Dibawah Naungan Keikhlasan ( sub point menanggulangi Riya’ )

Dibawah Naungan Keikhlasan ( sub point menanggulangi Riya’ )

Oleh al ustadz Ali Akbar ( Pekan Baru )

Tidak Panjang angan-angan dan tidak tamak terhadap apa yang ada pada orang lain

Berapa banyaknya orang yang mencintai dunianya , mengejar dan memburu kenikmatannya….

mereka tertipu panjang angan-angan .

Mereka terjebak dalam gelanggang perlombaan berselubung debu kemunafikan dan kehinaan.

Mereka yang terus memburu dunia dalam keresahan dan ketakutan. Takut pada kemiskinan …resah dan bimbang pada kekurangan pengumpulan. Dengan mengendarai kerakusan dan ketamakan mereka terus memburu dunia…untuk dunia….

tidakkah ini mengherankan…

Mereka meyakini adanya maut….

Namun tidak pernah mengadakan persiapan ..

Mereka meyakini Neraka..

Namun tidak pernah takut akan siksanya..

Mereka meyakini Surga..

Namun tak beramal untuknya …

Dan lebih menakjubkan lagi …

Mereka mengerti Dunia …

Dan segala tipu dayanya….

Namun tetap rakus untuk mendapatkannya …..

Sungguh kita telah melihat …orang-orang yang merasa memiliki dunia telah pergi.

Dan kitapun juga telah melihat …mereka yang tidak mendapatkannya pun telah kembali kehadirat Ilahi.

Pintu gerbang yang mereka masuki sama….., apa yang mereka pakai dari bagian dunia juga sama ….sungguh akhir dari perjalanan fana ini adalah keabadian Surga atau Neraka.

Jikapun akan menanti ..maka penantian itu begitu panjang dipenjara Azab atas dosa dan kezhaliman yang tak mengekalkan.

Kalaupun dalam kemaksiatan dan kekufuran mereka memperoleh duniannya…..

Maka pemberian itu bukanlah tanda kemuliyaan dari yang Maha Pemberi Rizki.

Pemberian itu bukan karena cinta dan Kasih sayang-Nya .

Sebab ketika Iblis meminta dipanjangkan usianya hingga akhir jaman , Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengabulkan permintaanya.

Pemberian dunia dari Allah Subhanahu wa ta’ala kepada pendurhakadan ahli kemaksiatan , tidaklah terkait dengan cinta-Nya .

Namun semua itu hanya berhubung dengan kebijaksanaan , keadilan serta Iradah-Nya .

Bagi mereka yang mencari dunia untuk dunianya, tak ada lagi yang tersisa di akhiratn kelak kecuali Neraka.

Ketika seseorang meneguk manis dunia dengan cinta kepadanya, niscaya ia akan merasakan pahitnya akhirat karena menjauhinya.

Sungguh dunia disisi Allah Subhanahu wa ta’ala tidaklah bernilai kendati dibanding dengan selembar sayap nyamuk.

Dunia ibarat bangkai yang membusuk yang kau temui dipinggiran jalanmu menuju kematian.

Kalau kau mengambil dan memakannya …ia mendatangkan kemudharatankan bagi hati dan jiwamu.

Berjalanlah didunia ini seperti musafir kelana dalam keterasingan. Sebab siang dan malammu hanyalah perjalanan menuju kematian.

Arungi Dunia dengan bekal seadanya , bercelaklah dengan kismet surgawi.

Jangan kau buka pintu kesibukan , karena dengannya pintu kesibukan lain dibukakan.

Sumber : Dinukil dari buku Dibawah Naungan Keikhlasan yang ditulis oleh Al ustadzuna Abu Anisah al Atsary ( Ustadz. Ali Akbar dari Pekan Baru ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: