Ahlul-Bait adalah Jaminan Keselamatan Dunia dan Akhirat

Ahlul-Bait adalah Jaminan Keselamatan Dunia dan Akhirat

Salah satu doktrin teologis primer bagi kaum Syi’ah menyatakan bahwa agama ini hanya akan tegak dengan wasilah (perantaraan) Ahlul-Bait. (Saat lawan bicara mereka adalah Ahlus-Sunnah), salah satu dalil penting yang mereka kemukakan adalah :

حَدَّثَنَا يحيى قَال حَدَّثَنَا جرير عن الحسن بن عبيد الله عن أبي الضحى عن زيد بن أرقم قَال النبي صلى الله عليه وسلم إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا كتاب الله عز وجل وعترتي أهل بيتي وإنهما لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض

Telah menceritakan kepada kami Yahya, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Jariir, dari Al-Hasan bin ‘Ubaidillah, dari Abudl-Dluhaa, dari Zaid bin Arqam, ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku tinggalkan untuk kalian yang apabila kalian berpegang-teguh padanya maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah ‘azza wa jalla dan ‘itrahku ahlul-baitku. Dan keduanya tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku di Al-Haudl” [Diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyaan Al-Fasaawiy dalam Al-Ma’rifah wat-Taariikh, 1/536].

Yahya, menurut pen-tahqiq kitab Al-Ma’rifah (Dr. Akram Dliyaa’ Al-‘Umariy hafidhahullah) adalah Ibnu Yahyaa bin Bakiir, seorang perawi tsiqah. Sedangkan menurut jalan sanad Al-Haakim, ia adalah Ibnul-Mughiirah As-Sa’diy Ar-Raaziy. Abu Haatim mengatakan ia perawi shaduuq [Al-Jarh wat-Ta’diil, 9/191 no. 798]. Ibnu Hibbaan memasukkannya dalam Ats-Tsiqaat [9/no. 16357]. Adapun perawi lain adalah perawi Shahihain, kecuali Al-Hasan bin ‘Ubaidillah, ia hanya dipakai oleh Muslim saja. Continue reading

BERSAMA AHLI BAIT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

BERSAMA  AHLI BAIT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh : Ustadz Abu Abdillah Al-Atsari

Nasab ahli bait/ahlul bait merupakan nasab yang mulia, karena mereka terlahir dari keturunan orang-orang pilihan, manusia terbaik yang ada di muka bumi. Namun kemuliaan nasab ini janganlah membuat kita lupa daratan kepada mereka, semisal terlalu berlebihan alias ghuluw atau menganggap mereka ma’shum dari dosa, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya bagaimana loyalitas yang benar terhadap ahli bait, cermati pembahasan berikut ini. Allahul Muwaffiq.

SIAPAKAH AHLI BAIT?


Telah terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang siapakah ahli bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pendapat yang shahih, ahli bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang diharamkan bagi mereka shodaqoh. Mereka adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keturunannya, serta seluruh kaum muslimin dan muslimah dari keturunan Abdul Muthalib dan keturunan Bani Hasyim bin Abd Manaf, Allahu a’lam Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam ( Washiyyatu Muwaddi’ ) Tamat

BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBAGI BID’AH KEPADA BID’AH HASANAH (YANG BAIK) DAN BID’AH SAYYI-AH (YANG BURUK) 

Mereka berkata: “Bid’ah ada yang baik dan ada pula yang buruk.”[44] 

Penulis berkata: “Katakanlah jika kalian kehendaki ada bid’ah yang baik dan ada bid’ah yang buruk, tetapi janganlah kalian lupa bahwa Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam telah bersabda:

“Karena sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.” 

Karena setiap nama yang kalian sandangkan itu masuk ke dalam kata kull (setiap) yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam. 

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu anhu, dia berkata: “Setiap perbuatan bid’ah itu adalah sesat, sekalipun orang-orang melihatnya baik.”[45] 

Adapun orang yang berkata: “Sekarang ini bukanlah saatnya untuk melarang bid’ah, namun yang lebih utama adalah memerangi aliran-aliran pemikiran yang menyimpang dari agama,”  Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam (Washiyyatu Muwaddi’) Bag 4

# BARANG SIAPA MENGAMBIL (AGAMA-ed) DARI SAHABAT BERARTI DIA TELAH MENGAMBIL DARI AL-QUR-AN AL-KARIM

Para Sahabat g telah mengambil (agama ini-ed) dari keempat khalifah dan para Sahabat adalah orang yang paling berantusias terhadap kebaikan.. 

Allah Subhanahu wa ta’ala sendiri benar-benar telah mempersaksikan keimanan mereka dan melarang mengikuti selain jalan mereka. 

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa’: 115)  Continue reading

%d bloggers like this: