Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat

Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat

Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. 

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar). Oleh karena itulah Allah Ta’ala memenangkan agama ini di atas seluruh agama, walaupun orang kafir tidak menyukainya. Kemudian dengan berjalannya waktu dan jauhnya masa dari zaman kenabian, umat Islam semakin jauh dari agamanya yang haq. Banyak perkara yang bukan agama dianggap sebagai agama. Demikian juga, lemahnya ilmu dan semangat mengamalkan Islam telah banyak menimpa umat ini. Maka tidak aneh, Allah Ta’ala menimpakan kehinaan pada umat ini. Kehinaan itu tidak akan hilang sehingga mereka kembali kepada agama-Nya. Continue reading

Budaya Salah Figur

Budaya Salah Figur  

Hidup ini penuh dengan pelajaran berharga dari masa lalu. Tapi sedikit sekali orang yang mau belajar dari kehidupan manusia di masa lalu. Dalam hal berlebih-lebihan menghormati orang tertentu, telah ada pelajaran dari sejak zaman Nabi Nuh alaihissalam, bahkan secara keras diperingatkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasalam, namun sedikit pelajaran darinya.

 Dalam terminologi (istilah) Islam, sikap di atas disebut dengan ghuluw. Yakni sikap melampaui batas (berlebihan) berdasar syari’at dalam memuji dan menyanjung, baik dengan perkataan maupun perbuatan. 

Penghormatan secara berlebihan kepada seseorang bisa berakibat fatal. Yakni akan menjerumuskannya pada perbuatan syirik. Bahkan syirik yang pertama kali terjadi dalam sejarah kemanusiaan adalah karena penghormatan yang berlebihan. Syirik yang pertama kali tersebut terjadi pada zaman Nabi Nuh alaihissalam Ketika itu, kaum Nabi Nuh AS begitu berlebihannya dalam menghormati orang-orang shalih. Pada mulanya mereka hanya mengagumi orang-orang shalih tersebut di kala mereka masih hidup. Tatkala mereka wafat, kekaguman itu diwujudkan dengan membuat patung-patung peringatan yang dinamai dengan nama-nama orang-orang shalih tersebut. Awalnya, patung-patung itu hanya sebagai sarana mengenang mereka. Hingga ketika orang-orang yang membuat patung-patung itu meninggal dunia dan ilmu agama dilupakan orang, patung-patung itu lalu disembah dan diberhalakan. (Lihat, Kitab Tauhid, hal. 108).  Continue reading

%d bloggers like this: