Awas bahaya virus paham Liberal !! Muslim Tak Beridentitas

Awas bahaya virus paham Liberal !! Muslim Tak Beridentitas 

Apa benar semua agama sama ? Menuntun kepada kebenaran yang hakiki ? Pembenaran terhadap pertanyaan ini berlawanan dengan  logika yang sehat , perasaan , dan fitrah yang lurus , apalagi jika pertanyaan ini diarahkan kepada syariat Islam yang muliya. Bagaimana mungkin agama yang sudah terintervensi tangan-tangan jahat manusia disamakan dengan agama Islam yang kokoh berdiri diatas sumbernya dan terjaga keasliannya? . Bagaimana mungkin Islam disejajarkan dengan agama hasil racikan tangan –tangan manusia yang sarat kelemahan dari segenap sisinya., meskipun datang dari intelektualisme yang tinggi?, jawabannya tanpa keraguan , sama sekali tidak! 

Anehnya penjaja yang getol menyuarakan paham semua agama itu sama, adalah sekelompok orang yang berinisial muslim. Dengan dukungan sejumlah media masa , pemikiran sesat ini kian menyuburkan benih–benih liar pemikiran liberalisme disebagian generasi Islam. Lebih memprihatinkan lagi , ketika pemikiran  itu tampak subur dikantong-kantong perguruan tinggi Islam, yang sejatinya diharapkan menjadi penyangga umat dan menjaga konsistensi dengan nilai-nilai keislaman , utamanya dalam beraqidah.

Yang diantaranya hanya mengakui Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Rabbul ‘ibad ( Dzat yang berhak diibadahi oleh semua makhluk ) dan menegaskan kelemahan sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka tak berlebihan, bila kemudian para pengusung pemikiran pluralisme pantas menyandang predikat sebagai Muslim tak beridentitas “. Ataukah memang mereka sedang mengalami krisis identitas?.

Di Ranah kita, gerakan Islam Liberal yang tidak hanya digawangi oleh Jaringan Islam Liberal ( JIL ) , mereka telah berhasil mengikis dan mendangkalkan aqidah Umat. . Umat Islam “dipaksa” oleh mereka untuk menghormati agama-agama lain, salah satunya dengan dalih kebhinekaan ( Pluralisme ) dan atas nama toleransi beragama.. Sementara itu, penganut agama lain tidak mereka perlakukan seperti ini. Hingga tanpa disadari, hakikatnya mereka telah menanam saham yang menguntungkan kaum kuffar dalam usaha menjauhkan umat Islam dari Aqidah shahihah.

Menjadi peringatan bagi kita , bahwa aspek Aqidah ( Tauhid ), hanya Al qur’an dan Hadist sajalah yang menjadi sumber. Tidak ada sumber ketiga lainnya. Oleh karena itu kaum muslimin jangan terkecoh dengan propaganda  atau syubhat-syubhat apapun dalam ushuluddin ( pokok-pokok agama ). Alqur’an dan Hadist telah menetapkan bahwa agama diluar Islam penuh keganjilan , kedzaliman , kepincangan dan kelemahan lainnya. Tiada kesempurnaan pada selain Islam.

Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman ”

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada diatas jalan yang lurus ( Qs. Az-Zukhruf : 43 )

Ketidak patuhan kepada wahyu Ilahi, hanya akan berbuah kepahitan, kesesatan dan kenistaan . Saat itulah hawa nafsu ( “Perasaan “) dipertuhankan.

Allah tabaroka wa ta’ala berfirman :

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنَ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Maka jika mereka tidak menjawab ( tantanganmu ) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka ( belaka ) . dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sedikitpun. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim ( Qs. Al – Qashash  50 ) .

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa menetapkan hidayah islam pada kalbu kita dan menjauhkan ideologo-ideologi menyimpang yang dapat menggelincirkan kita.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Qs. Al Imron : 8 )

Allahu ta’ala a’lam bish showab….

<b>Muslim Tak Beridentitas ( Awas bahaya virus paham Liberal!!)</b>

Apa benar semua agama sama ? Menuntun kepada kebenaran yang hakiki ? Pembenaran terhadap pertanyaan ini berlawanan dengan  logika yang sehat , perasaan , dan fitrah yang lurus , apalagi jika pertanyaan ini diarahkan kepada syariat Islam yang muliya. Bagaimana mungkin agama yang sudah terintervensi tangan-tangan jahat manusia disamakan dengan agama Islam yang kokoh berdiri diatas sumbernya dan terjaga keasliannya? . Bagaimana mungkin Islam disejajarkan dengan agama hasil racikan tangan –tangan manusia yang sarat kelemahan dari segenap sisinya., meskipun datang dari intelektualisme yang tinggi?, jawabannya tanpa keraguan , sama sekali tidak!

Anehnya penjaja yang getol menyuarakan paham semua agama itu sama, adalah sekelompok orang yang berinisial muslim. Dengan dukungan sejumlah media masa , pemikiran sesat ini kian menyuburkan benih–benih liar pemikiran liberalisme disebagian generasi Islam. Lebih memprihatinkan lagi , ketika pemikiran  itu tampak subur dikantong-kantong perguruan tinggi Islam, yang sejatinya diharapkan menjadi penyangga umat dan menjaga konsistensi dengan nilai-nilai keislaman , utamanya dalam beraqidah. Yang diantaranya hanya mengakui Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Rabbul ‘ibad ( Dzat yang berhak diibadahi oleh semua makhluk ) dan menegaskan kelemahan sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka tak berlebihan, bila kemudian para pengusung pemikiran pluralisme pantas menyandang predikat sebagai Muslim tak beridentitas “. Ataukah memang mereka sedang mengalami krisis identitas?.

Di Ranah kita, gerakan Islam Liberal yang tidak hanya digawangi oleh Jaringan Islam Liberal ( JIL ) , mereka telah berhasil mengikis dan mendangkalkan aqidah Umat. . Umat Islam “dipaksa” oleh mereka untuk menghormati agama-agama lain, salah satunya dengan dalih kebhinekaan ( Pluralisme ) dan atas nama toleransi beragama.. Sementara itu, penganut agama lain tidak mereka perlakukan seperti ini. Hingga tanpa disadari, hakikatnya mereka telah menanam saham yang menguntungkan kaum kuffar dalam usaha menjauhkan umat Islam dari Aqidah shahihah.

Menjadi peringatan bagi kita , bahwa aspek Aqidah ( Tauhid ), hanya Al qur’an dan Hadist sajalah yang menjadi sumber. Tidak ada sumber ketiga lainnya. Oleh karena itu kaum muslimin jangan terkecoh dengan propaganda  atau syubhat-syubhat apapun dalam ushuluddin ( pokok-pokok agama ). Alqur’an dan Hadist telah menetapkan bahwa agama diluar Islam penuh keganjilan , kedzaliman , kepincangan dan kelemahan lainnya. Tiada kesempurnaan pada selain Islam.

Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman ”

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada diatas jalan yang lurus ( Qs. Az-Zukhruf : 43 )

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

((وَ الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ ! لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَ لاَ نَصْرَانِيٌّ , ثُمَّ يَمُوْتُ وَ لَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ, إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ))

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah mendengar dariku seseorang dari umat ini2 baik orang Yahudi maupun orang Nashrani, kemudian ia mati dalam keadaan ia tidak beriman dengan risalah yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka.”

Hadits yang mulia di atas diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya no. 153 dan diberi judul bab oleh Al-Imam An-Nawawi “Wujubul Iman bi Risalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ila Jami’in Nas wa Naskhul Milali bi Millatihi” (Wajibnya seluruh manusia beriman dengan risalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan terhapusnya seluruh agama/ keyakinan yang lain dengan agamanya).

Hadits ini menunjukkan terhapusnya seluruh agama dengan diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seluruh manusia (dan jin) yang menemui zaman pengutusan beliau sampai hari kiamat wajib untuk menaati beliau. Di sini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebut Yahudi dan Nashrani karena mereka berdua memiliki kitab (yang diturunkan dari langit). Hal ini diinginkan sebagai peringatan bagi selain keduanya, sehingga lazimnya apabila mereka (Yahudi dan Nashrani) saja harus tunduk dan menaati beliau, maka selain keduanya yang tidak memiliki kitab lebih pantas lagi untuk tunduk. (Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 2/188, Darur Rayyan 1407 H)

Ketidak patuhan kepada wahyu Ilahi, hanya akan berbuah kepahitan, kesesatan dan kenistaan . Saat itulah hawa nafsu ( “Perasaan “) dipertuhankan.

Allah tabaroka wa ta’ala berfirman :

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنَ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Maka jika mereka tidak menjawab ( tantanganmu ) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka ( belaka ) . dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sedikitpun. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim ( Qs. Al – Qashash  50 ) .

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa menetapkan hidayah islam pada kalbu kita dan menjauhkan ideologo-ideologi menyimpang yang dapat menggelincirkan kita.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Qs. Al Imron : 8 )

Sumber : Diketik ulang dengan sedikit tambahan dari Tajuk majalah As Sunnah Edisi 05 Th. XII Sya’ban 1429H/ Agustus 2008M

One Response

  1. Jazakallah, . . . artikel yang bagus, perlu untuk diketahui dan dipahami oleh generasi muda Islam. Sekalian mau mohon ijin kopi paste untuk blog ana ya, . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: