Download Ebook “Sifat Shalat Nabi ” – Karya : Syaikh al Albani rohimahullah

Download Ebook “Sifat Shalat Nabi ” – Karya : Syaikh al Albani rohimahullah

 

sifat-shalat-nabi

Alhamdulillah telah ada sebagian teman-teman kita abu sahl yang membantu kita dalam melakukan penulisan Ebook “Sifat Shalat Nabi karya Syaikh al Albani” ini dalam bentuk Ebook. Sehingga kita dapat mempelajarinya. Semoga Allah mebalas amal perbuatannya dengan pahala yang berlipat  ganda dan semoga Allah memudah semua urusan penulis.

”Berhati-hatilah kamu sekalian akan hadits kecuali yang telah kamu ketahui” (HR. Tirmidzi, Ahmad & Ibnu Abi Syaibah).

Semoga kita berhati-hati dalam mengamalkan sebuah hadist. Apalagi dalam perkara shalat yang mana kita setiap hari melakukan hal ini 5 waktu dalam sehari semalam.

Didalam Ebook ini akan dijelaskan Memulai Shalat, Tata Cara Ruku, Tata Cara Sujud, Tasyahud Awal, Tasyahud Akhir dan Salam

Dan dilengkapi pendapat-pendapat ulama tentang taqlid-taqlid buta para pengikut mereka yang terlalu berlebihan dan mengamalkan pendapat ulama tersebut.

Sehingga mempermudah kita melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana yang disabdakan ”Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku melakukan shalat”

Silahkan Sifat Sholat Nabi

Semoga bermanfa’at

Ebook : SOROTAN TAJAM TERHADAP DZIKIR JAMA’AH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ebook : SOROTAN TAJAM TERHADAP DZIKIR JAMA’AH

 

SOROTAN TAJAM TERHADAP DZIKIR JAMA’AH

Koreksi Buku “Dzikir Berjama’ah Sunnah atau Bid’ah?” karya KH Ahmad Dimyathi Badruzzman, MA

Oleh :

Al-Ustadz Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA

 

Berikut ini adalah sebuah risalah khusus yang ditulis oleh Fadhilatul Ustadz Muhammad Arifin Baderi untuk menanggapi fenomena maraknya dzikir berjama’ah dan pembelaan-pembelaan terhadapnya, diantaranya buku yang ditulis oleh Ahmad Dimyathi Badruzzaman yang berjudul “Dzikir Berjama’ah Sunnah atau Bid’ah?”. Di dalam risalah yang cukup panjang ini, Ustadz menanggapi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan dan syubuhat pada buku tersebut dengan begitu anggunnya dan ilmiah.

ebook sorotan tajam dzikir

Sumber : Dipublikasi ulang dari http://abusalma.wordpress.com/

Kekeliruan Muncul Saat Berpaling Dari Wahyu

KEKELIRUAN MUNCUL SAAT BERPALING DARI WAHYU

(Tafsir: Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X)

(Qs. al-Hujurat/49:6-8)

Hai orang-orang yang beriman,
jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,
maka periksalah dengan teliti,
agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada kaum
tanpa mengetahui keadaannya
yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah.
Kalau ia menuruti (kemauan) kamu sekalian dalam beberapa urusan
benar-benarlah kalian akan mendapatkan kesusahan,
tetapi Allâh menjadikan kalian cinta kepada keimanan
dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu
serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.
Sebagai karunia dan nikmat dari Allâh.
Dan Allâh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Qs. al-Hujurat/49 : 6-8) Continue reading

whos.amung.us

PANDANGAN TENTANG DZIKIR BERJAMAAH (ATSAR).

PANDANGAN TENTANG DZIKIR BERJAMAAH (ATSAR).

TEKS ATSAR

Amr bin Salamah Rohimuhullah berkata: ‘Kami duduk-duduk di pintu rumah Abdullah bin Mas ‘ud RadhiAllahuanhu , sebelum shalat duduk shubuh, ketika beliau keluar kami mengiringinya pergi kemasjid. Lalu tiba-tiba Abu Musa Al-Asy’ari mendatangi kami dan berkata: “Apakah Abu Abdirrahman (Ibnu Mas ‘ud) sudah keluar (dan rumah)? “. Kami jawab: “Belum “. Lalu beliau duduk bersama kami. Kemudian keluarlah Ibnu Mas ‘ud, kami semua berdiri rnengerumuni beliau. Abu Musa berkata kepada Ibnu Ma ‘ud. “Wahai Abu Abdirrahman, tadi aku melihat suatu perkara yang aku ingkari namun aku menganggap -segala puji bagi Allah- hal itu adalah baik “. Kata lbnu Ma ‘s ‘ud: “Apa itu? “. Jawab Abu Musa: “Jika engkau berumur panjang, engkau akan mengetahui, aku tadi melihat kelompok orang di masjid, mereka duduk berhalaqoh (kelompok), menunggu shalat. Setiap kelompok dipimpin oleh seseorang, sedang di tangan mereka terdapat kerikil, lalu pemimpin tadi berkata: “Bertakbirlah seratus kali” maka mereka bertakbir seratus kali, “Bertahlillah seratus kali” maka mereka bertahlil seratus kali, “Bertasbihlah seratus kali” maka mereka bertasbih seratus kali. Ibnu Mas ‘ud bertanya: “Apa yang kamu katakan kepada mereka? Abu Musa menjawab: “Aku tidak bilang apa-apa, aku m.enanti pendapatmu” Kata ibnu Mas ‘ud: “Tidakkah kamu katakan kepada mereka agar mereka menghitung kesalahan mereka dan kamu jamin bahwa kebaikan mereka tidak akan disia-siakan” Lalu lbnu Mas ‘ud berlalu menuju masjid tersebut dan kami pun ikut, sehingga sampai di tempat itu. Ibnu Mas ‘ud bertanya kepada mereka: “Benda apa yang kalian pergunakan ini? Mereka menjawab: “Kerikil, wahai Abu Abdirrahman, kami bertakbir, tahlil dan bertasbih dengannya “. Timpal lbnu Mas ‘ud. “Hitunglah kesalahan-kesalahan kalian, saya jamin kebaikan kalian tidak akan sia-sia sedikitpun, celaka kalian wahai umat Muhammad, betapa cepat kebinasaan kalian, (itu) mereka, para sahabat Nabi kalian masih banyak bertebaran, ini baju beliau belum rusak, dan bejananya belum pecah. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, sungguh kalian berada dalam suatu agama yang lebih benar ketimbang agama Muhammad, atau kalian pembuka pintu kesesatan” Mereka menjawab. “Wahai Abu Abdirrahman, kami tidak menghendaki kecuali kebaikan “. Jawab Ibnu Mas ‘ud: “Betapa banyak orang yang menghendaki kebaikan namun tidak mendapatkannya”. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menceritakan kepada kami bahwa ada suatu kaum yangmembaca A1-Qur’a tetapi tidak sampai tenggorokan (tanpa difahami). Demi Allah, saya tidak tahu barangkali kebanyakan mereka adalah dan kalian. Lalu Ibnu Mas ‘ud pergi. Amr bin Salamah berkata: “Kami mendapati mayoritas anggota halaqah tersebut memerangi kami pada perang Nahrawan, mereka bergabung bersama Khawarij”. Continue reading

%d bloggers like this: