Dan Umar Rodhiyallahu anhu pun Menangis!

Dan Umar pun Menangis!
Umair bin Saad memilih pergi ke pinggiran Madinah dan tinggal di sana, Umar bin al-Khatthab sebagai khalifah hendak mengetahui keadaan laki-laki yang pernah menjadi gubernurnya tersebut, maka Umar berkata kepada orang kepercayaanya yang bernama al-Harits,

“Wahai Harits, pergilah kepada Umair bin Saad, tinggallah di sana seolah-olah kamu adalah tamu, jika kamu melihat tanda-tanda kenikmatan maka pulanglah seperti kamu datang. Namun jika kamu mendapatkan keadaan yang sulit maka berikanlah dinar-dinar ini kepadanya.” Lalu Umar memberikan sebuah kantong berisi dinar kepadanya.

Al-Harits berangkat hingga dia tiba di kampung Umair, dia bertanya tentangnya maka seseorang menunjukkannya kepadanya. Ketika al-Harits bertemu dengannya, dia berkata, Continue reading

Tabi’in Terbaik “Uwais Al-Qoroni”

Oleh : Ust. Firanda Andirja Lc

Uwais bin ‘Amir Al-Qoroni adalah tabiin terbaik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim[1] dari Umar bin Al-Khotthob ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِيْنَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ ((Sebaik-baik tabi’in adalah seorang yang disebut dengan Uwais dan ia memiliki seorang ibu… )).

Berkata An-Nawawi, “Ini jelas menunjukan bahwa Uwais adalah tabi’in terbaik, mungkin saja dikatakan “Imam Ahmad dan para imam yang lainnya mengatakan bahwa Sa’id bin Al-Musayyib adalah tabi’in terbaik”, maka jawabannya, maksud mereka adalah Sa’id bin Al-Musayyib adalah tabi’in terbaik dalam sisi ilmu syari’at seperti tafsir , hadits, fiqih, dan yang semisalnya dan bukan pada keafdlolan di sisi Allah”[2]

Berikut ini kami menyampaikan sebuah hadits yang berkaitan dengan kisah Uwais Al-Qoroni yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalah shahihnya[3].

Namun agar kisahnya lebih jelas dan gamblang maka dalam riwayat Imam Muslim ini kami menyelipkan riwayat-riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadroknya, Abu Ya’la dan Ibnul Mubarok dalam kedua musnad mereka.

Dari Usair bin Jabir berkata, “Umar bin Al-Khotthob, jika datang kepadanya amdad dari negeri Yaman maka Umar bertanya mereka, “Apakah ada diantara kalian Uwais bin ‘Amir ?”, hingga akhirnya ia bertemu dengan Uwais dan berkata kepadanya, “Apakah engkau adalah Uwais bin ‘Amir?”, ia berkata, “Iya”. Umar berkata, “Apakah engkau berasal dari Murod[4], kemudian dari Qoron?”, ia berkata, “Benar”. Continue reading

Ka’ab bin Malik; Dan Manisnya Sebuah Kejujuran…

Ka’ab bin Malik; Dan Manisnya Sebuah Kejujuran…

Ka’ab bin Malik Rodhiyallahu anhu adalah salah seorang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang mendapat anugerah Allah berupa kepiawaian dalam bersyair dan berjidal. Syair-syairnya banyak bertemakan peperangan. Kemampuan sebagai penyair ini, mengantarkannya menduduki posisi khusus di sisi Nabi, selain dua sahabat yang lain, yaitu Hassan bin Tsabit dan Abdullah bin Rawahah. Ka’ab bin Malik termasuk pemuka sahabat dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Khazraj. Nama lengkapnya ialah ‘Amr bin Al Qain bin Ka’ab bin Sawaad bin Ghanm bin Ka’ab bin Salamah. Pada masa jahiliyah, ia dikenal dengan kunyahnya (panggilan) Abu Basyir.
Kisah kejujuran Ka’ab bin Malik rodhiyallahu anhu ini, berawal saat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mengambil keputusan untuk menyerang Romawi. Beliau memobilisasi para sahabat untuk tujuan itu. Kaum rnuslimin segera melakukan persiapan dan berlomba-lomba menginfakkan harta yang mereka miliki. Continue reading

%d bloggers like this: