Kaidah Manfaat dan Mafsadat

Kaidah Manfaat dan Mafsadat

Oleh: al-Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf 

الشَارِعُ لَا يَأْمُرُ إِلَّا بِمَا مَصْلَحَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ

وَلَا يَنْهَى إِلَّا عَمَّا مَفْسَدَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ

Syari’at tidak memerintahkan kecuali sebuah kemaslahatan murni atau yang rojih
Dan tidak melarang kecuali yang murni sebuah mafsadat atau yang rojih

Makna Kaidah

Asy-Syari’ adalah pembuat syari’at, yaitu Alloh, baik langsung dari al-Qur‘an ataupun lewat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam sunnah beliau. Karena sunnah beliau pun pada dasarnya adalah wahyu dari Alloh. Sebagaimana firman-Nya:

Dan tiadalah yang dia (Muhammad) ucapkan itu (al-Qur‘an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. an-Najm [53]: 3-4) Continue reading

Garis Sunnah

Garis Sunnah

Oleh : Ustadz Abu Abdirrohman 

( al-Mawaddah Edisi 11 Tahun 1 )

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Nabi  sholat Isya’ kemudian pergi dan menggandeng tangan Abdulloh bin Mas’ud a hingga keluar bersama beliau menuju lembah padang pasir berkerikil di Makkah lalu beliau mendudukkannya kemudian beliau menggariskan untuknya sebuah garis kemudian bersabda:

لاَ تَبْرَحَنَّ خَطَّكَ فَإِنَّهُ سَيَنْتَهِى إِلَيْكَ رِجَالٌ فَلاَ تُكَلِّمْهُمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَلِّمُونَكَ

(“Janganlah engkau meninggalkan garismu karena sesungguhnya akan berhenti di hadapanmu beberapa orang, janganlah engkau berbicara dengan mereka karena mereka tidak akan berbicara kepadamu.”)

Lalu Rosululloh pergi sesuai dengan keinginan beliau, hingga ketika aku dalam keadaan duduk dalam garisku tiba-tiba datang kepadaku beberapa orang, sepertinya mereka adalah orang Zuth(1), rambut dan jasad mereka, aku tidak melihat aurat dan baju mereka, mereka berhenti di hadapanku, tidak melewati garis itu, lalu mereka kembali menuju ke arah Rosululloh hingga ketika telah sampai akhir malam, (mereka tidak datang) namun Rosululloh yang datang kepadaku dalam keadaan aku sedang duduk, lalu beliau bersabda:

لَقَدْ أَرَانِي مُنْذُ اللَّيْلَةَ

Artinya : (“Aku tidak tidur sejak tadi malam.”) Continue reading

GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH

GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH 

Oleh : Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh 

Ummat Islam sekarang ini sedang menghadapi bahaya yang besar dari musuh-musuhnya. Ada musuh-musuh yang menampakkan permusuhan mereka kepada Islam secara terang-terangan, seperti orang-orang kafir Yahudi, Nashoro, Hindu, Budha, Komunis, dan yang lainnya. Atau musuh-musuh Islam yang tidak begitu nampak permusuhannya kepada Islam dari munafikin dan ahli bid’ah wal ahwa’

Adapun orang-orang kafir dari luar Islam, mereka menyerang Islam dari luar. Sedangkan orang-orang munafik dan ahli bid’ah, mereka menikam kaum muslimin dari arah belakang. 

Tentang makar orang-orang kafir, Alloh menyebutkan solusi dari makar mereka di dalam kitab-Nya. Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman. Continue reading

%d bloggers like this: