Mengikhlaskan Ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa ta’ala ( Sebuah Dialog ) Bag 1

Mengikhlaskan Ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa ta’ala ( Sebuah Dialog )

Oleh : Ali al Fahd , dari Kitab Hiwar Hadi

Terjadi sebuah dialog antara dua orang , salah satunya adalah Abdullah (Hamba Allah , selanjutnya disebut dengan inisial A ) dan yang lain disebut Abdunnabiy , selanjutnya disebut dengan inisial N ).

A : Aku bertanya kepadamu: Apakah engkau mengakui bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala telah mewajibkan atasmu untuk mengikhlaskan Ibadah yang merupakan hak-Nya atasmu, sebagaimana firmaNya

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. ( Qs. Al- Bayyinah : 5)

[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya). ( Qs. Al Mu’min/ Ghafir : 14 )
Continue reading

Termasuk Syirik: Istighatsah Atau Doa Kepada Selain Allah

Termasuk Syirik: Istighatsah Atau Doa Kepada Selain Allah

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab


Firman Allah Ta’ala (artinya):
“Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu; jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian, adalah termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik).” (Yunus: 106)

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; sedang jika Allah menghendaki untukmu sesuatu kebaikan, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya, Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambaNya. Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yunus: 107) Continue reading

Barang Siapa yang Mengamalkan Tauhid dengan Semurni-murninya Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab

Barang Siapa yang Mengamalkan Tauhid dengan Semurni-murninya Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab

Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah

Firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Allah dan menghadapkan diri (hanya kepada-Nya); dan sama sekali ia tidak pernah termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada Allah).” (An-Nahl: 120)

“Dan orang-orang yang mereka itu tidak berbuat syirik (sedikitpun) kepada Tuhan mereka.” (Al- Mu’minun: 59) Continue reading

MANHAJ DAKWAH KEPADA ALLAH TA’ALA

MANHAJ DAKWAH KEPADA ALLAH TA’ALA

Oleh : Ustadz Abu Zubair Hawaary

عن ابن عباس – رضي الله عنهما – أن رسول الله r لما بعث معاذاً  إلى اليمن قال :

« إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب ، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله – وفي راوية : إلى أن يوحدوا الله – فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة ، فإن أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم. فإن هم أطاعوك لذلك، فإياك وكرائم أموالهم ، واتق دعوة المظلوم ، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب ».

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama ketika mengutus Mu’adz ke Yaman ia berkata, “Sesungguhnya engkau akan datang kepada suatu kaum dari ahli kitab. Maka hendaklah yang pertama engkau serukan kepada mereka syahadat La Ilaaha Illallah – dalam riwayat lain : kepada mentauhidkan Allah – jika mereka menta’atimu untuk itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwasanya Allah mewajibkan atas mereka lima sholat dalam sehari semalam. Jika mereka menta’atimu untuk itu, beritahukanlah bahwasanya Allah mewajibkan atas mereka sedekah (zakat) yang diambil dari orang-orang kaya mereka lalu diberikan kepada orang-orang fakir mereka. Jika mereka menta’atimu untuk itu maka jauhilah olehmu harta-harta mereka yang paling berharga. Dan takutlah kamu kepada do’a orang yang dizalimi. Sesungguhnya tidak ada antara dia dan Allah pembatas”. (Keluarkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Az-Zakah hadits no. 1395, Muslim dalam Kitab Al-Iman hadits no.31, An-Nasai dalam kitab Az-Zakah 5/3, Ibnu Majah Kitab Az-Zakah hadits no. 1783 , 1/568, Ad-Daarimi kitab Az-Zakah hadits no. 1662, 1/318 dan Ahmad 1/223). Continue reading

Kesabaran Berujung Kenikmatan

Kesabaran Berujung Kenikmatan

Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan disbanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.

Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya mnejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnyatidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja. Continue reading

%d bloggers like this: