Adab Imam Dalam Shalat Berjama’ah

Adab Imam Dalam Shalat Berjama’ah 

Oleh : Ustadz Armen Halim Naro Rohimahullah            

Tidak diragukan lagi, bahwa tugas imam merupakan tugas keagamaan yang mulia, yang telah diemban sendiri oleh Rasulullah; begitu juga dengan Khulafa’ Ar Rasyidin setelah beliau. Bagaimana adab-adab imam dalam shalat berjama’ah? Silahkan baca pengantar permasalahannya yang banyak terjadi di sekitar kita. 

Banyak hadits yang menerangkan tentang fadhilah imam. Diantaranya sabda Rasulullah shalallallahu alaihi wa sallam 

“Tiga golongan di atas unggukan misik pada hari kiamat,” kemudian beliau menyebutkan, diantara mereka, (ialah) seseorang yang menjadi imam untuk satu kaum sedangkan mereka (kaum tersebut) suka kepadanya. Pada hadits yang lain disebutkan, bahwa dia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang shalat di belakangnya.Continue reading

Adab Berhutang : Etika Berhutang

 Adab Berhutang : Etika Berhutang

Oleh : Ustadz Armen Halim Naro Lc (rahimahullah ta’ala)

[1]. Hutang tidak boleh mendatangkan keuntungan bagi si pemberi hutang

Kaidah fikih berbunyi : “Setiap hutang yang membawa keuntungan, maka hukumnya riba”. Hal ini terjadi jika salah satunya mensyaratkan atau menjanjikan penambahan. Sedangkan menambah setelah pembayaran merupakan tabi’at orang yang mulia, sifat asli orang dermawan dan akhlak orang yang mengerti membalas budi.

Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah- berkata : “Hendaklah diketahui, tambahan yang terlarang untuk mengambilnya dalam hutang adalah tambahan yang disyaratkan. (Misalnya), seperti seseorang mengatakan “saya beri anda hutang dengan syarat dikembalikan dengan tambahan sekian dan sekian, atau dengan syarat anda berikan rumah atau tokomu, atau anda hadiahkan kepadaku sesuatu”. Atau juga dengan tidak dilafadzkan, akan tetapi ada keinginan untuk ditambah atau mengharapkan tambahan, inilah yang terlarang, adapun jika yang berhutang menambahnya atas kemauan sendiri, atau karena dorongan darinya tanpa syarat dari yang berhutang ataupun berharap, maka tatkala itu, tidak terlarang mengambil tambahan. [6] Continue reading

%d bloggers like this: