TANGISAN UMAR BIN AL-KHATHTHAB RADHIYALLAHU ANHU

TANGISAN UMAR BIN AL-KHATHTHAB RADHIYALLAHU ANHU

TANGISAN UMAR RADHIYALLAHU ANHU ATAS KEZUHUDAN NABI SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM

Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu menuturkan kepadaku, katanya, ‘Aku menemui Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam saat beliau di atas tikarnya. Aku duduk, ternyata di atas tikar tersebut terda-pat kain sarung dan tidak ada selainnya. Rupanya tikar tersebut membekas pada lambung beliau. Aku juga melihat segenggam gandum hampir satu sha’ dan [I]qardz[/I] (beberapa tumbuhan untuk menyamak kulit) di pojok kamar. Dan ada juga kulit yang ter-gantung. Melihat hal itu kedua mataku mengucurkan air mata. Beliau Shalallallahu alaihi wa sallam bertanya,

مَا يُبْكِيْكَ يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ؟

“Apa yang membuatmu menangis, wahai Ibnu al-Khaththab?”

Aku menjawab, “Wahai Nabi, bagaimana aku tidak menangis sedangkan tikar ini telah membekas di lambung baginda, dan aku tidak melihat di dalam kamar ini kecuali apa yang aku lihat. Sementara itu Kisra dan Kaisar bergelimang dengan buah-buahan dan sungai-sungai, sedangkan engkau adalah Nabi Allah dan orang pilihanNya namun hanya ini pembendaharaan ba-ginda.” Maka beliau Shalallallahu alihi wa sallam  bersabda, Continue reading

Tangisan Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu Karena Khawatir Terhadap Dunia

Tangisan Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu Karena Khawatir Terhadap Dunia

Dari Zaid bin Arqam  Rodhiyallahu anhu bahwa Abu Bakar Rodhiyallahu anhu  meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya. Mereka bertanya, “Apa yang membuat anda menangis seperti ini?” Dia menjawab, “Aku pernah bersama Nabi Shalallallahu alihi wa sallam , dan beliau menolak sesuatu dari diri beliau seraya berkata, ‘Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku.’ Padahal aku tidak melihat seorang pun bersamanya. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku melihatmu menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat seorang pun bersamamu?’ Beliau Shalallallahu alihi wa sallam menjawab,

هذِهِ الدُّنْيَا تَمَثَّلَتْ لِيْ بِمَا فِيْهَا، فَقُلْتُ لَهَا: إِلَيْكَ عَنِّيْ، فَتَنَحَّتْ

 

‘Dunia ini diperlihatkan kepadaku dengan segala isinya, maka aku berkata, ‘Menjauhlah dariku, menjauhlah dariku!’ Lalu ia pun menjauh.’ Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam ( Washiyyatu Muwaddi’ ) Bag 3

# LALU, APA SOLUSINYA? 

• “Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah

Khu lafa-ur Rasyidin yang mendapatkan pe tunjuk, gigitlah dia dengan gigi geraham” 

“Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku”, artinya berpegang teguhlah kepada manhaj dan jalanku. Karena dia adalah cahaya, obat dan sekaligus rahmat. As-Sunnah yang menafsirkan al-Qur-anul ‘Azhim dan ia diambil dari sumbernya. 

Bagaimana mungkin orang yang berpegang kepada al-Qur-an dan as-Sunnah dapat tersesat dan celaka, sementara Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam bersabda: 

 “Aku telah meninggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu al-Qur-an dan Sunnah Rasul-Nya.”[20]

Diriwayatkan dari Abul ‘Aliyah, bahwa dia berkata: “Kalian harus berpegang teguh kepada perkara pertama yang dahulu menjadi pedoman mereka (Sahabat) sebelum orang-orang terpecah belah.”  Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam (Washiyyatu Muwaddi’) Bag 2

ADA APA SETELAH KEMATIAN NABI SHALALLALLAHU ALIHI WA SALLAM ? 

Rasulullah Shalallallahu alihi wa sallam  telah meninggal dunia. Air mata pun bercucuran, hati menjadi sedih dan tersiksa, dunia menjadi gelap, dan orang-orang Mukmin mengingkari diri mereka sendiri. 

Kekasih yang dicintai dan disenangi, sosok yang mulia dan seorang pendidik dan pengajar yang penuh rasa kasih sayang terhadap orang-orang Mukmin, telah pergi meninggalkan dunia 

Perhatian orang yang kehilangan kekasih yang dicintai dan disenanginya adalah dengan cara menyegarkan kembali relung hatinya dengan kenang-kenangan … Continue reading

Pesan- Pesan Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam (Bag 1)

Pesan- Pesan  Terakhir Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam 

Washiyyatu Muwaddi’ 

karya Syaikh Husain bin ’Audah al-’Awayisyah 

Sungguh banyak nasihat yang telah Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam sampaikan kepada ummatnya, baik yang berkaitan dengan masalah duniawi mau pun masalah ukhrawi mereka. 

Di antara nasihat-nasihat yang paling berkesan di hati para Sahabatnya adalah nasihat yang beliau sampaikan menjelang wafatnya, sebagaimana dikisahkan oleh salah seorang Sahabat bernama al-‘Irbadh bin Sariyah berikut ini. 

Dari al-‘Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu anhu, dia berkata bahwa (pada suatu hari) Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang sangat berkesan sehingga hati kami terharu dan air mata kami bercucuran.

Maka kami pun menyapanya: “Wahai Rasulullah, sepertinya ini pesan perpisahan. Continue reading

%d bloggers like this: