MUNGKINKAH PERSATUAN (AKAN TERWUJUD) BERSAMAAN DENGAN BERKELOMPOK-KELOMPOK DAN BERGOLONG-GOLONGNYA (UMAT) ? DAN MANHAJ YANG MANA YANG (UMAT) HARUS BERSATU PADANYA?

MUNGKINKAH PERSATUAN (AKAN TERWUJUD) BERSAMAAN DENGAN BERKELOMPOK-KELOMPOK DAN BERGOLONG-GOLONGNYA (UMAT) ? DAN MANHAJ YANG MANA YANG (UMAT) HARUS BERSATU PADANYA?

Oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Mungkinkah persatuan (akan terwujud) bersamaan dengan berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan (umat)? Dan manhaj yang mana yang (umat) harus bersatu padanya ?

Jawaban
Persatuan tidak mungkin (akan terjadi) bersamaan dengan berkelompok dan bergolong-golongnya (umat). Karena sesungguhnya golongan-golongan itu saling berlawanan antara satu dengan yang lainnya, sedangkan mengumpulkan dua hal yang berlawanan adalah hal yang mustahil.

Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya : Berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” [Ali ‘Imran: 103]

Kemudian Allah Ta’ala melarang perpecahan dan memerintahkan untuk bersatu dalam satu golongan, yaitu ‘Hizbullah’ (golongan Allah).

“Artinya : Ketahuilah sesungguhnya golongan Allah itu adalah yang beruntung.” [Al-Mujadilah: 22] Continue reading

FENOMENA KEANEKARAGAMAN GOLONGAN

FENOMENA KEANEKARAGAMAN GOLONGAN

Oleh : Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsary

Golongan yang bermacam-macam dalam masyarakat mana pun, karena di sana banyak terdapat problem sosial, yang sisi pandangnya saling berbeda dan pendapatnya saling bertentangan, sehingga tidak bisa saling bertemu pada satu titik yang bisa memuaskan semua pihak. Bahkan lebih dari itu, apa yang dianggap baik oleh satu golongan, dianggap buruk oleh golongan yang lain, dan apa yang dilihat sebagai suatu kebahagiaan oleh satu golongan, dianggap sebagai penderitaan oleh golongan lain.

Sudah sama-sama dimaklumi, semua ini bukan masalah remeh dan kasus yang melintas sejenak, seperti anggapan sabagian orang atau kelompok-kelompok tertentu. Tetapi ini merupakan masalah besar yang terpampang di hadapan masyarakat, yang tidak bisa diremehkan dan dilewatkan begitu saja. Fenomena ini harus memperoleh perhatian dan harus ditindaklanjuti sampai tuntas.

Terlepas dari istilah-istilah Islam yang tepat tentang masalah ini, dapat kami katakan, “Keanekaragaman golongan ini, boleh jadi didasarkan kepada perselisihan dalam masalah akidah serta rukun-rukunnya, dan boleh jadi karena berkisar pada masalah syariat serta hukum, dan boleh jadi karena berkisar pada masalah manhaj dan tingkah laku.” Continue reading

MENJAUHI JAMA’AH-JAMA’AH ISLAM YANG MENYELISIHI RASUL SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

MENJAUHI JAMA’AH-JAMA’AH ISLAM YANG MENYELISIHI RASUL SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hafidzahullah

Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Kami sering mendengar berbagai macam jama’ah-jama’ah pada jaman ini di seluruh penjuru dunia, apakah ini sesuai dengan syari’at ? Bolehkah pergi dan bergabung bersama mereka apabila di dalamnya tidak ada bid’ah?

Jawaban
Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan dan menjelaskan kepada kita bagaimana seharusnya beramal. Tidaklah beliau meninggalkan bagi umatnya sesuatu yang bisa mendekatkan kepada Allah melainkan beliau pasti jelaskan. Dan beliau tidaklah meninggalkan sesuatu yang bisa menjauhkan umatnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan telah beliau jelaskan pula.[1] Continue reading

MENGIKUTI JALAN YANG BERCABANG

MENGIKUTI JALAN YANG BERCABANG

Oleh : Syaikh Muhammad bin Musa bin Nasr Hafidzahullah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda bahwasanya umat ini akan berpecah belah berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan. Dan bahwa umat ini akan mengikuti cara-cara umat-umat sebelumnya selangkah demi selangkah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Artinya : Kalian benar-benar akan mengikuti tata cara umat-umat sebelum kalian, selangkah demi selangkah hingga mereka memasuki lubang biawak kalian pasti mengikutinya. “Para sahabat bertanya : Apakah yang engkau maksudkan Yahudi dan Nashara ?” Beliau menjawab : Kalau bukan (mereka) siapa lagi?” [Muttafaqun ‘alaihi] Continue reading

%d bloggers like this: