROM BAGI WANITA


Oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif

Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait dengan mahrom.

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain.

Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan “Muhrim” padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. Continue reading

Telaah Kritis Terhadap Buku : MEMBUMIKAN AL QUR’AN

Telaah Kritis Terhadap Buku : MEMBUMIKAN AL QUR’AN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh : Abu Ahmad as Salafi hafizhahullah

Buku Membumikan Al Qur’an, Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat Adalah sebuah buku popular yang pernah mendapatkan predikat best seller. Ia berasal dari enam puluh lebih makalah dan ceramah yang pernah disampaikan penulisnya pada rentang waktu 1975 hingga 1992.

Buku ini terbagi menjadi dua bagian: yang pertama adalah gagasan al Qur’an yang merupakan penjelasan pokok-pokok memahami al Qur’an dan yang kedua adalah amalan al Qur’an yang menggambarkan tentang solusi problem-problem masyarakat dengan berpijak pada pemahaman al Qur’an.

Hanya, setelah kami telaah buku ini, ternyata di dalamnya TERDAPAT SYUBHAT-SYUBHAT YANG MEMBAHAYAKAN AQIDAH DAN PEMAHAMAN SEORANG MUSLIM. Karena itulah, insya Allah dalam pembahasan kali ini kami berusaha melakukan telaah kritis terhadap buku ini untuk memenuhi permintaan sebagian pembaca Al Furqon yang meminta kami untuk membahas buku ini dan sekaligus sebagai nasihat kepada kaum muslimin secara umum. Continue reading

PEGANGAN PARA SALAF DALAM MENGHADAPI KEKHAWATIRAN DAN HARAPAN

PEGANGAN PARA SALAF DALAM MENGHADAPI KEKHAWATIRAN DAN HARAPAN

Oleh: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Siapa saja yang mengharapkan sesuatu, maka diisyaratkan adanya tiga hal:

Pertama, menyukai apa yang diharapkanKedua, khawatir akan kehilangan apa yang diharapkan. Ketiga, berusaha keras untuk mendapatkannya.

Harapan yang tidak dikaitkan dengan sesuatu disebut angan-angan. Harapan berbeda dengan angan-angan. Setiap orang yang berharap pasti ada rasa khawatir. Seorang yang berjalan di jalan raya bila merasa khawatir, ia akan mempercepat jalannya, takut kehilangan sesuatu. Continue reading

Download Ebook: WAHAI AHLUS SUNNAH, BERSIKAP LEMBUTLAH TERHADAP AHLUS SUNNAH [BAGUS]

Download Ebook: WAHAI AHLUS SUNNAH, BERSIKAP LEMBUTLAH TERHADAP AHLUS SUNNAH [BAGUS]

Bismillah, pada kesempatan kali ini kami hadirkan ebook dengan judul WAHAI AHLUS SUNNAH, BERSIKAP LEMBUTLAH TERHADAP AHLUS SUNNAH (diterjemahkan dari kitab Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah) yang ditulis oleh Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Alu Badr -hafizhahullah- (beliau adalah seorang ulama besar dan seorang ahli hadits senior di kota Madinah).

Ebook ini diterjemahkan oleh al Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A -hafizhahullah- (beliau adalah Rektor STDI Imam Asy Syafii, Jember, serta murid asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad).

Pada ebook ini ada beberapa tambahan yang insya Allah sangat berfaidah, di antaranya:

  1. Biografi ringkas Asy Syaikh Al-’Allamah Abdul Muhsin Al Abbad
  2. Kata pengantar Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad pada cetakan terbaru risalah Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah
  3. Penjelasan oleh Asy Syaikh Al-’Allamah Abdul Muhsin Al Abbad tentang untuk siapakah buku ini ditujukan.
  4. Tanggapan Asy Syaikh Al-’Allamah Abdul Muhsin Al Abbad terhadap orang-orang yang men-tahdzir risalah Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah, yang dikutip dari bab terakhir buku beliau yang berjudul Al-Hatstsu ‘ala Ittiba’is Sunnah wat Tahdzir minal Bida’  wa Bayan Khathariha.
  5. Penjelasan syaikh bahwa beliau tidak mencela dan mentahdzir Asy Syaikh Rabi Al Madkhali hafizhahullah.

Kami berharap dan berdoa kepada Allah, semoga ebook ini bermanfaat bagi segenap kaum muslimin, khususnya bagi saudara-saudara kami yang menisbatkan dirinya kepada manhaj Salafiyyah.

Silakan download ebook yang sangat berfaidah ini pada link berikut:

Wahai Ahlu Sunnah berlemah lembutlah terhadap Ahlu Sunnah

Dapatkan berbagai ebook bermanfaat pada website Maktabah Mufiidah http://mufiidah.net/ (Islamic Library)

Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com

AUDIO Indahnya Taman Ilmu Bersama Ust Abdulloh Taslim MA [2Kajian]

AUDIO Indahnya Taman Ilmu Bersama Ust Abdulloh Taslim MA [2Kajian]

Kitab ini merupakan syarah dari kitab Hilyah Thalibil ‘Ilmi karangan Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, yang berisi adab-adab para penuntut ilmu.Kitab ini ana katakan ‘merubah’ cara berpikir dan metode belajar  karena sebagian besar manusia mendapatkan ilmu  dengan cara belajar lewat buku (otodidak).

Salah satu perkataan di dalam buku tersebut yang sangat ana ingat adalah syair :

من لم يشافه عالما بأصوله

يقينه فى المشكلات ظنون

“Barangsiapa yang tidak belajar langsung dasar-dasar ilmu dari seorang ulama,
Maka kesimpulan yang diyakininya dalam permasalahan yang sulit hanyalah dugaan semata”

Bukankah dulu ada kata hikmah yang berbunyi :

 

من كان شيخه كتابه ، كان خطؤه أكثر ن صوابه

“Barangsiapa yang berguru dengan buku, maka salahnya lebih banyak dari benarnya”

_______________________________________________________________________________________________________________

Sebagai pengantar untuk melanjutkan kajian Kitab tersebut Ust Abdulloh Taslim MA menyampaikan muqoddimah dalam dua kajian berikut :

Pengantar Kajian Kitab

Pentingnya Menuntut Ilmu

Selanjutnya silahkan simak kajian Indahnya Taman Ilmu (Penjelasan Kitab Hilyah Tholibil Ilmi) Setiap Jumat Jam 05.00 pagi-selesai.

Wallahu waliyuttaufiq

Sumber : http://suaraquran.com/audio-indahnya-taman-ilmu-bersama-ust-abdulloh-taslim-ma-2kajian/#more-1431

%d bloggers like this: