Kafir Tanpa Sadar membawa Faham Takfir

Kafir Tanpa Sadar membawa Faham Takfir 

Oleh : Al-Ustadz ‘Abdurrahman Thayyib, Lc.

Courtesy of Majalah adz-Dzakhirah

Disebarkan dalam bentuk Ebook di aktabah Abu Salma al-Atsari

http://dear.to/abusalma

 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda

tentang ciri-ciri Khawarij : 

“Akan muncul di akhir zaman sekelompok orang yang masih ingusan dan bodoh. Mereka membaca Al-Qur’an, namun iman mereka tidak sampai kepada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari sasarannya. Dimana saja kalian bertemu mereka, maka bunuhlah mereka karena dalam pembunuhan tersebut ada pahala bagi orang yang membunuhnya pada hari kiamat”. [HR. Bukhari 6930) 

Diantara ciri Khawarij juga, adalah apa yang disebutkan oleh para ulama, bahwa mereka sering membawakan sebuah ayat Al-Qur’an dan ditafsirkan menurut hawa nafsu dan kebodohan mereka, ayat itu adalah : 

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

 Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [QS. Al-Maidah : 44] 

Inilah ucapan para ulama tentang hal di atas : 

1- Imam al-Hafidz Abu Bakar Muhammad bin al-Husein al-Ajurri Rahimahullahu berkata :

‘Diantara syubhat Khawari  adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : 

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [QS. Al-Maidah : 44] 

Mereka membacanya bersama firman Allah : 

 ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

 “..namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka”. (QS. Al-An’am : 1).

 Apabi la mereka melihat seorang hakim yang tidak berhukum dengan kebenaran, mereka berkata : Orang ini telah kafir dan barangsiapa yang kafir, maka dia telah mempersekutukan Tuhannya. Oleh karenanya, para pemimpin-pemimpin itu adalah orang-orang musyrik’.1 Continue reading

Fatwa – Kata “الكُفْرُ” Dalam Bentuk Ma’rifah

[Diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2007. File : LM 5 syaikh ibrohim ed.mp3 >> 22:39 – 26:52]

Fatwa – Kata “الكُفْرُ” Dalam Bentuk Ma’rifah

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafidzohulloh

Pertanyaan :

Sebagian orang takfiri berkata bahwa kata “الكُفْرُ” yang diembel-embeli dengan “ال” menunjukkan kufur mutlak, berbeda jika kata tersebut dalam bentuk nakiroh, karena sesuai dengan perkataan Ibnu Abbas “كُفْرٌ دُوْنَ كُفْرٍ”. Berdasarkan hal ini mereka mengkafirkan orang yang berhukum dengan selain hukum Alloh secara mutlak dengan hujjah bahwa firman Alloh Ta’ala : “فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ” di sini memakai “ال”. Pertanyaannya : apakah ini benar? Continue reading

KAFIR TANPA SADAR MENGUSUNG PEMAHAMAN KHAWARIJ

KAFIR TANPA SADAR MENGUSUNG PEMAHAMAN KHAWARIJ

[BEDAH FITNAH KHAWARIJ] 

Oleh :Abu Ahmad As-Salafi 

Muqoddimah

Telah sampai kepada kami sebuah buku yang berjudul Kafir Tanpa Sadar oleh Abdul Qadir bin Abdul Aziz. Buku ini adalah salah satu dari buku-buku yang sangat dahsyat menghembuskan syubhat Khowarij dari awal hingga akhir. Yang sangat disayangkan bahwa buku-buku seperti ini sangat marak akhir-akhir ini, hal ini menunjukkan bahwa fitnah Takfir saat ini begitu deras menerpa. 

Karena itulah maka insya Allah dalam pembahasan kali ini kami berusaha menyingkap syubhat-syubhat yang berada dalam buku tersebut sebagai nasehat kepada kaum muslimin dan pembelaan kepada manhaj yang haq. Continue reading

Waspadailah Fitnah Sururiyyah !!

Waspadailah Fitnah Sururiyyah !! 

Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Syaifullah 

Pertarungan antara kebenaran dan kebatilan terus berlanjut hingga hari kiamat, masing-masing dari kebenaran dan kebatilan memiliki penyeru dan pembela. Penyeru kebenaran berusaha menyelamatkan umat dan membawanya ke jalan yang lurus agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, sedangkan penyeru kebatilan berusaha menyesatkan dan merusak umat agar mereka celaka. 

Merupakan hal yang menakjubkan bahwa penyeru kebatilan menampakkan diri kepada umat bahwa mereka adalah du’at Salafiyyin untuk mengelabui umat sehingga mengikuti pemikiran-pemikiran mereka dan menganggap baik manhaj mereka.

 Mereka gunakan perkataan-perkataan yang mujmal (global) dan samar yang mengandung seribu makna, tercampur di dalamnya yang haq dan batil. Inilah cara-cara ahlu bid’ah dari masa ke masa sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim, karena suatu bid’ah jika berupa kebatilan yang murni maka tidak mungkin di terima oleh manusia, setiap orang akan bersegera membantah dan mengingkarinya. Seandainya bid’ah itu kebenaran yang murni maka itu bukanlah merupakan bid’ah, tetapi adalah sunnah. Maka bid’ah tersebar di kalangan manusia awam karena mengandung kebenaran dan kebatilan. Di antara kelompok yang sangat lihai mengelabui umat dengan kalimat-kalimat yang sangat mujmal dan samar adalah kelompok sururiyyah. Kelompok ini lebih berbahaya di bandingkan kelompok sesat lainnya karena lebih sulit dideteksi kesesatannya, tetapi Allah tidak membiarkan gerakan mereka, Allah siapkan pasukan-pasukanNya dari para pembela Sunnah untuk membeberkan kepada umat makar-makar dan membuka kedok-kedok mereka.  Continue reading

SALAFIYUN MENEPIS TUDUHAN DUSTA

SALAFIYUN MENEPIS TUDUHAN DUSTA 

Oleh : Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al Halabi al-Atsari hafizhahullahu

Muhadharah di Masjid Islamic Center Jakarta, Ahad, 23 Muharram 1428H/11 Februari 2007M

Transkrip dan Alih Bahasa :

Ustadz Abu ‘Abdillah Arief Budiman bin Utsman Rozali hafizhahullahu

SALAFIYYUN MENEPIS TUDUHAN DUSTA

Anda telah mendengarkan bersama, untaian kalimat[1] yang mengandung penjelasan seputar ad-da’wah as-Salafiyah, ajaran-ajaran pokoknya yang ilmiah, yang berkaitan dengan aqidah dan manhaj (metode memahami agama). (Anda semua telah mendengarkan), seluruh penjelasannya ternyata sangat berkaitan dengan “Qoolallohu” (Allah berfirman) dan “qoola Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda). Jauh dari segala opini pribadi, perkataan manusia, prediksi, dan prasangka. Dakwah seperti inilah yang benar-benar warisan ajaran kenabian. Dakwah seperti inilah yang benar-benar layak, pantas dan berhak dibawa oleh umat, dan diwariskan dari generasi ke generasi, sejak generasi pertama umat ini yang terang-benderang, hingga saat ini, dan hingga Allah menghendaki konsistensi dakwah ini tetap berlangsung.

Ad-da’wah as-Salafiyah adalah dakwah Islam. Dakwah ini murni, tanpa tambahan-tambahan, hiasan-hiasan, atau dekorasi-dekorasi. Ad-da’wah as-Salafiyah adalah dakwah menuju al Qur`an dan as-Sunnah dengan pemahaman salaful-ummah (generasi terdahulu yang shalih). Jika hanya satu sifat ini saja yang disampaikan kepada setiap orang yang berakal dan berpikir, pastilah sudah cukup, tanpa perlu penjelasan lebih lanjut yang berkepanjangan. Continue reading

LARANGAN MENGHARAP/MEMINTA BERKAH DARI MAKHLUK

LARANGAN MENGHARAP/MEMINTA BERKAH DARI MAKHLUK 

 Oleh : Ustadz  Agus Timar Abu Zubair Hawaary Lc.

LARANGAN MENGHARAPKAN/MEMINTA BERKAH DARI POHON, BATU DAN SEJENISNYA.

عن أبي واقد الليثي – رضي الله عنه – قال : خرجنا مع رسول اللهr إلى حنين ونحن حدثاء عهد بكفر ، وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط ، فمررنا بسدرة ، فقلنا يا رسول الله اجعل لنا ذات أنواط ، كما لهم ذات أنواط فقال رسول اللهr : « الله أكبر إنها السنن قلتم والذي نفسي بيده ، كما قالت بنو إسرائيل لموسى : ] اجعل لنا إلهاً كما لهم آلهة قال إنكم قوم تجهلون [ لتركبن سنن من كان قبلكم »

Artinya : Dari Abu Waqid Al-Laitsi semoga Allah meridhoinya ia berkata, “Kami pergi bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menuju Hunain. Dan ketika itu kami baru meninggalkan kekufuran. Orang-orang musyrikin mempunyai  Sidroh (sejenis pohon) , mereka beri’tikaf di dekatnya dan menggantungkan senjata-senjata mereka padanya. Pohon itu disebut Dzaatu Anwath. Maka kami melewati sebuah pohon sidroh. Kami pun berkata, ‘Ya Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwath seperti yang mereka miliki’. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Allahu Akbar .. sesungguhnya itu adalah jalan-jalan (orang-orang sebelum kalian). Kalian telah mengatakan demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya sebagaimana ucapan Banu Israil kepada Musa (jadikanlah untuk kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Ia (Musa) berkata :  sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang bodoh). Continue reading

%d bloggers like this: