EBook : Salafi Digugat, Salafi Menjawab

EBook : Salafi Digugat, Salafi Menjawab

salafi digugat salafi menjawab

Judul Asli: Salafi Digugat, Salafi Menjawab
Penulis: Dr. Shalih bin Fauzan al Fauzan dan Muhammad Nashiruddin al Albani
Penerjemah: M. Tasdiq, Lc dan Rudy Hartono, Lc
Penerbit: Pustaka as-Sunnah, Jakarta
Cetakan: Pertama, November 2005
Ukuran ebook: (PDF) + 236 halaman
File size: 10.8 MB

Download ebook salafy digugat salafy menjawab

Buku Salafi digugat Salafi menjawab ini merupakan gabungan dua buah buku fenomenal karya dari Saikh Shalih bin Fauzan al Fauzan dan Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani yang berisi bantahan terhadap dua kitab karya Dr. M. Ramadhan al Buthi yang berjudul: “Salafiyah, Marhalatu Zamaniyyah La Mazhabun Islami” dan kitab “Fiqh Sirah”. Untuk kitab Al Buthi yang pertama, Syaikh Shalih bin Fauzan begitu lugas dalam memberikan komentarnya, sementara pada kitab “Fiqh Sirah”, Syaikh Albani begitu cermat dan detail dalam memberikan kritikan-kritikan.

Wal hasil, buku “Salafi digugat Salafi menjawab” mampu membuka kesalahan logika dan beberapa keteledoran penulis dalam mengutip hadits, yang berujung pada kesimpulan yang salah pada bagian-bagian penting dalam memahami islam. Dengan buku ini Syaikh Fauzan dan Syaikh Albani seakan-akan memberikan keyakinan kepada kita untuk tetap senantiasa mengikuti telada para shalafus shalih sebagai jalan kebenaran dalam berislam.

Catatan : [Dilarang keras memperjualbelikan ebook-ebook yang didownload ]. Ebook-ebook di sini didedikasikan untuk kepentingan dakwah kepada islam yang murni di atas pemahaman salafuna shalih. Silahkan menyebarkan kembali ebook-ebook ini selama tidak untuk diperjualbelikan.

Advertisements

4 Responses

  1. Assalamualaikum,

    ustad, saya sedang mencari jalan yg lurus,

    saya ikuti NU, maka saya ikuti tahlilan dan zikir berjamaah,,

    saya ikuti juga Muhammadyah, maka saya ikuti idul fitrinya muhammadyah yg biasanya puasa 29 hari dan kadang Idul fitri lebih dulu dari pemerintahan RI,,

    saya juga ikuti salafy, maka saya mengharamkan berkoalisi/berinteraksi/bantu-membantu dg yg namanya Jin!

    saya bingung ustad,,

    Muhammadyah juga anti bidah, Muhammadyah mengharamkan Perayaan Tahun Baru Islam/maulid

    padahal perayaan tahun baru islam di mushola paling biayanya tidak lebih dari 3 juta,

    nah, mereka (Muhammadyah) justru merayakan ulang tahun (Muktamar) Muhammadyah dengan biaya gila2an!! bisa sampai ratusan juta!!! bintang tamunya Orchestra pimpinan Dwiki Dharmawan, padahal mengundang orchestra yg saya tahu biayanya minimal 70 juta!!

    saya bingung ustad,,

    mengapa perayaan tahun baru islam diharamkan, tapi kok ulang tahun Muhammadyah malah diperbolehkan??

    biaya yg 3 juta utk tahun baru islam diharamkan, tapi kok ulang tahun Muhammadyah yg ratusan juta justru diperbolehkan??

    saya benar2 bingung ustad, semuanya menganggap dirinya adalah paling benar…

    krn itulah saya msh mencari mana yg benar!

    apakah yg paling benar adalah NU?? Muhammadyah?? Wahaby?? Salafy?? Sunni?? Syiah?? aswaja??

    saya benar2 bingung..

    hingga saya berpikir untuk mencari kiyai/ulama/ustad/syekh/habib yg mendapatkan keistimewaan dialam kubur, maka saya sempat membatin bila saya dapati informasi mengenai kiyai/ulama/ustad/syekh yg mendapatkan kemuliaan di alam kubur, maka saya akan mencari pengikut dari kiyai/ulama/ustad/syekh tersebut… utk kemudian bersumpah menjadi pengikut dari kiyai/ulama/ustad/syekh yg telah meninggal tsb..

    dan tidak sengaja saya dapati berita ini di internet:

    ustad, saya menemukan tulisan yg kasar ini:

    ” SEMINGGU sebelum ramadhan 1430H/2009, ditemukan jenazah KH Abdullah di Tanggerang MASIH UTUH beserta kain kafannya, bahkan bau harum semerbak dari jasadnya. Padahal telah dikubur selama 26 tahun. Sebagai seorang KYAI tentu beliau setelah sholat melakukan dzikir berjamaah bersama jamaahnya, melakukan tahlilan serta malan pesantren lainnyya yang sering dianggap Bid’ah. Jika amalan-amalan pesantren dianggap bid’ah dan ahli bid’ah, apakah ALLAH MASIH MEMBERI NIKMAT KUBUR KEPADA BELIAU? (berita metro tv/kompas).

    saya kemudian mencari sendiri di youtube siapa tau ada vidionya, ehh.. ternyata ada videonya…

    setelah saya lihat vidionya, saya mulai berfikir…

    apakah kiyai tersebut benar2 mendapatkan nikmat kubur???

    karena spt yg kita ketahui bahwa ahli bidah adalah tempatnya di Neraka!!

    tapi mengapa beliau (si kyai ahli bidah) justru mendapatkan kemuliaan di alam kubur??

    video 1:

    video 2:

    ustad, saya mulai curiga,,

    …jangan2 Allah benar2 sudah menghalalkan Bidah Hasanah…

    saya mencoba merenungkan dengan hati nurani mengharap hidayah Allah..

    karena saya hanyalah seorang pendosa yg sedang mencari jalan yg lurus, tidak perduli apakah jalan yg lurus adanya di Muhammadyah/Nu/Wahabi/Syiah/Sunni/dll..

    saya tdk perduli alirannya, yg saya mau hanya ingin mendapatkan nikmat kubur spt kiyai tersebut…

    saya masih mencari waktu luang utk jalan2 ke tanggerang tempat pesantren kiyai tsb lalu mondok beberapa bulan disana utk mempelajari ajarannya, karena logikanya kalo kyainya saja mendapat kenikmatan kubur spt itu berarti sudah jelas ajarannya adalah di “ridhoi” Allah.

    saya tidak tahu aliran kyai tsb… mungkin setelah mondok beberapa bulan disana baru ketahuan alirannya apa? nah, dg cara pemikiran primitif saya, saya akan mengikuti paham2nya, fatwa2nya, cara beribadahnya, dll…

    tidak lain hanya mengharap ingin mendapatkan kenikmatan kubur seperti kyai tsb..

    Mohon sekiranya keikhlasan ustad memberikan penjelasan kepada saya,

    Assalamualaikum

    • Wa’alaykumussalam warohmatullohi wabarokaatuhu, Pertama sekali saya mau menyampaikan bahwasannya saya bukan ustadz, kedua , Syukron jaziilan atas komentar antum dan niat baik antum untuk berupaya dalam mencari kebenaran, Mudah2an Allah Tabaroka wa ta’ala senantiasa memberikan TaufiqNya serta HidayahNya kepada antum agar ditunjuki jalan yang lurus dengan ilmu yang shahih berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi yang Shahih sebagaimana yang dipahami oleh para pendahulu-pendahulu umat ini yang shalih. Ketiga dan yang terpenting adalah jawaban dari pertanyaan antum bahwasanya dikarenakan keterbatasan ilmu maka saya katakan ” ALLAHU TA’ALA A’LAM BISH SHOWAB “. ANA LAA ADRI , saya tidak tahu , maka saya sarankan untuk menanyakan pertanyaan antum kepada yang lebih ahli ( Para Asatidzah ) , atau mungkin sedikit rekomendasi antum bisa menanyakan kepada saudara saya : Abu al Jauzaa => http://abul-jauzaa.blogspot.com/ atau di Konsultasi Syariah yang ada dilink blog saya ( http://konsultasisyariah.com/ ) atau pada Ustadz-Ustadz yang lain. Demikian mohon ma’af bila tidak bisa memuaskan hati antum. Barokallahu fiykum.
      Wassalamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuhu. Al Faqir Ilaa Allah.

  2. Alhamdulillah,

    terima kasih sudah merekomendasikan ke beberapa ustad, saya akan coba bertanya kepada mereka.

    Terima kasih juga krn sudah membaca curhatan saya, semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah dan segala macam ibadah yg kita lakukan diterima Allah (Amin).

    Assalamualaikum,

    • Bismillahi wal hamdulillahi wa ba’du, Akhirnya ana sampaikan kepada antum bahwasannya pertanyaan antum mendapatkan tanggapan dari al fadhil ustadz Firanda Andirja Lc ( Beliau saat ini masih study S2 di Universitas Madinah ) , yang dalam kesibukannya masih bisa meluangkan waktu untuk memberikan Nasihat atas pertanyaan antum, semoga apa yang beliau sampaikan bisa memberikan manfa’at kepada antum dan kita semua.

      Dan ana sampaikan Jazakallahu khoyrol jaza kepada Ustadz Firanda yang bersedia memberikan nasihat kepada kita. Barokallahu fiykum.

      Berikut Tanggapan Ustadz :

      Allah memerintahkan kita untuk mengikuti dalil dari Al-Qur’an maupun dari As-Sunnah.
      adapun kejadian tentang kiyai tersebut maka ana sudah lihat videonya, dan ikut terharu. meskipun ada sebagaian dokter yang menyatakan bahwasanya hal itu bisa saja terjadi dengan alami jika daerah kuburannya mengandung kapur dll. akan tetapi kita berhusnudzon bahwasanya Allah telah menjaga jasadnya karena amalan sholehnya. Ana mengajak antum merenungkan pont-point berikut :

      Pertama : Diantara amalan sholeh yang sangat besar yang saya lihat di youtube adalah bahwasanya beliau telah membangun mesjid, bahkan beliau hafal qur’an, bahkan beliau mengajarkan orang-orang kampung untuk membaca qur’an. hal ini tentunya merupakan amalan amalan sholeh yang sangat luar biasa. terbukti juga melihat anak-anaknya yang nampaknya merupkan anak-anak yang taat beribadah, ini juga merupkan amalan yang luar biasa. jadi jelas beliau memiliki amlan-amalan sholeh yang luar biasa.

      Kedua : Apakah benar kiyai tersebut suka melakukan amalan bid’ah seperti tahlilan dan dzikir berjama’ah?, tentunya hal ini harus dicek dulu dalam sejarah kehidupan beragama beliau

      Ketiga : Jika memang benar bahwasanya beliau memang pernah dan sering melakukan demikian, maka dengan utuhnya jasad beliau tidaklah melazimkan bahwasanya amalan-amalan bid’ah beliau adalah benar, karena hal-hal berikut :

      – Bisa jadi beliau tidak tahu bahwasanya hal itu merupakan bid’ah yang tercela, bahkan beliau merasa hal itu adalah hasanah. dan orang seperti ini semoga ALlah memberi udzur kepadanya. sebagaimana dengan sebuah hadits yang menceritakan tentang seseorang yang berwasiat kepada anak-anaknya untuk membakar mayatnya agar ia tidak dibangkitkan oleh ALlah karena ia takut di hisab oleh Allah.

      Hal ini tentunya bertentangan dengan syari’at, akan tetapi Nabi menjelaskan dalam hadits tersebut ternyata ALlah memberi udzur dan memaafkannya. akan tetapi tentunya tidak boleh kita katakan kepada masyarakat silahkan membakar mayat-mayat kalian sebagaimana ornag Hindu, siapa tahu Allah memaafkan kalian juga

      -Kalaupun ternyata tarohlah bid’ah yang beliau lakukan tersebut adalah dosa, maka saya rasa bid’ah-bid’ah tersebut sangatlah ringan dosanya dibandingkan dengan amalan-amalan sholeh yang telah dilakukan oleh sang kiyai. Dan seorang hamba ditimbang antara amalan sholehnya dan amalan buruknya. oleh karenanya semua bid’ah di neraka, sebagaimana semua dosa di neraka, akan tetapi tidak melazimkan semua pelaku bid’ah di neraka sebagaimana tidak melazimkan bahwa semua perlaku dosa di neraka

      – bukankah pak kiyai tidak maksum?, kalau kita berdalil dengan utuhnya jasad beliau untuk membenarkan bid’ah yang dilakukannya, maka hal ini melazimkan kita harus membenarkan seluruh amal perbuatan beliau. dan ini melazimkan bahwasanya beliau adalah orang yang maksum sebagaimana Nabi. dan tentunya hal ini tidaklah benar

      – di Arab Saudi juga sering ditemukan jasad-jasad yang utuh setlah puluhan tahun, bakan mungkin ratusan tahun, padahal kita tahu mayorits penduduk saudi beraliran wahhabi, apakah kemudian kita menjadikan dalil bahwasanya wahabi adalah sosok yang maksum?, tentunya tidak.

      Demikianlah kira-kira apa yang bisa ana sampaikan, selanjutnya ana ingatkan bahwasanya yang menjadi patokan adalah dalil, dan kita tetap harus bersandar kepada dalil dan pemahaman para sahabat. dan ini juga peringatan bagi kita (jika ternyata memang benar sang kiayai melakukan bid’ah) bahwasanya bisa jadi orang yang melakukan bid’ah lebih baik bagi kita (secara total menyeluruh) jika ternyata pelaku bid’ah tersebut memiliki amalan-amalan besar yang lainnya seperti membangun mesjid, sholat malam dll.

      Sementara seroang ahllus sunnah ternyata kurang amalannya. karena bagaimanapun Allah akan menimbang antara amalan baik dan amalan buruk. wallahu a’lam bish showaab

      *****Selesai tanggapan Ustadz.*****

      Tambahan Catatan dari Admin : Mengenai pertanyaan antum “

      “Muhammadyah juga anti bidah, Muhammadyah mengharamkan Perayaan Tahun Baru Islam/mauled
      padahal perayaan tahun baru islam di mushola paling biayanya tidak lebih dari 3 juta,nah, mereka (Muhammadyah) justru merayakan ulang tahun (Muktamar) Muhammadyah dengan biaya gila2an!! bisa sampai ratusan juta!!! bintang tamunya Orchestra pimpinan Dwiki Dharmawan, padahal mengundang orchestra yg saya tahu biayanya minimal 70 juta!!
      mengapa perayaan tahun baru islam diharamkan, tapi kok ulang tahun Muhammadyah malah diperbolehkan?? biaya yg 3 juta utk tahun baru islam diharamkan, tapi kok ulang tahun Muhammadyah yg ratusan juta justru diperbolehkan??
      saya benar2 bingung ,semuanya menganggap dirinya adalah paling benar…

      Maka kami Jawab : Akhi, Kebenaran bukan hanya dilihat dari perbuatan Orang, Individu, Kelompok, atau Organisasi, atau perbuatan fulan atau siahlan…tetapi kebenaran akan ditimbang atau diukur oleh Dalil ( Kitabullah dan Sunnah Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam yang shahih ), pemahaman Salafush Shalih Radhiyallahu ‘anhum ( 3 generasi terbaik Islam ) atau kebenaran terletak pada ittiba’ Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Sunnah Khulafa’ur-Rasyidun dan Sunnah para sahabatnya.

      Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
      “Kebenaran tidak diukur dengan orang, tetapi oranglah yang harus ditimbang dengan kebenaran. Inilah timbangan yang benar. Meskipun kedudukan dan derajat seseorang dapat berpengaruh bagi diterimanya perkataannya, sebagaimana diterimanya berita orang adil atau diabaikannya berita orang fasik, akan tetapi itu bukan tolok ukur kebenaran sama sekali. Sebab manusia adalah orang yang bisa luput dari kesempurnaan ilmu, dan dari kekuatan pemahaman, sesuai dengan seberapa besar kadar ilmu dan pemahaman yang terluput darinya. Bisa jadi seseorang merupakan orang yang kuat dalam beragama dan memiliki akhlak, namun mungkin ia adalah orang yang kurang ilmu dan lemah pemahamannya, sehingga terlepaslah kebenaran darinya sebesar kekurangannya dalam ilmu dan kelemahannya dalam pemahaman. Atau ia merupakan seseorang yang tumbuh pada suatu cara beragama tertentu atau madzhab tertentu, dimana ia hampir tidak pernah kenal cara lainnya, sehingga ia menyangka bahwa kebenaran hanyalah yang ada pada dirinya. Atau kemungkinan-kemungkinan lainnya”.[Al-Qawa’id Al-Mutsla Fi Shifatillah wa Asma’ihi Al-Husna, hal. 85]

      Jadi kita katakan bahwa merayakan Ulang Tahun tidaklah diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dan Sahabatnya apalagi dengan menampilkan Musik, dimana banyak mudhorot yang terjadi pada acara seperti itu.

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat” (Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq dengan lafazh jazm/ tegas).

      Dari Abu Malik Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      “Sungguh, akan ada orang-orang dari ummatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

      Dengan demikian untuk menilai sesuatu itu hak atau batil (sehingga bisa dijadikan petunjuk dan sebagai tempat berhukum yang menuntaskan segala perselisihan serta membangun persatuan), serta tidak ada ukurannya kecuali wahyu Allah kepda RasulNya, yang berupa al kitab (al Qu’ran) dan as Sunnah. Serta pemahaman Para Sahabat. Allahu a’lam bish showab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: