‘Golongan Tertentu’ Yang Menguasai Masjid

‘Golongan Tertentu’ Yang Menguasai Masjid!


Sesungguhnya masjid adalah rumah milik Allah. Tempat untuk berdzikir, membaca al-Qur’an, menunaikan sholat berjama’ah dan mengadakan majelis-majelis ilmu yang mengajarkan tauhid, keimanan dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar manusia terbebas dari cengkeraman syirik, kekafiran, bid’ah, kemaksiatan serta belenggu fanatisme golongan, agar mereka menjadi orang-orang yang bersaudara dan saling mencintai karena Allah serta membenci musuh-musuh Allah.

Oleh sebab itu dapat kita lihat dalam lembaran sejarah, bagaimana masjid Nabawi yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya menjadi pusat kebangkitan Islam sehingga membuat orang-orang kafir marah dan geram. Dari masjid itulah dilahirkan para ulama, penguasa yang adil, panglima jihad, pedagang yang bertakwa, para orang tua yang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, ibu-ibu dan remaja putri yang menyimpan rasa malu dan menjaga kehormatan dirinya,  para pemuda yang tekun beribadah kepada Rabbnya, dan anak-anak yang berbakti dan menghormati ayah bundanya. Inilah keadaan masjid di masa generasi pertama, generasi terbaik dalam lembaran sejarah kemanusiaan, yaitu para sahabat radhiyallahu’anhum ajma’in. Continue reading

Download Audio : Bahaya Hasad

Download Audio : Bahaya Hasad


Tema:
Mengenal Hakikat Hasad Dan Solusinya

Pemateri:
Ust. Syafiq Basalamah, MA hafidzahullah
(Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)

Hari dan Tanggal:
Sabtu, 15 Agustus 2009

Waktu:
Pukul 16.00 WIB – selesai

Tempat:
Mushalla Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta

Alhamdulillah, pada Kajian kali ini ustadz memberikan penjelasan mengenai Hasad dan cara mengatasinya. Semoga Allah menjauhkan sifat Hasad serta memberikan kemudahan dalam mengatur hati-hati kita yang cenderung kepada hawa nafsu. Aamiin.

Silahkan lebih lengkapnya sahabat Muslim download pada tautan di bawah ini. Semoga Bermanfaat, Baarakallahu fiikum.

Download

Sumber : http://radiomuslim.com/bahaya-hasad/

Fenomena dan Bahaya hasad

Fenomena dan Bahaya hasad


 

Oleh: Ustadz Abu Qotadah

(al-Mawaddah Edisi 10 Tahun 1 )

Hasad merupakan akhlaq yang tercela, akhlaq syaithoniyyah, dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Maka perhatikanlah bahaya-bahayanya agar kita bisa menjauhinya.

1. Hasad termasuk akhlaq orang Yahudi.

Alloh berfirman:

Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran…. (QS. al-Baqoroh [2]: 109) Continue reading

Bahaya Hasad

Bahaya Hasad


Hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk hasad adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan semata-mata merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain itu sudah terhitung hasad baik diiringi harapan agar nikmat tersebut hilang ataupun sekedar merasa tidak suka.

Demikianlah hasil pengkajian yang dilakukan oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau menegaskan bahwa definisi hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

Hasad memiliki banyak bahaya di antaranya:

  1. Tidak menyukai apa yang Allah takdirkan. Merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain pada hakikatnya adalah tidak suka dengan apa yang telah Allah takdirkan dan menentang takdir Allah. Continue reading

JANGAN TERTIPU DENGAN PUJIAN ORANG LAIN!

JANGAN TERTIPU DENGAN PUJIAN ORANG LAIN!


 

 

 

 

 

 

 

Ibnu ‘Ajibah mengatakan,

“Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.”[1]

Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka][2]

Faedah Ilmu, Panggang, Gunung Kidul, 23 Syawwal 1430 H

Muhammad Abduh Tuasikal


[1] Lihat Iqozhul Himam Syarh Matn Al Hikam, Ibnu ‘Ajibah, hal. 159, Mawqi’ Al Qaroq, Asy Syamilah

[2] Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4/228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25/145, Asy Syamilah

Sumber : http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2734-jangan-tertipu-dengan-pujian-orang-lain.html

Bagai Api Melalap Kayu Bakar

Bagai Api Melalap Kayu Bakar


Kesuksesan dan keberhasilan yang didapatkan seseorang terkadang menimbulkan rasa dengki bagi orang lain, baik itu
temannya, tetangganya, karib kerabatnya, maupun … diri kita sendiri.Demikianlah, sifat dengki hampir menjangkiti semua orang, kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Allah subhana wa ta’ala. Continue reading

Tawadhu’

Tawadhu’

Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi

Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahkah kita memilikinya?

Merendahkan diri (tawadhu’) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya. Continue reading

%d bloggers like this: