Ilmu dan Kedudukan Pemiliknya

Ilmu dan Kedudukan Pemiliknya 

Cerita ini adalah cerita yang sederhana banyak orang hanya menganggapnya sebagai potongan besi yang tidak ada harganya padahal cerita ini adalah potongan emas yang sangat berharga dari seluruh cerita panjang orang – orang yang memeliki ketinggian hidup. Setiap orang yang membacanya maka pandangannya selalu ingin kembali kepada cerita ini walaupun matanya terasa amat lelah. Indahnya cerita ini bukan karena susunan bahasanya yang indah akan tetapi sosok yang menjadi tokoh dalam cerita ini adalah orang yang terkumpul padanya seluruh kebaikan yang diidamkan setiap orang. Az- Zahabi berkata tentang tokoh ini : ( Dia adalah sosok yang bagus rupanya dan akhlaknya dalam Ilmunya, luas pengetahuannya, penyantun dan senantiasa kembali kepada Allah dan Rosulnya). Dia dalah Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz yang namanya tertulis dengan tinta emas sejarah.   

Cerita ini bermula ketika Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz menjadi seorang khalifah datanglah utusan dari semua negri kepadanya  dan beberapa dari mereka adalah utusan penduduk Hijaz. Setelah mereka berhadapan langsung dengan Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz tiba – tiba berdirilah orang yang paling muda umurnya dari utusan penduduk Hijaz dan dia ingin memulai pembicaraan. Maka Umar langsung berkata kepada anak yang  masih belia usianya : Hai anak muda seharusnya yang berkata lebih dulu orang yang lebih tua darimu.    Continue reading

Wasiat-wasiat Generasi Salaf

Wasiat-wasiat Generasi Salaf           

 Ditulis oleh Ustadz Abu Ihsan al Atsari   

 Allah Ta`ala berfirman dalam kitab-Nya:

 وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga, di bawahnya banyak sungai mengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-taubah : 100)  

Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta`ala memberi pujian kepada para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah generasi terbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendamping nabi-Nya dalam mengemban risalah  ilahi. 

Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai bukti keutamaan atau kelebihan mereka. Merekalah generasi salaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yang selalu mengikuti  jejak langkah Rasulullah Shallallahu `alaihiwa sallam. 

Dengan menapak tilasi jejak merekalah, generasi akhir umat ini akan bisa meraih kembali masa keemasannya. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik rahimahullah,  Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang membuat  generasi awalnya menjadi baik. Sungguh sebuah ucapan yang pantas ditulis dengan tinta emas. Jikalau umat ini mengambil generasi terbaik itu sebagai teladan dalam segala aspek kehidupan niscaya kebahagiaan akan menyongsong mereka. 

Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengupas bagaimana para salaf menyucikan jiwa mereka, yang kami nukil dari petikan kata-kata mutiara dan hikmah yang sangat berguna bagi kita.  Continue reading

Mengapa harus belajar ilmu syar’i?

Mengapa harus belajar ilmu syar’i?

Tujuan Penciptaaan makhluk

Ketahuilah wahai saudaraku yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, bahwasanya Allah azza wa jalla menciptakan alam semesta ini bukanlah karena iseng atau sekedar main-main, akan tetapi Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang pasti yakni untuk menguji siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk memasuki surga yang penuh kenikmatan dan siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk disiksa di neraka. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman 

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

 “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun:115)

Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman 

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاء وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (Al-Anbiyaa:16)

Kemudian Allah menjelaskan tujuan penciptaan kehidupan ini

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ * الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Al-Mulk:1-2) Continue reading

Nasihat Salafus Shalih akan Pentingnya Ilmu

Nasihat Salafus Shalih akan Pentingnya Ilmu 

Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin 

Berikut ini beberapa atsar yang berisi nasehat dan keterangan akan pentingnya ilmu dan mempelajarinya. 

Pertama: Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Kedua: Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52) Continue reading

%d bloggers like this: