Kedudukan Akal Dalam Islam

Kedudukan Akal Dalam Islam

Penulis : Al Ustadz Qomar Suaidi Lc

Akal adalah nikmat besar yang Allah titipkan dalam jasmani manusia. Nikmat yang bisa disebut hadiah ini menunjukkan akan kekuasaan Allah yang sangat menakjubkan. (Al-’Aql wa Manzilatuhu fil Islam, hal. 5)
Oleh karenanya, dalam banyak ayat Allah memberi semangat untuk berakal (yakni menggunakan akalnya), di antaranya:
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِيْ ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُوْنَ

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya).” (An-Nahl: 12) Continue reading

KETIKA AKAL BERTENTANGAN DENGAN DALIL SYAR’I

KETIKA AKAL BERTENTANGAN DENGAN DALIL SYAR’I

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Artikel berikut adalah artikel yang merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang akal (Mendudukkan Akal pada Tempatnya).

Akal Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Walaupun akal bisa digunakan untuk merenungi dan memahami Al Qur’an, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Bahkan akal sangat membutuhkan dalil syar’i (Al Qur’an dan Hadits) sebagai penerang jalan. Akal itu ibarat mata. Mata memang memiliki potensi untuk melihat suatu benda. Namun tanpa adanya cahaya, mata tidak dapat melihat apa-apa. Apabila ada cahaya, barulah mata bisa melihat benda dengan jelas. Continue reading

Contoh Kasus: Akal Dianggap Bertentangan dengan Dalil Syar’i

Contoh Kasus: Akal Dianggap Bertentangan dengan Dalil Syar’i

Di antara penggunaan akal yang keliru adalah penggunaannya dalam memikirkan perkara-perkara ghaib seperti memikirkan sifat-sifat Allah dan keadaan hari kiamat.

[Contoh pertama]

Hadits tentang nuzul yaitu turunnya Allah ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Continue reading

ABU MANSHHUR AL-MATURIDI DAN ALIRAN MATURIDIYAH

ABU MANSHHUR AL-MATURIDI DAN ALIRAN MATURIDIYAH

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :  Ustadz Muhammad Ashim Musthofa

Di antara rahmat yang dicurahkan kepada kaum muslimin, Allah memberikan bukti-bukti yang nyata lagi jelas yang menunjukkan keberadaan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

سَنُرِيهِمْ ءَايَاتِنَا فِي اْلأَفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur`an itu adalah benar……” [Fushshilat : 53].

Seorang penyair berkata:

وَفِيْ كُلِّ شَيْئٍ لَهُ أَيَة تَدُلُّ عَلَى أنَّهُ وَاحدٌِ

Dan pada setiap sesuatu, Dia mempunyai tanda
Yang menunjukkan bahwa Dia adalah Dzat Yang Esa

Setiap segala sesuatu yang ada di dunia ini, seluruhnya mengakui keberadaan Sang Pencipta, Al Khaliq dan kekuasaanNya. Continue reading

Download Ceramah · Ustadz Zainal Abidin SyamsudinLc. : Hakikat Ilmu Filsafat Dalam Tinjauan Islam

Download Ceramah · Ustadz Zainal Abidin SyamsudinLc.  :  Hakikat Ilmu Filsafat Dalam Tinjauan Islam

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa filsafat merupakan hasil pikiran dari manusia, yang jelas sekali bertentangan dengan apa yang telah disyari’atkan bagi umat islam untuk mengikuti apa yang Allah perintahkan dan dicontohkan oleh RasulNya. Continue reading

Download Audio: Dauroh Malaysia “SIAPAKAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH?” (Ust. Yazid bi Abdul Qadir Jawas)

Download Audio: Dauroh Malaysia “SIAPAKAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH?” (Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

 

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menempuh seperti apa yang pernah di tempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya Radhiyallaahu’anhum. Disebut Ahlussunnah karena kuatnya mereka berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya.

Secara terperinci pengertian As-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah ialah: “Jalan yang di tempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan, dan perbuatan. Itulah As-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi Salaf terdahulu tidak menamakan As-Sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut”. Continue reading

Download Ebook : Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah ( Akidah, Ibadah, Ahlak & Dakwah )

Download Ebook : Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah ( Akidah, Ibadah, Ahlak & Dakwah )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STUDI KOMPREHENSIF : Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah( Akidah, Ibadah, Ahlak & Dakwah )

Penyusun: Al-Ustadz Abu ‘Athiyah Nurul Mukhlishin, Lc., M.Ag

(Kandidat Doktor International University of Malaysia)

Kutipan : DR. Nashr Al-Aql dalam kitabnya “Mafhum Alhlussunnah inda Ahllussunnah”, menyebutkan beberapa kreteria Ahlussunnah wal jamaah di antaranya;

1.    Mereka adalah sahabat Rasulullah yang mengerti, melihat dan mengamalkan sunnah Rasullullah pertama kalinya, oleh sebab itulah mereka berhak mendapat gelar demikian. Begitu juga para tabiin yang mengambil sunnah dari sahabat dan mengamalkannya tanpa menambah dan menguranginya. Dan juga para pengikut tabiin dan orang-orang setelahnya sampai hari kiyamat yang berusaha mencontohi dan mengikuti mereka dalam masalah akidah dan ibadah.

2.    Ahlussunah adalah para salafusshalih yang mengamalkan Kitab dan Sunah sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , Yang mengikuti teladan para sahabat, tabiin dan ulama-ulama yang tidak pernah merubah dan membuat hal-hal yang baru dalam agama Allah.

3. Ahlussunnah wal jamaah adalah firqatunnajiyah (golongan yang selamat) di antara golongan-golongan yang ada. Yang selalu mendapatkan pertolongan dari Allah sampai hari kiyamat.

4. Mereka adalah orang–orang yang ghuraba’ (asing) karena tetap berpegang kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dalam keadaan yang orang lain melupakan dan meninggalkannya. Mereka juga memperjuangkan tegaknya As-Sunnah di saat tersebarnya bid’ah dan kesesatan dan kerusakan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ,”Islam muncul pertama kali dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana semula. Maka beruntunglah orang–orang yang asing” . Dalam riwayat lain disebutkan, “Beruntunglah al-Ghuraba’ yaitu orang yang shalih di tengah manusia yang jahat, orang yang mengingkarinya lebih banyak dari yang mengikutinya”.

5. Dinamakan Ahlussunnah karena mereka mengamalkan sunah sebagaimana mestinya. Berdasarkan sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam “Amalkanlah sunnahku”

Selengkapnya silakan Download Link dibawah berikut :
NB: Catatan Insya Allah Buku ini sangat berfaedah sekali untuk dipelajari, Mudah2an bermanfa’at.
Tambahan : Silakan Download Ebook berikut :

Aqidah Ahlus Sunnah
Konsep, Ciri Khas & Kekhususan Penganutnya
Fadhilatusy Syaikh Muhammad ad Ibrahim al-Hamd
Penerjemah Tim Pustaka Elba
Markaz Download Abu Salma al-Atsari
http://abusalma.wordpress.com

Sumber : Maktabah Abu Salma Al Atsary.
%d bloggers like this: