Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 9), “Fatwa-Fatwa Penting Seputar Berbakti Kepada Orang Tua”

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 9), “Fatwa-Fatwa Penting Seputar Berbakti Kepada Orang Tua”

Bagaimana cara orang yang hatinya membenci orangtuanya namun ia ingin berbakti kepadanya?

Soal no 318

Seorang wanita sangat membenci ibunya dan ibunya tidak mengetahui hal itu. Wanita ini tinggal bersama ayahnya jauh dari ibunya dan ia tidak mengenal ibunya kecuali setelah dewasa dikarenakan ibunya diceraikan karena sebab-sebab kekeluargaan. Untuk diketahui wanita ini memberikan kepada ibunya hadiah-hadiah dan ia telah bertanya kepada sebagian ulama dan mereka berkata, “Sesungguhnya kecondongan hati tidak dihitung oleh Allah”, maka bagaimana pendapat Syaikh? Continue reading

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 8), “Keteladanan Salaf; Durhaka Kepada Orang Tua”

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 8), “Keteladanan Salaf; Durhaka Kepada Orang Tua”

Contoh-Contoh Berbaktinya Salaf Kepada Orangtua Mereka

Contoh pertama

Muhammad bin Sirin berkata, ((Harga kurma naik melambung di masa pemerintahan Utsman bin ‘Affan hingga 1000 dirham, maka Usamah bin Zaid pun pergi menuju pohon kurma yang ia miliki lalu iapun melobanginya dan mengambil jantung kurma tersebut lalu ia berikan kepada ibunya. Orang-orang lalu berkata kepadanya, “Apa yang menyebabkan engkau melakukan ini padahal engkau tahu bahwa harga pohon kurma sekarang mencapai 1000 dirham?”, Usamah berkata, “Ibuku meminta jantung pohon kurma kepadaku dan tidaklah ia meminta sesuatu kepadaku yang aku mampu kecuali aku penuhi permintaannya”))[1]
Continue reading

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 7), “Diangkatnya Kesulitan, Serta Kewajiban Memberi Nafkah Kepada Orang Tua”

Berbakti Kepada Orang Tua (bag. 7), “Diangkatnya Kesulitan, Serta Kewajiban Memberi Nafkah Kepada Orang Tua”

Kedelapan : Berbakti Kepada Orangtua Merupakan Sebab Diangkatnya Kesulitan dan Kesedihan.

خرج ثلاثة (ممن كان قبلكم) يمشون فأصابهم المطر فدخلوا في غار في جبل فانحطت عليهم صخرة (من الجبل فسدت عليهم الغار) قال فقال بعضهم لبعض ادعوا الله بأفضل عمل عملتموه  (انظروا أعمالا عملتموها صالحة لله فادعوا الله بها لعله يفرجها عنكم) فقال أحدهم اللهم إني كان لي أبوان شيخان كبيران (ولي صِبْيَةٌ صغار) فكنت أخرج فأرعى ثم أجيء فأحلب فأجيء بالحلاب فآتي به أبوي فيشربان ثم أسقي الصبية وأهلي وامرأتي فاحتبست ليلة فجئت فإذا هما نائمان قال (فقمت عند رؤوسهما أكره أن أوقظهما وأكره أن أسقي الصبية) فكرهت أن أوقظهما والصبية يتضاغون عند رجلي (فلبثت والقدح على يدي أنتظر استيقاظهما) فلم يزل ذلك دأبي ودأبهما حتى طلع الفجر اللهم إن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج عنا فرجة نرى منها السماء قال ففرج عنهم (فرأوا السماء)…الحديث

Continue reading

Melestarikan Budaya, Bukan Sekadar Ritual Biasa

Melestarikan Budaya, Bukan Sekadar Ritual Biasa

Sungguh membuat hati sedih ketika  musibah bencana yang menimpa negeri ini masih tersisa diingatan kita praktik-praktik kesyirikan yang dilakukan sebagian Masyarakat Kita yang yang menisbatkan dirinya sebagai bagian dari kaum Muslimin yang melakukan acara ritual budaya demi menghormati leluhur dengan mengatasnamakan cara beribadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala yang pada hakikatnya beribadah kepada selain Allah Ta’ala.

Kembali pada bulan yang muliya ini yang dikenal dengan bulan Muharrom ( Tahun Baru Islam ), atau lebih masyhur dikenal oleh Orang Jawa dengan sebutan Bulan Suro , banyak kita ketahui baik dari media Televisi, Surat kabar, tentang penyelenggaraan ritul budaya warisan leluhur yang dinisbatkan kepada Islam yang mengandung Kesyirikan ( salah satu Dosa besar penghapus segala amalan ) yang pelakunya bisa terjerumus kedalam Neraka dan kekal didalamnya.

Berikut Bagiamana Islam menjelaskan tentang Ritual melestarikan Budaya tersebut, apakah sekedar ritual biasa atau termasuk kedalam perkara kedzaliman yang besar yaitu kesyirikan kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala , risalah ini sudah cukup lama yang ditulis oleh Ustadz Ja’far Shalih tetapi masih relevan pada sa’at ini , karena praktik kesyirikan masih terulang-dan terulang, maka dari itu Nasehat ini juga teruslah disebarkan dalam rangka nasehat menasehati dalam kebenaran kepada saudara sesama Muslim. Continue reading

%d bloggers like this: