Taubatnya Malik Bin Dinar Rohimahullah Ta’Ala3

Taubatnya Malik Bin Dinar Rohimahullah Ta’Ala.

Oleh : Musthafa Shadiq ar-Rafi’I ( Dari Silsilah Hikayat Hawa )

Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan,maksiat , berbuat dzalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kedzaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat, sehingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik Ibnu dinar Rohimahullah menuturkan :

” Pada suatu hari aku merindukan Pernikahan dan Memiliki anak dari Pernikahan tersebut. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang putri yang kuberi nama Fathimah. Aku sangat mencintainya. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan didalam hatiku dan semakin sedikit maksiat didalam hatiku. Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun.

Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.

Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan didalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla selangkah, maka setiap kali itu pula aku akan menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun. Saat usianya genap tiga tahun itulah Fathimah Meninggal Dunia.

Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum Memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang menguatkanku diatas cobaan musibah . Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setanku berkata :kepadaku : “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam.
Aku minum,minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.

Hingga kemudian aku melihat sebuah mimpi. Aku melihat hari kiamat . Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada diantara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil : Fulan ibn fulan, kemari! Mari menghadap al Jabbar. Aku melihat siFulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan. Hingga aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku : “ Mari menghadap Al Jabbar!”

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di Padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ular besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan . Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah, akupun berkata “ Hai selamatkanlah aku dari ular ini” , Dia menjawab “ Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”

Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada dibelakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata : “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri kedalam api?.”

Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada Lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata : “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku . “ Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata :” Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut, mudah-mudahan engkau selamat!”.
Akupun berlari menuju gunung tersebut, sementara ular akan mematukku . Kemudian aku melihat diatas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak : “ Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu! “

Dia Rohimahullah berkata : Kemudian aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut.

Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya dan mengusir ular itu dengan tangan kiranya, sementara aku seperti mayit yang sangat ketakutan. Lalu dia duduk didepan pangkuanku sebagaimana dia dulu didunia. Dia berkata kepadaku : “ Wahai ayah “ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah ( QS. Al-Hadid:16)

Maka kukatakan : “ Wahai putriku beritahukanlah kepadaku tentang ular ini . “ Dia berkata : Ini adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu Wahai Ayah, bahwa amal-amal didunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari Kiamat ? Dan Lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu.

Seandainya saja engaku tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat kecil, tidak akan ada yang memberi manfa’at kepadamu”.

Dia Rohimahullah berkata : Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak “ Wahai Rabbku, sudah saatnya Wahai Rabbku, ya Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” Lantas aku Mandi dan keluar untuk sholat shubuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dia rohimahullah berkata : “ Akupun masuk kedalam Masjid dan Ternyata Imampun membaca ayat yang sama : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah ( QS. Al Hadid:16 )

Itulah dia, Malik bin Dinar rohimahullah, salah seorang Imam generasi Tabi’in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata : “ Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat yang mengetahui penghuni sorga dan penghuni Neraka, maka manakah aku diantara keduanya ? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni Sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni Neraka .

Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan beliau dikenal bahwa pada setiap harinya selalu berdiri dipintu Masjid menyeru dan berkata : “ Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolongmu ! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolongmu! , Wahai orang-orang yang melarikan diri ( Dari ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla ) kembalilah kepada Penolongmu! yang senantiasa menyeru memanggilmu dimalam hari dan Sianag hari . Dia berfirman “ Barang Siapa mendekatkan dirinya kepadaKu satu jengkal, maka akupun mendekatkan diriKu kepadanya satu Hasta.Jika dia mendekatkan dirinya kepadaKu satu Hasta, maka Aku mendekatkan diri-Ku satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berjalan kecil.”

Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan Rizki Taubat kepada kita . Tidak ada sesembahan yang Haq selain Engkau Ya Rabb, Maha Suci Engkau ,Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim.

Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Azza wa Jalla merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas ( Diambil dari Mizanul I’tidal, III/426 )*

Sumber : Majalah Islam Qiblati Edisi 06 Tahun II- Maret 2007M /Shafar 1428H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: