Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi dan Benarkah Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Mendukung Maulid Nabi?

Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi dan Benarkah Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Mendukung Maulid Nabi?

Judul Asli: Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi hafizhahullah

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa ahlul bid’ah senantiasa ‘berjuang’ dengan penuh kegigihan membela dan mengibarkan bendera bid’ah, sehingga bid’ah menyebar di mana-mana. Jangan heran bila mereka begitu berani memaksakan dalil demi hawa nafsunya atau menasabkan hadits yang tidak ada asalnya.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi syubhat mereka?! Continue reading

Maulid Nabi, Padahal Ulama Pun Telah Berselisih Tentang Tanggal Kelahirannya

Maulid Nabi, Padahal Ulama Pun Telah Berselisih Tentang Tanggal Kelahirannya.. 

Mengkritisi Sejarah Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam 

Oleh: Ustadz Ubaidah Yusuf as-Sidawi

Sesungguhnya kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ke dunia ini merupakan nikmat yang sangat agung. Bagaimana tidak, dengan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berarti lahirlah seorang nabi yang penuh kasih dan berjasa besar dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan masa jahiliah menuju Islam yang keindahan cahayanya dapat kita rasakan hingga detik ini.

“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada orang-orang yang beriman yaitu ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah), padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran : 164).

Oleh karena itu, umat ini hendaknya banyak bersyukur kepada Allah azza wa jalla atas kelahiran nabi yang mulia tersebut. Namun demikian bukan berarti kita berlebihan dalam memperlakukan hari kelahirannya tersebut, atau membuat dongeng-dongeng serta keyakinan-keyakinan yang tidak berdasar, dan juga membuat ritual-ritual ibadah yang tidak ada bimbingan agama, karena hal itu bukanlah termasuk ungkapan syukur yang dimaksud dalam agama. “Berbagai keyakinan yang berlebihan mewarnai hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian berkeyakinan bahwa malam kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah malam yang paling utama, bahkan lebih utama dari malam lailatul qadr![1] Continue reading

BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI??

BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI?? 

Oleh : Usamah bin Abdillah ath-Thiiby al-Filisthini 

Termasuk perkara yang tidak diragukan lagi adalah, bahwa sekarang ini kita berada dalam kehidupan yang penuh dengan slogan yang gencar, mengarah kepada penghulu keturunan nabi Adam, baginya sholawat yang paling utama dari salam yang paling sempurna. Slogan-slogan tersebut menyakiti sang penebar rahmat dan petunjuk Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. dikarenakan sekarang kita dekat dengan waktu peringatan Maulid Nabi (!!). Maka saya ingin menjelaskan kepada kaum mislimin bentuk penganiayaan kepada Rasulullah, bahkan model-modelnya amat banyak sekali. 

Kebanyakan para pecinta beliau lupa akan hal ini, sehingga kecintaan tersebut menyeret mereka untuk berlaku ghuluw (berlebih-lebihan), yang dengan itu justru mereka menyelisihi perintah dan bimbingan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Diantara bentuk penganiayaan terhadap Rasulullah adalah membuat ajaran baru didalam agama dan tuntunan beliau yang sempurna, karena telah disempurnakan Allah : Continue reading

APA HUKUMNYA MERAYAKAN MAULID NABI ?

APA HUKUMNYA MERAYAKAN MAULID NABI ?

Oleh : Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani (1173-1250H) 

PENDAHULUAN 

Bismillahi- rahmaani-rahiim

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan, petunjuk dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kita memohon perlindungan dari kejahatan diri dan amalan kita kepada-Nya. Sesungguhnya barang siapa yang telah Allah berikan petunjuk, niscaya tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang telah Allah sesatkan, niscaya tidak akan ada yang mampu memberikannya petunjuk. 

Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya. 

Amma ba’du. Continue reading

PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENURUT SYARI’AT ISLAM

PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENURUT SYARI’AT ISLAM

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yang diikuti. Semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para Shahabatnya.

Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama Islam bagi umatnya; menyempurnakan nikmat-Nya bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mewafatkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali setelah beliau selesai menyampaikan segala sesuatu yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dengan jelas, baik berupa perkataan maupun perbuatan; juga setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa setiap hal baru yang diada-adakan oleh manusia dan disandarkan kepada agama Islam, baik berupa i’tiqâd (keyakinan), perkataan maupun perbuatan semua itu adalah bid’ah dan tertolak, walaupun maksudnya baik. Semua ini karena bid’ah merupakan penambahan terhadap ajaran agama dan mensyari’atkan sesuatu yang tidak diizinkan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta merupakan tasyabbuh (penyerupaan) dengan musuh-musuh Allah Azza wa Jalla dari golongan Yahudi dan Nasrani. Selain itu, melakukan bid’ah berarti pelecehan terhadap agama Islam dan menganggapnya tidak sempurna. Keyakinan ini mengandung kerusakan yang besar dan bertentangan dengan firman Allah Azza wa jalla dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memperingatkan terhadap bid’ah. Continue reading

CARA MEWUJUDKAN IBADAH

CARA MEWUJUDKAN IBADAH

Oleh : Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al Hilali Hafidzahullah

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ كَعْبٍ الأَسْلَمِيِّ قَالَ كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: سَلْ. فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ. قَالَ: أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ، قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslami Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan: Aku menginap di rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku membantu membawakan air wudhu dan keperluan beliau, lalu beliau berkata,”Mintalah sesuatu kepadaku!” Saya menjawab,”Saya minta agar bisa bersamamu di surga!” Beliau bersabda,”Atau yang lain (dari) itu?” Aku menjawab,”Itu saja,” maka beliau bersabda,”Bantulah aku (untuk mengalahkan) nafsu (diri)mu dengan banyak bersujud.” [HR Imam Muslim].

Peribadatan kepada Allah merupakan tujuan diciptakannya seorang hamba. Lalu bagaimanakan cara mewujudkannya? Continue reading

Syarat-Syarat Ibadah yang Benar

Syarat-Syarat Ibadah yang Benar

﴿  ضوابط العبادة الصحيحة ﴾

Penyusun : Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan Hafidzahullah

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang telah menyempurnakan agama-Nya, menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita, meridhoi islam sebagai agama kita, dan memerintahkan kita agar berpegang denganya hingga mati:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS: Ali Imron: 102).

Dan wasiat Ibrahim dan Ya’qub kepada anaknya:

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

” Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (QS: al-Baqroh: 132) Continue reading

Kesempurnaan Islam dsan Bahaya Bid’ah

Kesempurnaan Islam dsan Bahaya Bid’ah

Oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin Rohimahullah 

ALLAH TELAH MENJELASKAN USHUL DAN FURU’ AGAMA DALAM AL QUR’ANUL KARIM

Anda tentu telah tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dalam Al Qur’an tentang ushul (pokok-pokok) dan furu’ (cabang-cabang) agama Islam. Allah telah menjelaskan tentang tauhid dengan segala macam-macamnya, sampai tentang bergaul sesama manusia seperti tatakrama pertemuan, tatacara minta izin dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majlis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. (Surah Al Mujaadalah:11).

Dan FirmanNya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu minta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: ‘Kembalilah!’ maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surah An-Nuur:27-28). Continue reading

Kesempurnaan Agama Islam

Kesempurnaan Agama Islam

Penulis: Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari 

Islam sebagai satu-satunya agama yang dipilih oleh Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam” (Ali Imran : 19)
Merupakan kebenaran mutlak yang datang dari Allah Ta’ala dan tidak ada kebenaran selain Islam, maka siapa yang menginginkan selain Islam berarti dia memilih kebathilan dan dalam keadaan merugi.

Allah Ta’ala berfirman : “Apakah selain agama Allah (Islam) yang mereka inginkan, padahal hanya kepada Allah-lah berserah diri segala apa yang ada di langit dan di bumi baik dengan tunduk (taat) maupun dipaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan.” (Ali Imran : 83)

“Dan siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agamanya maka tidak akan diterima darinya agama tersebut dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran : 85).

Agama yang haq ini telah disempurnakan oleh Allah Ta’ala dalam segala segi, segala yang dibutuhkan hamba untuk kehidupan dunia dan akhiratnya telah dijelaskan, sehingga tidak luput satu percakapan melainkan Islam telah mengaturnya. Continue reading

ETIKA BERGAUL

ETIKA BERGAUL

Oleh Ustadz Fariq bin Gasim Anuz

Cita-cita tertinggi seorang muslim, ialah agar dirinya dicintai Allah, menjadi orang bertakwa yang dapat diperoleh dengan menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia. diantara tanda-tanda seseorang dicintai Allah, yaitu jika dirinya dicintai olah orang-orang shalih, diterima oleh hati mereka. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Lalu Jibril mencintainya dan menyeru kepada penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi.” [Hadits Bukhari dan Muslim,dalam Shahih Jami’ush Shaghir no.283] Continue reading

Bahtera Penyelamat dari gelombang Syubhat

Bahtera Penyelamat dari gelombang Syubhat 

Oleh Al-Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz 

Al Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata

“Dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari fitnah syubhat ini kecuali dengan ittiba’ kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam semata, dan berhukum kepadanya tentang masalah dien dalam hal-hal yang kecil maupun yang besar, baik masalah-masalah zhahir maupun batin, aqidah maupun amaliah, hakekat maupun syari’ah, maka dia mengambil dari beliau hakekat-hakekat Iman dan syariat-syari’at Islam, seperti apa yang telah beliau tetapkan berupa sifat-sifat, perbuatan-perbuatan, dan nama-nama Allah maka kita menetapkannya pula, dan apa-apa yang beliau nafikan harus kita nafikan. 

Begitu pula kita harus mengambil tuntunan beliau dalam hal kewajiban shalat, waktu-waktunya, jumlah raka’atnya, batas-batas nishab zakat, orang-orang yang berhak menerimanya, kewajiban wudhu, mandi janabah, dan puasa Ramadhan (serta yang lainnya, pent), maka janganlah seseorang menjadikan beliau sebagai Rasul dalam suatu urusan, tetapi tidak menjadikan beliau sebagai Rasul dalam urusan dien yang lainnya, bahkan sesungguhnya beliau itu Rasul dalam setiap urusan yang dibutuhkan umat baik dalam hal ilmu ataupun dalam hal amaliah, dan tidak boleh sesuatu diambil kecuali harus darinya, maka petunjuk itu hanya mencakup ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan beliau dan setiap apa yang menyimpang dari tuntunan beliau maka hal tersebut merupakan kesesatan. Apabila seseorang mengikat hatinya atas hal yang demikian dan selain itu ia menolaknya, serta ia selalu menimbang sesuatu dengan apa-apa yang datang dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, apabila sesuai dengan beliau dia menerimanya, bukan dikarenakan orang yang mengucapkannya tetapi karena hal tersebut sesuai dengan risalah Islam.  Continue reading

FITNAH SYUBHAT DAN SEBAB-SEBABNYA

FITNAH SYUBHAT DAN SEBAB-SEBABNYA

Oleh : Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz 

Al Imam Muhammad bin Aslam At-Thusi rahimahullah (242 H) berkata “Dan barangsiapa mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam hal wahyu dan dengan apa-apa yang ahli syirik dan ahli bid’ah berada di atasnya pada hari ini, maka dia mengetahui perbedaan yang sangat jauh antara orang-orang salaf dan orang-orang khalaf, lebih jauh antara jarak timur dan barat, mereka berdiri di atas sesuatu dan orang-orang salaf berdiri di atas sesuatu yang lain, sebagaimana dikatakan : 

Dia pergi ke timur dan engkau pergi ke barat

Jauh sekali perbedaannya antara timur dan barat

Dan perkara ini -demi Allah- lebih dahsyat dari apa yang telah kami sebutkan. 

Imam Al Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya (2/115) [1] dari Ummi Darda radliyallahu’anha, ia berkata, “Abu Darda masuk ke rumah dengan keadaan marah, maka aku tanyakan kepadanya, “Ada apa engkau?” Maka ia berkata, “Demi Allah, aku tidak mengetahui sedikit pun pada diri mereka tentang urusan (Nabi) Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, kecuali mereka semuanya shalat”. Continue reading

%d bloggers like this: