BERSAMA AHLI BAIT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

BERSAMA  AHLI BAIT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh : Ustadz Abu Abdillah Al-Atsari

Nasab ahli bait/ahlul bait merupakan nasab yang mulia, karena mereka terlahir dari keturunan orang-orang pilihan, manusia terbaik yang ada di muka bumi. Namun kemuliaan nasab ini janganlah membuat kita lupa daratan kepada mereka, semisal terlalu berlebihan alias ghuluw atau menganggap mereka ma’shum dari dosa, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya bagaimana loyalitas yang benar terhadap ahli bait, cermati pembahasan berikut ini. Allahul Muwaffiq.

SIAPAKAH AHLI BAIT?


Telah terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang siapakah ahli bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pendapat yang shahih, ahli bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang diharamkan bagi mereka shodaqoh. Mereka adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keturunannya, serta seluruh kaum muslimin dan muslimah dari keturunan Abdul Muthalib dan keturunan Bani Hasyim bin Abd Manaf, Allahu a’lam Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam ( Washiyyatu Muwaddi’ ) Tamat

BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBAGI BID’AH KEPADA BID’AH HASANAH (YANG BAIK) DAN BID’AH SAYYI-AH (YANG BURUK) 

Mereka berkata: “Bid’ah ada yang baik dan ada pula yang buruk.”[44] 

Penulis berkata: “Katakanlah jika kalian kehendaki ada bid’ah yang baik dan ada bid’ah yang buruk, tetapi janganlah kalian lupa bahwa Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam telah bersabda:

“Karena sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.” 

Karena setiap nama yang kalian sandangkan itu masuk ke dalam kata kull (setiap) yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam. 

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu anhu, dia berkata: “Setiap perbuatan bid’ah itu adalah sesat, sekalipun orang-orang melihatnya baik.”[45] 

Adapun orang yang berkata: “Sekarang ini bukanlah saatnya untuk melarang bid’ah, namun yang lebih utama adalah memerangi aliran-aliran pemikiran yang menyimpang dari agama,”  Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam (Washiyyatu Muwaddi’) Bag 4

# BARANG SIAPA MENGAMBIL (AGAMA-ed) DARI SAHABAT BERARTI DIA TELAH MENGAMBIL DARI AL-QUR-AN AL-KARIM

Para Sahabat g telah mengambil (agama ini-ed) dari keempat khalifah dan para Sahabat adalah orang yang paling berantusias terhadap kebaikan.. 

Allah Subhanahu wa ta’ala sendiri benar-benar telah mempersaksikan keimanan mereka dan melarang mengikuti selain jalan mereka. 

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa’: 115)  Continue reading

TANGISAN UMAR BIN AL-KHATHTHAB RADHIYALLAHU ANHU

TANGISAN UMAR BIN AL-KHATHTHAB RADHIYALLAHU ANHU

TANGISAN UMAR RADHIYALLAHU ANHU ATAS KEZUHUDAN NABI SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM

Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu menuturkan kepadaku, katanya, ‘Aku menemui Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam saat beliau di atas tikarnya. Aku duduk, ternyata di atas tikar tersebut terda-pat kain sarung dan tidak ada selainnya. Rupanya tikar tersebut membekas pada lambung beliau. Aku juga melihat segenggam gandum hampir satu sha’ dan [I]qardz[/I] (beberapa tumbuhan untuk menyamak kulit) di pojok kamar. Dan ada juga kulit yang ter-gantung. Melihat hal itu kedua mataku mengucurkan air mata. Beliau Shalallallahu alaihi wa sallam bertanya,

مَا يُبْكِيْكَ يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ؟

“Apa yang membuatmu menangis, wahai Ibnu al-Khaththab?”

Aku menjawab, “Wahai Nabi, bagaimana aku tidak menangis sedangkan tikar ini telah membekas di lambung baginda, dan aku tidak melihat di dalam kamar ini kecuali apa yang aku lihat. Sementara itu Kisra dan Kaisar bergelimang dengan buah-buahan dan sungai-sungai, sedangkan engkau adalah Nabi Allah dan orang pilihanNya namun hanya ini pembendaharaan ba-ginda.” Maka beliau Shalallallahu alihi wa sallam  bersabda, Continue reading

Tangisan Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu Karena Khawatir Terhadap Dunia

Tangisan Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu Karena Khawatir Terhadap Dunia

Dari Zaid bin Arqam  Rodhiyallahu anhu bahwa Abu Bakar Rodhiyallahu anhu  meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya. Mereka bertanya, “Apa yang membuat anda menangis seperti ini?” Dia menjawab, “Aku pernah bersama Nabi Shalallallahu alihi wa sallam , dan beliau menolak sesuatu dari diri beliau seraya berkata, ‘Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku.’ Padahal aku tidak melihat seorang pun bersamanya. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku melihatmu menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat seorang pun bersamamu?’ Beliau Shalallallahu alihi wa sallam menjawab,

هذِهِ الدُّنْيَا تَمَثَّلَتْ لِيْ بِمَا فِيْهَا، فَقُلْتُ لَهَا: إِلَيْكَ عَنِّيْ، فَتَنَحَّتْ

 

‘Dunia ini diperlihatkan kepadaku dengan segala isinya, maka aku berkata, ‘Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku!’ Lalu ia pun menjauh.’ Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam ( Washiyyatu Muwaddi’ ) Bag 3

# LALU, APA SOLUSINYA? 

• “Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah

Khu lafa-ur Rasyidin yang mendapatkan pe tunjuk, gigitlah dia dengan gigi geraham” 

“Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku”, artinya berpegang teguhlah kepada manhaj dan jalanku. Karena dia adalah cahaya, obat dan sekaligus rahmat. As-Sunnah yang menafsirkan al-Qur-anul ‘Azhim dan ia diambil dari sumbernya. 

Bagaimana mungkin orang yang berpegang kepada al-Qur-an dan as-Sunnah dapat tersesat dan celaka, sementara Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam bersabda: 

 “Aku telah meninggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu al-Qur-an dan Sunnah Rasul-Nya.”[20]

Diriwayatkan dari Abul ‘Aliyah, bahwa dia berkata: “Kalian harus berpegang teguh kepada perkara pertama yang dahulu menjadi pedoman mereka (Sahabat) sebelum orang-orang terpecah belah.”  Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam (Washiyyatu Muwaddi’) Bag 2

ADA APA SETELAH KEMATIAN NABI SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM ? 

Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam  telah meninggal dunia. Air mata pun bercucuran, hati menjadi sedih dan tersiksa, dunia menjadi gelap, dan orang-orang Mukmin mengingkari diri mereka sendiri. 

Kekasih yang dicintai dan disenangi, sosok yang mulia dan seorang pendidik dan pengajar yang penuh rasa kasih sayang terhadap orang-orang Mukmin, telah pergi meninggalkan dunia 

Perhatian orang yang kehilangan kekasih yang dicintai dan disenanginya adalah dengan cara menyegarkan kembali relung hatinya dengan kenang-kenangan … Continue reading

%d bloggers like this: